
...🥀🥀🥀...
Zayn kembali ke kamarnya di jam yang terbilang sudah sangat malam. Si brengsek Sadawira lah penyebabnya. Laki-laki itu mengajaknya mencicipi minuman bercitarasa pahit yang kini memberinya sedikit efek pusing.
Semua ini juga gara-gara si Dian yang malah menantang untuk memesan minuman. Alhasil, semua bapak-bapak muda itu malah betah di sana. Ia yang tak bisa lolos dari jeratan maut akhirnya harus menguatkan diri.
Bahkan Andrew yang baru bisa menyusul malam itu sebab tengah ada urgensi di negara lain, malah minum sampai tepar.
Tapi tak apalah, selain sudah terlanjur, toh tak sepenuhnya menggerus kesadaran. Ia masih bisa berjalan tegak tanpa merasa kliyengan.
Ia mencari-cari cardlock yang diberikannya oleh petugas hotel tadi kepadanya, di dalam sakunya. Nomor kamar yang tak mungkin ia lupakan. Kamar spesial yang malam ini bakal menjadi milik mereka berdua.
Dan di saat membuka pintu, ia melihat istrinya sudah tertidur dengan begitu nyenyaknya. Membuatnya langsung trenyuh dan tak tega untuk sekedar membangunkan.
" Sepertinya kau sangat lelah!" gumamnya tersenyum sembari mengecup kening Melodi yang nampak kelelahan.
Tapi itu bagus, istrinya itu jadi tak tahu bila dirinya barusaja minum bersama para sepupu cap setan itu.
Zayn akhirnya menuju ke kamar mandi. Sebab sudah menjadi kebiasaan, ia tak akan bisa tidur jika tak membersihkan dirinya terlebih dahulu. Benar-benar definisi dari menjaga kebersihan.
Zayn merendam tubuhnya ke bak besar berisik air hangat yang begitu menenangkan. Sejenak ia memejamkan mata dan mengucap syukur buat berkat dan melimpah kebahagiaan yang Tuhan beri hari ini.
Beberapa saat kemudian, Zayn terlihat mengenakan kaos abu polos dan celana soft cotton panjang tanpa berniat menyentuh istrinya terlebih dulu. Ya, dia tak tega manakala melihat Melodi yang kini tertidur dengan napas teratur.
Di tatapnya wajah ayu tanpa polesan make up itu dengan senyam-senyum belingsatan.
" Kau milikku sekarang!" gumamannya terdengar seperti bisikan yang lirih.
Zayn yang gemas terlihat menusuk-nusuk pipi Melodi dan membuat gadis itu sedikit terusik.
" Hihihi!"
Asyik juga menggangu itu rupanya.
Tapi pria itu malah semakin keterusan. Zayn dengan jahilnya malah meniup - niup dan terus menusuk menusuk pipi lembut itu dan membuat si empunya sampai melenguh dengan alis bersatu.
Kurang ajar!
Dan saat Melodi mulai terbangun, pria jahil itu spontan berpura-pura memejamkan matanya.
" Tadi itu apaan sih?" gerutu Melodi dengan suara parau karena dia benar-benar masih belum sadar jika ada pria jahil di depannya.
Melodi yang kembali memejamkan mata dengan rasa kantuk yang teramat, hanya bisa mencim sesuatu yang baunya begitu harum tanpa melihat apa yang ada di depannya.
Zayn yang berpura-pura tertidur karena menghindari peluang kena omel sang istri, tidak tahunya malah bablas tidur betulan. Alhasil, malam itu mereka berdua tak melakukan apapun.
Ups, lebih tepatnya belum.
__ADS_1
Namun keesokan paginya, Zayn yang selalunya tidur sendiri dan bangun berdua bersama Joninya yang kedinginan, terlihat begitu tersiksa.
Zayn yang nyaris lupa jika dirinya dan Melodi telah menjadi sepasang suami isteri hampir saja berteriak karena kaget.
" Huft, hampir saja!" katanya sambil mengelus dada pertanda selamat.
Zayn yang telah sadar kini lantas memeluk istrinya yang tidur membelakangi. Dan sialnya, makin Joni menyentuh kulit Melodi, hasratnya malah serasa makin di geber.
" Sayang!" panggil Zayn yang sepertinya ingin menuntut haknya pagi ini.
" HM!" jawab Melodi terdengar normal. Padahal, perempuan itu bahkan tak sedikitpun membuka matanya.
" Ada yang tegak nih, tapi bukan keadilan!" bisik Zayn yang makin tak tahan.
" HM!" balas Melodi lagi. Masih dengan intonasi yang sama.
" Ada yang keras nih, tapi bukan perjuangan!"
" HM!"
Mendengar istrinya yang ham hem ham hem, Zayn lantas merubah panggilan. Ingin mengetes apakah istrinya benar-benar sudah bangun?
" Mel!"
Dan ketika Melodi yang namanya tiba-tiba di panggil langsung membuka matanya, perempuan itu malah terkejut bukan main demi mendapati dirinya di peluk oleh seseorang.
Dug!
" Argghhh!"
Tamat sudah riwayatmu jon!
Maka Dian yang kebetulan lewat di depan kamar pengantin seketika terkejut nakal demi mendengar teriakan yang mengundang ide cabul itu.
" Bener-bener gila mereka. Pasti dari semalaman gak tidur sampai pagi. Jebol jebol deh!" ucap Dian sambil ngacir dan seolah ingin memberikan kabar dahsyat itu kepada semua orang yang kini sedang berada di resto lantai dasar untuk sarapan.
" Kok kamu tendang sih? Masa depan kita nih!" keluh Zayn sambil meringis nyeri sebab si joni tekena tendangan. Mengusap-usap aset berharganya guna memastikan apakah masih selamat.
Melodi yang baru menyadari jika dirinya telah salah seketika menjadi panik. Sumpah itu bukanlah kesengajaan.
" Duh maaf dong. Ya...kamu sih bikin aku kaget!" elak Melodi yang masih tak mau di salahkan.
" Bikin kaget gimana, jelas-jelas kamu ham hem ham hem pas aku panggil!" omel Zayn kesal dengan posisi tangan masih melindungi joni dan wajah yang terus saja meringis nyeri.
Melodi benar-benar murung karena merasa bersalah. Takut kalau-kalau si joni yang di keluhkan suaminya, benar-benar terkena masalah serius.
" Sakit?" tanya Melodi bermuram durja.
__ADS_1
" Nggak! Ya sakit banget lah! Pokoknya kamu harus tanggung jawab kalau si joni sampai pingsan lama!"
Melodi menjengit. Pingsan bagaimana maksudnya? Aneh-aneh saja!
" Ya maaf Zayn. Aku...lupa kalau kita udah nikah!"
" What?" pekik Zayn tak habis pikir dengan jawaban polos Melodi.
" Ya kamu juga sih yang salah. Lagian nih ya, kamu ngapain balik ke kamar tanpa sepengetahuan aku. Kamu semalam balik ke kamar jam berapa Coba? Kan aku jadi lupa kalau aku ini udah jadi istri kamu karena aku tidur sendiri!"
Zayn yang mendengar hal itu langsung merubah air mukanya. Bisa gawat jika Melodi tahu ia balik terlambat karena mereka sedang mabuk.
Dan saat keduanya masih saling hanyut dalam pemikiran masing-masing, sebuah pesan menggelitik masuk ke ponsel Melodi.
" Kami duluan ya. Kalian lanjut aja dulu sampai gempor. Tapi kalau boleh kasih saran dikit, volumenya tolong di kecilin. Dinding koridor ternoda karena suara kalian. Anak-anak housekeeping hotel soalnya kebanyakan masih baru lulus sekolah. So, pakai alam peredam ya kalau lagi mantap- mantap Byeee!"
" What?" pekik Melodi menjengit shock. Apa maksud Dian dengan mantap-mantap?
" Kenapa?" tanya Zayn penuh selidik.
" Pasti salah satu dari mereka ada yang dengar pas kita teriak-teriak tadi!"
" Mereka siapa?"
" CK, Dian cs lah. Nih baca!" tukas Melodi menyerahkan ponselnya kepada Zayn.
" Hah?"
Maka Zayn langsung membaca pesan tersebut dan tertawalah dia sekeras-kerasnya.
" Kok ketawa sih?" proses Melodi yang bingung dengan reaksi sang suami.
" Ya emang lucu kan?" balas Zayn menahan tawanya.
" Zayn ihh, aku kan malu! Ini semua gara-gara kamu. Papa sama Mama pasti ngira..."
" Lah kok aku di salahin. Kan bagus. Jadi papa sama mama kamu bisa langsung tahu kalau kita lagi produksi cucu buat mereka!"
" Zayn! Ihh!" Melodi yang malu langsung pergi melempar selimut. Membuatnya Zayn yang kini tertawa langsung mengajukan pertanyaan.
" Loh mau kemana?"
" Mau mandi!"
BRAK!
Zayn seketika tergelak kencang. Istrinya yang ngambul justru makin membuatnya ingin tertawa.
__ADS_1
" Rupanya enak juga jadi pengantin baru!" gumamnya terkikik-kikik sendiri.