My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 152. Hormon Bumil


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Malam harinya, Sada dan Claire yang sudah sama-sama membersihkan diri terlihat sudah berada diatas ranjang namun dengan kesibukan yang berbeda.


Sada yang selalu melepas pakaiannya setiap mau tidur, hanya menyisakan boxer ketat. Pria itu memangku laptopnya diatas paha sebab sedang mengecek apakah ada email yang masuk. Dan rupanya, ada. Banyak sekali malah.


Sementara Claire yang berada di sisi kanan, sibuk menyelesaikan kegiatannya mengolesi wajah, leher dan lengan dengan skincare andalan.


" Neo tambah pinter deh mas. Sekarang udah bisa ngalah kalau punya mainan. Tadi sama anak-anaknya Demas juga udah rukun!" kata Claire yang tiba-tiba ingin mengulas sang anak yang barusaja ia tengok.


" Bener kata bude Jessika. Kalau anak itu mau punya adik, pasti nakalnya kurang!" imbuhnya lagi namun sang suami masih sibuk menenggelamkan diri pada layar laptop.


Claire melirik sebentar dengan wajah yang mulai kesal sebab sang suami masih sibuk sendiri. Ia menata bantal lalu mengelus perutnya yang sudah sebesar helm itu dengan wajah sebal.


" Mas!"


" Hmmm!" menjawab tanpa menoleh.


" Mas, aku tuh ngajak bicara loh!" teriak Claire kesal yang membuat Sada berjingkat.


" Iya iya, gimana?"


" Kamu tuh lagi apa sih? Diajak ngomong malah diem aja!"


Sada terlihat menyelesaikan sesuatu yang tampak begitu urgent saat istrinya mengomel. Jelas ini akan menjadi urusan yang lumayan runyam jika dibiarkan. Membuatnya buru-buru menyelesaikan membalas pesan darurat dengan resah.


" CK, mas Sada ih!"

__ADS_1


" Sory- sory sayang, gimana tadi. Maaf ini tadi urgent!" kata Sada yang kini khawatir.


Claire kesal. Jadi dari tadi ngomong dia tidak di dengarkan? Sialan!


" Tau ah capek aku!" tukas Claire merajuk. Kesal sekali dia. Bahkan matanya mendadak terasa panas dan seperti ingin menangis.


" Lah, jangan marah dong sayang. Maaf aku salah! Aku lagi balas negosiasi sama Yuna!"


Tapi Claire makin bergeming. Sama sekali tak memperdulikan sederet penjelasan Sada yang kini ketar-ketir. Tidak tahu kenapa, makin hari ia makin mudah sekali merajuk seperti itu.


Sada yang tahu jika istrinya ngambek, kini buru-buru menyelesaikan balasan penting itu lalu menutup laptopnya.


" Sayang!" kata Sada merengkuh Istrinya dari belakang. Menciumi pundak lembut istrinya yang menguarkan keharuman vanilla.


" Jangan ganggu. Aku ngantuk, capek!" sewot Claire sembari mengendikkan bahunya sebal.


Tapi Claire bergeming. Ia terlalu kesal. Sepenting itukah urusan bersama Yuna sehingga ia di cueki? Sada akhirnya membalikkan tubuh istirnya pelan-pelan. Menatap seraut cantik tanpa make up dengan muram.


" Kenapa sih dikit-dikit marah, hm?" tanya Sada.


" Kamu chat sama siapa sih? Sampai kupingnya gak denger istri ngomong? Sama wanita bernama Yuna itu lagi?" jawab sang istri menggebu-gebu dan terlihat cemburu.


" Kok kamu cemburu sih? Seharian kan kita ada acara, aku gak sempat balas mereka. Aku udah bilang, Yuna itu sekretarisnya tuan Wong. Jangan salah paham dong sayang!" kata Sada yang berusaha memberikan pemberi sang istri.


Tapi Claire semakin cemberut. Ia terlalu kesal kepada suaminya yang malah tak menjawab obrolan tadi. Mendapati istrinya masih merajuk, Sada lantas mencium bibir manyun itu namun tak ada reaksi.


Hingga, saat tangan kekar itu merayap menelusup masuk ke dada berkuncup yang berisi dan mengembang seiring umur kehamilan Claire, membuat wanita itu mendecak.

__ADS_1


" Buka, kamu jangan nolak!"


Dan tidak tahunya, Claire malah hanyut dalam tawaran paling melenakan itu. Sada bisa melihat dengan jelas raut istrinya yang menggigit bibir bawahnya berusaha meredam pekikannya sendiri.


Apalagi, kecemburuan Claire makin membuat tampilan pria yang mengayun tubuh diatasnya itu semakin menarik.


Sada berulang kali membuat istrinya mendesah. Ia tahu, hormon kehamilan memang kerap membuat mood ibu hamil naik turun.


" Udah apa mau lagi?" tanya Sada yang masih diantara kedua kaki Istrinya.


" Udah ah aku capek! Udah gak kuat. Lemes!" balas Claire lemas.


" Aku masih bisa kalau kamu mau lagi. Biar kamu berhenti cemburu." kata Sada yang masih takut istrinya cemburu.


" Enggak. Aku capek!"


"Dia cuma partner kerja biasa sayang. Maaf deh kalau tadi aku gak jawab!"


Hasratnya kembali meronta. Padahal setiap sering, nyaris setiap hari mereka melakukannya.


Untuk kedua kalinya pria itu membuat Claire lemas dengan lutut bergetar. Pria itu lantas memeluk istrinya sembari berulang kali menciumi kening yang basah karena keringat.


Ia tahu beberapa bulan ini istrinya sulit tidur. Dan dengan hal seperti ini, ia yakin akan sangat membantu Claire agar bisa tidur lebih cepat. Dan benar saja, dalam hitungan tak lama, napas teratur bisa ia lihat. Claire tertidur dengan posisi miring menghadap suaminya.


" Mana mungkin aku bakal tergoda jika kamu saja selengkap ini dalam memberikan paket komplit sayang!" batin Sada seraya menatap dalam wajah ayu yang telah memejamkan mata.


Terkekeh sendiri sebab kecemburuan istrinya lucu juga. Selain bertambah cerewet, istirnya makin gembul. Membuat gemas dan semakin jatuh cinta.

__ADS_1


Sada akhirnya turut memejamkan matanya. Menghela napas seraya mengucapkan syukur dalam hati atas apa yang dia dapat dalam hidupnya saat ini. Keluarga yang utuh, anak-anak yang sehat, saudara yang karib, sahabat yang sebentar lagi juga akan menyingsing kebahagiaan.


__ADS_2