
...🥀🥀🥀...
Seusai acara inti, mereka kini sedang menikmati acara ramah tamah. Duduk bersila diatas permadani halus dengan suasana hangat.
Para orang tua juga terlihat sudah mengelompokkan diri mereka dengan mengobrol bersama orangtua Zayn juga rombongan. Sibuk bercerita tentang niat mereka yang ingin menggelar pernikahan dengan sangat meriah.
Sada dan Claire terlihat bersiap-siap mengganti baju bersama-sama, dan berniat akan bergabung bersama para sepupu mereka yang sedang asik berkumpul mengerubungi Dian. Si ratu heboh yang kocak.
Dian selalu heboh sendiri dan tampak menunjukkan wajah cerah tiada henti. Mengundang seluruh perhatian dan tawa dari para papa muda, yang biasanya suntuk karena rutinitas pekerjaan.
Kelapa yang di pecah tadi ngerembes. Persis seperti saat mantan tangan kanan Deo, Erik melakukan hal yang sama pada kehamilan Wiwit. Dan percaya atau tidak, hasilnya ternyata benar.
Dan jika itu benar terjadi, maka Sada lah yang begitu senang sebab setelah punya Neo, ia memang berharap memiliki anak perempuan.
" Sengaja aja dia tadi Pak Sada belahin gak kenceng biar punya anak perempuan. Otot Segede gitu masak gak bisa muncratin air kelapanya." oceh Dian mengulas kegiatan memecah kelapa gading bergambar tokoh pewayangan yang di siapkan tetua adat tadi.
"Pasti nih ya, kalau udah brojol tuh bayik dan beneran yang keluar perempuan, pasti Claire suruh bunting lagi anak laki-laki. Nah disini nih, karena ngerasa kurang proporsional, pak Sada pasti minta Bu Claire bunting lagi, yakin deh. Bisa-bisa mereka bakal buka club sepakbola nanti!"
Demas bahkan tergelak paling kencang ketika mendengar ulasan ngawur itu. Mahluk unik itu benar-benar tak bisa untuk tak mengundang tawa mereka.
Membuat Dian langsung menoleh.
" Eh Pak Demas jangan kencang-kencang ketawanya! Nanti nular . Dan, kalau di lihat-lihat, Eva ini masuk gembili." kata Dian yang memindai tampilan Eva yang kini mulai lebih segar dari beberapa tahun yang lalu.
" Apaan gembili?" tanya Eva yang benar-benar tak tahu.
"Orang Jawa gak ngerti Jawa ya ini. Kata dukun Jawa, gembili itu bakat punya anak banyak. Buktinya aja, tuyulnya Pak Demas lebih banyak dari Pak Deo, betul kan?"
" Dan gembili itu biasanya hidupnya akan menemui kejayaan!"
Eva langsung menjengit. " No way!"
" Kok gitu sih sayang?" balas Demas memanyunkan bibir. Dia pikir Eva akan setuju jika punya anak lagi. Dua lagi gitu lah, biar ramai.
" Stop dulu lah. Yang kecil aja masih belum bisa cebok sendiri, udah kesana aja pikirannya!" Eva mendengkus dan membuat Melodi menutup mulut menahan tawa.
Demas gagal merayu istrinya, sementara Deo yang seperti mendapat ilham tiba-tiba mencubit kecil dengkul sang istri memberi kode.Kode untuk memproduksi anak.
" Nggak ya. Aku ikut slogan BKKBN. Dua anak cukup!" jawab Arimbi cepat yang tau akal busuk dan tatapan genit suaminya.
Membuat wajah Deo langsung berubah murung. " Kenapa gak ikut slogan yang banyak anak banyak rezeki aja sih?"
__ADS_1
" Nggak! Populasi manusia di Indonesia itu udah kebanyakan. Kalau mau punya anak banyak, pindah saja ke Jepang!" tolak Arimbi jelas, tegas dan tak bisa di tawar.
Kini Zayn dan Melodi kompak tertawa. Sepertinya para Papa dan Mama muda itu kocak juga ya kalau bertengkar.
Kini Dian yang ngakak penuh kemenangan.
" Jangan ribut-ribut Pak. Asal jeblosin aja pasti jadi. Kalian yang pegang kendali!" tukas Dian dengan gaya kemayu. Membuat Zara makin kebingungan.
" Pegang kendali sih pegang kendali, nah mereka kan yang punya pintu. Kau usah di buntu, mau gimana coba?"
Zara yang merupakan satu-satunya anak muda yang ada di sana, sontak menjadi sangat tidak mengerti dengan topik yang tengah di obrolkan.
" Pada ngomongin apa sih ini? Lama-lama bikin aku puyeng tau nggak?" keluh Zara yang benar-benar tak nyambung.
Melodi dan Zayn tergelak. Mereka lupa jika ada anak bayi di sana.
" Udah kamu lanjutin aja nggulir tuh ponsel. Gak akan ngerti sama obrolan tingkat dewa! dewasa, hahahah!" sahut Dian yang makin merajalela.
Namun sejurus kemudian,
" Woy pada bahas apaan? Zara sampai kesal gitu?" seru Sada yang kini tampak dang bersama sang istri yang perutnya telah membuncit.
Si biang kerok langsung menoleh. Tersenyum penuh arti.
" Pemain apaan?" balas Sadawira.
" Pemain @$&$! Eee!"
Dian yang perutnya tiba-tiba di tusuk jari oleh Deo seketika latah dan menyebutkan nama benda krusial milik laki-laki. Membuat semua orang menjerit heboh.
Zara yang mendengar hal itu sampai-sampai ingin pingsan. Obrolan macam apa ini?
Para perempuan yang merasa kaget, akhirnya mencubit pasangan mereka masing-masing karena malah sengaja membuat Dian yang latah sampai berkata seperti itu.
Melodi menutup matanya malu.
" Guys, minta di beri pencerahan deh kayaknya bapaknya Bima ini!" kata Dian yang membuat Deo kini curiga.
OO, apakah dia telah membuat kesalahan?
" Gas Yan. Aku ngizinin!" balas Arimbi yang langsung paham dengan kode alam yang diberikan Dian melalui kedipan maut.
__ADS_1
Deo langsung bingung melihat seringai licik Dian yang sepertinya sudah main mata dengan para perempuan di sana. Claire yang masih tak mengerti hanya bisa menatap konyol para saudaranya.
Dan tanpa di duga.
" Cepat pegang!" teriak Arimbi memerintahkan Eva dan Melodi untuk membantu memegangi tubuh besar Deo.
Semua wanita langsung melompat memegangi Deo agar tak kabur.
" Zara, bantu Ra!" teriak Melodi yang merasa mereka kekurangan personel.
Maka gadis itu langsung melompat dan melewati kakaknya yang shock karena melihat Deo kini di keroyok.
Maka Dian yang seringai liciknya makin menjadi-jadi, maju dengan gayanya yang begitu mengerikan dengan bibir monyong yang siap mengecup pipi Deo.
Zayn dan Demas langsung merinding dan bergidik ngeri. Sementara Sada malah tertawa dengan sangat keras. Entah apa yang dilakukan para sepupunya tadi sehingga membuat ratu kocak bertingkah absurd.
" Ampun Yan, ampun!" rengek Deo yang kini membuat, Zayn, Demas dan juga Sada geli- geli campur takut lantaran bibir Dian tinggal beberapa senti saja dari wajah Deo.
" Pak Deo mau merasakan kecupan ya? Makanya berani gitu tadi ke aku
Ok girls, jangan sampai target lolos. Biar Mama yang bekerja!" kata Dian makin menakutkan. Membuat suami Arimbi itu kini ketakutan.
" Dian ampun Dian, ampun!"
Dan sedetik kemudian.
CUP!
Menempel lah bibir glossy itu ke pipi Deo yang bertekstur halus dengan sedikit bulu-bulu yang tumbuh di sekitarnya.
" Tidak!!!" teriak Deo yang membuat para wanita puas.
Maka pecahlah suasana di sana menjadi sangat ramai dengan rasa perut yang teramat kaku. Para wanita kini terbahak-bahak, Zayn dan Demas terpaksa tertawa dengan wajah prihatin, Sada dan Claire sakit perut saking gelinya manakala tertawa, sementara Deo kini merengek-rengek usai di kecup oleh protozoa kelas legenda itu.
.
.
Itu merupakan ide yang sangat bagus. Sebab Leo memang belum pernah menyelenggarakan pesta besar.
Sementara Neo sedang bersama para sepupunya adik berbagi makanan lezat.
__ADS_1
" Wah