My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 68. Penyaksi di kantor polisi


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Setibanya mereka di lantai dasar kantor Claire, mereka melihat polisi mulai memasang police line usai korban yang notabene merupakan petugas kemanan itu di larikan menuju rumah sakit.


Sadawira memilih untuk tak angkat bicara saat ia melihat tatapan Claire yang begitu resah. Seolah menyiratkan pesan kepadanya untuk tak membuka suara di saat seperti ini.


Well, Sadawira paham. Ia tak ingin membuat wanita yang di cintai risau. Meski tatapan Zayn dan Melodi sama mengkhawatirkannya, tapi ia lebih mengkhawatirkan Claire. Takut kalau-kalau dia akan menghindar lagi setalah apa yang telah terjadi beberapa waktu terakhir.


Dan terlepas dari hal itu, setidaknya ia kini punya dua terget besar dalam hidupnya. Yang pertama ialah menemui Leo Darmawan, dan yang kedua adalah mencari tahu siapa orang yang berani mengusik wanita kesayangannya itu.


Claire adalah ibunya Neo. Dan urusan Claire, kini praktis menjadi urusannya juga.


Sada bersama Zayn akhirnya berpisah dengan Claire yang di seret paksa oleh Melodi. Mereka semua turut berada di belakang mobil patwal dan bersama-sama menuju ke kantor polisi detik itu juga.


Sementara Henry, Janu dan Dollar terlihat menemani sang pekerja yang terluka itu menuju rumah sakit. Meraka berbagi tugas sebab kejahatan ini tergolong terorganisir.


" Tadi aku benar-benar stres Mel. Nomormu, nomor Juwi bahkan nomer Tania tidak bisa aku hubungi!" kata Claire yang kini berbicara kepada adiknya yang masih sibuk mengemudi. Menjelaskan perkara kenapa dirinya bisa berada bersama Sadawira.


Melodi menatap murung kakaknya. Ia menyesali ponselnya yang tadi ia charge. Dan sialnya, Melodi memang selalu mematikan ponsel sewaktu ia mengisi daya.


" Tapi dari sekian manusia, kenapa harus Wira?"


" Terus siapa lagi Mel? Otakku bener- bener di tuntut cepat. Keadaan mencekam dan aku takut banget. Saat itu pikiranku tiba-tiba teringat dia!" kata Claire dengan lirih. Ia sendiri juga tidak tahu kenapa harus memilih Sadawira.


"Wira bahkan berkelahi dengan pria itu tadi!" imbuhnya dengan ragu-ragu.


" CK!" Melodi langsung mendecak seraya menyuguhkan wajah resah. Ingin sebenarnya ia marah. Tapi jika bukan karena Sadawira, kakaknya pasti sudah mati karena di bantai pria misterius tadi.


Dan saat masih kesal- kesalnya, Melodi tiba-tiba malah teringat dengan Zayn, dan tak menduga jika pria menyebalkan itu merupakan sahabat baik Sadawira. Damned!


Membuatnya langsung teringat akan kejadian di mall saat dia merebutkan sekotak coklat untuk Neo.


" CK, yang benar saja!" gumam Melodi yang kesal karena keadaan yang semakin runyam.


" Kenapa Mel?"


" Kesal sama temannya si Wira sableng itu!" seru Melodi bersungut-sungut. Membuat Claire mengerutkan kening.


" Tapi...tunggu dulu. Jadi, yang aku lihat waktu di kamar itu jangan-jangan...."


Praduga tak jela itu membuat Claire berlaih menatap aneh adiknya dengan lekat-lekat.

__ADS_1


" Jangan-jangan apa? Kamu ini kenapa sih?" tanya Claire dengan intonasi yang mulai kesal.


" Dengar Claire, ini aku yakin banget kalau Wira dan orang itu sengaja datang ke Indonesia buat ngikutin elu!"


Claire menelan ludahnya. Ia bahkan memang telah bertemu dengan pria itu. Haruskan ia mengaku sekarang?


" Mel, aku..."


Namun gadis energik itu langsung memotong-motong ucapan kakaknya.


" Pertama, asal kamu tahu, aku bahkan sempat rebutan coklat buat Neo sama pria tadi!"


"What?"


Melodi mengangguk penuh keyakinan. " Kedua, sewaktu dari pemakaman, aku juga gak sengaja ketabrak pria itu. Kesimpulannya, berarti Wira juga ada di Indonesia dong waktu ?"


" Ah Claire. Pria itu benar-benar!"


Melodi menjadi heboh saat sangkaan yang ia rinci terdengar relevan. Membuat Claire semakin terpojok.


" Claire. Kamu tau kan resikonya apa jika Papa tahu?" tuding Melodi yang meyakini jika Claire pasti telah bertemu dengan ayah kandung Neo itu.


" Mel, tenang dulu. Aku ga..."


-


-


Di ruangan interogasi.


" Orang itu tingginya kurang lebih sama dengan saya. Tapi saya tidak bisa melihat wajahnya. Bahkan tak ada tanda-tanda lain yang bisa aku saya lihat, sebab pria itu mengenakan penutup wajah dan penutup badan dengan sangat rapi."


Polisi tampak menghimpun keterangan dari Sadawira yang kini juga menyandang status sebagai saksi. Ia duduk dengan wajah santai meski perutnya sebenarnya nyeri usai mendapat tendangan dari pria tadi.


Apapun akan Sadawira lakukan demi Claire. Meski diam-diam ia telah meminta Dollar untuk menginterogasi pegawai Claire jika sadar nanti. Ia juga meminta Janu untuk berkoordinasi dengan orang-orangnya untuk mencaritahu bukti lain.


" Untuk saudari Claire. Apa anda memiliki musuh atau rival selama beberapa hari ini?" tanya seorang polisi yang berusia paruh baya kepada Claire.


Claire yang duduk persis di sebelah Sadawira terlihat meneguk ludah gugup. " Saya memang memiliki masalah persaingan bisnis. Tapi jika tidak ada bukti, saya juga takut ini akan menjadi fitnah!"


" Bisa anda ceritakan awal mula kejadian, sampai tuan Sada datang?"

__ADS_1


Claire mengangguk menyanggupi, setelah menoleh sejenak kepada pria tampan yang terlihat bermata lelah itu. Membuatnya seketika merasa kasihan.


" Saya sedang...."


Polisi terlihat menulis apa saja yang di katakan oleh Claire dengan terperinci. Mereka menulis dengan tekun dan teliti, apa-apa saja yang bisa mereka jadikan dasar atau bahan penyelidikan.


Claire juga sangat kooperatif dalam pemeriksaan malam itu. Namun tanpa mereka sadari, kejadian ini membuat keduanya tak lagi canggung seperti beberapa waktu yang lalu.


Sementara itu, dilain pihak, Melodi yang duduk berhadapan dengan Zayn yang juga bersama-sama menunggu terlihat tak akur.


" Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Zayn tak ramah kepada Melodi yang sedari tadi memang mengulitinya dengan tatapan sinis.


" Penipu!" tuding Melodi yang kesal dan geram kepada Zayn yang menurutnya menyebalkan sekali itu.


" Apa kau bilang?" sahut Zayn tak terima.


" Kau membuntuti kakakku kan?"


" Apa maksudmu?"


" Dibayar berapa kau oleh Wira?"


" Wira?" mengulang pertanyaan dengan alis yang bersatu.


" CK, Sadawira!"


Zayn sepertinya sudah lelah dengan semuanya. Cukup, Melodi ini memang harus diberitahu agar tak lagi salah paham. Ia yakin jika melok pasti seperti Leo Darmawan yang membenci Sadawira.


" Sini kau!" seru Zayn yang langsung menangkap lengan Melodi lalu menyeretnya keluar. Habis sudah kesabarannya.


Membuat wanita kontan itu berteriak.


" Hey, kau mau membawaku kemana brengsek? Lepaskan!" teriak Melodi sembari berontak minta di lepaskan.


Tapi Zayn yang kepalang kesal tak mempedulikan teriakan Melodi, dan terus menyeret wanita itu menuju luar.


Membuat seorang polisi muda yang kebetulan lewat seketika tercenung lalu menatap lekat.


" Maaf Pak, ada ap..."


" Mohon izin pak. Tidak ada apa-apa. Ini hanya urusan rumahtangga. Kami izin untuk menyelesaikannya di luar saja !" kata Zayn enteng dengan senyuman yang merekah, dan berhasil membuat mulut cerewet Melodi seketika menganga.

__ADS_1


Rasain lu!


__ADS_2