
...🥀🥀🥀...
Usai membidik sang kakak dengan pertanyaan itu, Zara mampu menangkap kilatan kaget dari netra kakaknya saat mereka bertemu pandang. Tatapan sang kakak jelas-jelas mempertontonkan keterkejutan.
Zara benar-benar sangat tertarik ingin mencari tahu, tentang siapa gadis manis yang sempat diajak kakaknya ngobrol begitu lama.
" Siapa dia kak?" tanya sang adik makin getol.
Begitu adiknya semakin mencecar, Zayn malah semakin menjadi ragu. Niat hati ingin menyembunyikan dulu masalah ini, tapi sepertinya intelegensi adiknya sangat tinggi.
" Kami...hanya berteman!" jawabnya ragu-ragu.
Tapi sepertinya, sang kakak bukanlah orang yang jago berkelit.
" Benarkah?" selidik Zara penuh keingintahuan. Terlihat tak percaya.
Zayn mengangguk. Ia sendiri harus mengakui. Sebab kenyataannya memang masih begitu bukan?
" As soon as possible to be Girlfriend?" tebak sang adik dengan senyum penuh arti.
Membuat Zayn meringis kaku. Ketahuan juga akhirnya.
" She's very beautiful!" ucap Zara berkomentar jujur.
Namun yang di komentari hanya menyebikkan bibirnya. Sebab tanpa sadar, perbincangan yang semula terdengar sendu, kini malah bertemakan Melodi.
" Anak kecil ngomongin pacar!" seru sang kakak menjewer pipi si adik gemas.
" Hey, don't say that! Aku bukan anak kecil paman!"
Keduanya malah tergelak bersama sebab teringat dengan jargon bocah cilik dari negeri prindapan, yang menjadi kawan seorang polisi gendut yang kerap lelet dalam menumpas kejahatan.
...----------------...
Semalam Sadawira dan istrinya pulang tanpa membahas apapun. Kendati ada begitu banyak pertanyaan yang ingin Claire ajukan kepada Melodi, tapi tatapan sang suami yang mengartikan sebuah pelarangan tak bisa ia nafikkan begitu saja.
Apalagi, sejak pulang dari rumah Zayn Beberapa waktu yang lalu, adiknya menjadi lebih pendiam.
" Aku harus pulang dulu Clay. Aku akan datang kesini lagi saat Papa tiba nanti!" seru Melodi tiba-tiba angkat suara saat mereka berada di meja makan untuk sarapan bersama.
" Kalau kau masih ingin disini, tak apa Mel. Jangan terlalu keras pada hidupmu sendiri. Kau bisa minta tolong sekretarismu kan?" terang sang kakak demi seraut muram yang penuh misteri.
__ADS_1
Masalahnya, dua hari ini Melodi menjadi heran sendiri, kenapa produksi yang barusaja di lakukan tiba-tiba terkena suspended.
" Kenapa sih, ada masalah?" kejar sang kakak yang makin ingin tahu apa sebab musabab sang adik bermuram durja.
Melodi menggeleng. Jelas ia bukanlah orang yang mudah membagi apapun kepada orang lain. Terlebih perasaannya. Lagipula, ini hanya penundaan, bukan masalah yang serius.
" Soal kau dan Zayn?"
Melodi hampir saja menjatuhkan gelas yang ia bawa manakala mendengar pertanyaan menohok dari sang kakak.
Sada yang berada di antara mereka tengah sibuk meladeni permintaan Neo yang ini itu sampai melirik eksepsi sang adik ipar saking penasaran akan jawaban Melodi.
" Aku gak ada waktu buat mikir itu Clay. Aku...cuman heran, kenapa belakangan ini pasokan barang kena suspended."
" Apa kata karyawanmu?"
" Alasannya, perusahaan Zayn masih banyak stok. Padahal..."
Sadawira langsung termenung. Kenapa bisa seperti itu? Apa sedang ada masalah? Tapi kenapa Zayn tak mengatakan apapun kepadanya?
Namun di sela obrolan serius itu, Melodi justru salah fokus pada Claire yang makan dengan lahap sekali.
" Makanmu banyak sekali Clay? Tumben?" ucap Melodi dengan keheranan yang menjadi-jadi.
Sada bahkan turut memperhatikan istrinya yang memang sedikit berisi sepekan terakhir. Mungkin karena kebahagian itu bisa membuat semuanya menjadi lebih baik.
" Lagi doyan aja Mel. Punya suami itu enak ternyata, dikit-dikit di ingatkan makan. Dikit-dikit dibawain makanan kesukaan. Makanya, cepet-cepet kamu sama Zayn, biar sekalian Papa cari mantu!"
Saat semuanya tergelak, Melodi malah menangkap kejanggalan dari apa yang terjadi pagi ini. Claire yang biasanya menyisihkan sawi hijau di setiap sajian, kini menyantap habis sayur yang di masak oleh Nino.
"Kenapa dia?"
-
-
Melodi kembali ke Indonesia keesokan harinya. Tapi alih-alih bisa berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan, ia malah dibuat stress sebab perusahaan Zayn tiba-tiba meminta seluruh pasokan di hentikan.
Padahal, produksi sedang banyak-banyaknya itu sedang gencar mereka lakukan.
Apa maunya orang itu?
__ADS_1
" Brengsek, kenapa nomornya gak bisa di hubungi sih?" ia mengumpat kesal sebab dua nomor Zayn berikut hotline kantornya tak bisa di hubungi.
Ia ingin meminta klarifikasi kenapa pemberitahuannya begitu mendadak.
Melodi tidak tahu, bila sekarang Zayn mengalami masalah besar. Entah siapa yang memprovokasi, tapi para karyawan hari ini tak ada yang masuk. Hanya beberapa orang saja dan itupun bisa di hitung jari.
" Kenapa ini, An kenapa hari ini mereka banyak yang bolos?" tukas Zayn terlihat naik pitam.
" Saya benar-benar tak tahu Pak. Bagaimana sekarang, kita tidak bisa mengatasi semua ini sendiri?" jawab Andi benar-benar bingung.
" Kamu sudah hubungi perusahaannya Melodi?" tanya Zayn mencoba mengurai benang kusut yang semakin rumit.
" Sudah Pak. Saya terpaksa minta mereka untuk menghentikan dulu produksi barang setengah jadinya. Kita kekurangan orang Pak, mana bisa kita mengolah seorang diri. Dan juga, saya terpaksa matikan dulu tadi telponnya, saya takut Pak!"
" CK, kenapa malah di matikan?" pekik Zayn meradang dengan keputusan Andi yang tak berunding dulu dengannya.
" Sini kamu, benar-benar perlu di tatar kamu ya!"
Andi terlihat murung saat Zayn memarahinya. Ia benar-benar bingung dan tak memiliki solusi cepat tadi. Kini ia harus menelan konsekuensi yang lumayan berat.
Zayn seperti terseret ke dalam labirin yang memiliki jalan buntu. Hari ini jelas hari sialnya, gak diragukan lagi.
" Yu, tolong ambilkan ponsel saya!" seru Zayn terdengar marah.
" Baik Pak!" jawab Dayu yang turut ketakutan.
Zayn semakin bingung, ia seperti telah di permainkan oleh karyawannya sendiri. Dan saat ia membuka ponselnya, ada banyak sekali panggilan tak terjawab juga pesan yang masuk dari Melodi.
Sial!
📱 Melodi: " Brengsek lu ya, gak gini caranya berbisnis!"
Oh damned! Ia yang lupa tak membuka mode silent sejak hari kematian Papanya, benar-benar menyesali hal itu. Melodi pantas jika marah besar kepadanya.
Ia tahu, semua ini pasti gara-gara Andi yang mematikan akses telepon juga hotline mereka. Ia buru-buru menghubungi Melodi namun alih-alih mampu menenangkan, sebuah sahutan dari ujung telepon membuatnya bagai tersambar petir.
" Jangan hubungi aku lagi!"
Deg!
Zayn mencoba menguasai diri untuk bisa tenang dan tak terbawa emosi. Tapi pesan yang masuk dari seseorang yang dia kenal kini membuat segala sesuatunya menjadi terang benderang.
__ADS_1
📱 Tanaphan .W : " Jika kau ada waktu datanglah, atau kau bisa menyebutkan satu tempat dimana kita bisa mengobrol dengan santai untuk membahas kerumitanmu saat ini. Aku punya penawaran bagus untukmu."
" Keparat!" geram Zayn demi menyadari jika ia benar-benar sedang di ancam.