My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 104. Legitimate!


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Lelucon garing macam apa ini? Namun saat ia berteriak, seluruh isi mobil malah menoleh ke arahnya karena terkejut demi mendengar suara Melodi yang berteriak-teriak dalam keadaan mata terpejam.


" Nona, nona Melodi!" Janu menepuk-nepuk lengan Melodi yang sepertinya tengah mengigau.


Ia menjadi bingung sendiri sebab ke empat pria di depan sana kini memandanginya dengan tatapan aneh.


" Sial, jadi aku hanya bermimpi?"


" Emmm sory. Aku... ketiduran dan mimpi!" ia nyengir karena malu. Hampir saja ia besar kepala karena mendengar ucapan Zayn.


" Bahkan dalam mimpi aku masih saja berdebat dengan dia, argggh!"


" Janu, aku antar kalian ke kantor saja ya?" tanya Zayn yang memilih membahas hal lain.


" Lah, kenapa seperti yang di mimpi tadi sih?"


" Siap Pak!"


" Aku juga langsung ke kantor aja Zayn. Gak usah ke rumah biar kamu gak muter!"


" Nah ini juga . What the...kenapa kejadian yang di mimpiku tadi malah terjadi?" resah Melodi yang kini harap-harap cemas. Sama sekali tak percaya dengan apa yang barusan terjadi.


" Oke!"


Kini usai menurunkan tiga pria tadi. Melodi tak lagi menanyakan soal Andrew yang tadi ada diantara mereka. Ia takut apa yang di mimpikan tadi malah kembali menjadi kenyataan.


" Mimpi apa sampai teriak-teriak begitu? Mimpi enak-enak sama cowok kapan hari?" sindir seseorang yang kini menjadi satu-satunya orang yang menduduki baris jok paling depan.


" Eh bisa nggak sih mulutmu itu enakan dikit kalau bicara?" jawab Melodi mendengkus.


Tapi Zayn tak menanggapi. Ia malah memilih melihat seraut kesal itu dari rear vission mirror. Sorot mata yang selalu terlihat kesal. Membuatnya seketika menghela napas.


" Kamu gak nanyain soal Andrew?"


" Udah tahu!" balasnya sewot karena ia benar-benar takut jika mimpinya akan kejadian. No way!


" Kok bisa tahu?"


"Ya tadi kan kamu di mimpi ngomongin dia kalau..."


Damned! Dasar mulut laknat! Melodi buru-buru menutup mulutnya sebab kini malu keceplosan.


Zayn menarik senyuman licik demi melihat reaksi spontan yang menggelikan itu. " Jadi kamu mimpiin aku?" ucapnya makin di buat-buat.


" Si- siapa bilang?" elaknya dengan wajah yang memerah. Mirip orang kepergok.


" Kan kan kamu sendiri barusan yang bilang."

__ADS_1


" Diam kamu!" kesal Melodi yang tak tahu harus menjawab apakah.


Sialan!


Zayn terkekeh demi melihat wajah Melodi yang kini memerah. Pria itu menggeleng dengan senyum yang terkembang.


" Gadis ini memang benar-benar unik!"


...----------------...


Semalam para orangtua dari Hangxiang telah datang. Meski masih menggunakan kursi roda, namun kesehatan Papa Leo terlihat mengalami perubahan yang signifikan. Pria itu sudah bisa berbicara dan tangannya juga sudah bisa beliau gunakan untuk makan sendiri meski belum bisa berjalan sempurna.


Acara itu benar-benar di gelar di hotel milik Diva. Bukan karena Sadawira dan Claire tak memiliki uang, tapi menolak bantuan dari Diva jelas tidak etis. Apalagi Sada tahu, hal itu terjadi karena Diva ingin berterima kepadanya sebab telah menjadi jalan bagi wanita itu dalam menemukan pria yang kini telah menjadi suaminya. Dollar.


Tak baik menolak rezeki!


" Selamat datang, silahkan!"


Deo juga Demas terlihat sibuk menyambut para tamu yang mulai berdatangan, pun dengan kedua istirnya yang sigap menjadi terima tamu. Demas bahkan memboyong ibu mertuanya ke Atana agar bisa membantu mengasuh anak bungsunya.


Arimbi pun sama. Ia membawa serta Ibunya datang agar bisa turut menghadiri pernikahan sepupunya, sekaligus bisa membantu mengawasi anak-anak.


Di dalam kamar hotel, Claire tak hentinya mengucap rasa syukur atas apa yang kini terjadi. Sebentar lagi ia akan menjadi istri seorang laki-laki yang dia cintai, setelah begitu banyak onak dan duri ujian kehidupan yang mereka lalui.


" Kau sangat cantik nak!" puji Mama Bella yang terlihat begitu terharu dari arah belakang. Terlihat menyongsong putrinya yang baru selesai di dandani.


" Pasti. Semoga hidupmu selalu di hiasi dengan kebahagian. Semoga kamu menjadi istri yang berbakti kepada suami. Jadikan apa yang terjadi sebagai pelajaran juga pengalaman agar kita lebih mawas diri. Mama pun sama. Songsonglah kebahagiaan anakku. Mama menyayangimu!"


Hati mana yang tak terharu mendengar sederet kalimat paling mengharukan itu. Apalagi, setelah semua yang terjadi Claire merasa Mama dan Papannya sangat merasa bersalah.


Riuh rendah makin begitu nyata terasa di ballroom tempat dimana Sadawira dan Claire akan melangsungkan pernikahan siang ini.


Neo begitu tampan dengan tuxedo silver, yang senada dengan jas sang Papa. Ia begitu percaya diri menyugar rambutnya yang tersurai rapih.


Semua orang terlihat begitu anggun, cantik dan rapi. Boni juga terlihat membawa anak istrinya datang menghadiri pernikahan orang yang paling berjasa dalam hidupnya itu.


" Aku sudah tampan kan mbak?" tanya Neo tak sabar kepada mbak Juwi yang di mandatkan untuk memonitor bocah tengil itu. Ya, meski tak mungkin Neo akan melakukan drama kabur seperti beberapa bulan yang lalu.


Menit yang terus berjalan semakin membuat seluruh kursi terisi penuh. Diva yang tidak tahu kenapa merasa mual saat mencium bau masakan kini makin tak mau lepas dari lengan liat suaminya.


Papa David dan Papa Leo terlihat duduk di kursi yang sudah di sediakan. Papa Leo menjadi wali, dan Papa David sendiri yang menjadi saksi.


Kamar hias Claire dan kamar Wira memang terpisah. Karena MUA juga mendandani Bridesmaids yang berjumlah empat orang di kamar yang sama, begitu juga dengan groomsmaid.


Hingga saat keduanya kini di panggil untuk turun, barulah kelima orang itu kini bisa melihat satu sama lain.


Sadawira yang tentu saja terpana dengan wajah calon istirnya yang benar-benar sangat cantik. Tak bisa di jelaskan bagiamana perasaan senang itu, kini berkumpul menggelegak mendesak dada Sadawira untuk ingin segera memeluk wanita itu. Tapi ia harus bersabar. Ia harus bisa menuntaskan sederet kalimat yang sejak semalam ia hafalkan berulang kali.


Pun dengan Zayn yang tak menyangka bila gadis cerewet yang sering bertengkar dengannya itu, gadis yang semula tomboy dan serampangan kini menjelma menjadi wanita yang cantik dalam balutan dress satin berwana abu-abu yang begitu indah.

__ADS_1


" Cantik juga dia jika begini!"


Claire meminta tiga anak buahnya untuk menemani Melodi menjadi Bridesmaids. Dan siapa sangka, ketiga pria disana benar-benar terpana dengan kecantikan tiga wanita ayu tersebut.


Andrew tiba-tiba notice dengan dengan satu wanita yang rambutnya berwarna paling lain. Sepertinya pandangan pertama itu memang benar ada.


" Lah lah kok pada diem. Ayo buruan turun! jadi nikah gak? Petugasnya sampai nungguin dibawah!" omel Mama Jessika yang geleng-geleng sebab anak-anak itu malah saling bengong.


Kesepuluh orang itu akhirnya tergelak saat Mama Jessika memarahi mereka. Astaga, sungguh menggelikan sekali.


Sada meriah jemari putih Claire lalu menggenggamnya erat. Melangkah pasti menuju ke tempat yang sedari dulu ia harapkan. Pelaminan.


Pendamping pengantin itu menjalankan tugasnya dengan baik. Dan Neo yang sudah standby lebih dulu di depan pintu, kini menyambut Ayah dan Ibunya dengan gerakan hulubalang yang mempersilahkan tuan putri dan pangeran untuk naik ke karpet merah.


" Selamat menikah Ayah dan Ibu!"


Membuat kesemua orang yang hadir tertawa.


Tanpa melodi sadari, Zayn yang entah kenapa hatinya kini bergetar, turut tersenyum manakala melihat barisan gigi yang rapih itu terpampang saat Melodi tertawa.


Pun dengan Andrew, ia sedari tadi tak henti menatap wanita berparas ayu yang rupanya merupakan tangan kanan Claire di perusahaannya itu. Apalagi, Janu dan Henry juga saling berbisik berebut mana yang cocok diantara anak buah Claire yang ayu-ayu itu.


" Hadirin yang berbahagia, mari kita sambut kedua mempelai kita yang cantik dan juga tampan, Tuan Sadawira Rajandra dan nyonya Claire Darmawan!"


Seketika suara tepuk tangan riuh memenuhi seisi ballroom. Senyum jelas terkembang dari wajah kedua mempelai. Mata Papa Leo nampak berkaca-kaca. Beginikah rasanya akan menikahkan anaknya? Semua rasa tergabung menjadi satu dan menggumpal menjadi sebongkah kebahagiaan.


Mama Jessika dan Mama Bella belum-belum sudah menyusut air matanya. Sungguh masih belum percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


" Silahkan kepada mempelai untuk menempati tempat duduk yang sudah di sediakan!" ucap MC yang siang itu dipercayakan untuk memandu jalannya acara pernikahan Sada dan Claire.


MC kondang dan terkenal itu menjalankan perannya dengan sangat baik. Dan jarang seloroh juga kelakaran yang mengocok perut membuat para tamu undangan tergelak keras.


" Intermezo ya Bapak Ibuk. Biar Tuan pengantinnya tidak grogi, auw!"


Bahkan Papa Leo yang semula tegang kini turut tertawa. Teryata dengan memaafkan tak hanya membuat hati dan jiwa menjadi tenang, tapi diri kini juga merasa menjadi pria dalam arti sesungguhnya.


Sada menghela napas berkali-kali. Tangannya menjadi dingin. Dadanya juga makin bergetar hebat. Sada grogi.


" Baiklah, kita mulai sekarang!" kata pria berjas hitam yang rautnya begitu membuat Sada deg-degan.


Dan saat petugas itu mulai membetulkan posisi duduknya, maka semakin naiklah gencatan detak jantung yang makin menggila itu.


Hingga saat tangannya kini di gerakkan dengan gaya jabatan tangan yang tertaut kuat, maka terucaplah kalimat yang detik itu juga membuat seluruh manusia yang ada disana menahan napas.


" Saya terima nikah dan kawinnya Claire Putri Darmawan binti Leo Prawira Darmawan dengan maskawin tersebut dibayar tunai!"


" Bagiamana saksi?"


" Sah!!!!"

__ADS_1


__ADS_2