
Pada waktu itu pagi harinya Mayang yang tidak melihat Adzriel dan juga Kak Arjuna sampai siang pun akhirnya memberanikan diri bertanya kepada Ibu dan juga Ayahnya.
"Bu ko Kak Arjun sama Mas Adzriel tidak kelihatan daritadi pagi, mereka kemana Bu??", tanya Mayang kepada Ibunya yang sedang menyiapkan bahan masakan untu dimasak nanti siang.
Ibu Ajeng yang mendengar pertanyaannya Mayang dia langsung berakting seperti rencananya Adzriel.
"Oh Nak Adzriel sudah pulang nak kerumahnya, tadi pagi sebelum kamu bangun dia berpamitan sama Ibu dan juga Ayah, katanya ada pekerjaan dikota yang mengahruskannya untuk segera pulang, makanya dia tidak sempat berpamitan dengan kamu, sedang Kak Arjuna dia juga ikut Nak Adzriel karena mengantarkan pulang Nak Adzriel kekota", jawab Ibu Ajeng kepada Mayang sambil melihat kearahnya Mayang.
"Oh sudah pulang ya Bu", hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya Mayang.
Tanpa banyak berkata lagi kepada Ibunya, Mayang langsung saja melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya dengan perasaan yang sedikit sedih karena Adzriel pulang tidak berpamitan terlebih dahulu kepadanya.
Sedang Ibu Ajeng yang melihat muka sedihnya Mayang yang baru saja mendengar jika Adzriel sudah pulang tanpa berpamitan dengannya, beliau hanya tersenyum saja sambil melihat kearah Mayang yang melangkahkan kakinya kedalam kamar.
"Harus positif thinking, mungkin memang benar ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya", kata Mayang untuk menyemangati dirinya sendiri.
Malam harinya pun sama, Mayang rasanya sangat kesepian sekali tidak ada Adzriel dirumahnya, biasanya jika Kak Arjuna pergi Mayang akan selalu menanti Kak Arjuna didepan rumah untuk menanti kedatangannya kak Arjuna, akan tetapi kali ini berbeda.
Mayang duduk termenung dikursi teras depan sambil menanti Adzriel siapa tahu jika tiba-tiba Adzriel datang kerumahnya lagi.
Mayang duduk sambil terus mengecek ponselnya, karena Mayang menunggu siapa tahu Adzriel mengirimkan pesan untuknya, akan tetapi nihil, sudah ditunggu-tunggu oleh Mayang akan tetapi Adzriel tidak mengirimkan pesan untuknya sama sekali.
"Apa sebegitu sibuknya kah??, hingga dia mengirimkan pesan kepadaku saja tidak sempat", kata Mayang dengan lirih sambil melihat kearah ponselnya terus.
Ibu Ajeng dan juga Ayah Rahman mereka berdua mengintip Mayang dari jendela ruang tamu mereka.
"Semoga saja Nak Adzriel tipe laki-laki yang bisa dipegang janjinya ya Yah, dan acara yang sudah disusun oleh Nak Adzriel berjalan dengan lancar ya Yah aamiin ", kata Ibu Ajeng ketika mengintip Mayang dengan keadaan yang sedang bersedih.
"Tenang Bu, Ayah yakin nak Adzriel pasti datang, kan dia sudah merencanakan rencana ini sebaik bungkin, kita sebagai orang tua harus mendoakan, semoga acaranya lancar sesuai harapan kita semua terutama Nak Adzriel", jawab Ayah Rahman kepada istrinya.
"Iya Yah, Aamiin", jawab Ibu Ajeng kepada Ayah Rahman.
Akhirnya setelah cukup malam Mayang pun kembali masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Sampai malam pun Mayang yang tidak bisa tertidur seperti biasanya dia selalu mengecek ponselnya takutnya jika Adzriel mengirimkan pesan kepadanya akan tetapi dia tidak tahu, harapannya Mayang pun pupus sudah, tidak ada pesan masuk sama sekali dari Adzriel kedalam ponselnya.
"Aku malu jika harus aku duluan yang mengirimkan pesan kepadanya", kata Mayang dengan pelan sambil menaruh ponselnya diatas dadanya.
Hari berikutnya Mayang tidak bersemangat seperti biasanya, Mayang merasa seperti ada yang kurang dari dalam dirinya.
Karena sampai dua hari berturut-turut Adzriel tidak mengirimkan kabar kepadanya sama sekali
Dipagi hari ketiganya Mayang yang melihat Ibu serta para tetangganya dan juga sudara-saudaranya sedang masak-masak besar dirumahnya, membuat Mayang pun menjadi bertanda tanya ada acara apakah dirumahnya.
Akhirnya ketika rasa penasaran yang sudah membuncah Mayang memberanikan diri bertanya kepada Ibunya.
"Ibu apa akan ada acara makan-makan nanti dirumah kita, kenapa Ibu belanja sebegitu banyaknya dan masak pun harus dibantuin sama orang-orang banyak begini??", tanya Mayang kepada Ibunya.
"Iya Nak nanti ada tamu spesial yang akan datang kerumah kita, pasti kamu terkejut", jawab Ibu Ajeng kepada Mayang sambil tersenyum.
"Kenapa Ibu main rahasia-rahasiaan segala seperti ini sih Bu sama Mayang, memangnya siapa tamu rahasia yang akan datang kerumah kita Bu, apa Ibu tidak mau memberitahukannya kepada Mayang??", kata Mayang kepada Ibu Ajeng.
"Baiklah akan Ibu kasih tahu, yang akan datang kerumah kita adalah calon istrinya Kakak kamu", jawab Ibu Ajeng kepada Mayang, sesuai seperti apa yang dikatakan Kak Arjuna ditelefon kemarin malam.
Mayang yang mendengar jawaban dari Ibunya dia sungguh sangat terkejut sekali dan tidak dipungkiri jika Mayang juga sangat bahagia sekali.
"Wah apa benar yang Ibu bilang, Kak Arjuna sudah mempunyai calon istri, Ibu tidak sedang berbohong kepada May kan??", kata Mayang lagi kepada Ibunya.
"Untuk apa Ibu berbohong kepada kamu May, kalau tidak percaya lihat sendiri saja nanti, sudah Ibu mau membantu yang lainnya lagi, ayo kamu juga ikutan membantu yang lainnya", kata Ibu Ajeng kepada Mayang.
Malam pun tiba, Mayang beserta Keluarga besarnya dan juga semua tetangga yang sudah diundang oleh Ayah Rahman sudah pada menunggu orang yang mereka tunggu-tunggu.
Akhirnya jam tujuh malam pun tiba, semua orang yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang ada dirumahnya Ayah Rahman pun tiba.
Ibu Ajeng menyuruh para sepupu perempuannya Mayang untuk menemani Mayang didalam kamarnya, dan juga berpesan kepada mereka supaya tidak memperbolehkan Mayang untuk keluar dari dalam kamar.
Mayang awalnya dia sedikit marah kepada Ibunya dan yang lainnya kenapa dia tidak diperbolehkan keluar dari dalam kamarnya, akan tetapi ketika pintu kamarnya Mayang sengaja dikunci dari luar oleh Ibunya membuat Mayang terpaksa menurut saja apa kata dari Ibunya ditemani oleh ketiga sepupu perempuannya itu.
__ADS_1
Kak Arjuna yang sudah datang bersama calon istrinya yaitu Khumairah dan beserta Keluarganya Khumairah langsung saja Kak Arjuna mengenalkan mereka semua dengan Ibu dan juga Ayahnya.
Ibu Ajeng langsung suka ketika pertama kali melihat Khumairah, karena Khumairah ternyata sangat lembut sekali orangnya dan suaranya pun sangat kalem.
Iya kemarin Kak Arjuna memang melamar Khumairah ditemani oleh Adzriel, dan lamarannya pun diterima oleh Khumairah dan disambut dengan baik oleh kedua orang tuanya Khumairah.
Tidak cuma Keluarganya Khumairah saja yang datang, dibelakang rombongan keluarganya Khumaira yaitu rombongan Keluarga utama yang sudah ditunggu-tunggu oleh Ibu Ajeng, Ayah Rahman serta para tetangga dan keluarganya Mayang pun juga sudah pada datang semua.
Yaitu rombongan semua keluarganya Adzriel, yang terdiri dari orang tuanya dan juga adiknya Adzriel, semua keluarganya Adzriel juga ada termasuk Papah Ziyas dan Bunda Lili, bahkan Zahra dan juga Aulian pun juga ada.
Ibu Dina Ibunya Zahra juga ikut dalam rombongannya Adzriel. Keluarga besarnya Adzriel dari Kakak sampai adik dari Ayah dan juga Mamahnya juga ikut datang kerumahnya Mayang.
Dirumahnya Mayang pun dibuat sebiasa saja mungkin seperti acara makan-makan seperti biasanya, supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari Mayang, dan rumahnya Ayah Rahman Adzriel menyuruh untuk tidak dihias sedemikian rupa, jadi Mayang tidak menyadari jika malam itu adalah malam bersejarah bagi dirinya.
Untung saja pekarangan rumahnya Ayah Rahman sangatlah luas sekali, jadi jika untuk menampung para tamu yang hadir, masihlah muat.
Dan untungnya lagi malam itu cuacanya sangat cerah, tidak mendung maupun hujan sama sekali.
Jadi walau pada duduk dikursi tanpa tenda ditemani lampu-lampu yang sudah ditata apik dan rapi mereka sudah sangat menikmati sekali suasana dikampung halamannya Mayang yang masih sejuk, yang jarang mereka temui dikota.
Para keluarganya Adzriel mereka merasa seperti sedang berada dipuncak, karena jika malam hari udara dikampung halamannya Mayang memang dingin seperti dipuncak, karena kampung halamannya Mayang dan juga Zahra berada dikaki bukit.
"Baiklah, semua sudah pada berkumpul apa acaranya bisa kita mulai Pak Rahman, Tuan??", kata tetua kampung kepada Ayah Rahman dan juga kepada Ayah Falah yang sedang duduk saling berhadap-hadapan.
Ayah Rahman dan Ayah Falah mereka langsung saja menganggukkan kepalanya kepada tetua kampung itu sambil tersenyum.
Dan tetuta kampung itu langsung saja memulai acaranya yang sudah direncanakan oleh Adzriel, Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman serta Ibu Ajeng.
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
Just info, Tetua kampung itu ditempat saya orang yang dituakan dan dihormati ya readersπ
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***