My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 63. Sering bertemu pertanda jodoh?


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Kekesalan Diva nyata hingga mereka onboard di kabin pesawat. Dollar bahkan mati kutu demi menghadapi sikap merajuk Diva yang menurutnya sangat sulit ia handle itu. Hah astaga, apa semua wanita cantik itu merepotkan seperti ini?


Dan parahnya, bosnya yang menjatuhkan kata tidak mau tahu, malah asyik tertidur di seat yang berada baris sebelah kiri. Dollar menghela napas. Antara kasihan juga kesal. Bos-nya sudah bekerja keras beberapa hari ini, dia pasti sangat lelah. Tapi, kenapa kini dia yang harus repot soal Diva?


Ketika Dollar menoleh kembali, wanita cantik di sampingnya telah tertidur. Konfigurasi seat yang di desain untuk memungkinkan mereka bisa tidur di penerbangan malam itu memang membuat para penumpangnya merasa nyaman. Apalagi, flying time mereka cukup panjang.


Diva cantik tapi sedikit mengesalkan sebab memiliki sifat yang sombong, tapi sebenarnya dermawan. Wajarlah, namanya juga orang kaya. Mungkin karena tak pernah hidup prihatin makanya selalu bersikap seenaknya. Tapi, menurut Dollar wanita itu baik dan mudah memberi. Ya, mungkin karena dia senang di puji.


Selain itu, karena atas pertolongannya lah perusahaan milik Pak Sada kini semakin maju dan berkembang. Ya, meski sejak awal bosnya itu memang sangat ulet dalam merintis usaha juga. Tapi Sada tetap tak menghilangkan kontribusi Diva dalam usahanya kali ini.


Diva terlihat memeluk tubuhnya sendiri. Mungkin karena kedinginan akibat cumbuan AC. Membuat Dollar merasa kasihan. Semenyebalkan apapun Diva , dia tetap partner kerja Pak Sada, tempat dimana selama ini membuatnya bisa mencari pundi-pundi uang.


Dollar terlihat berdiri untuk mengambil selimut. Pria itu sejurus kemudian nampak menyelimuti tubuh Diva yang terkena dinginnya AC. Beruntung kabin business class itu tak penuh. Membuat mereka lebih nyaman.


Dollar menatap iba wajah Diva yang kini lelap. Wanita yang sejatinya merupakan pekerja keras. Ya, memang sih kalau bicara itu sangat menyebalkan. Tapi kalau diam begini kasihan juga.


" Coba kalau pas dasar anteng begini. Kan jadi gak ribet urusannya!" tuturnya sembari menyelimuti tubuh wanita itu.


Namun tanpa di duga, perlakuan Dollar itu di sadari oleh Diva yang rupanya tak sepenuhnya tertidur. Ia bahkan bisa mendengar gumaman Dollar yang membuatnya ingin tertawa.


Sejurus kemudian Diva lantas tidur dengan hati yang lega. Entahlah, sejatinya ia hanya ingin bercinta guna membunuh stress yang menumpuk di otaknya akibat pekerja.


...----------------...


Pagi menjelang, Melodi pagi ini terlihat menggeret koper di bandara kota Atana yang bercuaca berawan. Selama sepekan bahkan mungkin lebih, ia akan berada di negara ini dengan tujuan diplomasi bisnis.


Ia yang dulu tak berminat bahkan acuh, kini malah semakin gencar dalam menjadi wanita karir yang tangguh. Hal itu terjadi sebab pesan dari Opa beberapa waktu yang lalu sangat mengena di hatinya.


" Ga usah jemput, kirim alamat kamu yang baru aja!"


Itulah bunyi pesan yang ia kirim guna membalas pesan sang kakak. Ia tahu Claire sedang mengalami banyak persoalan di perusahaannya karena produknya di jiplak oleh pesaing.


Sungguh kasihan. Hidup Claire terlalu keras.


Namun saat ia memasuki sebuah taksi, tanpa di sangka seorang pria juga turut masuk ke dalam taksi itu, dan membuatnya melebarkan mata.


" Kamu!"

__ADS_1


" Kamu!"


Baik Melodi maupun si pria tampan itu, kini terkejut satu sama lain. Ya, Melodi kaget bukan main demi melihat pria yang beberapa waktu yang lalu menabraknya saat ia berada di kota B seusai pemakaman sang Opa.


Terlihatlah wajah-wajah yang kini saling melempar tatapan bengis.


" Maaf Bapak Ibu, pagi ini pax full. Jadi...." sang supir menatap kedua orang yang nampak makin melempar wajah sengit itu dengan hati-hati. Memastikan jika ucapannya tak salah.


" Mmmm, karena tujuannya searah, mohon pengertiannya ya? Saya akan membawa dua penumpang!"


Melodi terlihat kesal. Pun dengan Zayn. Tapi mau bagiamana lagi, ia bahkan melihat taksi di depan saja juga memuat lebih dari dua penumpang. Membuatnya mendecak kesal dengan sikap yang mau tak mau harus menerima.


Supir taksi yang tak mendengar jawaban apapun dari kedua mulut penumpangnya tentu mengartikan kebungkaman mereka sebagai jawaban iya. Pria paruh baya itu tak mengerti bila ada kilatan cahaya peperangan, yang saling terlempar dari mata keduanya.


" Sial banget ketemu sama orang ini!" gerutu Melodi tak habis pikir. Kenapa dari milyaran manusia yang ada di dunia ini, ia harus balik bertemu dengan Zayn.


" Apa kamu bilang? Hati-hati ya, negaraku ini!" sahut Zayn yang tentu saja meradang.


" Oh ya? Yakin situ berkewarganegaraan asli ini?" cibir Melodi dengan wajah menye-menye.


Zayn mendecak kesal. Diantara wanita yang pernah ia temui, Melodi ini sungguh menyebalkan dan tergolong makhluk tidak tahu berterimakasih.


Tapi saat keduanya diam, Zayn yang teringat jika wanita di depannya itu merupakan adik dari wanita yang kini di perjuangkan oleh sahabatnya, seketika diam dan meraih ponselnya.


Dan beberapa detik kemudian.


📱 Sadawira : " Loh, itu kan Melodi, kenapa bisa sama kamu?"


Zayn semakin bersemangat untuk bergunjing via ponselnya.


📱: " Tidak tahu dan tidak mau tahu. Tapi yang penting, kalau ini makhluk ada di sini, berarti kakaknya pasti sudah kembali!"


Membuat yang di kirimi pesan kini tersenyum-senyum di dalam kantornya, dan bergegas untuk pulang karena sejak ia landing dari bandara subuh tadi, ia belum kembali ke rumahnya.


Definisi workaholic akut.


Namun saat hendak memanggil Dollar untuk ia ajak pulang, ponselnya kembali berbunyi.


📱 Dollar : " Pak saya sudah dijalan. Maaf baru izin.Saya pulang dulu karena Bu Diva minta diantar. Biar berhenti merajuk Pak!"

__ADS_1


Sadawira lega. Akhirnya Diva tak lagi membungkam mulutnya.


📱 Sadawira : " Lanjut Do. Bonus sudah saya transfer, nanti saya tambah lagi kalau dia berhasil tidak marah-marah lagi!"


Ia bukannya tak tahu jika wanita dewasa seperti Diva membutuhkan sentuhan. Tapi maaf, untuk urusan ini Sada menjaga betul dirinya, dan memastikan jika ia akan melakukannya dengan wanita yang ia cintai yaitu Claire.


Namun rupanya yang di izinkan pulang, kini terkejut begitu Diva yang tiba di rumah megahnya meminta Dollar untuk masuk ke dalam rumahnya yang besar.


" Masuk dulu. Pembantu saya sudah masak banyak. Kamu sarapan dulu deh!"


Dollar terlolong. Sudah agak siang memang jika dibilang untuk sarapan.


Tapi tunggu dulu, Masuk? Di rumah besar ini?


" Ta- tapi Bu..."


" Udah ayo masuk, jangan panggil saya Bu kalau di luar!"


Dollar yang tangannya di tarik seketika menelan ludah. Tangan seputih susu itu membuatnya salah fokus.


Dollar masuk dan di sambut oleh sejuknya udara AC dengan ruangan yang begitu wangi. Bisa ia lihat jika Diva memang orang kaya.


Pilar-pilar rumah Diva benar-benar mirip seperti film zaman Romawi Kino. Namun arsitekturnya memiliki konsep modernisme.


" Santai aja dulu, aku mau ganti baju sebentar habis itu kita makan. Tenang aja, dirumah ini aku cuman sendirian kok, sama pembantuku!"


Dollar mengangguk keki. Sendiri? Di rumah sebesar ini?


Anggukan membuat Diva tersenyum. Dan jujur saja, Dollar baru melihat Diva tersenyum lepas pagi ini. Menandakan jika misinya sepertinya berhasil dan bayangan bonus dari bosnya mendadak menari-nari di atasnya.


Ia memburu waktu dengan membalas pesan Janu dan Henry. Berjanji akan bertemu nanti malam dan mentraktir mereka minum sebab Sadawira baru selesai mentransfer bonus besar untuknya.


Dan saat ia masih menyelesaikan ketikannya di ponsel, suara dari arah belakang membuat Dollr mengalihkan atensi.


" Udah, makan dulu yuk!"


Deg!


Mata Dollar seketika melebar demi melihat Diva yang mengenakan pakaian super ketat dan super minim, serta menampakkan buah dadanya yang kini tak lagi terbungkus apapun karena ia bisa melihat bulatan kecil yang sesak di dalam kain satin licin itu.

__ADS_1


Membuat jakun playboy kelas kakap itu seketika naik turun.


" Sial, kenapa dia pakai pakaian begitu. Kalau begitu caranya, bisa-bisa dia yang malah aku makan!"


__ADS_2