My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 128. Permintaan diluar nalar


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


" Ka - kamu se- serius?" tanya Zayn sampai tergagap-gagap sebab tak percaya.


Zayn tersenyum penuh arti.


" Tapi bagaimana bulan madumu Da, aku..."


" Jangan pikirkan. Kesedihamu, kesedihanku juga. Pun sebaliknya!"


Zayn benar-benar merasa beruntung karena memiliki sahabat seperti Sadawira.


"Tadi mereka ada di belakang dia, bantu-bantu orang catering. Tamu kamu banyak banget, jadi mereka...."


Zayn langsung melesat mencari sosok yang di bicarakan, bahkan sebelum Sada menuntaskan kalimatnya. Membuat Sada geleng-geleng kepala.


" Begitu sekali ya kalau orang jatuh cinta!" gumam Sada tersenyum konyol.


Dan benar saja, Claire rupanya ada di belakang bersama Melodi yang berjibaku dengan pembantunya sebab tamu yang datang begitu banyak dan membuat petugas catering kuwalahan.


" Itu bawa dulu aja kedepan. Minumnya jangan lupa suruh ambil lagi!"


" Mbak, itu tolong yang di sebelah keluarkan juga, iya betul itu!"


Namun entah bagaimana ceritanya, Claire yang kini membawa beberapa wadah berisikan makanan bersama anak-anak catering, tak menyadari jika Zayn sudah ada di dapur yang luas itu.

__ADS_1


Benar kata orang, kesibukan yang teramat sangat benar-benar bisa membuat seseorang kehilangan fokus pada hal lain.


Dan saat hendak berbalik, Melodi dibuat terkejut saat nampannya hampir saja menabrak sesok tegap yang kini tersenyum dengan wajah sembab.


" Astaga!" pekiknya karena benar-benar terkejut. Membuat sang empunya badan tersenyum-senyum.


" Kau datang?" sapa Zayn dengan suara lembut yang nyaris membuat Melodi menjatuhkan bawaannya.


Melodi benar-benar terlihat gugup seperti maling yang ketangkap basah demi mendengar suara Zayn. Tapi tunggu dulu, apa itu? Kenapa wajah Zayn lebam-lebam?


Dan tanpa ia sadari, tangan berkulit bersih itu reflek meraba pipi Zayn yang beberapa waktu yang lalu di hajar oleh mendiang Papanya.


" Kenapa wajahmu...?"


Tapi Zayn malah semakin tersenyum senang dan menangkap tangan yang mulai merayap keatas bekas tamparan pedih itu, dengan perasaan yang semakin menggila.


" CK, wajahmu kenapa bisa bonyok begini? Sebenarnya apa yang terjadi?"


Lihatlah, bahkan gadis itu kini terlihat sangat mengkhawatirkan Zayn. Sungguh kemajuan yang pesat bukan?


Dan beberapa saat kemudian, keduanya malah tak sanggup mengatakan apapun dan malah terjebak dalam tatapan yang mendalam satu sama lain.


Bahkan Claire yang hendak masuk menjadi berhenti mendadak demi melihat sang adik yang kini saling bertukar pandang dengan Zayn.


Claire tersenyum di ambang pintu tanpa mengucapkan apapun. Ia memilih berbalik dan meminta crew catering untuk mengambil makanan lain di stand depan. Sengaja membiarkan Zayn mendapat sedikit penghiburan atas rasa dukanya yang teramat dalam.

__ADS_1


Namun sepertinya, tidak semua orang suka melihat Zayn dan Melodi. Olivia yang rupanya masih ada di sana nampak geram manakala menyaksikan hal itu.


" Beraninya dia!" ucap Olivia menahan geram dengan wajah yang menatap benci ke arah dalam.


Ini tak bisa dibiarkan. Ia harus bisa membuat Papanya menuruti semua kemauannya. Termasuk membuat Zayn bertekuk lutut padanya. Harus!


" Kau darimana sayang, Papa mencarimu dari tadi?"


Namun alih-alih menjawab, gadis itu menarik lengan tuan Tanaphan, lalu membisikkan sesuatu hal ke telinga Papanya.


" Apa kau bilang? Itu tak mungkin Vi!" pekik sang Papa kaget setengah mati, sebab tak mungkin menuruti kemauan putrinya yang menurutnya cukup tak masuk akal itu.


Dan reaksi bernada penolakan dari mulut sang Papa kini membuat Olivia sontak naik pitam.


" Kalau Papa gak mau melakukan apa yang Oliv mau, maka biar saja Oliv mati seperti Paman Darius!" ancam gadis itu seraya berteriak.


" Oliv! Kita bis...."


" Lakukan atau olive bakal pergi!"


Dan detik itu juga, otak seorang Tanaphan benar-benar di serbu dengan pikiran yang teramat memusingkan. Bagiamana ini? Apakah dia harus menuruti semua permintaan Oliv yang diluar nalar itu? Tapi jika tidak, ia tentu tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada anaknya.


" Oliv! Tunggu dulu, kita bisa lakukan cara lain yang..."


Namun tindakan berharga mati agaknya merupakan hal yang diinginkan oleh seorang Olivia.

__ADS_1


" Lakukan atau tidak sama sekali!"


__ADS_2