
...🥀🥀🥀...
Ternyata menjadi pengantin itu melelahkan juga. Hampir seharian ini Melodi berdiri menyambut para tamu tanpa jeda. Mulai acara ijab kabul, sampai resepsi berakhir.
Memang bukan hanya dirinya, suami juga kedua orangtuanya pun pasti juga merasakan hal yang sama. Bahkan, ia juga melihat para sepupunya tadi begitu sibuk. Mendadak memiliki niat untuk mengumpulkan mereka semua untuk makan bersama dalam suasana yang lebih santai sebagai ucapan terimakasih.
Rasa-rasanya, kakinya seperti di hajar. Betisnya pegal. Kepalanya sakit. Apalagi, ia yang sehari-hari jarang mengenakan hak tinggi, hari ini seperti di hajar habis-habisan.
Dan hal itu membuatnya menjadi mengapresiasi apa yang di lakukan anak buahnya sewaktu bekerja. Yakni memakai sepatu hak tinggi setiap hari.
Malam harinya, ia yang sudah tak kuat menahan lelah dan kantuk, memilih izin dulu untuk masuk ke kamar pengantin yang sudah di siapkan. Semua orang maklum.
Melodi terlihat langsung merendam tubuhnya di bathtub berisikan air hangat dan esensial fragrances.
Sebenarnya acaranya belum selesai. Masih ada banyak sajian lagu yang tengah di lantunkan oleh penyanyi papan atas di ballroom sana. Tapi Melodi benar-benar sudah tidak kuat.
Dan tentu saja, Dian dan kawan-kawan lah yang paling betah berada di sana. Ballroom itu juga masih terlihat ramai.
" Pokoknya spesial buat pengantin baru kita. Semoga gak roboh dipannya malam ini ya Pak, auwww!" seru Dian yang tiba-tiba mengambil alih mic sebab sang biduan meminta Dian untuk menyanyikan sebuah lagu. Membuat perut semua orang seperti di gelitiki habis-habisan.
" Tarik coy!" seru Dian yang mulai menari manakah intro musik itu di mainkan.
Asik berjoged diatas panggung yang sudah di sediakan dengan atmosfer yang semakin malam semakin asik.
Lagu yang awalnya mengalunkan musik-musik romantis, kini berganti dangdut hasil requestan si manusia langka yang mengundang kepala si penonton untuk manggut-manggut.
Dasar Dian!
__ADS_1
Deo dan Demas malah menjadi yang paling asyik disana. Sementara dari kaum wanita terlihat menyisakan Mama Eka, Zara, serta beberapa keluarga dari Atana, dan keluarga papa David yang rupanya cukup terhipnotis dengan musik dangdut.
Arimbi berserta yang lainnya sudah tak terlihat sebab sibuk mengurus bocil yang ruwet karena seharian ini di tinggal mengurus tamu. Sadawira dan Erik juga sudah tak terlihat karena sepertinya mereka mengamankan istri-istri mereka yang sedang hamil.
Wisnu yang sedari tadi diam, kini ikut sedikit terkekeh manakala melihat mamanya menari bersama Dian. Membuat Papa Tomy lagi-lagi hanya bisa pasrah.
Yang penting kau bahagia Ma. Mungkin begitu batin papa Tomy.
Entah mantra apa yang di pakai laki-laki setengah jadi itu, sehingga membuat sang mama menjadi begitu karib.
Zayn juga masih terlihat ada di sana. Sibuk menemani tamu mertuanya dari kota J yang baru datang sore tadi. Pria yang itu bernama tuan Abimanyu Aryasatya bersama rombongan.
Sementara mama Jessika dan Mama Bella menemani istri-istri tamu dari jauh itu. Mereka semua terlihat bersahaja dan sangat ramah.
" Selamat, akhirnya apa yang kau risaukan terjawab juga!" seru pria bernama Abimanyu itu.
" Terimakasih. Aku juga masih sangat ingat pesanmu yang dulu!" jawab Papa Leo begitu bahagia. Sebab di kesempatan kali ini,ia dapat mengundang hadirkan beberapa relasi, sahabat, juga kawan sejak zaman ia muda dulu.
" Bukti paten jika asam garam kehidupan sudah cukup ada dalam hidup kita!" sahut Papa David terkekeh-kekeh.
Tadi sekali juga telah datang pria bernama Kendra Arion bersama istri dan anak-anaknya. Tapi mereka tak bisa berlama-lama sebab ada keluarganya yang tutup usia.
Zayn mendadak berpikir, apakah dia juga begitu nantinya. Hidup rukun dengan istrinya yang cantik dan anak yang banyak. Ah, sepertinya dia juga harus melobi istirnya agar mau menjadi produsen yang aktif.
Pria bernama Abimanyu itu juga datang bersama dua orang pria yang usianya mungkin hampir sama dengan dirinya, Deo, Demas, juga Sadawira. Belakangan ia baru mengetahui pria itu bernama Raka Chandrakantha, dan Jodhistira Mavendra.
Mungkin orangtuanya dulu mengadaptasi nama keren itu dari kakak pertama di Pandawa yakni Yudistira. Dan ternyata, Papa David bilang jika Jodhistira memang anak pertama.
__ADS_1
Semakin kesini, Zayn semakin tahu banyak soal circle pertemanan papa mertuanya. Banyak sekali orang-orang hebat rupanya. Ia menjadi merasa sangat beruntung. Karena kini sudut pandang dalam berbisnis menjadi sangat beragam.
Apalagi, dari kesemuanya ia bisa melihat jika para pria itu merupakan orang yang ramah dan supel. Sebuah sikap nyata yang harus dan wajib di miliki oleh orang yang memimpin ratusan karyawan jika mau terus di segani.
Sebenarnya, Zayn kepikiran dengan apa yang di lakukan oleh Melodi. Gadis itu, ralat. Istrinya itu sekarang sedang apa? Ia barusaja mengirimkan pesan namun belum terbaca.
Namun saat sedang sibuk-sibuknya berpikir, sebuah lagu lain malah kembali di dendangkan oleh Dian.
" Spesial buat yang malam ini mau cr*ot abis- abisan. Jangan lupa top up energi ya pak! Tareeekkk!" seru Dian kembali yang membuat Jodhistira dan Raka tergelak keras sembari menatapnya jenaka.
Zayn yang terkena bulan-bulanan hanya bisa menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali. Sialan si Dian!
🎶" Api asmara yang dahulu pernah membara...."
" Wuuuu!" seketika ruangan itu kembali bergemuruh. Menjadi pecah dengan aksi Dian yang bergoyang seperti angin ****** beliung.
Zayn kontan tertawa saat suara familiar kini terdengar mengisi acara dengan semakin brutal. Meski sedikit sumbang, namun kehebohan justru semakin terasa.
🎶" Detak jantungku seakan ikut irama...."
" Lah, itu bukannya Dian?" gumam seseorang yang terlihat baru masuk dan terkejut sebab tak menyangka jika makhluk unik itu bakal bernyanyi.
Maka acara yang semula sarat dengan hal formal itu, seketika bertranformasi menjadi panggung kekocakan. Bahkan Deo dan Demas yang teracuni sampai- sampai melakukan aksi sawer menyawer kepada Dian, dan makin membuat suasana riuh dengan gelak tawa.
Semua orang tumpah ruah ikut berdendang. Terlihat begitu bahagia tanpa beban. Bisa jadi, jiwa-jiwa yang setiap hari terjajah oleh kesibukan itu kini sedang mendapatkan kemerdekaannya.
Zayn merasa, ini merupakan pesta pernikahan yang benar-benar spektakuler. Dian benar-benar selalu sukses mengocok perut semua yang hadir lewat goyangan brutalnya yang sampai menumbangkan sebuah vas bunga hingga ambrol.
__ADS_1
Siapa yang tak terkencing- kencing jika sudah seperti itu?
Di detik itu juga, Zayn merasa benar-benar beruntung lantaran bisa berasa di circle orang-orang baik dengan segala kebersahajaannya.