My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 162. Touch you


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Melodi yang berada di kamar mandi menjadi ketar-ketir sendiri. Antara malu dan menyesali kebodohan. Terbiasa apa-apa sendiri membuat alam bawah sadarnya masih berpikir jika ia masih lajang.


Ia buru-buru membuka pakaian, menyalakan shower serta mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang membuatnya sangat relax.


Namun tanpa di duga, sepasang tangan berotot tiba-tiba melingkari perutnya dan langsung membuat matanya terbelalak.


Zayn?


Ya, Melodi tak tahu bila suaminya itu tiba-tiba menyusulnya. Terburu-buru membuat Melodi tak menutup pintu kamar mandi dengan rapat. Membuat Zayn yang melihat celah tersebut, langsung menggunakannya untuk menuntaskan hasrat.


Degup jantung yang kian menggila itu kini ia coba redam dengan menarik napas. Meski Melodi tak yakin jika ia bisa melepaskan diri dari jeratan predator tampan itu.


"Sebaiknya kita menghemat waktu dengan mandi bersama!" kata Zayn dengan suara parau dan bergairah. Membuat Melodi merasa merinding meski ia tengah berada dibawah guyuran air.


Melodi yang tubuhnya di putar balik seketika menengadah, menatap seraut tampan yang rupanya telah melepas bajunya dan menyisakan semacam bawahan ketat yang menonjolkan satu benda yang ukurannya membuat Melodi meneguk ludah.


Oh tidak, apakah Zayn akan meminta haknya di sini? Oh ya ampun, bagiamana ini?


Namun saat ia sibuk dengan pikiran yang resah, di bawah guyuran air hangat itu Zayn meraba lengkungan proporsional pada pinggang hingga punggung istrinya. Menciuminya tanpa ragu bahkan tanpa memerlukan izin sang empunya.


Sembari memeluk, Zayn menuangkan sabun cair lalu mulai membalurkannya ke tubuh mulus sang istri. Membuat Melodi seketika merasakan sensasi aneh. Seperti ada yang memicunya untuk memejamkan mata guna menikmati gelenyar aneh.


Mereka juga membersihkan semua anggota tubuh mereka tanpa terkecuali. Tak mungkin bercumbu dengan aroma yang tak mengenakkan.


" Lihatlah, untung dia tidak apa-apa. Ini adalah aset berharga kita, pabrik benih. Jadi, kamu harus turut menjaganya!" bisik Zayn yang meremaskan tangan Melodi pada benda krusial yang telah menegang di balik celana yang telah kuyup itu.


Membuat sang istri sontak mendelik.


Melodi makin ketakutan. Bagiamana ini? Kenapa ukurannya sebesar itu? Apakah tak menyakitkan? Ia memang selalu terlihat berani dan bar-bar manakala bersama Zayn dalam mempertontonkan hal begituan. Namun sejatinya, ia benar-benar minim pengalaman soal kamasutra.


Dan gelora yang kini terpantik tatkala kulit licin itu saling bersentuhan, membuat dorongan untuk berbuat lebih terasa makin menggila.


Zayn langsung melu*mat bibir basah istrinya penuh hasrat yang mendalam. Bahkan Melodi yang merasa bila Zayn kali ini benar-benar berbeda, merasa tak mampu mengikuti permainan pria yang masa ototnya benar-benar membuatnya merinding itu.


" Ah!" lirih Melodi yang tak mampu menguasai dirinya yang kini malu karena mend*esah.


Seringai tipis muncul manakala Zayn mendengar Melodi yang mengeluarkan ******* halus. Seolah menjadi pemandu sorak yang memancing dirinya untuk menyelam lebih dalam lagi menuju lautan kenikmatan.


Bahkan dua bukit berkuncup tak luput dari serangannya. Sejurus kemudian Zayn menyalakan air. Mengguyur sisa busa ke tubuh mereka yang sudah sama-sama polos.


Usai tahir dari busa, pria yang terlihat makin hot manakala rambutnya basah itu menyambar handuk yang menggantung di sisi barat. Lalu membenarkannya ke tubuh Melodi. Menutupi bagian dada.


Ia masih bisa menahan. Tak mungkin ia membuka segel itu di kamar mandi, meski naluri kejantanan serta gairahnya semakin mendesak. Mendorong kuat batinnya untuk menjelajahi keindahan di dalam sana, namun ia tentu harus memikirkan aspek kenyamanan.


Zayn juga melakukan hal yang sama. Membebatkan handuk putih itu sebatas pinggangnya. Melodi meneguk ludah kala melihat enam cetakan otot yang timbul. Ia bahkan merasa takut sendiri. Bagaimana rasanya bila ia nanti di tarik ke sana?


Zayn yang sudah membebatkan handuk, tanpa menunggu lagi langsung mencium kembali sang istri yang masih sibuk dengan pemikirannya. Sama sekali tak memberikan kesempatan untuk sekedar menyusun rencana lain. Seperti metode melayani yang pas mungkin.

__ADS_1


Lagi-lagi, Melodi yang tak siap dengan ciuman Zayn sampai tak mampu mengimbangi. Ia kesulitan bernapas dan membuat Zayn kembali terkekeh. Pria itu menuntun Melodi menuju ranjang dengan posisi bibir yang masih saling mencecap.


Benar-benar tak ingin sebentar saja lepas dari pesona istrinya.


Melodi tak lagi bisa memikirkan apapun saat ia yang telah berada di tepi ranjang. Yang hanya adalah rasa ketar-ketir dengan ukuran yang tadi ia pegang. Di tidurkannya lah Melodi secara perlahan oleh suaminya.


Melodi terlentang di ranjang, sementara suaminya menatapnya sendu dari atas. Menikmati keindahan alami yang sebentar lagi bakal ia masuki.


" Kau ingin yang lebih?" tanya Zayn dengan nada parau dan berhasrat.


" Zayn!" ucapnya malu dengan suara lembut.


Zayn terkekeh. Jika sudah begini, kemanakah hilangnya sikap galak?


" Itu!" kata Melodi menunjukkan wajah resah.


" Itu apanya?" balas Zayn pura-pura tak tahu dengan apa yang di tunjuk Melodi.


" Itu!" uang Melodi makin menaikkan intonasi bernada ketar-ketir.


" Kenapa dia?" balas Zayn penuh arti.


" Apa muat?" tanyanya dengan wajah polos.


Zayn makin tergelak. Oh ya ampun, apakah si galak ini benar-benar tak memiliki apapun soal bercumbu? Minimal melihat video tutorial di kanal XXX?


" Kamu jangan bertanya muat apa tidak. Ganti pertanyaan dengan kuat apa tidak!" kata Zayn sembari terkekeh.


" Aku mencintaimu Mel!" kata Zayn menatap sendiri dengan sorot mata penuh gairah.


Melodi membalas tatapan sendu itu dengan tersenyum. Ia pun sama. Jangan di hanya lagi. Yang ada hanya kebahagiaan. Yang ada hanya ia dan suaminya.


" Bolehkah?" tanya Zayn kembali dengan suara lirih yang mengundang detak jantung yang serasa akan meledak.


Melodi mengangguk. Ini memang kewajiban merek berdua. Melayani satu sama lain.


Zayn yang telah mendapatkan persetujuan tanpa menunggu lagi langsung menyingkapkan handuk yang menutupi sebagian tubuh harum Melodi. Meski agak terkejut dengan tindakan cekat suaminya, namun Melodi berusaha menenangkan diri.


Pria itu langsung menyerang dua bukit berkuncup yang berangsur-angsur mengeras akibat dia cecap secara terus menerus.


Istrinya menggelinjang, menggigit bibir bawahnya berusaha meredam pekikannya sendiri. Melodi benar-benar tak dapat berpikir lagi. Hanya sensasi kenikmatan dan keindahan lah yang kini dapat ia rasakan.


Ia terus mengeluarkan suara-suara yang tak dapat ia kontrol sendiri saat Zayn berpindah menuju sebuah hutan yang belum pernah ia jelajahi. Hutan dengan harum yang begitu khas, makin membuat sisi kejantanannya kian tertantang.


Hasrat dalam tatapan mata menyulut gelora panas diantara keduanya. Pria itu menunduk perlahan, kembali meraup bibir basah itu dengan serakah. Liar tak terkendali.


Kecupan demi kecupan yang makin bergairah, berpacu dengan lidah yang saling membelit. Seakan tak cukup untuk berpindah pada leher jenjang yang kini penuh dengan tanda-tanda kepemilikan.


Menciptakan dorongan cinta dan gelora asmara yang menggelegak memenuhi jiwanya.

__ADS_1


Pria itu meraup tubuh Melodi ke tengah ranjang. Membetulkan posisi terbaik mereka. Melodi tak bisa lagi lari dari pria itu. Bagian tubuh Zayn telah menegang dan menggesek paha istrinya yang malah mengundang desiran aneh.


Merinding, tegang serta gugup.


Kini, pikiran mereka berdua jelas sama. Pikiran waras untuk memenuhi kebutuhan mendesak secara bersama-sama.


Melodi merapatkan tubuhnya, melingkarkan kedua tangannya menggerayangi punggung kekar suaminya yang menegaskan kekuatan.


Zayn terlihat mengecek kelembaban dibawah sana. Rupanya telah siap untuk di masuki. Ia tampak mengarahkan kelelakiannya tepat ke arah hutan yang belum tejelajah oleh siapapun itu, dengan perhitungan yang matang.


Ia menekan, lalu mendesak dan berusaha mendorong miliknya memasuki dunia lain dengan cap halal yang makin membuatnya yakin.


Sembari berusaha menjebol pertahanan sempit yang begitu sesak itu, Zayn kembali meraup bibir guna membantu Melodi mengurangi kesakitan yang luar biasa.


Ia terus mendorong dan menekan bagian itu menggunakan segenap kekuatannya. Melodi sampai-sampai merasa miliknya di bawah sana benar-benar sesak, nyeri, sakit bercampur rasa nikmat yang sukar ia tepis.


Hingga akhirnya, gerakan masuk secara perlahan itu membuat Melodi menghela napas. Membuat tubuhnya seolah bergetar manakala ia merasa sesuatu yang besar dan menghujam nya itu telah masuk sepenuhnya kedalam miliknya.


Ah!


Betapa nikmatnya, betapa indahnya dunia yang kini sedang ia jelajahi bersama sang istri.


Zayn menjeda gerakannya. Membiarkan istrinya menarik napas untuk sejenak, sebab ia tahu ia pasti telah sedikit menyakiti istrinya.


Di satu sisi, Zayn terlihat sangat senang sebab ia rupanya benar-benar menjadi satu-satunya yang pertama menembus celah sempit itu. Menegaskan bila Melodi benar-benar wanita luar biasa yang mampu menjaga kehormatannya.


Zayn menundukkan pandangan kembali, ia bisa melihat sudut mata Melodi mengeluarkan cairan bening. Mungkin ia memang benar-benar telah menyakiti istrinya itu.


Baiklah, mari kita rubah rasa sakit ini menjadi kenikmatan sayang!


Melodi benar-benar dibuat merasakan pengalaman pertama yang begitu intim ini. Namun tampaknya, Zayn tak mau menunda kewajibannya lebih lama lagi. Hasrat yang menggelegak mendorongnya untuk mengayun kembali.


Pria itu perlahan-lahan mulai menghentak, menekan dan terus menghujam berpacu dengan kenikmatan. Sangat menggairahkan macam terhempas gelombang maha s


dahsyat.


Ia dan Zayn tengah bercumbu sekarang.


Tubuh keduanya saling menempel erat. Bergesekan dengan hawa panas yang di gempur oleh suhu yang semakin memudar. Seolah tak cukup, Zyan makin menambah kecepatan. Membuat cengkraman tangan pada punggung Zyan semakin menguat.


Melodi semakin merasakan nyeri diantara pangkal pahanya. Membuatnya reflek menyusuri lengan kekar bertumpu kuat, yang pemiliknya kini sibuk menghentak dan menghujam.


Bahkan ia yang semuala menahan pekikannya sendiri, kini tanpa terasa malah mengeluarkan desisan- desisan sarat kenikmatan tanpa sungkan. Membuat Zayn makin mempercepat tempo permainannya.


Lebih cepat dan cepat lagi.


Hingga,


" Ah!"

__ADS_1


Melodi dan Zayn menggapai puncak tertinggi dalam permainan mereka secara bersamaan. Kini tak hanya lutut yang terasa bergetar, jiwa dan raga wanita itu pun dibuat bergetar manakala benda besar menyesakkan itu terasa berkedut di celah sempit miliknya.


Zayn telah meledakkan sesuatu yang hangat ke dalam sana. Sesuatu yang di harapkan tumbuh di dalam rahim istrinya dan bakal berubah menjadi satu kehidupan.


__ADS_2