
...🥀🥀🥀...
Bocah tengil itu sepertinya telah berhasil membuat kepala seorang pria di dalam sana kini nyut-nyutan. Beberapa jam yang lalu, Neo memang sempat ketiduran saat resepsi tengah berlangsung di jam sore hari. Membuat Papa David meminta sang pengasuh untuk membawanya ke kamar saja.
Ia yang di temani Mbak Juwi benar-benar tidur sangat lama. Maklum, bocah itu terbiasa tidur siang. Jadi kalau sudah jamnya, maka anak itu otomatis merengek minta bobo.
Alhasil, bocah itu kini melek lebih lama, saat semua orang ingin beristirahat di jam semalam ini.
Melodi sedari tadi kesulitan meredam keponakannya yang berlari bagai anak kijang. Bocah itu kabur setelah berhasil membuat pengasuhnya klenger karena mengejarnya.
Mau tidak mau, Melodi yang sedari awal memang diminta Claire untuk membantu mbak Juwi mengamankan anaknya akhirnya harus bertanggungjawab. Apalagi, alih-alih membuat Neo berhenti menanyakan kedua orangtuanya, kesalahan berucap yang dilakukan oleh Melodi semakin membuat bocah itu tak bisa di hentikan.
" Aduh Neo, udah sama aunty aja. Ayah sama Ibu lagi istirahat di dalam! Kita balik ke kamar yuk, Aunty pesankan makanan yuk?" seru Melodi yang resah bukan main. Ia bukan tak tahu jika sesuatu pasti tengah terjadi di dalam sana.
" Gak mau, Neo bosen main sama mas Bima sama Mas Sena terus. Lagian mereka udah pada ngantuk. Neo mau sama Ayah! Kata Aunty Ayah sama Ibu lagi main kuda kan? " eyel Neo menghentakkan kaki kesal.
Melodi mendecak frustasi demi mengingat kalimatnya sendiri yang bukannya meredam, malam mengompori.
" Gak usah kesana Neo, Ayah sama Ibu kamu lagi capek. Pasti lagi main kuda-kudaan!"
" Kuda-kudaan?"
Sungguh sial!
BRAK! BRAK! BRAK!
" Ayah! Buka pintunya!"
" Ibu!"
" CK! Duh ni anak emang persis kayak bapaknya. Susah banget di kasih tau!" Decak Melodi yang tak tahu harus bagaimana lagi.
Namun derak langkah yang tiba-tiba terdengar dari arah barat deretan kamar mewah, membuat Melodi spontan menoleh.
Zayn?
" Ada apa? Kenapa pada di luar begini?" tanya Zayn yang heran dengan dua manusia beda usia itu.
" Rewel, minta main sama Bapaknya!" sahut Melodi dengan wajah berengut.
" Lah bukannya tadi kamu diminta buat..."
" Iya iya, ini salahku. Masalahnya ni anak tadi siang tidur. Sekarang giliran orang pada ngantuk mau tidur dia yang jadi kalong!" dengkus Melodi semakin tak sabar.
Namun belum sempat Zayn menjawab, pintu yang menjadi korban gedoran Neo tiba-tiba terbuka. Menampilkan Sadawira yang masih mengenakan kemeja putihnya dengan wajah yang terlihat tak baik-baik saja.
" Hey, anak Ayah ternyata, kenapa belum bobo, hm?"
Zayn dan Melodi saling bertukar pandang manakala Sada mengangkat dan menggendong tubuh gempal anaknya dengan wajah yang tak terganggu
__ADS_1
Sepertinya dugaan Melodi mengenai kegiatan manusia di dalam sana rupanya salah. Terbukti dari tampilan manusia itu yang belum membersihkan dirinya alias masih mengenakan kemeja.
" Sory Wir, tapi Neo tadi..."
Ucapan yang mengandung ketidakenakan itu membuat Sadawira paham. Pria itu terlihat mengedipkan mata sebagai kode bagi Melodi untuk tenang.
" Udah nggak apa-apa!"
Neo malah menjulurkan lidahnya ke arah sang bibi yang menggeleng pasrah.
Weekk!!!
" Neo cuman pingin lihat apa Ayah beneran ada di kamar sama Ibu. Soalnya Aunty Mel kan suka bohong!" adu Neo kepada sang Ayah.
Yang di tuduh langsung melebarkan cuping hidungnya. Membuat yang ada di sampingnya seketika tergelak.
" Memangnya tadi Aunty bilang apa?" tanya Sadawira dengan wajah ingin tahu.
" Kata Aunty Ayah sama Ibu main kuda lumping. Kan Neo pingin ikut!"
What?
Detik itu juga tawa Zayn seketika meledak. Pria itu terpingkal-pingkal demi mendengar penuturannya polos Neo. Bagiamana bisa Melodi malah mengatakan hal seperti itu.
Namun yang di adukan malah nyengir sambil garuk-garuk kepala yang tentu saja tidak gatal. " Hihh Neo, udah di kasih tahu juga!"
Sada turut tertawa. Ia langsung menciumi pipi anak karena merasa gemas.
" Gak jadi main kuda lumping? Mana lumpingnya, Neo pingin lihat?"
Dan pertanyaan itu semakin membuat dua laki-laki disana semakin terpingkal-pingkal.
" Lumpingnya lagi mandi!"
" Ayah sama Ibu capek. Gak ada yang main kok. Semua kan masih capek!" balas Sada sabar.
" Yah, padahal Neo pingin lihat!"
" Bocah gemblung, kalau kamu lihat malah gak akan jadi main kuda lumping. Ah elah dasar bocah!"
" Gimana kalau kita jalan-jalan aja?" cetus Zayn yang merasa harus mengamankan Neo malam ini.
" Jalan-jalan? Serius Paman, kemana?" balas Neo teramat tertarik.
" Neo maunya kemana. Tapi apa gak ngantuk?"
Bocah itu menggeleng cepat. " Tadi siang Neo bobo udah sama mbak Juwi, makanya Neo gak ngantuk sekarang. Mas Bima sama mas Sena pasti juga udah tidur semua, adek bayi juga udah bobo sama Bude Eva. Jadi, Neo mau jalan-jalan, boleh kan Yah?"
Sada melirik ke arah Zayn, namun kedipan cabul dari sebuah mata tajam itu seolah menegaskan makna ''serahkan saja padaku. Kau akan aman!'
__ADS_1
" Ayah!" tanya Neo memaksa.
"Anak ini benar-benar." batin Melodi gemas.
" Iya boleh!"
" Yeeeyy!!!"
" Ya udah, kalau gitu kita ajak Aunty juga yuk?"
Namun yang di ajak langsung bereaksi tak setuju. " Nggak-nggak, jangan ngada- ngada. Ini udah malam, aku ngantuk!"
" Yah Aunty. Paman Zayn udah ngajak kita lho. Ayo Aunty! Paman gak capek kan?"
" Enggak aman!"
" Tuh kan Aunty. Ayolah, Paman pasti traktir kita nanti, ayo Aunty!"
Dan demi apapun yang ada di dunia ini, ingin sekali rasanya Melodi menghilangkan keponakannya itu saking cerewetnya.
" Aunty!"
" CK, iya-iya, ayo cepetan!"
-
-
Di dalam lift.
" Kenapa pakai acara ngajak jalan segala sih. Aku capek tahu!" Melodi menggerutu kesal kepada Zayn. Kalau sudah begini, Neo pasti akan bertambah betah melek.
" Sebentar aja, dekat kok. Lagian kamu gak kasihan apa sama mereka berdua?" mencebik memberikan pengertian.
" Ya tapi gak gini juga!" bantahnya kesal.
" La terus kamu maunya gimana?"
Melodi yang mendengar intonasi suara penuh kelembutan seketika salah tingkah. Kalau nada suaranya kalem begitu, Zayn manis juga ya?
" CK, awas besok ya. Pokoknya aku mau ganti rugi kalau sampai aku telah bangun bangun gara-gara ini!"
" Aman!"
Suasana seketika hening. Hanya terdengar suara Neo yang cekikikan menghitung sesuatu yang hendak dia beli. Namun sejurus kemudian,
" Ngomong-ngomong, tadi siang kamu cantik banget. Baju yang kamu pakai cocok juga pas. Sangat sopan namun elegan!"
Membuat yang di puji seketika semakin salah tingkah menahan malu.
__ADS_1
" Apaan sih, gak jelas!" tukas Melodi yang memalingkan wajahnya ke sisi kanan sebab tak ingin ketahuan jika ia sedang grogi usai di puji. Yeah!