My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 163. Pesan mertua


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Zayn akhirnya berguling dengan napas yang terengah-engah. Pun dengan Melodi, gadis itu kini benar-benar merasakan nyeri yang luar biasa di pangkal pahanya.


Sama sekali tak menyangka bila rasanya akan seluarbiasa ini. Ia merasa senang dan sedih dalam waktu bersamaan. Senang karena kenikmatan yang diberikan suaminya benar-benar baru untuknya. Dan sedih sebab ia kini kesulitan bergerak karena kewanitaannya terasa ngilu dan nyeri.


Zayn berusaha menutupi tubuh polos istrinya yang meresahkan menggunakan selimut. Pria itu sejurus kemudian menarik tubuh istrinya dalam pelukannya dengan tubuh yang masih berpeluh keringat.


" Terimakasih sudah menjaganya untukku selama ini!" kata Zayn seraya mengecup puncak kepala Melodi berulang-ulang. Terlihat begitu menyayangi istrinya yang dapat membuktikan kehormatannya.


Dan mengetahui fakta luar biasa itu, diam-diam Zayn berjanji dalam hati untuk terus membahagiakan istirnya apapun yang terjadi.


Namun isakan lirih dari manusia yang sedang dia peluk, langsung membuat Zayn panik.


" Kamu nangis?" tanya Zayn panik. Melonggarkan pelukan guna memastikan keadaan.


Melodi mengangguk dengan wajah muram. Menu Zayn makin panik. " Kenapa? Ada yang salah?"


" Enak, tapi sakit banget!" rengek Melodi polos yang membuat Zayn langsung tergelak.


" Kok kamu ketawa sih? Benda segede itu di paksa masuk. Ya pasti sakit lah. Ini gimana sekarang? Sakit banget!" kesal Melodi yang malah semakin merengek-rengek akibat nyeri yang tak bisa dia tahan.


Zayn benar-benar tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Selain lucu, istrinya yang malah menangis usai ia garap mengundang rasa rasa ingin terus tertawa.


" Nanti di obati!" katanya dengan sisa tawa yang sulit ia redam.


" Emang bisa?" tanya Melodi dengan alis mengerut. Seolah tak percaya.


" Bisa!" jawabnya enteng sambil menahan diri untuk tak kembali tertawa.


" Kamu sih, gak mau pelan-pelan pas ngayun!" omel Melodi makin mendengus sebal.


Zayn kembali terkekeh-kekeh. She's really- really cry!


" Tadi juga enak gitu!" sindir Zayn mengingatkannya.


"CK! Iya. Tapi ini jadi sakit!" balas Melodi berusaha melihat bagian bawahnya. Namun saat menyibakkan seprei, ia malah semakin terkejut demi mendapati noda darah diatas ranjang putih itu. " Tuh kan, berdarah ini gimana?" serunya semakin panik.


Tapi alih-alih turut heboh, Zayn malah terlihat sangat santai. Sama sekali tak terpengaruh dengan istirnya yang galak, tapi ternyata zero experience soal mantap-mantap.


Zayn malah kembali menarik tubuh istrinya lalu mengecupnya mesra. Merasa geloranya kembali tergugah manakala Melodi membuka penutup bukit berkuncup itu.


" Zayn ihh!" elak Melodi yang kesal karena saat masih bingung- bingungnya, suaminya malah menggodanya lagi.


Membuat Zayn kembali tergelak.


" Sayang, itu tandanya aku ini yang pertama buat kamu. Masa kamu gak ngerti sih?"


Melodi menatap sengit suaminya.


" Terus gimana ini, cepat kamu beliin obat sana!" ketus Melodi memberengut kesal.


Namun si pria hanya senyam-senyum penuh arti, " Obatnya ada di sini kok!"


" Mana?" balas Melodi terlihat serius.


" Nih!" seru Zayn sembari menarik cepat tangan Melodi lalu meremaskan kembali ke arah kelelakiannya. Membuat Melodi kontan mendelik.


" Zayn!" ia memekik dengan wajah kesal saat suaminya sedang tergelak keras-keras.


" Kalau mau tidak sakit, harus sering di pakai!" goda Zayn yang benar-benar tak tahan untuk tidak tertawa.


" Zayn ihhh, tidak mau!"

__ADS_1


Tapi Zayn yang mendadak dan sudah meraup bibir melodi dengan lidah yang di belitkan membuat wanita itu tak bisa lari lagi.


Jelas dia akan di mangsa untuk kedua kalinya.


Zayn benar-benar ingin membuat Melodi sembuh dengan caranya sendiri. Sebab sakit itu, kadang membuat kita kebal.


...----------------...


Rumah Papa Leo jam dua siang.


Papa Leo yang tadi sekali mendapatkan informasi dari biang rempong, Dian tapi bukan Cok, merasa sangat senang.


Baguslah, jika memang seperti apa yang di kabarkan laki-laki karbitan betul-betul terjadi. Sebab apalagi yang di tunggu sepasang orang tua dari anaknya yang baru menikah jika bukan perkembangbiakan?


" Opa!" Neo yang datang sembari membawa mainannya membuat suasana bertambah ceria.


" Neo baru bangun?" sapa sang Opa penuh kasih sayang.


Bocah itu mengangguk.


" Ibu dimana?" tanya Neo yang suaranya masih serak khas orang baru bangun tidur.


" Ibu sedang ke dokter sama Ayah!"


" ke dokter lagi?" tanya Neo terlihat seperti memastikan.


Papa Leo mengangguk menepis keraguan.


" Tadi perutnya kram!"


" Ibu gak apa-apa Opa?" tanya Neo lagi kini dengan wajah cemas.


Papa Leo meraih tubuh cucunya lalu mendudukkannya di paha kirinya. Menciumi pipi gembul berbau minyak telon penuh kasih sayang.


Neo mengangguk. Merasa ingin menangis jika di beritahu dengan cara yang sedekat ini. Ia adalah anak yang perasaannya mudah tersentuh.


" Neo sebentar lagi jadi kakak. Neo harus pinter. Makan sendiri, coba beresin mainan sendiri, bisa?" kata Papa Leo mencoba memberikan pengertian. Sebab tak jarang, ia kerap melihat anaknya, Claire masih meladeni Neo saat mobilitas sudah benar-benar terbatas.


Neo mengangguk.


Sementara itu di tempat lain, Sada dan Claire terlihat menunggu di sebuah ruangan dimana dokter kandungan sedang mengambil beberapa peralatan pemeriksaan.


Sada dan Claire yang memutuskan untuk check out dari hotel terlebih dahulu bersama Papa Leo dan Mama Bella, malah tak jadi beristirahat sebab perut Claire tiba-tiba merasakan hal yang tak biasa. Perutnya terasa kaku dan kram.


Tanpa menunggu lagi, mereka berdua langsung menuju ke dokter kandungan dan meninggalkan Neo yang sedang tertidur.


" Jadwal lahir masih bulan depan ya Bu?" tanya sang dokter manakala ia menuangkan gel bening ke atas perut Claire yang sudah besar.


" Iya dok!" balas Claire gugup. Takut jika terjadi sesuatu yang tidak dia harapkan.


" Ini tidak apa-apa. Baby udah pada posisinya ini. Mungkin karena ibunya kelelahan ini ya. Jadi kram!"


" Tolong perbanyak istirahat dan jaga hidrasi dengan minum air putih yang banyak ya Bu. Kurangi melakukan aktivitas!" kata dokter wanita yang kontan merubuhkan segenap kekhawatiran yang semula menggelayut.


Sada akhirnya lega. Sebab apa yang dia takutkan tadi tak terbukti.


Ia tadi bahkan sempat mendadak kehilangan selera makannya, tatkala Claire mengeluhkan sakit setibanya mereka di rumah.


Saat perjalanan pulang, Claire mengusap-usap perutnya yang sudah sangat besar. Merasa lega sebab anaknya tidak apa-apa.


" Pokoknya kamu habis ini gak boleh ngapa-ngapain!" kata Sada no debat.


Claire tersenyum simpul. Wajar jika Sada sedikit marah. Sebab ia tadi saat di pesta sedikit lupa diri.

__ADS_1


" Kamu jangan terlalu khawatir begitu dong?"


" Gimana aku gak khawatir sayang. Tadi kamu ngeluh gitu. Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu, sama anak kita!" sahut Sada yang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.


Claire tersenyum senang. Ia bersyukur telah di berikan suami yang begitu menyayangi dirinya. Di tengah maraknya pemberitaan KDRT di luaran sana sana yang tingkat kekejiannya makin parah, ia justru mendapatkan malaikat tak bersayap seperti suaminya.


-


-


Melodi dan Zayn pulang ke rumah Papa Leo saat matahari sudah tenggelam. Itu sangatlah wajar. Tak ada yang sangsi dengan hal itu.


Namun saat mereka membuka pintu,


Dor!


" Suprise!"


Keduanya saling menoleh terkejut manakala ; papa David, Mama Jessika, Sadawira, Neo, serta beberapa ART disana menyambut kedatangan pengantin baru itu dengan sangat meriah.


Membuat setangkup haru kian merebak.


" Selamat datang pengantin baru!" ucap Claire menyambut adiknya dengan pelukan.


Mereka saling memeluk dalam menyambut anggota baru kelurga Darmawan itu.


Sebagian tamu dari kota B termasuk Papa David cs sudah kembali siang tadi. Pun dengan tamu dari Atana yang juga sudah kembali ke negaranya menggunakan unsched flight.


Deo dan Demas sudah memastikan jika para tamu yang tadi check out, telah termonitor dengan baik. Kedua anak Papa David berserta istri dan anak-anaknya juga sudah kembali ke kota asal mereka setelah menyelesaikan beberapa tugas yang di mandatkan oleh Papa Leo.


Mereka kembali ke kenyataan dan berjibaku kembali dengan rutinitas setelah merayakan pesta kebahagiaan Zayn dan Melodi.


" Jadi kamu tadi kram?" tanya Melodi saat mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk melakukan makan malam bersama.


" Kecapekan!" sahut Mama Bella mewakili.


" Besok-besok Neo sama Aunty aja. Kasihan Ibu sama debay nya!"


Papa Leo tiba-tiba meletakkan sendoknya usai menyelesaikan makannya. Membuat semua anggota keluarganya menoleh.


" Selamat datang di keluarga Darmawan Zyan!" ucap Papa Leo tersenyum hangat.


Kini Zayn turut tertegun. Menatap seraut penuh kharisma itu dengan tatapan lekat.


" Besar harapan saya pada kamu untuk menjaga dan menyayangi anak saya hingga tua nanti!"


Kini tak hanya Zayn. Sada turut meletakkan sendoknya ke atas piring yang telah kosong.


"Soal perusahaan, tolong kalian berdua atur bagiamana baiknya. Papa tahu posisi kamu, sebab kamu anak pertama. Untuk itu papa juga tidak akan melarang kamu untuk berada di sana. Atau meminta kamu untuk terus menerus ada di sini. Papa sama Mama berharap pada kalian untuk rukun dalam menjalani rumah tangga. Gesekan-gesekan kecil itu biasa. Tapi yang harus kamu ingat Sada, Zayn...!" kata Papa Leo kepada kedua menantunya, di hadapan istri dan kedua anaknya


" Saat kalian merasa bosan kepada pasanganmu, jangan sakiti dia. Kembalikanlah saja pada Papa! Kepada saya!"


Maka dada Claire dan Melodi seketika terasa sesak terhimpit rasa haru. Pun dengan Mama Bella.


Sada dan Zayn yang notabene kini telah menjadi menantu keluarga Leo Darmawan, menatap lurus pria yang tak lagi muda itu dengan tatapan jantan penuh rasa tanggungjawab.


" Jaga dan bawa nama keluarga Darmawan dengan baik demi anak-anak kita di masa mendatang. Terus buka lapangan pekerjaan, utamakan menyerap tenaga lokal. Berdayakan mereka yang sedang di rundung kesulitan ekonomi, jangan lelah menolong sesama!"


Zayn dan Sada mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Berjanji tak akan mengecewakan pria yang menjadi sumber asal muasal lahirnya dua wanita hebat yang kini menjadi istri mereka.


Apa yang di ucapkan oleh Papa Leo barusan, hanya meneruskan apa yang dulu pernah di sampaikan oleh opa Edi semasa hidupnya. Ia ingin keluarga Darmawan terus konsisten melaksanakan kebaikan-kebaikan yang sejak awal telah susah di bangun oleh mendiang Opa Edi.


"Karena sebaik-baiknya orang, adalah yang bermanfaat untuk orang lain!"

__ADS_1


__ADS_2