
...🥀🥀🥀...
Pintu kamar sedang terayun saat Claire baru keluar dari kamar mandi. Menampilkan sesosok tinggi tegap yang ternyata baru nongol di jam semalam itu.
" Kamu baru pulang?" tegur sang istri yang baru menyadarinya jika jam itu sudah sangat larut.
" Kok kamu belum tidur?" tanya si tersangka seraya menutup pintu kamarnya perlahan agar tak membangunkan penghuni lain.
" CK, bisa nggak sih tiap di tanya jangan balik nanya?" kesal Claire kepada Sada yang selalunya begitu.
Tapi alih-alih takut, Sada malah terkekeh. Entah kenapa semenjak mereka dekat dan kini telah menjadi sepasang suami istri, Claire malah sering hobi marah-marah.
" Ketemu Zayn tadi di sana." jawabnya merengkuh tubuh sang istri kedalam pelukannya.
" Katemu atau sengaja bertemu?" tuding si wanita yang tentu saja tak percaya.
Lihatlah, benar kan? Teori tentang intuisi seorang perempuan yang bisa naik berkali-kali lipat saat mereka sudah menikah ternyata benar adanya.
" Gak sengaja ketemu sayang. Kenapa, kamu gak bisa tidur kalau gak ada aku?"
" Ishhh, badanku pegel- pegal gara-gara kamu. Jadi gak bisa tidur!" mendengkus kesal.
Sada yang langsung menggendong istrinya mirip seperti menggendong bocah dengan posisi di depan.
" Kok jadi marah-marah sih, hm?" ucapnya sembari sedikit mendongak ke wajah istrinya.
" Ya habis!" gerutu Claire yang masih sebab sebal tubuhnya yang terasa remuk, nyatanya masih terasa hingga sekarang.
" Tapi enak kan?"
" Wira ih, malu tau!"
Sada tergelak manakala berhasil membuat istrinya marah-marah. Pria itu sejurus kemudian mencium bibir sang istri dalam posisi masih menggendong. Lengan kekarnya yang kini mengetat, menjadi saksi betapa kuatnya seorang Sadawira Rajandra.
" Ibunya Neo kalau di suruh marah juara satu pokoknya!" katanya sesaat setelah ciuman itu berakhir.
" Biarin!"
Sada tersenyum gemas. Usai menciumi bibir istrinya, pria itu menurunkan wanita kecintaannya itu ke tepi ranjang. Pria gagah itu sejurus kemudian membuka bajunya lalu memasukkan kaosnya ke keranjang pakaian kotor.
Claire merinding sendiri melihat tato lebar yang memenuhi seluruh punggung kokoh suaminya. Apalagi, otot liat nan kentara itu makin membuat Claire semakin jatuh cinta.
Selepas mengganti celana jeans dengan celana joger yang nyaman, Sada merebahkan diri tepat di samping Claire yang masih terduduk.
" Kenapa kusut begitu, ada masalah?" tanya sang istri demi melihat segurat keresahan di wajah tampan suaminya.
Sada tak langsung menjawab. Pria itu terlihat lekat menatap langit-langit dengan tatapan nanar. Teringat akan ucapan Zayn yang melarangnya untuk bercerita kepada siapapun namun hati kecilnya benar-benar ingin memberitahukan hal ini kepada sang istri.
__ADS_1
" Sayang?" panggil Sada sejurus kemudian.
" Ya?" jawab sang istri.
" Menurutmu, apa Melodi bisa tertarik pada laki-laki!"
BUG!
" Awh!" Sada seketika mengaduh manakala sebuah bantal menggebuk pahanya.
" Memangnya adikku apaan, pakai nanyain itu lagi!" kesal Claire semakin tak bisa di bendung.
" Ya soalnya, dia beda aja kan sama kamu!"
" Melodi itu memang ga bisa feminim. Tapi bukan berarti gak doyan lagi ya. Kamu ini!"
" Ya aku kan cuma tanya!"
" Nih ya, semenjak di tatar Opa, ketomboyannya udah berkurang banyak kok. Kenapa sih tiba-tiba nanya begitu?" sungut Claire tak habis pikir.
Pria yang baru di siksa dengan gebukan bantal itu kini memindahkan kepalanya, ke paha mulus istrinya.
" Menurutmu, bagaimana dengan Zayn?"
" Zayn?" kernyit Claire sembari mengusap lembut rambut suaminya.
" Janggal gimana?" Claire semakin tak mengerti. Kenapa tidak langsung to do point saja sih?
" Aku belum pernah melihat Zayn selama ini notice banyak ke perempuan. Beda dengan Andrew. Ya, diantara kita bertiga Zayn sebenarnya tertutup sih!"
" Sebentar-sebentar, maksud kamu, Zayn notice sama Melodi?"
Sada kembali mengangguk seraya menikmati sentuhan lembut di kepalanya. " Baru menduga aja!"
Claire menjadi tertarik dengan pembahasan mendadak mereka. Menjadi pertama kalinya bagi keduanya berbicara serius setelah menjadi suami istri.
" Melodi dari dulu gak pernah dekat sama cowok. Dulu sempat ada waktu dia tinggal di rumahnya Bude Jessika waktu Deo bikin onar tuh!"
" Onar?" kali ini Sada yang mengerut heran.
Claire mengangguk, ia menatap alis tebal dan rahang kokoh suaminya yang bermanja-manja di atas paham.
" Dulu Arimbi sama Deo itu musuh tau nggak. Ee... gak taunya malah jadi jodoh!"
" Terus?" kejar Sada tak sabar.
" Ada dulu cowok karyawannya Deo, namanya Dian. Tapi...kayak ketukar gitu mereka dulu!"
__ADS_1
" Ketukar gimana?"
" Ya ketuker penampilannya!"
" Kemayu?"
Claire tergelak sebab suaminya benar-benar jago dalam menebak hal-hal yang menjurus ke ranah janggal. Untung saja mereka berdua berasal dari negara yang sama.
" Iya. Ngondek dikit lah dia. Tapi sebenarnya, anaknya lucu, tampan, pinter, wangi dan baik juga. Sempat di rolling ke bagian belakang tuh sama si Deo waktu dia dekat sama Melodi. Tapi sepertinya sesuatu hal yang menjiwa itu emang gak bisa di paksa!"
" Kenapa?"
"Tuh cowok malah menang kontes jadi model saat ada event di mall nya Demas. Setelah itu makin banyak brand-brand yang jadiin dia model sama brand ambassador fashion lokal. Ee gak taunya, terus naik deh sampai sekarang. Lagi tenar di luar negeri dia sekarang!"
Sada mengangguk-angguk larut dalam cerita. Antara kagum, bangga juga iba.
" Terus akhirnya?"
" Ya nggak terus, Melodi berteman baik aja sama dia sampai sekarang. Udah takdir juga kali!"
Sada tertegun, ragu untuk menceritakan hal ini kepada istrinya. Tapi sungguh, ia sebenarnya sangat setuju bila Zayn bersama Melodi. Terlebih, ia bisa terus berhubungan baik jika dia akan menjadi bagian keluarga Darmawan. Apalagi, ia tahu jika Zayn adalah orang yang baik.
" Aku mau kasih tau kamu sesuatu tapi jangan sampai hal ini bocor!"
" Apaan sih?" kejar Claire yang mulai mengendusnya bau-bauan kerahasiaan.
" Sebenarnya!"
.
.
.
.
.
Halo pembaca terkasih, terimakasih banyak sudah membersamai kisah Sada dan Claire hingga sejauh ini. Mommy sangat senang dengan komentar-komentar panjenengan semua. Semoga mereka kekal dalam dunia imajinasinya kita ya 😇
Mommy cuma mau kasih tahu bahwasanya kisah Melodi dan Zayn akan Mommy teruskan disini.
Kenapa oh kenapa?
Yap, karena, Demas dan Deo yang notabene anak dari Papa David juga berada dalam satu buku. So, demi keadilan sosial bagi seluruh pembaca mommy di Indonesia 😁😁😁, mommy putuskan untuk membuat kisah anak-anak Papa Leo dalam buku yang sama juga.
Semoga berkenan untuk mengikutinya nggeh. Sehat-sehat untuk semuanya 😘😘😘
__ADS_1