
...🥀🥀🥀...
" Kamu ngapain di sini?" Sada otomatis bertanya sebab mereka memang tak janjian untuk datang.
" Lah malah tanya lagi. Ya Jemput adikku lah. Kan dia sama adik iparmu datangnya, gimana sih!" balas Zayn mendengkus kesal.
" Apa?"
Sada tentu saja terkejut. Ia kan memang benar-benar tidak tahu soal kedatangan Melodi. Lagipula, adiknya itu pasti selalu bilang kalau mau datang. Kenapa sekarang dia malah tidak tahu?
" Nah tuh dia!" tunjuk Zayn kepada adik dan gadis yang sangat dia rindukan. Keduanya terlihat sangat canggung, semacam ingin menyapa namun terhalang gengsi.
Sada spontan turut melempar pandangan pada sosok yang kini meringis kikuk. Sepertinya Melodi kini harus siap menjelaskan beberapa alasan kedatangannya, pada seraut wajah yang menatapnya sedikit kesal.
Beruntungnya, mereka berdua tak membawa bagasi yang banyak. Melodi hanya memiliki satu carry on luggage. Sementara Zara hanya terlihat menyandang tas ransel favoritnya. Benar-benar menampakkan niatan yang kuat buat kabur.
Dan kesemuanya itu, memang memudahkan langkah mereka berdua untuk bergerak cepat dibandingkan rombongan Mama Jessika yang sedang menunggu antrian bagasi.
" Mel! Kok kamu gak bilang kalau dat..."
"Sssttt, udah jangan keras-keras. Aku mau kasih suprise ke Mama sama Papa!" sahut Melodi ketar-ketir yang kini lebih fokus ke Sada sebab takut jika kakak iparnya itu salah paham.
Membuat Sada menghela napas pasrah.
Sedetik kemudian, baik Melodi maupun Zayn tak kompak saling menatap satu sama lain dalam waktu yang bersamaan. Mereka tak menyapa ataupun bersalaman namun dalam hati begitu senang. Membuat segumpal rasa grogi makin menjadi-jadi.
Zara yang melihat Sadawira menghela napas ke arahnya malah menjadi sungkan sendiri. Apalagi, Sada kan juga tahu jika dia telah menjadi biang onar. Oh God!
" Ra?" panggil Sada kepada Zara.
" Ya kak Sada!" jawabnya harap-harap cemas. Jelas dia akan kena omel.
" Lain kali jangan buat kakak kamu panik. Kasihan Mama kamu juga!" omel Sada kepada si gadis pecicilan. " Ngapain kamu kabur?"
" Aku..."
Sada menatap murung gadis yang tampak tak menjawabnya itu. Antara kesal juga kasihan.
" Ya sudah. Simpan jawabanmu itu untuk Mama kamu!"
" Iya kak!" balasnya memanyunkan bibir. Malah lebih takut ke kak Sada ketimbang ke kak Zayn.
Sedetik kemudian, Zara menatap kak Zayn yang terlihat berdiam diri. Antara lega juga ingin memarahi. Memarahi karena kenapa harus membuat orang lain tahu jika dia telah berbuat onar.
__ADS_1
" Eh mobil kalian mana? Aku ngumpet dulu deh kalau gitu. Nanti biar Mama dapat surprise. Awas kalau di kasih tahu!" seru Melodi tiba-tiba yang merasa kedua orangtuanya pasti sebentar lagi akan nongol.
" Aku gimana kak?" tanya Zara menunjuk dirinya sendiri.
" Udah kamu ikut dulu sini!" seru Melodi sambil menggeret lengan kurus Zara.
" Loh Mel, Zara mau dibawa kemana?" kata Zayn yang kaget karena melihat adiknya tiba-tiba di gelendeng turut serta bersama Melodi.
" Udah diem aja. Nanti pulangnya sama-sama. Woy kakak ipar, mana mobilnya?" teriak Melodi yang lupa menanyakan keberadaan mobil Sadawira.
" Di tempat biasa. Parkir VIP! Nih kuncinya!" jawab Sada seraya melempar kunci mobil.
Melodi mencibir. Dasar sombong!
Mereka lantas berjalan ke arah mobil Sada yang berada di parkiran. Hendak masuk dulu dan memberikan surprise kepada Papa Leo dan Mama Bella, agar saat mereka membuka pintu nanti, kedua gadis bar-bar itu bisa kompak berteriak.
Namun lagi-lagi malang tak dapat di tolak, serta untung tak dapat di raih. Saat Melodi hendak membuka pintu, seorang wanita misterius tiba-tiba datang lalu menikam perut Melodi dengan gerakan cepat dan tak terbaca.
SRUK!
" Aghhh!"
Membuat Zara seketika terkejut dan refleks berteriak keras.
" Kak Melodi! Hey, siapa kau? Apa yang kau lakukan? Kak Melodi!!! Tolong!"
Mendengar suara teriakan yang begitu keras, banyak sekali orang-orang yang beraliran mendatangi Melodi dan juga Zara. Seketika situasi berubah menjadi tegang dan mencekam.
" Kak Zayn! Kak Sada! Tolong!!!"
Zara yang matanya telah bersimbah air mata dengan tubuh yang gemetaran, sebisa mungkin berteriak bahkan suaranya hingga serak agar dua pria itu dapat mendengarnya.
" Ada apa ini mbak?"
" Astaga mbak, kenapa bisa begini?"
Suara-suara bernada keprihatinan kini makin membuat Zara dilanda kebingungan. Semua yang terjadi benar-benar cepat. Ia bahkan sampai tak bisa melihat siapa orang yang menikam Melodi tadi.
Zara langsung mengambil ponselnya dengan tangan gemetaran. Ia yakin jika kakaknya pasti masih menunggu rombongan orang tua Sadawira.
Dengan gugup dan panik, Zara berusaha menghubungi ponsel kakaknya. Dan sejurus kemudian,
" Ada apa Ra?"
__ADS_1
" Kak Zayn, kak Melodi...kak Melodi di tusuk orang!"
-
-
Zyan yang mendengar suara adiknya menangis kala memberitakan informasi paling mengejutkan itu seketika berlari meninggalkan Sada yang masih saling berpeluk dengan para orang tua itu.
" Zayn! Mau kemana kau?" tanya Sada yang curiga kenapa sahabatnya mendadak berlari.
Namun pria itu tak menjawab dan semakin jauh meninggalkan mereka semua. Membuat kesemuanya saling menatap heran.
" Seperti sesuatu telah terjadi Pak. Sebaiknya kita kesana!" Sahut Janu yang sempat memperhatikan air muka Zayn sesaat sebelum melesat pergi.
Zayn yang telah tiba di lokasi usai menyeruak kerumunan orang dan beberapa petugas airport yang lebih dulu datang, sontak terkejut dan tercekat demi melihat wajah Melodi yang meringis kesakitan, dan darah yang mengalir begitu banyaknya di bagian perutnya.
" Melodi!" teriaknya begitu shock. Tubuhnya kini turut gemetar dengan rasa lutut yang seakan-akan menjadi lemas.
Tak berselang lama, Sadawira yang rupanya turut berlari dan mengejar Zayn, langsung terkejut setengah mati manakala melihat sang adik ipar yang tergeletak dengan darah yang bersimbah.
" Astaga, Melodi!!!" teriaknya kencang dan membuat Papa David, Papa Leo, Mama Bella, Mama Jessika, Janu dan Henry seketika pucat.
Mereka semua lantas mendekat ke arah Melodi yang hanya bisa meringis dengan kesadaran yang perlahan-lahan mulai berkurang.
" Anakku!" teriak Mama Bella yang kini mengguncang tubuh si bungsu dengan kondisi yang tiba-tiba lemas, dan langsung di tangkap oleh Papa Leo yang juga masih shock.
" Astaga, ada apa ini sebenarnya. Kenapa..." Papa David bahkan benar-benar tak bisa berpikir jernih. Ia bahkan tidak tahu jika keponakannya itu tengah ada di Atana.
Suasana benar-benar menjadi tegang dan begitu memprihatinkan. Mama Jessika
" Zara, kenapa bisa begini?" teriak Sada demi kepanikan. Seketika mereka di kerubungi orang baru yang kini sibuk mencari tahu kejadian apa yang sebenarnya terjadi.
" Aku tidak tahu siapa orang itu kak. Tapi saat kami hendak masuk, orang itu tiba-tiba mendekat ke samping Kak melodi, dan tiba-tiba..." jawab Zara menangis bahkan sampai gemetar dan tak bisa meneruskan ucapannya.
" Brengsek!" Sada langsung berlari ke arah uang di tunjuk oleh Zara.
" Bos, tunggu!" Henry dan Janu seketika mengikuti bosnya berlari ke sisi Timur.
Sementara Zayn yang tak bisa berpikir jernih langsung mengangkat tubuh Melodi dan membuat Papa Leo dan Papa David membelalakkan matanya.
" Ra, buka pintunya!" seru Zayn kepada sang adik.
" I- iya kak!"
__ADS_1
" Cepat!"
Zayn panik bukan main, yang ada dalam pikirannya kini hanya menyelamatkan Melodi. Meninggalkan beberapa orang tua yang speechless karena semua yang terjadi begitu cepat dan membuat mereka terkejut.