My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 70. Kedatangan sang Ayah


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Waktu sudah sangat malam. Meskipun Zayn sangat kesal dengan Melodi yang sikapnya kerap ngawur itu, tapi sebagai laki-laki jantan ia tentu tak mungkin membiarkan seorang wanita mengemudi sendirian di jam selarut ini.


Melodi yang memang sedikit memiliki rasa takut jika di buntuti oleh orang misterius tadi, akhirnya menerima diplomasi singkat dari Zayn mengenai mekanisme kepulangan mereka.


Zayn meminta Melodi untuk meninggalkan mobilnya di sana. Tak apalah, toh besok ia masih harus kembali ke kantor polisi bukan?


Dan untuk pertama kalinya, Zayn akhirnya kini membiarkan Melodi menggerutu, mengumpat, dan mengomel tanpa merasa terganggu sebab kekesalannya juga tertuju kepada orang yang sama.


Ya, si brengsek Sada benar-benar tak tanggung-tanggung dalam mengerjai mereka.


" Keterlaluan. Udah di tunggu-tunggu, malah ngacir duluan. Dasar brengsek!" kata Melodi yang masih merasa kesal. Bisa-bisanya kakaknya malah pergi dulu.


" Sepertinya mereka tadi sudah melihat kita!" sahut Zayn yang air mukanya masih keruh.


" Gak tahu diri memang!" imbuh Melodi yang sama kesalnya.


Dan saat Zayn masih berada dalam mode kesal- kesalnya, hal tak lazim malah terjadi dan seketika membuat suasana berubah total. Ya, perut Melodi malah berbunyi.


KRUK!


Membuat Zayn menoleh.


" Suara apa itu?" tanya Zayn meliriknya Melodi.


" Memangnya kau tidak dengar? Itu suara paling merdu. Suara yang mengandung kejujuran!"


Zayn menghela napas. Oh common man, apakah Melodi lapar di saat yang tidak tepat?


Dan tunggu dulu, haruskah ia meladeni gadis di sampingnya itu?


"Ayolah, di depan sana ada street food kan?"


" Gak tahu!" sahut Zayn sekenanya dan berhasil memancing kekesalan gadis di sampingnya itu kembali.


" Kau ini sudah lama tinggal di sini masa nggak tahu sih?"


Melodi mendecak tak karuan saking kesalnya.


" Aku tidak pernah makan di tempat yang tidak jelas!" jawab Zayn makin cuek.


Melodi hanya mencibir dengan maksud mengatakan sombong amat!


"Kalau gitu belok di situ aja dulu deh bentar. Aku gak bisa nahan lapar nih! Aku take away kok!" kata Melodi yang kini merengek saat melihat box neon besar bertuliskan nama rumah makan cepat saji yang terkenal seantero jagad.

__ADS_1


" Tidak mau, aku lelah!"


" CK!" Melodi langsung mendecak dan tak menjawab jawaban mengesalkan Zayn.


Orang ini!


Sedetik kemudian, Zayn langsung mengerutkan kening, manakala mendengar suara isakan lirih yang rupanya berasal dari bibir Melodi.


" Dia nangis?" batin Zayn yang tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Ya, sejak dulu Melodi memang tidak tahan soal urusan perut yang lapar. Ia sejak tadi memang belum sempat makan sebab mengurusi Neo.


" Kau menangis?" tanya Zayn yang tak bisa menahan diri untuk tak bertanya.


Namun jawaban yang diterima membuatnya shock.


" Memangnya apa yang kau lihat sialan. Aku ini lapar!" menjawab dengan wajah mendengus dingin.


Lagi-lagi Zayn menghela nafasnya. Baru saja dia kasihan melihat Melodi yang menangis, kenapa sekarang sudah kembali ke mode galak lagi?


Dan entah kenapa, melihat ada gadis yang menangis karena kelaparan membuat Zayn tak tega. Mobil sedan itu akhirnya dibelokkan ke sebuah restoran cepat saji yang buka 24 jam.


" Yasudah di sini saja lah. Lagipula aku malas belok-belok!" kata Zayn yang kini menarik tuas habdbreak.


" Terserah yang penting makan!" sahut Melodi sembari melepaskan sabuk pengamannya dan bersiap turun.


" Kenapa tidak turun?"


" Aku tidak lapar!"


Melodi kontan mencibir, " Ya sudah kalau begitu, aku makan sendiri!"


Zayn tak menjawab dan memilih membuka ponselnya. Ia membiarkan Melodi masuk sendiri sebab makannya akan di take away.


Namun beberapa waktu kemudian saat Zayn mau melihat email-email di ponselnya, si gadis bar-bar itu kembali dan mengetuk kaca mobil Zayn.


TUK TUK TUK


Zayn menekan tombol indikator untuk menurunkan kaca itu dengan wajah datar. Apa lagi sih?


" Apa?" tanya Zayn ketus manakala keduanya sudah saling bersipandang.


Namun yang di tanya malah meringis, mirip seperti orang yang punya maksud terselubung. Membuat Zayn langsung curiga.


" Aku gak bawa uang. Lupa bawa dompet karena buru-buru! Pinjami aku uang dong!" ucap Melodi meringis.

__ADS_1


Zayn yang mendengar itu langsung memutar bola matanya malas. Kalau ada maunya aja baik!


" Merepotkan sekali!" gerutu Zayn yang kini membuka dompetnya untuk mengambil sebuah kartu.


Namun Melodi yang mendapat jawaban seperti itu langsung kesal dan merajuk.


" Apa kau bilang? Merepotkan? Asal kau tahu ya, aku seperti ini bukan karena sengaja. Lagian, mana aku tahu kalau aku bakal pulang bawa mobilmu. Kalau tidak mau meminjami ya sudah. Pergi sana!"


Zayn kembali menghela napas lebih panjang. Repot sekali menghadapi gadis ini. Sebentar galak, sebentar mengesalkan, sebentar membuatnya kasihan.


Zayn lantas memasukkan ponsel lalu keluar dari mobilnya dan mengejar Melodi yang duduk di sebuah bangku panjang melebur kekesalan.


Wajah kusut dan sama sekali tak menunjukkan kegembiraan.


" Ayo! Biar aku bayar!"


Namun Melodi diam karena terlanjur merajuk. Membuat Zayn akhirnya menurunkan egonya.


" Mel!"


Gadis yang sebenarnya terkejut karena Zayn mau memanggil namanya itu masih keukeuh diam sebab gengsi, dan kesal dengan Zayn.


Zayn akhirnya menyerah. Pria itu sejurus kemudian memilih pergi dan meninggalkan Melodi.


Melodi yang di tinggalkan kini mencibir kesal, " Dasar tidak punya perasaan!" rutuknya kesal karena Zayn malah pergi entah kemana.


Melodi akhirnya masuk kedalam mobil dengan wajah berengut. Ia tak tahu kemana perginya Zayn. Dan sekitar sepuluh menit kemudian saat ia tengah sibuk menggulir ponselnya, Zayn tiba-tiba muncul kembali dengan membawa paket combo nasi hangat beserta ayam renyah yang menggiurkan.


" Maaf agak lama, ini untukmu. Makanlah!" kata Zayn sembari memberikan box yang berisikan makanan kepada Melodi.


Melodi langsung tertegun. Tak mengira jika Zayn mau membelikannya makanan.


" Ternyata dia baik juga!"


...----------------...


Semalam saat Melodi datang, Claire sudah tertidur memeluk anaknya. Melodi akhirnya mengurungkan niatnya untuk meluapkan kekesalan kepada kakaknya di malam itu.


Dan pagi ini, saat ia barusaja mandi dan berniat menengok kakaknya, bel tiba-tiba berbunyi.


TING TONG


Ia lantas bergegas menuju pintu sebab ia tahu bila Juwi sedang sibuk membuat sarapan. Menerka-nerka soal siapa yang datang di jam sepagi ini.


Dan saat ia membuka pintu, terkejutlah dia demi melihat Sadawira yang berdiri dengan mengenakan kacamata hitam dan terlihat begitu keren.

__ADS_1


" Apa anakku sudah bangun?"


__ADS_2