My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 92. Ujung jalan berliku


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Dengan kecepatan tinggi Sadawira mengambil alih kemudi dan melesatkan kendaraan dengan wajah tegang. Claire yang kini juga panik bukan kepalang kembali harus menitikan air matanya karena benar-benar cemas.


" Tenangkan dirimu. Kita harus percaya bahwa semua akan baik-baik saja!" kata Sada yang menjadi orang pertama dalam menyemangati Claire, untuk tak terus tergerus dalam kesedihan.


Melodi masih belum membalas pesan terkait kenapa Papanya bisa sampai kecelakaan. Di waktu yang sama, ia benar-benar merasa kebingungannya kembali datang.


Penyesalan yang kian mencubit kesadaran membuat air mata Claire semakin tak terbendung. Bagiamana jika sesuatu terjadi dengan Papanya? Apakah dia bisa memaafkan dirinya sendiri?


" Bagiamana jika sesuatu terjadi dengan Papa Wir? Apa yang harus aku lakukan?"


" Berdoalah dan bimbing dirimu agar tetap tenang!"


Sadawira yang meminta Zayn untuk datang ke rumah sakit juga belum mendapatkan kabar terkini soal sebab musabab kecelakaan yang menimpa Leo Darmawan.


Di lain pihak, Melodi yang kini menunggui sang Mama yang tak sadarkan diri demi melihatnya wajah sang suami yang berdarah-darah, tampak mondar mandir menjawab telepon entah dari siapa. Gadis itu sibuk bukan main.


Sedetik kemudian, ia yang pikirnya masih semerawut menjadi terkejut manakala melihat Zayn yang tiba-tiba datang dengan gaya serampangan, mengeluarkan pertanyaan dengan napas ngos-ngosan.


" Bagiamana keadaan Papamu?"


What?


Melodi kaget cenderung heran. Bagaimana bisa pria itu tahu soal kecelakaan Papanya dan bisa datang ke rumah sakit ini?


" Hey, are you ok?" tukas Zayn untuk kedua kalinya sebab Melodi malah terbengong.


Alih-alih menjawab ketus seperti biasanya, Melodi yang masih terkejut sampai terlolong dan kini menjadi gagap.


" Ba- bagiamana ka- kau..."

__ADS_1


" Apa kasusnya kasus tabrak lari?" potong Zayn cepat. Mengabaikan seraut bingung di hadapannya.


Melodi menggeleng, sebab memang bukan itu penyebabnya. Membuat Zayn lega.


" Sada dan Claire sedang dalam perjalanan kemari!" seru Zayn kali ini dengan nada pembicaraan yang tumben normal.


Namun belum juga tuntas mereka berbincang-bincang eajru, Deo yang datang dengan wajah pias malah terkejut sebab Melodi rupanya bersama dengan seorang pria asing.


" Mel?"


" Ada apa Deo?" tanya Melodi yang tak fokus dengan kepanikan Deo yang begitu kentara.


" Papamu memerlukan transfusi darah secepatnya. Dan dirumah sakit ini kehabisan stok darah O!"


" Apa?" teriak Melodi yang kini panik bukan kepalang.


" Neo saja kemarin kalau bukan karena Wira yang mendonorkan darah tak mendapat jatah donor. Lalu bagaimana dengan Papa Deo?"


Zayn yang melihat Melodi menangis tidak tahu kenapa menjadi iba. Lebih-lebih, pria itu tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh manakala melihat Melodi bersedih. Sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Zayn perduli.


" Aku bisa mendonorkan darahku!"


-


-


Claire dan Sada tiba di rumah sakit saat Papa Leo barusaja mendapatkan transfusi darah dari Zayn. Melodi yang merasa berhutang budi dan berhutang nyawa kepada Zayn kini terlihat merubah sudut pandangnya kepada laki-laki itu.


Papa David yang melihat Claire datang bersama Sadawira tampak terkejut meski sejurus kemudian ia bisa menguasai medan.


" Pakde, bagaimana keadaan Papa? Kenapa Papa bisa kecelakaan?" tanya Claire yang tak bisa menahan dirinya untuk tidak cemas.

__ADS_1


" Tenang Claire. Teman Melodi sudah memberikan darahnya untuk menolong Papamu!" jawab Papa David menenangkan.


" Teman Melodi?"


Papa David mengangguk mantap. Menjawab seraut heran yang alisnya kini berkerut dengan tatapan sangat meyakinkan.


" Dia masih ada di dalam!"


Dan yang di omongkan tiba-tiba muncul dengan wajah ceria. Membuat Sada tersenyum penuh kebanggaan sebab tak menduga jika pria yang di maksudkan adalah sahabatnya, Zayn.


God job buddy! ( kerja bagus kawan!)


" Zayn?" ucap Claire yang terkejut demi mendapati Zayn muncul dari bibir pintu sebuah ruangan.


" Kamu kenal?" tanya Mama Jessika memastikan.


Claire mengangguk yakin. " Dia Zayn, sahabat Wira!"


" Terimakasih banyak Zayn!" seru Claire dengan mata yang berkaca-kaca. Tak mengira jika probabilitas pertemanan yang belum normal malah membuatnya memiliki akses pertolongan.


" Berterimakasih lah juga kepada Sada. Jika bukan karena perintahnya, aku tidak akan datang kemari" balas Zayn menatap lurus wajah sahabatnya yang kini tampak lebih baik.


Dan jujur, Zayn suka akan hal itu. So proud of you brother!


Papa David yang masih menyimak interaksi anak-anaknya kini melangkah maju ke depan, lalu sejurus kemudian menepuk pundak Sada.


Membuat laki-laki itu terkejut.


" Leo dan Neo telah berhutang nyawa pada kalian. Aku berjanji akan membuat semuanya berjalan pada titik yang semestinya. Maafkan kami Sadawira. Cepat temui Neo, dia pasti akan senang melihatmu datang!"


Kini bukan hanya Claire yang terharu, tapi semua orang yang ada di sana seketika menitikkan air matanya demi merasakan suatu perasaan yang sulit di jelaskan.

__ADS_1


" Om David sudah memaafkan aku. Terima Tuhan, semoga Ayah Claire juga berkenan memaafkan semua kesilapanku di masa lalu!"


__ADS_2