
Mayang dan juga Adzriel yang baru saja pulang dari masa bulan madu mereka selama satu bulan, saat ini mereka berdua sedang berada dirumah kedua orang tuanya Adzriel ketika baru saja pulang dari bandara tadi.
Mayang yang sudah selesai bersih-bersih badannya dan juga sudah pula berganti baju, dia langsung saja meminta ijin kepada Adzriel suaminya untuk memberikan oleh-oleh yang mereka beli untuk Mamah Hasna dan juga Keluarga yang lainnya juga.
Mayang pun juga sudah menunaikan sholat isya' terlebih dahulu dari Adzriel.
"Mas, May turun kebawah ya, mau memberikan oleh-oleh ini kepada Mamah dan juga yang lainnya", kata Mayang kepada Adzriel.
"Apa kamu tidak capek May, nanti saja jika kamu merasakan capek", jawab Adzriel kepada Mayang sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk karena Adzriel dia baru saja keluar dari dalam kamar mandi karena baru selesai mandi.
"Tidak terlalu sih Mas, kan cuma sebentar saja, boleh ya??", jawab Mayang kepada Adzriel.
"Iya boleh, nanti kalau sudah selesai langsung kembali kedalam kamar ya, karena ini juga sudah jam delapan malam", jawab Adzriel kepada Mayang.
Karena memang pesawat yang mereka naikin baru tiba dibandara yang ada dinegara mereka sekitar pukul tujuh malam tadi dan ketika sampai dirumah sudah sekita jam delapanan malam.
"Siap suamiku", jawab Mayang sambil memberikan kecupan singkat dibibirnya Adzriel dan langsung berlalu keluar kamar sambil membawa bingkisan yang sudah disiapkannya tadi.
Mayang dia lalu turun dari tangga dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.
Dan ketika baru saja sampai dibawah dia melihat Mamah Hasna, Ayah Falah dan juga Dafiq sedang menonton televisi bersama diruang keluarga yang ada dirumahnya Ayah Falah, karena Adzriel sama Mayang mereka berdua masih tinggal dirumah kedua orang tuanya Adzriel.
"Malam Mah, Yah, Dafiq", kata Mayang ketika baru saja masuk kedalam ruang keluarga.
Ayah Falah, Mamah Hasna, dan juga Dafiq mereka bertiga langsung saja mengalihkan pandangan mereka kesumber suara yang baru saja menyapa mereka.
"Malam juga Nak", jawab Ayah Falah dan juga Mamah Hasna kepada Mayang sambil tersenyum.
"Malam juga Kak", jawab Dafiq juga kepada Mayang.
__ADS_1
Walau Dafiq dia lebih tua dari Mayang, akan tetapi dia tetap menghargai statusnya Mayang yang sebagai istri dari Kakaknya, jadi dia tetap memanggil Mayang dengan panggilan Kakak.
"Kamu tidak capek Nak??, kan baru saja pulang", kata Mamah Hasna kepada Mayang ketika Mayang sudah duduk shofa yang ada diseberangnya.
"Tidak terlalu Mah, ini May bawakan oleh-oleh untuk kalian semua", jawab Mayang kepada Mamah Hasna sambil memberikan bingkisan yang dibawanya dari dalam kamar tadi kepada Mamah Hasna dan juga Ayah Falah serta Dafiq.
"Apa ini Nak, kenapa kamu repot-repot begini kepada kita, padahal melihat kamu dan Adzriel pulang dengan selamat kami sudah senang ko", kata Ayah Falah kepada Mayang sambil menerima bingkisan yang diberikan oleh Mayang.
"Tidak repot ko Yah, yang repot itu Mas Adzriel karena disana uangnya sudah May porotin", jawab Mayang kepada Ayah Falah sambil tertawa kecil.
Dan menular juga kepada Ayah Falah, Mamah Hasna dan juga Dafiq yang ikutan tertawa mendengar perkataannya Mayang.
Didalam hatinya Dafiq dia bahagia bisa melihat Kakaknya bisa menikah dengan wanita baik seperti Mayang, karena Dafiq sendiri tahu bagaimana para wanita yang mencoba mendekati Kakaknya Adzriel, hampir semuanya tidak tulus dan hanya memanfaatkan uang dari Kakaknya saja.
"Mau kamu porotin uangnya Adzriel juga sudah menjadi uang kamu ko Nak", jawab Mamah Hasna kepada Mayang sambil masih ada sisa-sisa tawanya.
"Iya Nak silahkan", jawab Mamah Hasna kepada Mayang sedangkan Ayah Falah dia hanya tersenyum sambil mengangguk saja kepada Mayang.
Setelah itu Mayang langsung saja berlalu menuju kebelakang, tepatnya kedapur mencari para bibi yang bekerja dirumahnya Ayah Falah, setelah Mamah Hasna, Ayah Falah dan juga Dafiq mengucapkan terimakasih atas oleh-olehnya kepada Mayang
Para pekerja dan pembantu yang ada dirumahnya Ayah Falah mereka sangat berterimakasih sekali kepada Mayang dan juga sangat senang sekali diberikan oleh-oleh dari Mayang.
Dan Mayang juga lebih senang lagi bisa melihat wajah ceria serta senang dari para pembantu yang bekerja dirumahnya Ayah Falah.
Setelah memberikan semua bingkisan dan oleh-oleh itu kepada semua orang, Mayang langsung saja berlalu pergi menuju kedalam kamarnya lagi untuk mengistirahatkan badannya yang cukup capek itu.
Ketika didalam kamar dia melihat suaminya, sudah memejamkan matanya diatas ranjang, dengan sambil tidak memakai baju atasannya.
Mayang dia langsung saja berganti baju tidur sebelum ikut tidur bersama Adzriel.
__ADS_1
Dan ketika sudah berada diatas ranjang, Mayang dia sedikit menggoda Adzriel yang sepertinya sudah lelap dalam tidurnya.
Mayang lalu memberikan kecupan-kecupan kecil dibibirnya Adzriel sambil tersenyum melihat Adzriel hanya diam saja tidak terusik dengan ulahnya.
Dan ketika Mayang memberikan kecupan untuk yang kesekian kalinya, Adzriel langsung saja menahan tengkuknya Mayang dan langsung serta membalikkan posisi mereka dengan Mayang berada dibawahnya Adzriel.
Mayang yang sedikit terkejut dia langsung saja memberontak kepada Adzriel sambil tertawa dalam ciuman mereka, namun bukannya melepaskan, Adzriel malah langsung saja melanjutkan ciuman bibir mereka lebih intens dan lebih mesra lagi.
Mayang yang juga sudah mahir dalam berciuman pun dia juga langsung saja membalas ciumannya Adzriel dengan posisi Adzriel yang masih berada diatas tubuhnya.
Setelah sekian lama mereka berdua berciuman, Adzriel lalu melepaskan ciuman itu terlebih dahulu.
"Jika malam ini aku tidak sangat capek sekali, sudah aku terkam lagi kamu sayang", kata Adzrie kepada Mayang sambil mengusap pelan bibirnya Mayang.
"Lagi pula May malam ini keluar Mas, tadi ketika mau ganti baju tidur May merasa aneh dibawahnya May, eh ketika dicek, ternyata May datang bulan", jawab Mayang kepada Adzriel sambil tertawa kecil.
"Yaaah berarti harus berpuasa dong Mas untuk beberapa hari kedepan", kata Adzriel dengan pura-pura lemas sambil menimpa tubuhnya Mayang dengan kepalanya dia sandarkan kedadanya May.
"Ya mau bagaimana lagi Mas, mungkin karena efek May kecapekkan juga, makanya datang bulannya May bisa maju begini, biasanya masih satu minggu lagi", kata Mayang kepada Adzriel sambil memeluk Adzriel yang berada diatas tubuhnya itu.
Adzrie langsung saja berpindah posisi menjadi berada disampingnya Mayang, dan langsung saja memeluk Mayang dan membawanya kedalam pelukannya ketika sudah mendengar jawabannya Mayang tadi.
"Tidak apa-apa, sisa-sisa dari bulan madu kemarin Mas masih punya banyak stok rasanya, sudah sekarang kita tidur yuk sayang, badannya Mas capek sekali rasanya", kata Adzriel kepada Mayang sambil memeluk Mayang.
Mayang hanya tertawa lucu mendengar jawabannya Adzriel, dan mereka lalu mencoba memejamkan matanya untuk tidur malam, namun sebelumnya mereka sudah berdoa terlebih dahulu sebelum tidur.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1