My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 111. Man to man


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Meraka semua telah kembali ke rumah Claire saat matahari berada tepat di atas kepala. Sesuai kesepakatan, hari ini Sadawira memang akan pulang ke rumah Claire dulu sebelum semua keluarganya kembali ke Indonesia.


Deo dan Demas beserta istri, anak dan mertua mereka akan kembali ke Indonesia sore nanti.


Tak hanya menghabiskan waktu bersamaan, mereka juga akan membicarakan soal tempat tinggal Claire dan Sada setelah ini. Sada yang sudah memiliki rumah tentu menginginkan istrinya bisa bersama-sama dengannya. Dan hal itu di dukung penuh oleh Papa Leo yang langsung menyetujui.


Neo sudah merengek ngantuk dan minta tidur siang kepada mbak Juwi. Eva yang memiliki bayi yang belum genap berusia setahun itu jelas memilih ke kamar untuk mengASIhi anaknya bersama sang Ibu. Arimbi yang ibunya masuk angin kini juga memilih membawa Bu Ningsih masuk sebab sore nanti mereka harus kembali ke tanah air.


" Semoga kalian selalu bahagia. Jika ada waktu, main-mainlah ke Indonesia, kita bisa agendakan liburan bersama!" tukas Deo kepada adik-adik sepupunya.


" Kau sudah jadi bagian keluarga Darmawan sekarang. Kita bisa saling berkolerasi setelah ini. Kita juga bisa bantu Melodi nanti, adik terkecilnya kita yang sok kuat!" seru Demas seraya tergelak manakala menggoda sepupu yang paling bontot itu.


Sada mengangguk menyetujui, " Pasti. Kita bisa agendakan liburan bersama nanti!"


" Aku setuju!" sahut Demas lagi, " Kalau Om Leo nanti sembuh, kita bisa jalan-jalan bersama!"


" Kalian sih enak. Nah aku?" potong Melodi menunjuk dirinya sendiri. Merasa nestapa.


Membuat kesemua orang yang masih ada di ruang keluarga itu seketika tertawa terbahak-bahak.


" Eh Mel, mumpung gak ada orang tua kita nih. Aku mau tanya dong?" ucap Deo yang kini malah kepo.


" Apaan?" sewot Melodi yang sibuk menggonta-ganti channel tv.


" Sepertinya apa yang di bicarakan Neo tadi sungguhan ya?" kata Deo tanpa tedeng aling- aling yang membuat Melodi kontan meradang.


" Kalian gila atau apa? Mana mungkin!" elak Melodi dengan kesal. Kenapa jadi bahas ini sih?


" Alah, mungkin juga gak apa-apa kali Mel. Kami setuju kok kalau kamu sama dia. Gimana, mau aku omongin ke Papa kamu? Biar sekalian kita gak usah balik ke Indonesia, iya nggak Dem?" tanya Deo kepada sang adik meminta persetujuan.


" Yap bener banget!" balas Demas yakin. Membuatnya Melodi salah tingkah.


" Apaan sih nggak jelas tau nggak!"


Tapi Sada rupanya memperhatikan gerik Melodi dengan saksama, yang akhirnya membuatnya mampu menangkap sorot mata malu tapi mau yang terpancar dari netra adik iparnya itu.


Mereka lantas mengobrol hingga sore hari. Membahas apa saja yang perlu di bicarakan. Tentang Claire yang lebih baik melempar rumah ini, dan ikut dengan Zayn ke rumahnya yang besar.


Tak hanya itu, dikala sore, mereka juga membahas soal keinginan Papa David yang akan membawa Papa Leo untuk menjalani terapi guna kesembuhan.

__ADS_1


" Kalian fokus saja di pekerjaan. Biar saya dan bude kalian yang temani Papa sama Mama kalian!"


Mama Jessika kembali mengangguk, " Kalian yang rukun. Kalau ada masalah harus segera dibicarakan jangan di tunda!"


Rumah sudah sepi sejak anak-anak dari dua sepupunya telah diantar ke bandara oleh Papa David dan Mama Jessika. Tinggal Papa Leo dan Mama Bella yang kini sedang beristirahat di kamar bersama Neo.


Dan malam ini, Claire meminta izin untuk tidur lebih dulu sebab ia benar-benar tak kuasa menahan kantuk yang sedari tadi menyerangnya.


" Aku tidur dulu ya sayang. Ngantuk banget!" pamit Claire yang matanya sudah memerah meski jam belum terlalu larut malam.


Sada mengangguk. Ia kini sangat kasihan kepada istrinya. Berjanji kepada diri sendiri untuk mengajak istrinya pergi spa agar badannya kembali bugar.


" Tidurlah dulu. Aku ada urusan sebentar!"


" Kemana?"


" Urusan kantor!" bohong Sada yang tak mau istrinya khawatir.


" Hati-hati, jangan pulang malam-malam!"


Pria itu mengangguk lalu mengecup bibir istrinya sekilas.


Sada hendak bertemu dengan Zayn sebab pria itu diam-diam ingin menginterogasi sahabatnya itu demi rasa penasaran.


" Jadi?" tanya Sadawira memulai percakapan.


" Jadi apa?"


" Yang dikatakan Neo?"


Zayn terdiam dan memilih menyulut rokoknya. Sepertinya ia memang tak bisa menyembunyikan apapun dari si pemilik mata elang itu.


" Kau percaya?"


" Oh Common man!" seru Sada tergelak. " Kau tertarik dengannya?"


Zayn terlihat merogoh sakunya lalu sejurus kemudian mengambil sebuah lembaran polaroid dan di serahkan kepada Sada tanpa mengatakan apapun. Membuat pria itu terkejut bukan main.


" It's so *****ing kiss!" pekik Sada tak percaya dengan apa yang dia lihat. Foto Zayn dan Melodi yang berciuman bibir.


Zayn menghisap rokoknya dalam-dalam. Ia tahu jika Sada pasti akan terkejut.

__ADS_1


" Dua kali!"


" Are you serious?" kejar Sada semakin dibuat terkejut.


Zayn mengangguk yakin. " Wanita yang unik. Galak, tapi menyenangkan!"


Sada menggeleng tertawa. Jelas sahabatnya itu notice dengan adik iparnya.


" Want to be brother-in-law?" tanya Sadawira penuh selidik.


Zayn tak menjawab. Ia terlihat sibuk memproduksi kepulan asap putih yang kini di bumbungkan ke udara dengan pikiran bercabang.


" Kau tahu Olivia kan?"


" Dalih bisinis?" tebak Sadawira.


Zayn mengangguk.


" Kenapa tidak kau jelaskan saja!" kesal Sada kepada sahabatnya yang dinilai lamban.


" Terlalu beresiko!"


" Damned!" maki Sada. "Jadi orangtuanya Olivia masih sering memaksamu?"


Pria yang masih menikmati rokok itu mengangguk santai. Mirip seperti orang yang tak punya beban. Rileks.


" Perusahaanku taruhannya!"


" Oh my..." geram Sada tak habis pikir. " Kau tahu kan itu tak mungkin?"


" Tapi ayahnya sangat berpengaruh di perusahanku!" balas Zayn kali ini menatap mata sahabatnya lekat-lekat.


" Aku bisa mengatasinya!"


" Nope. Itu malah akan membuat perusahaanmu dalam masalah. Kau baru menikah. Jangan libatkan dirimu pada situasi apapun!"


" Zayn?" Sada menggeleng semakin tak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Aku hanya minta beberapa tempat jika anak buah ku ada yang membutuhkan. Kau mengerti maksudku kan?"


" It's so *****ing girl!"

__ADS_1


Sulit di percaya, rupanya sahabatnya selama ini menyimpan beban persoalan yang tak tanggung-tanggung.


" Jangan ceritakan hal ini kepada siapapun. Ini perintah!"


__ADS_2