
...🥀🥀🥀...
" Masuk!" titah Zayn yang ubun-ubunnya sudah panas akibat geram dengan Melodi.
Pria itu terlihat hanya membuka satu pintu mobilnya, lalu mendorong tubuh Melodi dan memaksa wanita itu masuk kedalam mobil, untuk sejurus kemudian ia ikut masuk kedalamnya melalui jalur uang sama.
Cukup sudah. Zayn tak tahan.
" Apa-apaan kau ini, keluarkan aku sialan!" seru Melodi yang terlihat kesal dengan perbuatan Zayn yang absurd itu.
Tapi sejurus kemudian
BRAK!
KLIK!
Melodi tercengang manakala pintu itu kini di tutup lalu di kunci dari dalam oleh Zayn.
" Apa kau sudah gila? Kau mau apa?" ucap Melodi yang kini menutupi dadanya seperti orang yang takut.
Membuat pria yang wajahnya sudah datar sejak tadi itu menghela napas panjang.
Apa Melodi pikir dia akan memperkosanya? Ia bukanlah pria pecundang apalah bajingan lagi. Ya, meski ia pernah mencium bibir Melodi sih. Tapi itu kan tidak sengaja.
" Tidak usah di tutupi, aku tidak naf*su denganmu. Lagipula, punyamu terlalu kecil!"
" Apa dia bilang? Enak saja mengatakan punyaku kecil!"
" Dasar brengsek! Terus kenapa kau malah bilang kalau kita bertengkar karena urusan rumah tangga, hah?" tantang Melodi yang kesal karena ukurannya di ragukan.
" Lalu aku harus mengatakan apa? Soal bapak dan anak? Kau juga, jadi perempuan keras kepala sekali"
" Kau!"
" Apa?"
Claire hendak memukul Zayn namun urung saat wajah pria itu terlihat menantang. Membuat deru napas Melodi terdengar berat.
" Sekarang kau harus dengarkan aku wanita aneh!" kata Zayn yang mencintai tubuhnya menghadap ke arah gadis bar-bar itu.
Melodi yang di katai aneh, benar-benar ingin menjambak bibir laki-laki di depannya itu. Sialan!
" Sadawira adalah sahabatku. Aku mengenalnya dengan sangat baik sebab dia memang pria yang sangat baik. Dan kau..." menunjuk ke jidat basah Melodi yang sedari tadi berkeringat akibat emosi.
" Apaan sih ni orang?"
" Kau jangan memvonisku seolah-olah aku ini adalah penjahat!"
" Kau memang penjahat!" celetuk Melodi cepat dengan tatapan yang begitu mengiris.
" Hey!"
Melodi semakin menantang Zayn dengan mendekatkan wajahnya. " Mengaku saja, kalian ini sekongkol kan?"
Zayn tak kalah menantang, pria itu benar-benar muak dan ingin segera mengakhiri semua ini.
" Apa kau tahu jika Sada selama ini juga menderita? Sada mencintai Claire lebih dari apapun. Penderitaan di masa lalunya, apa kalian ada yang mau tahu?"
Kini alis Melodi terlihat menyatu dan wajahnya berubah serius manakala melihat Zayn yang air mukanya juga berubah.
" Pernahkan keluarga kalian mencari tahu kenapa Sada melakukan balas dendam?"
Melodi tiba-tiba membeku manakala sikap yang di tunjukkan oleh Zayn terlihat begitu serius.
" Kecongkakan, kesombongan, dan sifat keras kepala membuat keluarga kalian menolak penjelasan Sadawira!"
" Tutup mulutmu!" sergah Melodi yang tak terima saat keluarganya di katai yang tidak-tidak oleh Zayn.
" Dan soal Claire!" Zayn masih tak memperdulikan hardikan dari Melodi." Kenapa kalian hanya menyalahkan satu pihak? Bagiamana jika sebenarnya Claire masih memiliki rasa?"
" Bahkan Neo. Neo yang pasti belum tahu apa-apa itu malah bisa bertemu dengan Sadawira dengan sendirinya. Apa kalian tidak berpikir kesana? Bagiamana jika semua ini adalah cara Tuhan menunjukkan cinta sejati mereka?"
Melodi yang sebenarnya tertampar oleh ucapan Zayn langsing menoleh dengan hati mencelos, " Kau tidak tahu apa-apa!"
__ADS_1
" Kau yang tidak tahu apa-apa!"
Kini keduanya saling melempar tatapan tak suka. Zayn yang lega karena sudah mengatakan hal yang teramat menyesakkan dada itu. Sementara Melodi kini resah usai di suguhi penjelasan oleh Zayn.
" Sadawira memang telah keliru, tapi keluarga kalian malah membuat kekeliruan ini semakin parah. Kalian keluarga yang tak memiliki perasaan!"
PLAK!
Zayn terdiam saat pipinya kini terlempar ke kanan akibat tamparan keras yang di layangkan oleh Melodi.
" Kakukku lumpuh karena Sadawira. Bahkan dengan sengaja dia melakukan hal itu. Dengan terencana pula kakak kandungku di peralat bahkan sampai hamil. Apa itu bukan sebuah kekejian?"
" Itu tidak benar!"
" Itu kebenarannya!"
Zayn langsung tersenyum sumbang. Kini mereka benar-benar mirip seperti suami istri yang sedang bertengkar. Oh Shiit!
" Kakak satu-satunya Sadawira mati di dalam penjara karena di racun. Dan sialnya saat itu terjadi, Sadawira baru tahu jika keluarga kalian hanyalah kambing hitam dari tersangka utama. Apa kalian pernah mengerti?"
Deg!
Meski ia kini sontak terkejut, tapi Melodi mencoba tak percaya dan berusaha menenangkan diri.
" Jika kau manusia, maka seharusnya kau bisa merasakan keseriusan Sada dalam mencintai Claire dan anak mereka!"
Deg!
Lagi, pernyataan demi pernyataan yang di kemukakan oleh Zayn membuat dadanya berdetak cepat.
Melodi yang melihat Zayn dalam mode serius kini seketika speechless. Benarkah semua ini? Benarkah jika dia selama ini juga salah mengambilnya sikap?
-
-
Di dalam kantor polisi.
" Loh, dimana Melodi?" kata Claire yang bingung sebab adiknya tak berada di tempat yang seharusnya.
" Maaf Bu, ada yang bisa di bantu?" sapa polisi muda yang terlihat ramah.
" Emmm maaf pak, apa bapak lihat adik saya yang..."
" Yang rambutnya pendek?" langsung menebak dengan jitu.
Claire seketika mengangguk. Benar sekali pikirnya.
" Oh, kalau yang itu tadi dia pergi sama suaminya ke sana Bu!" menunjuk ke arah luar. " Tadi sempat saya lihat mereka ribut disini. Katanya mau menyelesaikan urusan rumah tangga di luar saja. Ya sudah saya biarkan!" Jawab pria itu tersenyum lebar, seolah menjadi informan yang sudah benar.
" Apa?"
Claire tiba-tiba terkejut kaku. Apa yang sebenarnya terjadi? Namun alih-alih turut terkejut, Sadawira malah tergelak tak berhenti manakala melihat wajah Claire yang kaget.
Ia yakin jika sahabatnya itu pasti kehabisan stok kesabaran dan membuatnya menyeret Melodi.
" Tidak apa-apa Bu. Namanya juga rumah tangga. Sebaiknya dibicarakan baik-baik dulu kan. Kalau begitu saya permisi dulu Bu!"
Claire mengangguk dengan rasa tak habis pikir. Bertengkar? Urusan rumah tangga? Membiarkan polisi muda kocak itu pergi dengan rasa bangga usai memberikan informasi.
" Seperti mereka akan cocok!" kata Sada dengan sisa tawa yang masih ada.
" Apa yang kau katakan?" menoleh tak suka dengan perkataan Sada.
Tapi Sada tak menjawab dan malah menatap Claire dalam-dalam. Membuat wanita itu langsung buang muka karena malu dan canggung.
" Aku antar!" bisik Sadawira yang melihat kegelisahannya di mata Claire.
" Tidak perlu, ada Melodi!"
" Ini sudah tengah malam. Bagiamana jika orang itu masih membuntutimu?"
" CK!" Claire mendecak. Semula ia tak takut, tapi jika di ingatkan begini, ia malah kembali takut.
__ADS_1
Keduanya lantas berjalan mencari pasangan ribet itu. Dan saat langkahnya telah tiba di parkiran, mereka terkejut saat melihat dua manusia itu berada di dalam mobil dan terlihat sangat serius.
" Mel..."
Namun perkataan Claire terpaksa menguap manakala tangannya tiba-tiba di tarik Sadawira.
" Mereka sangat serius. Biarkan saja. Aku akan mengantarmu!"
" Tidak usah!"
" Ini perintah. Sudah ayo!"
" Tapi Claire!"
" Tenang saja. Zayn jago berkelahi!"
Claire sebenarnya kesal dengan Melodi yang kenapa malah harus semobil dengan Zayn? Tapi jika dia menunggu, ia kini kepikiran Neo.
" Sudah, mereka sedang membereskan masalah. Neo juga pasti sudah menunggumu!"
Dan mendengar Sadawira menyebutkan nama Neo, tentu membuat Claire langsung mengiyakan tawaran Sada untuk pulang. Toh Zayn orang sini kan? Tak mungkin tak bertanggungjawab.
Di dalam mobil, suasana terlihat senyap. Tak seorangpun mau angkat bicara. Sada yang senang karena beberapa jam ini dia bisa berlama-lama dengan Claire. Ya meski ia tahu jika Zayn nanti akan memakinya habis-habisan karena telah meninggalkannya.
Mereka tiba tepat tengah malam. Namun saat Claire berniat membuka pintu, tangan putih itu di tangkap lalu dengan gerakan cepat pria tampan itu menarik tengkuk Claire lalu menciumnya.
Cup
Wangi tubuh dan nafas Sadawira tiba-tiba memenuhi ruang-ruang dalam hati Claire. Membuat wanita yang masih terkejut itu tak dapat melawan. Claire memejamkan matanya kala sapuan lembut itu, semakin dalam menyentuh perasaannya.
Aroma kejantanan dari sisa perkelahiannya dengan pria misterius tadi, semakin membuat Claire merasa terlindungi. Bagaimana ini Tuhan? Bisakah dia lepas dari pria nekat ini?
Sada menarik senyumnya saat merasa Claire tak melakukan penolakan. Pria itu semakin memperdalam ciumannya dan tangan berotot nya bergerak menyusuri wajah halus Claire.
Menunjukkan rasa cintanya yang begitu dalam.
Claire tak tahu kenapa dirinya malah hanyut dalam ciuman manis yang penuh kasih sayang itu. Kini Sada melepaskan ciumannya, lalu secara perlahan menempelkan wajahnya ke wajah Claire yang masih terlihat memejamkan mata.
" Aku masih mencintaimu sayang. Aku tidak akan pernah bisa melepaskanmu!"
Claire yang merasakan sentuhan halus itu benar-benar tak bisa melawan semua rasa ini. Rasa yang hanya ada jika Sada yang melakukannya.
Dan saat kesadarannya telah kembali, Claire mendorong pelan tubuh berat itu dengan wajah memerah.
" Sudah malam. Aku harus menemui Neo. Terimakasih sudah menolongku malam ini!" kata Claire gugup yang harus segera menyudahi sentuhan lembut Sada sebelum ia terlena makin jauh.
Pria itu akhirnya terkekeh saat melihat Claire yang terlihat malu-malu, dan buru-buru saat masuk rumah. Beberapa detik kemudian, di ketiknya sebuah pesan lalu sejurus kemudian mengirimkannya kepada Zayn.
Dilain pihak, Zayn dan Melodi yang kini sama-sama berada di mode menunggu terlihat kesal karena yang di tunggu-tunggu tak jua keluar.
"CK, lama banget sih?" gerutu Melodi yang kian tak sabar.
Energinya sudah habis untuk berdebat, tapi yang di debatkan tak juga menampakkan batang hidungnya.
" Biar aku lihat!"
Dan saat Zayn hendak masuk untuk melihat progres keduanya, sebuah pesan tiba-tiba menggetarkan ponselnya.
📱 Sadawira : " Woy! Sudah selesai apa belum? Sory tadi kita duluan karena gak mau ganggu orang yang sedang menyelesaikan urusan rumah tangga. Aku ada di depan rumah Claire. Aku nunggu sambil tidur sebentar disini ya?"
Maka Zayn langsung mengumpat detik itu juga dan membuat Melodi terkejut.
" Si anjing bangsat!" maki Zayn tampak kesal setengah mati.
" Ada apa?" tanya Melodi demi mendengar umpatan keras itu.
" Mereka berdua sudah kembali!"
" Apa? Sudah gila ya?"
.
.
__ADS_1
.
🤣🤣🤣