LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
BERTEMU MUSUH


__ADS_3

Pagi harinya Aulian yang sudah berangkat bekerja seperti biasanya dia yang sudah mempunyai janji dengan Koleganya disebuah restoran, Aulian dan juga Zain langsung saja berangkat kerestoran tempat mereka mengadakan pertemuan.


Sedang Indra sekretarisnya Aulian yang lainnya dia lagi banyak pekerjaan, alhasil Zainlah yang menemani Aulian.


Disebuah restoran ada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang diperkirakan perempuan itu adalah sekretaris dari laki-laki itu.


Mereka berdua membicarakan sebuah pembicaraan yang sangat serius sekali, dan pembicaraan mereka juga menyebut-nyebut namanya Aulian.


Setelah beberapa menit mereka berbincang yang cukup serius, tiba-tiba datanglah Aulian dan juga Zain sekretarisnya.


Aulian dan juga Zain yang baru saja masuk kerestoran, mereka melihat laki-laki dan seorang perempuan sudah duduk dimeja yang mereka sudah pesan, Aulian dan juga Zain mereka berdua langsung saja berjalan mendekati laki-laki dan perempuan itu yang diperkirakan adalah rekan bisnisnya.


"Maafkan saya Tuan Macel yang datangnya sedikit terlambat", kata Aulian ketika baru saja sampai didepan meja yang sudah mereka pesan.


Dan laki-laki yang dipanggil Tuan Macel oleh Aulian dia langsung saja berdiri diikuti oleh sekretaris perempuannya itu, sambil mengajak berjabat tangan kepada Aulian.


"No problem Tuan Aulian, kita juga baru saja sampai disni, mari silahkan duduk", jawab Tuan Macel kepada Aulian sambil mempersilahkan Aulian dan juga Zain untuk duduk dikursi yang ada didepannya.


Tidak ada yang mencurigakan dari gelagatnya Tuan Macel maupun sekretaris perempuannya itu, jadi Aulian dan Zain tidak menaruh curiga sama sekali dengan mereka berdua itu.


Aulian dan juga Zain mereka berdua langsung saja duduk dikursi yang ada didepannya Macel dan juga sekretarisnya.


Zain langsung saja menyiapkan sebuah berkas, catatan dan juga laptop seperti biasanya yang dia bawa dalam ikut meeting dengan Aulian bersama koleganya diluar.


Sedang sekretaris dari Macel dia biasa saja tidak seribet Zain, karena dia sudah mempunyai tugas sendiri dari Macel.


"Mari kita bisa mulai meetingnya Tuan Macel", kata Aulian ketika sudah duduk dikursi yang ada didepannya.


"Kenapa mesti terburu-buru Tuan Aulian, kita santai saja dulu, dan memesan makanan serta minuman dulu disini", kata Tuan Macel kepada Aulian dengan gayanya yang ramah.


"Baiklah", jawab singkat dari Aulian kepada Tuan macel itu dengan tersenyum tipis.


"Apakah anda sedang terburu-buru Tuan Aulian??", tanya Macel lagi dengan berbasa-basi kepada Aulian.

__ADS_1


"Tidak juga Tuan Macel, hanya saja tiga jam lagi saya akan meeting dengan para bawahan saya", jawab Aulian kepada Macel sambil melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Masih tiga jam lagi kan, bolehlah kita makan-makan dulu", kata Macel lagi kepada Aulian sambil membujuk Aulian.


"Iya boleh Tuan, namun saya tidak bisa berlama-lama", jawab Aulian kepada Macel.


"Ok", kata Tuan Macel lagi kepada Aulian sambil tersenyum senang, karena rencana yang sudah dia siapkan bisa berjalan lancar.


Dan Macel langsung saja memanggil seorang waitress untuk mendekat kearah mejanya.


Macel dan juga sekretarisnya langsung saja menyebutkan nama menu makanan serta minuman yang ingin dinikmatinya.


Begitupun Aulian dan juga Zain, mereka berdua langsung saja menyebutkan makanan serta minuman mereka masing-masing.


Setelah mencatat semua pesanan yang ada dimejanya Aulian, waitress itu lalu pergi kebelakang untuk menyiapkan pesanan mereka semua.


Sambil menunggu makanannya jadi, Tuan Macel lalu mengajak berbincang dengan Aulian tentang proyek kerjasama yang akan mereka jalankan.


Dan setelah beberapa menit mereka berbincang, sekretaris perempuan dari Macel dia ijin sebentar kekamar mandi.


Tidak ada yang menyadari jika sekretaris itu cukup lama perginya kecuali dari Macel sendiri sedangkan Zain dan juga Aulian mereka tidak menyadari akan hal itu.


Beberapa menit kemudian setelah sekretaris dari Macel duduk, datanglah makanan yang mereka semua pesan.


Tuan Macel dia lebih dulu menikmati makanan yang dia pesan sambil menawari Aulian makan.


Tuan Macel sudah daritadi memperhatikan Aulian dan juga Zain untuk segera memakan makanan yang mereka pesan.


Dan ketika Aulian serta Zain sedang mendekatkan satu sendok makanan dekat dengan mulutnya, Macel dan sekretarisnya itu saling melirik dengan tatapan yang mencurigakan namun Aulian maupun Zain tidak menyadari itu.


Ketika hampir saja makanan itu ingin masuk kedalam mulutnya Aulian dan juga Zain, tiba-tiba ada seorang laki-laki muda berpakaian kantoran seperti Aulian yang diperkirakan seumuran dengan Aulian langsung saja memukul tangannya Aulian dengan cukup kencang serta menyetop Zain yang hampir saja memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.


Alhasil makanan yang ada disendoknya Aulian tadi langsung saja jatuh kemeja dan sedikit mengenai jas serta celananya Aulian.

__ADS_1


Tuan Macel dia langsung saja marah kepada laki-laki itu dengan sambil berdiri, dan sekretarisnya dia langsung saja melototkan matanya dengan marah juga, sedangkan Aulian dia langsung saja terkejut dengan tindakan tiba-tiba laki-laki tersebut, begitupun dengan Zain yang tidak jadi makan makanannya itu.


"Apa yang kamu lakukan hah!!!, kamu sangat tidak sopan sekali Tuan", kata Tuan Macel kepada laki-laki itu dengan nada yang marah sambil berdiri dan sambil menunjuk laki-laki yang baru saja menumpahkan makanannya Aulian.


Aulian dia juga ikut-ikutan marah, namun tidak semarah Macel kepada laki-laki itu.


"Tuan apa yang anda lakukan!!", kata Aulian dengan dingin kepada laki-laki itu.


Namun laki-laki itu dia hanya diam saja dengan santai ketika Aulian menunjukkan wajah dinginnya dan Macel menunjukkan wajah marahnya kepadanya.


"Maaf Tuan, saya tidak merasa bersalah dengan apa yang saya lakukan kepada Anda dan sekretaris anda.....", kata laki-laki itu kepada Aulian dengan wajah ramahnya namun langsung terpotong perkataannya oleh perkataannya Macel.


"Apa maksud anda, anda tidak merasa bersalah seperti itu Tuan", kata Macel dengan muka marahnya kepada laki-laki itu.


"Iya saya memang tidak merasa bersalah, karena saya melakukan hal yang benar, karena makanan yang ada dihadapannya Tuan Aulian serta sekretarisnya itu ada obat tidur dan obat pencuci perutnya!!!", jawab laki-laki itu kepada Macel dengan wajah marahnya juga sambil menunjuk makanan yang ada dihapannya Aulian serta Zain.


Aulian serta Zain mereka berdua langsung saja melototkan matanya karena terkejut.


Sedangkan Macel dan juga sekretarisnya dia juga melototkan matanya karena kejahatannya bisa diketahui oleh orang lain.


"Apa maksud anda Tuan, jangan asal menuduh kalau tidak ada buktinya", kata Zain kepada laki-laki itu.


"Iya jangan asal menuduh, jika kamu tidak mempunyai bukti yang akurat, saya bisa melaporkan anda kepolisi karena sudah membuat fitnah serta membuat onar", kata Macel kepada laki-laki itu dengan nada yang masih marah dan tegas.


"Silahkan anda duduk dulu Tuan, mari kita bicarakan dengan baik-baik dulu, karena saya disini tidak ingin ada yang saling menuduh", kata Aulian sambil mempersilahkan laki-laki itu duduk dikursi kosong yang ada dimejanya juga.


"Untuk apa Tuan Aulian mengajak dia duduk disini Tuan", kata Macel dengan keberatan dengan perkataannya Aulian.


Karena Macel dan juga sekretarisnya, mereka berdua tidak ingin jika aksinya akan ketahuan juga oleh Aulian.


"Kenapa anda marah Tuan Macel, jika anda tidak merasa bersalah ya jangan takut", jawab Aulian dengan tegas kepada Macel.


Dan mau tidak mau Macel dia hanya bisa diam saja dengan wajah yang menahan amarahnya ketika laki-laki itu sudah duduk bersamanya dan juga Aulian dimeja yang sama.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2