
Pagi harinya Aulian tiba-tiba dia merasakan mual sekali diperutnya, akan tetapi masih bisa dia tahan untuk tidak dia muntahkan.
Sampai ketika waktu sarapan, mual diperutnya malah semakin menjadi, dan ketika melihat semua hidangan yang ada diatas meja makan, membuat perutnya semakin mual saja.
Dan Zahra yang tidak menyadari akan hal itu, ketika dikamar dia masih mengurusi Aulian seperti biasanya tanpa bertanya tentang keadannya Aulian, karena Aulian tidak bilang kepada Zahra dengan apa yang sedang dirasakannya.
Akan tetapi ketika Zahra dan Ibu Dina yang melihat Aulian berlari kearah kamar mandi yang dekat dengan ruang makan ketika sedang ingin sarapan, Zahra langsung khawatir dengan keadaannya Aulian sambil mendekati Aulian yang sedang muntah-muntah didalam kamar mandi.
"Abang, Abang kenapa ko muntah-muntah begini??", kata Zahra sambil mendekati Aulian yang sedang muntah-muntah didalam kamar mandi.
"Tidak tahu sayang, dari tadi pagi waktu bangun tidur perutnya Abang rasanya sudah tidak enak", jawab Aulian kepada Zahra sambil mencuci mulutnya.
"Ya sudah kita kembali duduk lagi yuk dimeja makan kalau sudah selesai", kata Zahra kepada Aulian sambil menggandeng Aulian.
Aulian dan juga Zahra mereka berdua langsung kembali lagi duduk dikursi meja makan yang tadi mereka duduki.
Dan ketika sudah duduk dikursi meja makan, Aulian langsung saja menutup hidungnya menggunakan kedua telapak tangannya karena dia mencium aroma masakan sayuran yang menurutnya baunya sangat menyengat dihidungnya.
Ibu Dina yang melihatnya pun juga sama bingungnya seperti Zahra dengan sikapnya Aulian yang tidak seperti biasanya.
Ketika Zahra dan juga Ibu Dina yang lagi bingung dengan perubahannya Aulian, tiba-tiba Firman masuk kedalam ruang makan untuk ikut sarapan bersama mereka semua.
"Pagi semua", kata Firman menyapa semua naggota keluarganya.
"Ya pagi Nak", jawab Ibu Dina kepada Firman sambil tersenyum, sedang Zahra dia hanya tersenyum saja kepada adiknya, dan Aulian dia hanya diam saja.
Firman yang melihat Aulian seperti itu dia langsung saja bertanya kepada Zahra.
"Kak Aulian kenapa Kak??", tanya Firman kepada Zahra sambil mengambil nasi untuk dia makan.
"Firman tolong kamu singkirkan makanan itu, perut Kakak menjadi mual melihatnya", kata Aulian kepada Firman sambil menyuruh untuk menyingkirkan masakan yang sedang berada dihadapannya Firman.
"Memangnya kenapa Kak??, ini kan enak", kata Firman sambil menyendokkan masakan itu kedalam mulutnya.
Aulian yang melihatnya dia langsung saja berlari kedalam kamar mandi lagi dan kali ini dia muntah-muntahnya lebih parah dari yang tadi, karena melihat Firman makan masakan yang membuat perutnya mual.
__ADS_1
Zahra yang ingin beranjak dari duduknya dan mendekati Aulian yang ada didalam kamar mandi, langsung segera dicegah oleh Ibu Dina.
"Tunggu Nak", kata Ibu Dina kepada Zahra.
Sedang Firman dia malah asik makan makanannya sendiri tanpa memperdulikan Aulian yang sedang muntah-muntah seperti itu, karena fikir Firman dia akan segera berangkat kesekolah.
"Iya Bu", jawab Zahra kepada Ibunya.
"Ibu lihat sepertinya yang sedang mengalami muntah-muntah itu Nak Aul deh Zahra, apa itu namanya mor-mor??", kata Ibu Dina sambil mengingat-ingat kata morning sickness.
"Morning sickness maksud Ibu??', kata Zahra kepada Ibunya.
"Nah itu maksudnya Ibu", jawab Ibu Dina kepada Zahra.
"Tapi masa iya Bu, Abang Aul yang malah mengalami morning sickness??", kata Zahra kepada Ibunya dengan bingung.
"Iya bisa, itu menandakan ikatan batinnya calon anak kamu sama Ayahnya sangat kuat sekali Zahra", jawab Ibu Dina kepada Zahra.
"Sudah kamu susulin dulu sana suami kamu", kata Ibu Dina lagi kepada Zahra.
"Iya Bu", jawab Zahra kepada Ibu Dina dan dia langsung saja beranjak dari duduknya untuk mendekati Aulian.
"Kak aku berangkat dulu ya", kata Firman sambil sedikit berteriak kepada Aulian dan juga Zahra yang sedang berada didalam kamar mandi.
"Iyaaaaa", jawab Zahra sambil berteriak juga kepada Firman, sedang Aulian dia hanya diam saja tidak menanggapi pamitannya Firman.
"Sudah ayo kita keluar Zahra", kata Aulian kepada Zahra ketika dia merasa sudah mendingan.
Aulian dan juga Zahra mereka kembali lagi kekursi meja makan setelah keluar dari dalam kamar mandi.
Ketika Aulian dan juga Zahra yang sudah kembali duduk dimeja makan mereka tidak menemukan Ibu Dina dimeja makan dan Zahra serta Aulian tidak memperdulikannya ketika mereka tidak melihat Ibu Dina dimeja makan, karena fikir Aulian dan juga Zahra pasti Ibu Dina sudah selesai sarapannya.
"Abang mau makan yang mana, biar Zahra ambilkan??", kata Zahra kepada Aulian.
"Abang mau nasi sama ayam goreng saja Zahra, Abang lagi tidak n***su makan sayuran, sama yang masakan itu-itu", kata Aulian kepada Zahra sambil menunjuk masakan yang membuatnya mual.
__ADS_1
Zahra langsung saja mengambilkan makanan seperti apa yang ingin dimakan oleh Aulian, padahal biasanya Aulian dia pemakan segalanya, tidak pernah pilah dan pilih.
Aulian dan juga Zahra langsung saja makan dengan tenang, akan tetapi berbeda dengan Aulian dia makan dengan sangat dipaksakan sekali, karena perut dan tenggorokannya rasanya sangat menyiksanya sekali.
Ketika Zahra dan juga Aulian sedang asik makan, tiba-tiba Ibu Dina masuk lagi keruang makan sambil membawa segelas minuman yang entah apa Zahra dan juga Aulian tidak tahu.
"Ibu lagi buat minum apa Bu??, kenapa tidak menyuruh Bibi saja yang membuatnya", kata Aulian kepada Ibu Dina yang sudah duduk dikursi meja makan bergabung dengan Aulian dan juga Zahra.
"Tidak apa, ini jamu dan resep turun temurun dari kedua orang tuanya Ibu Nak, ini resep neneknya Zahra, coba kamu minum supaya kamu lebih enakan perutnya dan tidak mual lagi",, kata Ibu Dina kepada Aulian sambil memberikan segelas minuman herbal yang tadi dibuatnya.
Aulian langsung saja menerima gelas itu dan langsung sedikit mencium aroma baunya yang sangat hangat dihidungnya.
"Aromanya enak Bu, seperti jahe", kata Aulian kepada Ibu Dina sambil tersenyum.
"Iya itu memang ada campuran air rebusan jahenya Nak, coba diminum", jawab Ibu Dina kepada Aulian sambil tersenyum dan menyuruh Aulian untuk meminum jamu buatannya.
Aulian langsung saja menum jamu herbal itu yang awalnya dia sedkit ragu-ragu, akan tetapi setelah merasakan rasa yang menurutnya enak dilidahnya dia langsung saja menghabiskannya satu gelas itu.
Sedang Zahra yang daritadi memperhatikan Ibu dan juga Aulian dia langsung saja bertanya kepada Ibunya minuman apa yang disedang diminum oleh Aulian.
"Itu tadi apa Bu yang diminum sama Abang Aul??", tanya Zahra kepada Ibu Dina.
"Itu jamu herbal resep dari nenek kamu Nak, dulu kan waktu Ibu hamil kamu, Ayah kamu juga mengalami muntah-muntah seperti suami kamu ini, terus Nenek yang waktu itu masih hidup dia menyuruh Ibu untuk membuat ramuan herbal itu dan disuruh untuk diminumkan keAyah kamu", jawab Ibu Dina kepada Zahra.
"Perutnya Aul sudah enakan Bu, rasanya hangat diperutnya Aul Bu", kata Aulian yang sudah menghabiskan satu gelas jamu herbal tadi yang dibuat oleh Ibu Dina.
"Nanti kalau mau lagi bilang saja kepada Ibu Nak, supaya Ibu buatkan", kata Ibu dina kepada aulian.
"Biar Zahra saja yang membuatkan Bu, badannya Zahra juga sudah mendingan tidak seperti kemarin, nanti Ibu ajari resepnya kepada Zahra ya Bu", kata Zahra kepada Ibunya.
"Iya nanti akan ibu berikan resepnya kepadamu Nak", jawab Ibu Dina kepada Zahra sambil tersenyum.
"Ya sudah kita lanjutkan lagi yuk sarapannya", kata Ibu Dina kepada Zahra dan juga Aulian.
Dan mereka bertiga langsung saja melanjutkan sarapannya lagi dengan tenang dan diselingi dengan pembicara pagi yang hangat dimeja makan, dengan perutnya Aulian yang sudah mendingan berkat jamu herbal resep dari neneknya Zahra yang sudah meninggal.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***