My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 119. Malam bersamamu


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Rupanya, bir yang di maksud Melodi adalah bir dengan kadar alkohol zero percent, alias yang tak memabukkan sama sekali. Sungguh membuatnya tertawa detik itu juga.


" Bhahahaha!" tawa Zayn pecah sebab tak kuasa menahan kelucuan akibat salah sangka.


Melodi langsung menoleh saat Zayn tergelak begitu lepasnya. Ada apa sih?


" Napa ketawa begitu?" sungutnya heran.


Zayn meredam tawanya perlahan-lahan saat sorot mata tak ramah mulai muncul. Jelas akan membuat segala sesuatunya menjadi runyam jika di teruskan.


" Enggak. Nggak apa-apa. Jadi ini yang kamu maksud?" tanyanya masih menahan tawa. Dasar bocah!


Gadis itu mengangguk " Iya emang kenapa? Ini bir juga kan?" bertanya polos macam tak ada dosa.


Absolutly. Memangnya apa yang kau pikir Zayn? Mabuk di rumah? No way, never ever!


" Ya, pantas Claire gak mabuk meski habis tiga. Yang ada malah bolak-balik kamar mandi buat kencing, hahahaha!"


PLAK!


" Aduh!" pria itu mengaduh saat sebuah tangan memukulnya dengan fasih.


" Jangan cerewet. Adanya ini. Kamu pikir dirumah ini menyediakan minuman beralkohol? No way! Bisa di gorok Papa aku!"


Rupanya, gemintang malam ini benar-benar bertabur kaya di angkasa yang gelap. Zayn bisa melihat kelap-kelip rumah-rumah penduduk dari atap rumah berlantai tiga itu.


" Wow, aku gak nyangka bisa lihat pemandangan kota dari sini!" kata Zayn yang takjub dengan apa yang sedang dia lihat.


Namun baru saja ia memuji apa yang ada, namun si biang kerok kembali membuat onar.


"Jangan norak lah! Di rumah kamu gak ada kayak gini? Kasihan amat!"


Lihatlah, apa mereka memang di takdirkan untuk adu mulut?


" Mau kemana?"


" Ambil kursi!"


Keduanya duduk diatas kursi yang nyaman bagai di pantai. Kompak menikmati sate yang begitu kaya bumbu dengan citarasa yang otentik.


" Emmmm!" gumam melodi menirukan Zayn saat ia kini menggigit satu demi satu daging bercitarasa khas yang manis dan pekat dengan saus kacang itu.


" Emmmm!"


" CK, tadi ngoceh pas aku lagi begitu. sekarang dia sendiri!"


Melodi terkekeh-kekeh saat diomeli oleh Zayn perihal suaranya yang ham hem saat menikmati makanan lezat dan bergizi itu.


" Kau sering kesini?" tanya Zayn yang memilih mengganti topik pembicaraan.


Melodi mengangguk sembari sibuk memamah biak. " Biasanya pas sore, sambil main gitar!"


" Emang bisa?" kerut Zayn berkerut meragukan.


" Ngremehin banget nih orang!"


Zayn terkekeh, " Siapa yang ngremehin, aku kan cuma tanya!"


" Habis ini aku mainkan. Mau lagu apa, hem?"


" Apa aja deh. Nih...!" menyodorkan sekaleng minuman yang katanya bir tapi tak memabukkan.


" Udah aku buka, kurang baik apa coba?"


Namun yang di bukakan kaleng hanya mencebik. Sama sekali tak mengapresiasi secuil kebaikan yang barusaja di banggakan.


" Kenapa tukang sate tadi bisa lewat sini?" tanya Zayn Mencomot tusukan kesekian kalinya.


" Itu udah lama banget jualan. Papa dulu yang desak ketua satuan di ujung sana buat ngizinin. Orang cuma cari rezeki ya biarin aja. Lagian nih ya, dia itu gak mau kalau di kasih uang cuma-cuma. Ya udah, makanya aku sering beli!"


Zayn tertegun. Ternyata gadis di depannya ini menyimpan satu kebaikan yang tak kentara. Daebak!


" Kamu ternyata doyan banget makan makanan begini ya?"

__ADS_1


" Ee Paijah! Ya doyan lah. Meksipun aku hidup di sana, Mama sering masak makanan Indonesia kali!"


Lagi-lagi Melodi hanya mencibir sekalipun ia kini mendapatkan nama panggilan baru.


Gadis itu sejurus kemudian meraih kaleng yang barusaja di buka Zayn. Memang tidak memabukkan, tapi lumayan menghangatkan badan kan? Benar-benar teman minum yang pas.


" Mau kemana?" tanya Zayn penasaran kepada Melodi yang tiba-tiba beranjak dari duduknya.


" Ambil gitar!"


Dan tidak tahu kenapa, Zayn benar-benar menikmati saat-saat ini. Sudah sangat lama sekali ia tak menikmati waktu santai yang terbilang langka ini.


Ia menatap nanar kerlipan luas yang membentang hingga kejauhan. Biarkan saja ia sejenak merasakan kedamaian. Kedamaian yang nyaris tak ia dapatkan manakala berada di negaranya sendiri.


Jreng Jreng Jreng!


Suara genjrengan membuat Zayn seketika menoleh seraya tersenyum.


" Serius kamu bisa?" tanyanya antusias.


" Ni orang bener-bener ngremehin ya!"


" Keren tahu cewek bisa main gitar. Diajari siapa?"


" Belajar sendiri lah. Tapi dulu Bude Jessika juga ngajarin aku. Aku terinspirasi dari dia. Makanya sekarang bisa main!"


" Serius?"


" CK, ya serius lah. Main tebak lagu yuk, aku yang memainkan Melodinya!"


" Melodi main Melodi. Wow!" puji Zayn yang tak bisa menahan dirinya untuk tak kagum.


Tanpa mendengar selorohan Zayn yang sebenarnya bisa saja membuatnya jumawa, Melodi mulai menggunakan jari-jari kirinya membentuk chord, dan jari kanannya memetik senar dengan lincahnya.


Ting tring ting tring!


Zayn mulai serius mengikuti gerakan cepat tangan yang dengan lihainya berpindah dari satu fret ke fret lainnya. Membentuk satu melodi yang memperdengarkan sebuah nada lagu.


" Gimana tau nggak?" tanya Melodi memberikan tebakan pada Zayn atas lagu yang barusaja ia mainkan.


" CK, kok gak tahu sih? Ini lagi kan mendunia banget. Ini lagunya Bryan Adams, judulnya heaven Masa gak tau sih?" Melodi gemas sendiri karena bagaimana bisa lagi setenar itu Zyan tak mengetahui. " Nih ya...and baby your'e all that i want, when you...."


Amazing!


Zayn benar-benar dibuat terpaku saat melihat satu suara yang baru saja di perdengarkan dengan merdunya.


" Kenapa aku baru tahu kalau dia sekeren ini?" membatin penuh ketakjuban


" Padahal kamu kalau ngomel nyakitin telinga banget suaranya. Kok bisa bagus begini sih pas nyanyi?" kata Zayn sembari tergelak.


" Emang sialan lu ya!" dengus Melodi mulai sebal.


Zayn semakin tergelak. Wajah imut yang di pertontonkan manakala kesal, semakin membuat perutnya kaku.


" Lah emang iya kan?"


" Zayn ihh!!!" kesal Melodi yang sedari tadi malah di buli.


Lihatlah, bahkan mereka berdua sudah mirip sepasang muda-mudi yang sedang pacaran. Tertawa lepas, saling meledek wajar. Sungguh suasana yang begitu natural. Tanpa disadari, merasuk kedalam hati satu sama lain.


" Kalau ini coba!"


Zayn kembali memasang telinga dengan baik-baik, bersiap menebak. Seperti tadi, Melodi benar-benar lihai dalam memainkan jari-jarinya yang lentik. Mencumbu setiap senar dan menghasilkan nada yang ciamik.


" Kamu gak ak tau lagi? Pengetahuan lu soal musik payah banget sih?" gerutu Melodi yang mengira bila Zayn diam karena lagi-lagi tidak tahu.


Zayn terkekeh. " Kan aku belum jawab."


" Ya tahu enggak?" rutuknya semakin kesal. Benar-benar payah.


Namun sebuah nyanyian yang yang keluar dari mulut Zayn, membuat lengkungan tipis di bibir Melodi terbit.


" And when the daylight comes I'll have to go


But tonight I'm gonna hold you so close.... (Dan saat siang hari tiba, aku harus pergi

__ADS_1


Tapi malam ini aku akan memelukmu begitu dekat)"


" Astaga, ternyata dia tahu."


Melodi tersenyum penuh rasa senang, " Nah ini kamu tahu!"


Tapi Zayn terus melantunkan reffrein lagu yang menurutnya easy listening banget itu tanpa mempedulikan kekaguman gadis manis di depannya.


"Cause in the daylight we'll be on our own


But tonight I need to hold you so close... (Karena di siang hari kita akan sendirian


Tapi malam ini aku harus memelukmu begitu dekat...)"


~Maroon 5 Daylight


Melodi tersenyum-senyum sendiri menatap Zayn yang ternyata tahu lagu kesukaannya itu. " Kok kamu ngerti sih?"


Zayn berlagak jumawa, " Tahu dong. Ini sih sering di putar Sada waktu kami dulu ngumpul. Waktu dia lagi...."


Melodi menghela napas demi tahu maksud Zayn. Jika di resapi, lagi ini memang memiliki makna yang begitu mendalam.


" Daylight memang merupakan lagu romantis yang menceritakan tentang perjalanan cinta seseorang yang penuh perjuangan." terang Melodi dengan tatapan lurus kedepan.


Zayn mengangguk. " Lirik yang sangat makna seringkali membuat orang menyukai sebuah lagu!"


" Ya aku tahu. Tapi sekarang Sada dan Claire udah bisa ngelewatin hal sulit itu!"


Tanpa terasa, keduanya malah masuk kedalam suasana yang berubah serius.


" Kata Opa, semua orang bakal di uji sesuai kesanggupannya!"


Zayn merasa tersindir dengan kalimat Melodi. Benarkah jika dia akan mampu melewati semua ini? Problematika yang menderanya seolah-olah menemui titik buntu, padahal dia saat ini sedang notice dengan satu orang, tapi tekanan dari dalam bahkan nyaris tak bisa ia tepiskan.


" Kau sangat berbakat Mel. Kenapa kau tidak mengembangkan potensimu?" bertanya dengan nada suara serius.


" Dulu sangat ingin. Tapi sejak kejadian Claire waktu itu, aku jadi kasihan sama Papa. Kau tahu Zayn, terkadang tidak semua hal yang kita inginkan itu baik buat kita. Artinya, ya... takdir Tuhan itu memang yang terbaik, walau kadang kita menerimanya dengan air mata!"


Zayn tercenung menatap seraut manis tanpa balutan make up itu. Kalimat yang di ucapkan benar-benar membuatnya menjadi lebih kagum. Dalam sekejap, hati Zayn benar-benar dipenuhi dengan perasaan lain yang tak bisa dia jelaskan.


" Tapi tunggu dulu, kenapa kita jadi melankolis begini sih?" tukas Melodi tiba-tiba.


Membuat Zayn tergelak. " Kamu ternyata asik juga!"


Gadis itu hanya mencebik, " Sebentar memuji, sebentar menghina!"


Tapi tatapan lurus dari Zayn malah membuat Melodi salah tingkah.


" Kenapa dia ngelihatin aku kayak gitu sih?"


Malam telah larut, semua penghuni sudah lelap dalam mimpi, tapi dua anak manusia itu masih betah mengobrol. Membuka tabir yang dulu menutupi pandangan kalbu satu sama lain, meruntuhkan dinding tebal pertemanan aneh yang semula tak jelas.


" Mel?" panggil Zayn saat gadis di sampingnya tengah menuntaskan tegukan bir yang masih tersisa.


" Hem?" jawabnya sambil meminum.


" Apa kita bisa berteman lebih baik lagi?"


Apa?


" Uhuk-uhuk!"


Seketika ia tersedak demi mendengar intonasi suara yang terdengar tak biasa. Lembut dan penuh perhatian.


" Maksudmu?" tanyanya dengan wajah tak mengerti.


" Ya...kita, berteman baik. Lebih dari, dari sebelumnya."


Sungguh payah. Lihatlah pria itu, bahkan mengucapkan kalimat yang betul saya dia tidak becus. Arghh!


" Maksudku, aku ingin kita mengenal lebih dekat lagi!"


What ?


Membuat yang di tanyai seketika speechless saking kagetnya.

__ADS_1


__ADS_2