My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 110. Benarkah?


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Jika Zayn dan Melodi berdebat soal keteledoran mereka akibat kebablasan tidur, maka dua anak manusia di kamar berbeda malah mengeluhkan soal mereka yang kekurangan tidur.


Claire benar-benar tak dibiarkan berisitirahat barang sejenak oleh suaminya. Padahal waktu mereka jelas masih sangatlah banyak. Tapi sepertinya, merayakan cinta yang telah tertunda selama sekian tahun jelas bukanlah hal yang sanggup Sada lakukan.


Terhitung telah lebih dari empat kali ia di buat melayang oleh Sadawira. Benar-benar aji mumpung dalam arti sesungguhnya.


Namun tak hanya itu, keasikan bercinta sepanjang malam, kini mereka harus menanggung konsekuensi serangan kantuk yang tak dapat di tahan hingga fajar telah meninggi.


Ya, pagi hari dimana mereka berdua seharusnya turun untuk melakukan sarapan bersama di resto hotel bersama keluarganya, kini malah masih bergulung selimut dengan keadaan pakaian yang masih berserak.


TOK TOK TOK!


Claire yang lebih dulu mendengar ketukan yang cukup mengusik itu langsung berjingkat kaget. Dengan keadaan badan yang masih terasa remuk redam, ia buru-buru melihat jam dan membulatlah matanya sebab jam yang kini ia tatap sudah menunjukkan pukul delapan lebih. Ah sial!


" Astaga. Wira, bangun Wira!" pekik Claire yang terkejut. Mengabaikan rasa bagian intimnya yang agak ngilu.


Namun alih-alih bangun, yang di bangunkan malah hanya menggeliat sambil melenguh.


" Euugh!"


" Wira, bangun Wira!" sungut Claire yang makin kesal sebab suaminya benar-benar tak membuka matanya.


" CK, Wira!"


Laki-laki yang tubuhnya bergoyang akibat di bangunkan istrinya itu kini melek dengan sangat terpaksa.


" Ada apa?" balasnya dengan suara malas.


" Bangun, udah jam delapan lebih tuh!"


" Hah?" teriak Sadawira yang tentu saja terkejut demi mendengar ucapan istrinya.


" Bangun makanya!"


TOK TOK TOK!


" Itu siapa?" tanya Sadawira yang semakin panik.


" Gak tau lah. Buruan mandi makanya. aku mau buka pintu!"


Dengan kesadaran yang masih belum sempurna, pria itu langsung melesat pergi dengan keadaan tanpa sehelai benangpun dan ngeloyor tanpa dosa. Membuat sang istri memekik kesal.


" Wira!"


Namun yang di marahi justru bercanda.


" Aman. Aku juga sudah lihat semua punyamu. Kita sudah sah sebagai suami istri. Itu artinya udah gak ada yang perlu di tutupi lagi!"


" Ya tapi gak gitu juga konsepnya bambang!"


Yang di omeli malah semakin tergelak sembari menutup pintu kamar mandi. Meninggalkan Claire yang mendengkus kesal karena kelakuan absurd sang suami.


Claire akhirnya bergegas keluar dengan menyambar jas mandi yang tergeletak diatas lantai. Wanita itu mengenakan pakaiannya dengan serampangan sembari terburu-buru memburu suara gedoran yang kian membabi-buta.


CEKLEK!

__ADS_1


Dan benar dugaannya, sosok di balik gedoran membabi-buta itu tak lain adalah adiknya, Melodi.


" Astaga, kau ini bener- bener ya?" kesal Melodi yang geram karena kakaknya sangat lama dalam membukakan pintu.


" Sssttt!" Claire langsung menarik lengan adiknya menuju ke dalam sebelum banyak orang yang tahu.


" Apaan sih?" sungut Melodi yang kesal karena di seret masuk kedalam kamar oleh kakaknya.


" Jangan keras-keras kalau ngomong!" tukas Claire resah.


" Ya kamu keterlaluan!" balas Melodi berengut.


"Iya-iya aku minta maaf. Aku kesiangan Mel. Jangan marah-marah dong!"


" Semua orang tuh lagi nunggu kalian dibawah. Nah kau malah belum mandi!"


Claire hanya diam sebab ia benar-benar merasa begitu bersalah. Ternyata lelahnya melayani suaminya jauh melebihi lelahnya bekerja. Tapi yang pasti, semua itu akan ada pahalanya. Ahay!


" Clai, kayaknya...aku nggak sanggup lagi deh kalau hari ini musti ngurusin Neo. Libur dulu deh ya? Semalam jadi baby sitternya dia bener-bener dibuat malu."


" Memangnya kenapa? Neo malu-maluin?"" bertanya heran.


" CK, bukan. Bukan soal Neo atau personalnya. Aku gak bisa jelasin pokoknya." Seru Melodi yang tak mungkin membicarakan soal dirinya yang ciuman bermain Zayn dalam sebuah jepretan foto.


Claire meringis merasa tak enak hati. Mungkin karena anaknya memiliki mulut yang tanpa rem.


" Sekarang dia dimana?" tanya sang kakak menanyakan putranya.


" Dibawah lagi sama si Zayn. Kayaknya cocok banget si Neo sama tuh cowok!"


Dari gelagat yang di tunjukkan, Claire menduga jika hal janggal yang menyangkut Zayn dan Neo pasti semalam telah terjadi.


" Nggak pulang!"


" Apa?" pekik Claire kaget yang membuat Melodi akhirnya sadar jika dia kecolongan.


" Mak- maksudnya jam satu, iya jam satu!" menjawab gugup dengan wajah harap-harap cemas.


Claire mencium nada tak pada gelagat yang makin tak wajar dari wajah adiknya.


" Ya udah lah. Kita makan duluan kalau gitu. Keburu kena tipes kalau nunggu kalian nanti!"


-


-


Sada dan Claire turun saat semua orang sudah menikmati pencuci mulut. Jelas menegaskannya jika keterlambatan mereka amat sangat parah.


" Cie yang pengantin baru!" sindir Deo yang pertama kali melihat dua pasang manusia itu berjalan mendekat.


" Sampai gak ingat waktu!" imbuh Demas tak kalah jahil. Membuat kesemua orang tersenyum-senyum penuh permakluman.


Namun yang di sindir hanya terkekeh.


" Selamat pagi semua. Maaf terlambat!"


Papa David terlihat tersenyum. " Pagi Wira. Gimana, bisa istirahat?"

__ADS_1


" Ya gak kira bisa lah Pakde. Anaknya aja masih sama pengasuhnya!" sahut Melodi menyindir Sadawira yang masih tersenyum-senyum penuh kebahagiaan.


" Wajar dong. Makanya kamu cepetan nyusul nikah. Biar tahu kalau jadi pengantin baru itu selalu bangun kesiangan!" timpal Mama Jessika yang tiba-tiba menjadi sekutu Sadawira.


Membuat yang di serang langsung berengut. " Mentang-mentang punya keponakan baru!"


Papa Leo dan Mama Bella tergelak saat melihat anak bungsunya kini manyun. Gadis itu benar-benar kalah tanpa perlawanan.


Sada yang begitu bahagia, kini memilih menuju ke arah anaknya yang sibuk melahap potongan keju terakhir, lalu meraih tubuh anak itu untuk sejurus kemudian menciumnya lama.


" Anak Ayah sudah makan rupanya." kata Sada yang begitu rindu dengan anaknya.


" Sudah lah. Ayah sama Ibu lama sih. Aku tinggal deh. Oh ya Ayah, aku tadi di suapin Om Zayn lho. Om Zayn ternyata baik. Dia semalam ngajak aku jalan-jalan ke street food. Dan dia juga gak suka marah-marah, gak kayak aunty Melodi!" sindir Neo kepada bibinya yang hobi mengomel.


" Eh enak aja. Bibi gak suka marah ya!" elak Melodi yang tak terima dengan vonis Neo.


" Lah ini buktinya marah-marah. Bener kan?" ledek Neo yang membuat semua anggota keluarganya makin terbahak-bahak.


Habis sudah mau Mel, keponakanmu sepertinya benar-benar calon jaksa penuntut yang handal.


" Tuh kan, dia pasti udah nyuci otak keponakan aku!" tuding Melodi kepada Zayn yang berada di depannya.


Tapi yang di sindir justru terlihat santai. Zayn yang melihat Papa Leo hendak mengambil sebuah air namun cukup kesulitan kini sigap mengambilkan. Lebih memilih membantu orang tua itu ketimbang harus meladeni Melodi.


" Silahkan Om!"


" Terimakasih!"


Zayn mengangguk. Namun mereka tak sadar jika interaksi ringan itu malah menjadi perhatian beberapa anggota keluarga Darmawan.


" Anak-anak yang lain pada kemana, kok gak turun?" tanya Melodi seusai mengambilkan nasi untuk suaminya yang kini sibuk memangku Neo


" Udah pada balik. Ini aja kalau kita bukan keluargamu juga bakal ngacir duluan. Telat gak tanggung-tanggung!" kesal Melodi yang masih tak terima atas keterlambatan kakak.


Papa David tak henti-hentinya tertawa. Suasana yang hangat seperti ini semoga akan selalu ada dan hadir di tengah-tengah keluarga mereka.


" Oh iya Ayah. Tadi malam Aunty Melodi bobo sama Om Zayn loh!"


" Uhuk- uhuk!"


Melodi yang sedang meminum orange jus tiba-tiba tersedak demi mendengar perkataan keponakannya yang mendadak menjadi ancaman itu.


Membuat kesemua menoleh dengan kening mengkerut.


" Kok Neo bisa tahu?" kejar Sadawira tersenyum penuh arti.


Namun berbeda dengan Melodi yang kini khawatir dan cemas, Zayn justru terlihat santai dan sibuk membantu Papa Leo mengupas buah apel.


" Bisa lah, Neo kan tiba-tiba kebelet pipis, Aunty di bangunin gak denger. Nah pas bangun, Paman meluk Aunty. Hihihi. Lucu deh!"


" Benarkah?" kejar Sadawira sembari melirik ekspresi Zayn yang samasekali tak terganggu.


Neo mengangguk yakin. "Kata Ayah kan kalau belum menikah gak boleh bobo. Apa Aunty Melodi dan paman Zayn...."


" Neo, makanya kalau Aunty suruh cuci kaki sama tangan sebelum tidur itu nurut. Jadinya ngelindur kan!" potong Melodi cepat saat telinganya sudah tak sanggup lagi mendengar kalimat mengerikan itu.


Tapi Papa Leo dan Mama Bella terlihat lebih percaya keoada Melodi daripada Neo. Neo memang seperti itu, suka memimpikan suatu hal yang telah ia lewati seharian.

__ADS_1


Tapi saat semuanya percaya, Claire dan Sada nampak mendidik dua manusia itu dengan tatapan menuduh.


Benarkah?


__ADS_2