
Sudah satu minggu berlalu, dan Zain selama satu minggu itu selalu menyantai dan menghilangkan penat ditoko roti itu. Sambil menghilangkan rasa sesak juga didadanya yang terkadang melihat Zahra dikantornya Aulian.
Dari sambil ngopi-ngopi, sampai dia hanya cuma pesan dessert saja hanya untuk tetap nongkrong disitu. Dan dari satu minggu itu juga orang yang memperhatikan Zain selalu melihat Zain ketika datang ketoko roti dengan wajah yang sama seperti pertama kali dia melihatnya.
"Minumlah selagi masih panas begini, karena jika lagi badmood lebih baik minum ini", kata seorang gadis kepada Zain sambil menyerahkan secangkir cokelat panas, minuman cokelat andalan dari toko roti itu dan paling enak ditoko roti itu.
Zain yang lagi melamun sambil melihat pemandangan jalan raya pun tersentak kaget, ketika tiba-tiba ada seorang gadis berbicara kepadanya sambil menyerahkan secangkir cokelat.
"Minumlah", kata gadis itu lagi kepada Zain. Dan dia terus langsung duduk dikursi seberang mejanya Zain.
Zain hanya diam saja kepada gadis itu, dan tanpa menegurnya sama sekali ketika Zain melihat gadis itu langsung duduk dikursi seberang mejanya.
"Aku perhatikan dari seminggu ini ketika kamu datang kesini, wajah kamu selalu murung begini, lagi patah hati ya", kata gadis itu mencoba mengajak berbicara kepada Zain.
"Tahu apa kamu soal patah hati", tanya Zain dengan bernada dingin kepada gadis yang mengajaknya berbicara.
Bukannya marah, gadis itu malah tersenyum manis kepada Zain, karena Zain mau menanggapi perkataannya.
"Jangan terlalu meratapi yang namanya patah hati, jika dia bukan jodohmu, sesedih apapun kamu, sampai kamu menangis darahpun, jika dia bukan jodoh kamu, tetap tidak akan bersanding denganmu, daripada memikirkan yang bukan menjadi milik kita, lebih baik kita menata hati untuk mempersiapkan seseorang yang akan segera hadir dan datang untuk menyembuhkan rasa sakit dihati kita", kata bijak gadis itu untuk Zain. Dan Zain pun mulai mencerna perkataan dari gadis yang sedang duduk didepannya.
Sejatinya jika kita terpuruk berserah dirilah kepada Allah, jika kita butuh teman untuk mengeluarkan isi hati, keluarkanlah curhatlah kepada-Nya, ketika kamu ingin berbagi dengan orang lain, carilah teman, sahabat atau orang-orang yang benar-benar bisa diajak berbagi kesedihanmu dengannya dan juga tentunya bisa kamu percaya.
"Perkenalkan nama saya Zain Muhammad Yahya, panggil saja saya Zain, dan siapa nama kamu Nona", kata Zain mengajak berkenalan dengan gadis yang duduk diseberangnya dengan kata yang mulai enak didengar, walau masih terkesan dingin.
Gadis itu langsung menangkupkan tangannya didepan dadanya, sambil menjawab perkataannya Zain. Dan Zain langsung saja menarik tangannya lagi, ketika melihat gadis didepannya tidak membalas jabat tangannya.
"Saya Ameera Husaida Ar-rahman Zain, panggil saja Ameera", jawab gadis itu dan ternyata gadis itu adalah Ameera pemilik toko roti yang selama seminggu ini Zain datangi, dan selama seminggu ini yang memperhatikan Zain terus.
"Ameera, namanya sama seperti toko roti ini, apakah ini toko rotimu", tanya Zain kepada Ameera. Dan Ameera hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan kepada Zain.
Dan Zain pun yang baru saja mengetahui jika Ameera pemilik dari toko roti ini, membuatnya sedikit segan dan merasa tersanjung juga karena bisa disapa langsung dengan pemilik toko roti yang selama seminggu ini dia datangi.
__ADS_1
"Minumlah cokelat itu, mumpung belum dingin Zain, supaya bisa merubah moodmu menjadi lebih baik, karena cokelat dikenal sebagai salah satu makanan yang bisa merubah mood yang buruk. Hal ini sebab cokelat mengandung senyawa teobromina yang berpengaruh pada kestabilan emosi. Melansir Eatingwell.com, Pusat Penelitian Nestlé di Swiss menemukan bahwa mengonsumsi sekitar 1,4 ons cokelat hitam secara rutin selama dua minggu, bisa menurunkan kadar kortisol dan hormon stres lainnya. Selain itu, dalam Culinarynutrition.com menyebutkan bahwa cokelat juga kaya sumber antioksidan, zat besi, dan magnesium yang membantu tubuh lebih rileks Zain", kata Ameera dengan khasnya yang cerewet kepada Zain.
Padahal jika Ameera tidak terlalu kenal dengan seseorang dia tidak akan begitu, akan tetapi dengan Zain, Ameera merasa seperti mempunyai magnet tersendiri dengan Zain, sehingga dia sudah merasa nyaman mengobrol dengan Zain, walaupun baru beberapa menit saja dia berkenalan.
"Kamu pintar ya Ameera sampai bisa tahu sebegitu banyaknya tentang cokelat", kata Zain yang tidak malu untuk memuji Ameera sambil tersenyum dan meminum cokelat yang diberikan Ameera tadi.
Zain pun yang mendengar Ameera yang cerewet tanpa sadar dia sedikit terhibur dengan adanya Ameera didepannya.
"Bukan pintar, kebetulan saja nih saya lagi browsing tentang cokelat Zain", jawab Ameera sambil tertawa dengan menutupi mulutnya menggunakan kedua tangannya.
Zain pun yang mendengar jawaban dari Ameera dia tidak sadar tersenyum dan ikut-ikutan tertawa kecil seperti Ameera.
"Nah senyum begitu kan enak dilihat, siapa tahu nanti ada pengunjung perempuan yang melihat kamu tersenyum begitu dia tiba-tiba suka sama kamu", kata Ameera dengan gayanya yang khas yang periang.
"Kamu kan perempuan Ameera, kamu sendiri bagaimana, apa tidak suka sama saya?? ", kata Zain mencoba menggoda Ameera.
"Saya suka sama kamu Zain, sebentar saya fikirkan dahulu ya", kata Ameera dengan bergaya imutnya sambil mengetuk-ngetuk dagunya dan tertawa kecil, membuat Zain tanpa sadar membatin melihatnya.
"Masyaallah cantik juga ternyata Ameera", batin Zain yang melihat Ameera begitu, sambil meminum cokelat tadi dan tertawa kecil melihat tingkahnya Ameera.
............. •••••••••••••••••••.............
"Ayolah bro kita keluar sebentar, bosan nih aku, lagi pula kita sudah lama tidak nongkrong bertiga", kata Hafiz kepada Aulian.
"Dzriel, rayu Aul dong", gantian Hafiz merengek seperti bayi kepada Adzriel.
"Ayolah Aul, benar apa kata Hafiz, kita sudah lama tidak nongkrong bertiga", kata Adzriel ikit-ikutan mencoba merayu Aulian.
"Malas aku ya Fiz, Dzriel, capek benar rasanya badanku ini hari ini", jawab Aulian kepada kedua sahabatnya.
Saat ini mereka bertiga sedang berada didalam kamarnya Aulian. Karena ketika Hafiz menelfon Aulian dan juga Adzriel, Aulian menjawab tidak mau ketika Hafiz mengajaknya untuk keluar.
__ADS_1
Alhasil Hafiz dan Adzriel menyamperi Aulian dirumahnya, untuk merayu Aulian supaya mau ikut.
"Ayolah, sebentar saja Aul", kata Hafiz lagi kepada Aulian.
"Kalian pergi saja berdua, aku mau dirumah tidur", jawab Aulian tetap kekeh dengan pendiriannya.
"Apa sebegitu banyaknya pekerjaanmu Aul, hingga kamu sepertinya sangat capek begini", tanya Hafiz lagi kepada Aulian.
"Daripada kita bertiga pergi mendingan kita menonton film saja dibioskop disini", kata Aulian sambil memejamkan mata.
Memang dirumahnya Aulian ada bioskop pribadi yang bisa menampung sekitar sepuluh orang didalamnya, dengan fasilitas yang tak kalah lengkapnya dengan bioskop-bioskop diluar sana.
"Boleh juga tuh idenya Aulian Fiz, kan kita sudah lama juga tidak menonton bioskop dirumahnya Aulian", kata Adziel kepada Hafiz.
"Iya-iya aku ikut kalian sajalah, berdua lawan satu, ya kalah aku", jawab Hafiz pasrah kepada Adzriel.
Fikir Aulian jika mereka mau menonton film dibioskop rumahnya kan dia nanti bisa tidur sambil menemani mereka menonton film. Licik memang akal Aulian, akan tetapi Aulian benar-benar capek hari itu.
Akhirnya mereka bertiga langsung bergegas kebioskop pribadi yang ada dirumahnya Aulian, yang berada dilantai tiga rumahnya Aulian.
Ketika mereka bertiga sudah sampai didalam bioskop, Hafiz dengan segera mencari film yang ingin dia tonton.
Ketika Hafiz sedang memilih film yang ingin ditonton, Adzriel menanyakan sesuatu kepada Aulian.
"Aul, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan si Zahra?? ", tanya Adzriel kepada Aulian.
Aulian yang sedang tiduran sambil menunggu Hafiz selesai memilih film, akhirnya langsung membuka mata karena pertanyaan dari Adzriel.
🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠
Yeee readers menunggu jawaban dari Zahra yaa😂😂😂😂😜😝
__ADS_1
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
***TBC***