My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 107. Just you an me


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Laki-laki yang masih di dera rasa pusing akibat hasrat yang terinterupsi itu, hampir saja mengumpat saat mendengar ponselnya berbunyi. Namun sejurus kemudian, Sada menjadi tersenyum-senyum sendiri manakala ia membaca pesan yang rupanya berasal dari Zayn.


📱 " Enjoy your night!"


Huft, nyaris saja ia kesal sebab lupa mematikan ponsel pada malam krusial ini. Ia lantas mengetik sebuah pesan namun urung dikirim sebab pintu kamar mandi keburu terayun.


" Loh, Neo mana? Kok nggak ada?" tanya Claire yang telah mengenakan bathrobe dengan wajah kebingungan. Sebab beberapa menit yang lalu, Sada membuat skenario dadakan dengan meminta dirinya untuk mandi sementara suaminya itu menghandle Neo.


" Aman. Udah sama pawangnya!" sahutnya santai sembari meletakkan ponselnya ke atas nakas dengan wajah tersenyum.


"Siapa?" Claire mengernyit tak paham. Bukankah tadi ia mendengar sendiri Neo yang merengek-rengek minta masuk saat pakaian mereka berdua sudah setengah melorot?


" Ada lah!"


" Wira ih!" kesal Claire kepada suaminya yang malah bercanda manakala ia sedang serius-seriusnya.


Sadawira kontan tergelak saat istrinya kesal akibat penjelasannya yang sengaja di putar-putar. Dan hal remeh temeh itu cukup membuatnya merasa senang.


" Nyonya Sada punya hobi baru kayaknya. Suka marah-marah!" kata Sada sembari memeluk istrinya lalu menciumi kening dingin itu berulang kali.


" Ya kamu sih, orang lagi serius malah muter-muter begitu!" balas Claire merengut.


Sada terkekeh, " Tadi Melodi sempat gak enak sama kita!"


" Jadi Melodi?" tanya sang istri mengklarifikasi.


Suaminya mengangguk dengan wajah yang kini merayap ke leher Claire yang sedikit terbuka. Tak menghiraukan keingintahuan sang istri yang benar-benar serius.


"Terus? Wira ihhh!" kesal Claire kepada suaminya yang terus saja menciumi leher manakala ia sendang serius menginterogasi. Membuatnya merinding.


" Ya nggak terus. Untung ada Zayn datang. Neo diajak pergi. Sepertinya dia insomnia karena tadi siang tidur kelamaan pas habis foto sama kita!" terangnya sambil sibuk menjelajahi bahu harum istrinya.


Claire akhirnya paham. Neo memang begitu kalau tidur kelamaan. Tapi belum juga pikirannya selesai, laki-laki yang kini terus menyerang lehernya membuat kuduk Claire semakin merinding.

__ADS_1


" Wira, mandi dulu sana!"


" Nggak mau. Nanti aja, toh habis ini mandi juga!" balasnya enteng.


" Lah terus kamu ngapain tadi nyuruh aku mandi?" kesal Claire tak habis pikir.


Namun yang di kesali malah tersenyum simpul. Tak mu meributkan kekesalan istrinya yang malah menjadi candu itu.


" Kan ada Neo tadi sayang. Kalau kamu gak mandi, gak akan ada alasan kita untuk mengelak, hm?" jawab Wira sekilas dan langsung meneruskan ke misi berikutnya. Menjelajah ke ceruk sang istri.


" Shhh, ah Wira!" desaah Claire saat lidah pria itu kini merayap ke belakang telinganya. Membuat sensasi aneh tiba-tiba menyerangnya.


Sada tersenyum penuh arti. Kesempatan dan waktu baik terbebas dari gangguan tuyul yang di sediakan oleh Zayn, jelas tak ingin dia lewatkan begitu saja.


" Sebaiknya kita tak mengecewakan Zayn." bisik Wira terdengar lirih dan menggoda.


" Wir..."


Namun belum juga Claire berhasil menyergah ucapan suaminya itu, tubuhnya buru-buru di angkat lalu di baringkan diatas kasur besar yang telah di taburi bunga mawar merah itu secara perlahan.


Claire yang kini tertegun demi melihat kilatan cinta pada dua netra sendu milik Sadawira, seketika dadanya merasa berdebar. Pria yang tubuhnya memang masih menguarkan keharumanmaskulin itu kini membuka pakaiannya lalu melemparkannya dengan asal.


Sada begitu memesona.


Berbeda dari beberapa tahun yang lalu, kini Wira terlihat semakin dewasa dan matang. Terbukti dari semakin liatnya tubuh nan kekar, juga beberapa cetakan otot yang membuatnya makin kesulitan meneguk ludah itu, semakin membuktikan bila pria itu menjaga betul bentuk tubuhnya.


Dada yang bidang, otot lengan yang nampak kokoh, perut timbul yang nampak menggoda, jelas menegaskan bila pria itu pasti memiliki stamina yang bagus untuk bercinta malam ini.


Ia semakin dibuat merinding manakala pria itu kini mulai merayap keatas tubuhnya yang hanya berbalut jubah mandi putih. Claire nampak memejamkan mata manakala bibir dengan bau mint itu kini mencecapnya dengan perlahan dan lembut. Seolah tak ingin buru-buru, dalam menikmati sajian halalnya.


Detik itu juga, dapat Claire rasakan bahwa tangan kekar berotot pria itu kini meremas pahanya yang kini tak tertutup apapun. Membuat segala macam perasaan bernafaskan rindu dan sayang semakin berkumpul. Mendesak lalu memaksa keduanya untuk tenggelam lebih dalam dan dalam lagi.


Dan entah sejak kapan, bathrobe yang semula melekat menutup tubuh mulus Claire, kini telah terlepas dan teronggok begitu saja di atas lantai. Membuat wajah wanita itu bersemu merah.


" Kau masih sama dengan dulu-dulu. Selalu memukau!" puji Sada demi melihat dua bukit yang kencang dan begitu ranum.

__ADS_1


Dibawah pijaran lampu bernuansa hangat, Sada kini melanjutkan perjalanannya menuju bukit yang sedari tadi membuatnya terusik. Bukit yang telah sekian lama tidak ia daki.


Sang empunya seketika merasa dirinya mendapat sensasi yang luar biasa indah manakala kuncup merah jambu itu di sesap si pria. Perasaan yang kini jauh lebih baik dari pada saat keduanya melakukan dalam kesilapan masa lalu itu seakan merobek tabir gelap yang selama ini menaungi mereka.


Di beberapa menit melakukan pemanasan, Sada yang merasa jika hutan di bawah sana telah di datangi oleh musim lembab, memilih untuk bermigrasi. Ia bisa merasakan keharuman khas yang membuatnya betah untuk menjelajah di sana. Semakin lama semakin mendatangkan gulungan ombak yang membuat miliknya turut tak sabar.


" Shhhh!" seketika desahaan dari sang pemilik keindahan makin membuat pria itu bersemangat untuk mencicipi yang lain. Bagai menemukan oase di tengah-tengah padang gurun, Sada tak mau berlama-lama berada di satu titik. Pria jantan itu terus mengeksplorasi bagian lain dan membuat si wanita mengge*linjang hebat.


" Ah!"


Keduanya kini tergulung awan panas yang menuntut mereka untuk memasuki aliran lain di kedalaman sana. Aliran yang jelas bakal menyeret keduanya menuju pusaran kenikmatan duniawi yang pernah ada.


Claire menarik kuat-kuat sprei putih manakala ia merasakan sesuatu yang keras, sesak dan besar kini mendesak masuk ke bagiannya yang paling penting itu.


Membuatnya memekik lirih. Antara nikmat, senang, sakit, ngilu. Berbagi macam rasa yang berbaur dengan luapan cinta serta kasih sayang yang tulus dari suaminya itu benar-benar mampu membuat Claire melupakan segalanya.


Sada kembali meraup bibir sang istri manakala aset berharga miliknya telah berhasil terbenam di lorong waktu yang berada di kedalaman hutan lembab itu. Sembari menunggu sensasi itu menguat, Sada kembali mencecap kuncup merah jambu yang terasa manis itu.


Ia membiarkan penyatuan itu untuk beberapa saat. Sengaja ingin menikmati puncak perayaan cinya tertinggi yang selama ini keduanya tahan lebih kalem. Bahkan untuk mendapatkannya, mereka telah berkorban mati-matian.


Usai merasa puas di titik itu, Sada kini membetulkan posisi Istrinya manakala ia telah siap untuk menghentak. Berusaha memberikan hal baru yang kini akan menjadi suatu kewajibannya sebagai suami. Kepuasaan.


Dan tanpa menunggu lama, kehilangan yang semula membuat keduanya larut dalam awalan cinta, kini berganti dengan derit yang begitu keras dan masif.


Tebaran kelopak mawar merah yang kini turut bergetar, menjadi saksi bisu dua anak manusia yang kini sama-sama berpeluh serta bermandikan keringat keringat. Bahkan pendingin ruangan yang semula terasa berguna, kini dalam sekejap menjadi unfaedah sebab yang dirasakan keduanya hanya rasa panas yang semakin menjadi-jadi.


Sada terus menghentak dan menghujam tubuh istrinya dengan stamina yang kuat dalam durasi yang begitu lama. Tak terbayangkan kini perasaan Claire yang akhirnya bisa merayakan cinta mereka melalui kenikmatan paling gila yang pernah ada.


Claire seketika merasa di cintai, merasa di penuhi, dan merasa bila suaminya benar-benar seorang jantan, yang memperlakukan istrinya dengan sangat baik.


Keduanya masih saling terengah-engah di sela kenikmatan yang ada. Hingga saat Sada merasa cakaran tangan Claire di punggungnya semakin kuat dan menusuk daging, di saat itu pulalah ia berhasil meledakkan sesuatu yang hangat ke dalam rahim istrinya.


" I love you so much Claire! I love you so much!" bisiknya lirih dengan napas yang tersengal-sengal karena kelelahan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2