LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
MENGGODA AULIAN-ZAHRA


__ADS_3

Zahra yang tadi langsung masuk kekamar yang ada diruang kerjanya Qiyas untuk menyerahkan obat demam yang dia beli bersama Aulian sekarang dia sudah keluar bersama keluarga yang lainnya untuk bergabung bersama Aulian dan juga Papah Ziyas.


Semuanya pada menggoda Aulian dan juga Zahra, terutama Papah Ziyas dia tidak henti-hentinya menggoda anaknya, dan yang lainnya menjadi ikut-ikutan.


Sedangkan Zahra sendiri, dia malu, senang, ingin ketawa, deg-degan campur jadi satu.


"Cie ada yang lagi kasmaran nih", goda Papah Ziyas kepada Aulian yang ada disampingnya sambil menyenggol lengannya Aulian dan juga melirik kearahnya Zahra yang sedang duduk disampingnya Mamah Dian, Mamahnya Kia, atasannya Zahra.


"Siapa Pak yang lagi kasmaran?? ", tanya Ayah Ibrahim Ayahnya Kia sambil berpura-pura tidak tahu, dengan nada yang menggoda Aulian juga.


Aulian yang digoda Papah dan juga Ayah mertua Kakaknya Qiyas, dia pura-pura tidak tahu juga.


"Iya Pah, siapa sih yang lagi kasmiran eeh kasmaran maksudnya", kata Aulian pura-pura tidak tahu.


"Entahlah, Papah juga tidak tahu, kan Papah cuman menebak saja, coba tanya Zahra siapa tahu dia tahu", kata Papah Ziyas dan langsung membuat Aulian reflek melihat kearahnya Zahra.


"Eeeh...... ", kata Zahra reflek yang awalnya menunduk dia langsung tidak sengaja saling pandang kepada Aulian yang juga lagi melihat kearahnya.


"Eheem, pandangan matamu membuat hatiku bergetar seperti jika lagi didekat rel ketika ada kereta melintas", goda Papah Ziyas ketika melihat Aulian dan Zahra yang sedang saling memandang satu sama lain.


Sontak perkataannya Papah Ziyas membuat Zahra langsung menundukkan wajahnya lagi, sambil menyembunyikan senyumnya. Sedangkan yang lain yaitu Ayah Ibrahim, Mamah Dian, dan Bunda Lili mereka tertawa lucu mendengar perkataannya Papah Ziyas.


"Papah itu apa sih, menggombal atau merayu, kenapa kata-katanya aneh begitu, Bunda juga kenapa dulu bisa mau sama orang yang seperti Papah ini", kata Aulian dan langsung mendapatkan bonus jitakan dikepalanya oleh Papah Ziyas.


"Anak tidak merasa jelek ya begini", kata Papah Ziyas kepada Aulian sambil menjitak kepalanya Aulian.


Sedangkan Bunda Lili dia tertawa mendengar perkatan dari anaknya Aulian.


"Iya dulu Bunda dipelet sama Papahmu ini", jawab Bunda Lili kepada Aulian.


"Peletnya pelet ikan apa pelet ayam Bund?? ", jawab Aulian kepada Bundanya. Membuat yang lain makin tertawa dan Papah Ziyas juga tertawa. Zahra pun juga tertawa sambil menunduk karena dia malu.


"Kamu ini bahas apa malah jadinya sampai kepelet segala", jawab Bunda Lili kepada Aulian dengan masih tertawa kecil.


Eheemmm

__ADS_1


"Bund, sepertinya kita mau punya mantu lagi deh", kata Papah Ziyas kepada Bunda Lili sambil melirik dan menggoda Aulian.


"Maksud Papah apa Aulian?? ", tanya Bunda Lili kepada Papah Ziyas.


"Iya siapa lagi, kan tinggal dia doang Bund", kata Papah Ziyas lagi.


"Emang ada yang mau sama anak yang modelannya kayak begitu, diluar dia terlihat sempurna, didalam kelakuannya bikin gemas, kamu mau nak sama anak saya yang ini", kata Bunda Lili dan langsung menyeletuk tanya kepada Zahra.


Zahra langsung menggeleng padahal Zahra menggeleng tanda serius, akan tetapi dianggap bercanda sama semua orang.


"Itu Pah lihat, Zahra saja tidak mau sama Aul", kata Bunda Lili kepada Papah Ziyas.


"Bundaaaaaaa", kata Aulian kepada Bunda Lili dan membuat yang lain tertawa melihat kelakuannya Aulian. Tidak sesuai dengan image CEO yang dia sandang.


"Iya lagian Aulian kalau tidur suka ngorok sama tidak pakai baju, cuman pakai kolor saja lho Zahra", kata Papah Ziyas ikut-ikutan kayak Bunda Lili.


"Papah iiiih, kenapa buka kartu Aul sih, kan malu", kata Aulian kepada Papahnya sambil menggertakkan giginya.


Sedangkan Zahra dan yang lain pada tertawa melihat dan mendengar percakapan Papah Ziyas dan Aulian.


Tiba-tiba mereka semua langsung tertuju kepada Papah Ziyas karena Papah Ziyas bertanya kepada Zahra dengan pertanyaan yang sedikit pribadi.


"Zahra, jika boleh saya tahu, tipe laki-laki kamu seperti apa sih, dan jika ada yang langsung melamar atau mengajak kamu menikah apakah kamu mau, atau kamunya sendiri maunya pacaran dulu?? ", tanya Papah Ziyas kepada Zahra, membuat Zahra langsung bingung karena Papah Ziyas tiba-tiba bertanya seperti itu kepadanya. Sedangkan yang lain yang tadinya pada tertawa mereka semua langsung diam dan melihat kearah Papah Ziyas.


"Papah ko bertanya seperti itu kepada Zahra kenapa Pah??, Papah tidak mau menikahi Zahra kan?? ", kata absurd Bunda Lili kepada Papah Ziyas membuat orang yang disitu yang mendengar pada tertawa termasuk Aulian kecuali Zahra karena dia larut dengan fikirannya sendiri.


"Bunda ini sembarangan, Bunda lupa jika Bunda masih mempunyai satu anak laki-laki yang kebelet ka****n", kata Papah Ziyas sambil melirik Aulian.


"Nikah Pah, nikah bukan ka****n", jawab Aulian sambil sewot dengan Papahnya.


"Itu, Bunda mendengar sendiri kan?? ", kata Papah Ziyas kepada Bunda Lili.


"Oh jadi Nak Aul ceritanya lagi suka ya sama nak Zahra", goda Mamah Dian kepada Aulian.


"Bagaimana Nak kamu mau sama anak Bunda yang pecicilan ini", kata Bunda Lili kepada Zahra ketika dia sudah mudeng maksud suaminya.

__ADS_1


"Dihadapan Papah dan Bundaku, serta Pak Ibrahim serta Mamah Dian, kamu mau tidak Zahra menikah denganku", kata Aulian tiba-tiba kepada Zahra membuat Zahra langsung melotot kepada Aulian dan sedangkan yang lain langsung melihat kearah Aulian, karena sebelumnya mereka pada melihat kearahnya Zahra.


"Itu baru anakku", batin Papah Ziyas sambil melihat Aulian.


"Gentle juga ini tutup panci", batin Bunda Lili.


"Eeh....... ", batin Ayah Ibrahim dan Mamah Dian kaget.


"Bagaimana Zahra?? ", kata Aulian lagi kepada Zahra dan langsung membuat semua pasang mata langsung beralih pandangannya kearah Zahra lagi.


"Maaf Tuan saya tidak bisa, maafkan saya, karena kita tidak pantas bersatu, dan untuk pertanyaan Tuan Ziyas tadi bukannya diIslam tidak ada yang namanya pacaran, saya pribadi tidak mau pacaran Tuan, saya ingin langsung menikah saja jadi jika ada yang melamar atau memintaku untuk menjadi istrinya saya akan memikirkannya terlebih dahulu", kata Zahra kepada Aulian dan Papah Ziyas.


"Tapi kenapa kamu tidak memikirkan pinangan anak saya tadi, tapi kenapa kamu langsung tolak", kata Papah Ziyas kepada Zahra.


"Saya sudah memikirkannya Tuan, karena perbedaan kita yang sangat mencolok, saya tidak mau membuat malu keluarga Tuan mempunyai menantu yang miskin seperti saya, biarlah Tuan Aulian bisa memilih wanita yang lebih dari saya dan sebanding dengannya", kata Zahra panjang lebar.


"Jika aku maunya sama kamu, tidak sama wanita manapun, aku harus bagaimana untuk membuktikannya padamu, jika aku ini benar-benar sudah jatuh hati kepadamu Zahra", kata Aulian kepada Zahra, bahkan dia tidak menggunakan kata saya, melainkan Aku.


Bunda Lili langsung terharu melihat anaknya berani mengungkapkan langsung kepada Zahra bahkan dihadapan mereka semua.


Sedangkan Zahra dia langsung menunduk serta jantungnya menjadi dag-dig-dug tidak menentu.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak bisa, Tuan bisa mencari perempuan yang lebih dari saya, saya hanya orang miskin apalagi saya anak yatim Tuan, maafkan saya sekali lagi", kata Zahra sambil menunduk.


"Kenapa hatiku rasanya sakit sekali menolak Tuan Aulian", batin Zahra.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Ya sudah author sandingkan Aulian dengan yang lain saja yaπŸ˜‚. Sudah ditolak Zahra tuh😁😁


Oh ya readers, cerita ini sudah lama belum lulus kontrak, jika masih lama lagi, dengan sangat terpaksa Author tidak akan melanjutkan lagi, dan mungkin akan beralih kePF lain. πŸ™πŸ™πŸ™


Ayo readers ramaikan, biar bisa lanjut terus disini, seperti Novel BISSMILLAH WITH YOU bisa sampai tamatπŸ˜‰


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2