My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 131. Benarkah?


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Beberapa jam yang lalu sebelum Zayn menghubunginya, seorang laki-laki yang katanya merupakan utusan dari pria bernama Tanaphan datang ke kantornya seorang diri.


Ia sendiri tak tahu siapa pria bernama Tanaphan itu. Namun setalah pria itu memberitahunya, ia akhirnya tahu jika Tanaphan merupakan orang berpengaruh di Atana. Memiliki kursi di pemerintahan dan andilnya terbilang besar dalam beberapa perusahaan. Termasuk perusahaan yang dijalankan oleh mendiang Darius, Papa Zayn.


Pria dingin ingin mengatakan kepada Melodi untuk tidak melampaui batasan dengan dekat kepada Zayn. Awalnya ia cukup bingung, namun saat pria itu menyebutkan secara rinci tentang Olivia Tanaphan, barulah dia sadar jika ia sedang di intimidasi.


" Sebaiknya pikirkan ini baik-baik. Atau, anda juga akan merasakan hal yang sama!"


Ia bahkan terpaksa mengucapkan kata-kata sadis kepada Zayn sebab ia hanya ingin pria itu tak mendapatkan marabahaya. Melodi kini bingung, duduk tercenung di atas kursi kantornya dengan otak semrawut.


" Kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan dia?"


-


-


Zayn membanting pintu mobilnya saat ia mendatangi kediaman Tanaphan siang itu dengan dada bergemuruh. Kesopanan yang semula santer ia dengungkan, kini tak terlihat sama sekali. Musnah di terpa kemarahan.


" Kenapa anda melakukan semua ini?" geramnya tanpa basa-basi.


Beberapa bodyguard yang dimiliki Tanaphan bahkan sampai pasang badan kala Zayn berteriak kurang ajar di muka bos mereka.


Pria berambut putih itu meletakkan gadgetnya dengan santai, menggerakkan tangannya sebagai penanda bagi para bodyguard itu untuk tenang.


" Ku kira kita akan makan hidangan pembuka dulu. Tapi sepertinya, ku memang orang yang to do point!"


" Apa mau anda?" tukas Zayn yang terlihat muak dengan semua permainan pria itu.


Tanaphan tersenyum licik.


" Aku ingin kau menikahi putihku Olivia!"


Deg!

__ADS_1


" Apa?" Zayn tentu saja terkejut. Ini jelas tak mungkin.


"Sebenarnya ada banyak pria yang lebih mapan darimu. Tapi ya... kau tahu sendiri lah, permintaan putriku satu-satunya merupakan hal penting buatku. Lagipula, kau ini bukan siapa-siapa tanpa kami!"


" Bajingan!"


" Hey!"


Para bodyguard terlihat menghadang saat Zayn berniat maju untuk merangsek kerah baju pria itu. Benar-benar meremehkan harga diri seseorang.


Tanaphan tertawa licik. Menatap Zayn yang kini di hadang oleh lima bodyguardnya.


" Jika kau siap hidup miskin, terserah saja. Tapi, sebaiknya pikirkan juga Mamamu yang sekarang pasti stres itu, hahaha!"


" Oh ya satu lagi, kembalilah jika kau sudah siap menjadi menantuku. Dan ingat, aku tidak terbiasa dengan penolakan, hahahaha!"


Zayn menahan kepalan tangannya geram. Ia tak bisa melawan seperti ini. Ia harus mundur untuk mengatur strategi.


-


-


Seru Zara yang tak setuju dengan keputusan kakaknya. Zara tak habis pikir, bagaimana bisa kakaknya menyerah begitu saja.


" Tapi aku tidak punya pilihan lain Ra. Mama bisa shock berat jika kita bangkrut! Kita sudah kehilangan Papa, aku tidak mau sampai kehilangan Mama juga!" balasnya tak kalah gusar.


" Enggak Kak, kita jangan lagi mau di bodohi. Aku nggak mau kakak sama Olivia. Kita bisa minta bantuan kak Sada!"


" Tidak mungkin Ra." Zayn menyergah keras, " Perusahaan kakak dan punya Sada itu beda. Sementara yang kita perlukan adalah uang dalam jumlah besar untuk membeli aset itu. Itu mustahil!"


Zara memijat kepalanya frustasi. Bagiamana ini, kenapa segala sesuatunya terasa menjadi sangat menyakitkan?


Malam harinya, Zayn terlihat berpikir keras. Jika ia menikahi Olivia, semuanya akan selamat, termasuk kesehatan Mamanya. Tapi itu artinya, ia mengingkari nuraninya sendiri yang jelas-jelas telah menyadari jika ia memang jatuh cinta kepada Melodi.


Namun tanpa Zayn sadari, adik perempuannya telah merencanakan sesuatu. Sesuatu hal yang bakal membuat Zayn terkejut bukan main.

__ADS_1


" Maafkan aku kak, tapi semua ini demi kakak!"


...----------------...


Rumah Sadawira terlihat semakin bahagia dan normal-normal saja. Namun diluar rutinitas harian itu, terdapat satu kejanggalan yang mencolok. Naf*su makan Claire tiba-tiba meningkat tajam. Dan lonjakan selera makan itu tak pelak membuat tubuh Claire terlihat makin berisi.


" Ibu, kenapa ibu sekarang makannya banyak sekali?" tanya Neo demi melihat sang Ibu yang pagi ini telah menghabiskan dua porsi bubur ayam.


Juwi yang mendengar Neo keheranan sampai turut menoleh. Iya juga ya?


" Lapar banget sayang. Oh ya Wi, kalau kamu ke pasar, aku nanti nitip beli mangga ya. Aku barusan lihat vlognya orang makan rujak kok jadi pingin. Seger kali ya Wi?"


Nino dan Juwi saling menatap. Kenapa yang diminta sering aneh-aneh?


Dan keinginannya itu terlihat harus segera di penuhi. Jika tidak, moodnya akan cepat berubah. Akhir pekan ini misalnya, Nino bahkan dibuat repot saat istri bosnya itu minta dibuatkan makanan yang gonta-ganti dengan menu yang Indonesia banget.


Pagi ini dia minta sarapan nasi goreng kampung ala Konoha, siangnya dia minta makan gado-gado yang benar-benar membuat Juwi dan Nino belajar mengulik resep.


Dan kejadian itu, praktis membuat Nino tak kuasa menahan diri untuk tak berceletuk seusai dirinya menuntaskan masakan.


" Bu bos, saya sih sebenarnya senang-senang aja kalau Bu bos jadi lahap makan begini. Tapi, kalau tiap hari minta mangga pas lagi gak musim, kita puyeng juga bu bos. Lagian ya, Bu bos ini kayak orang ngidam aja!"


" Ngidam?"


" Iya Bu bis, ngidam. Hamil muda!"


Claire sontak tersedak hingga terbatuk-batuk.


" Aduh Bu Bos, maafin saya. Jadi kesedak begitu." Nino memandang wajah Claire dengan rasa bersalah yang besar. Niat hati ingin berkelakar, yang terjadi malah sebaliknya.


Wajah Claire bahkan menjadi merah karena batuk yang tak kunjung berhenti. Ia benar-benar terkejut dengan apa yang barusan di katakan Nino.


Sepeninggal Nino yang entah mengambil apa, ia menjadi termenung. Tiba-tiba ia teringat jadwal haid yang telah lalu.


" Oh my!"

__ADS_1


__ADS_2