My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 67. Berhutang penjelasan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Melodi langsung melesat pergi begitu membaca pesan dari kakaknya yang di barengi dengan puluhan panggilan tak terjawab.


Matinya ponsel yang dikarenakan tengah isi daya baterainya membuat Melodi tak mengetahuinya bila ada hal darurat yang tengah menimpa kakaknya.


" Mel, aku kejebak di ruangan. Tolongin aku Mel!"


Melodi yakin jika hal itulah yang menyebabkan kakaknya kini belum juga pulang. Juwi bahkan tercengang saat melihat Melodi yang terlihat sangar malam itu. Wanita itu juga belum sempat melihat ponselnya, karena membantu Neo mengerjakan beberapa tugas malam ini.


" Jaga Neo mbak. Aku mau nyusul Claire!"


" Memangnya ada apa dengan Bu Claire Mbak Melodi?"


" Duh panjang ceritanya. Aku buru-buru jadi gak bisa cerita. Kalau bisa, setelah ini ponsel mbak Juwi usahakan aktif ya?"


Juwita mengangguk. Meski resah, namun ia memilih percaya kepada Melodi.


Namun alih-alih lega usai tiba di kantor kakaknya, sebuah mobil dengan pengemudi yang ternyata adalah pria mengesalkan itu, terlihat membuatnya semakin berang.


" Kamu lagi!" seru pria menyebalkan yang beberapa waktu lalu tak sengaja mencium bibirnya.


Melodi yang geram akhirnya turun usai membanting pintu mobilnya. Tampak meladeni pria kurang ajar itu.


BRAK!


" Mundurin mobilmu!" teriak Melodi sembari memukul kaca mobil Zayn.


" Enak saja. Harusnya kamu dong yang mundur, kau tidak lihat aku sedang buru-buru?"


Kurang ajar, nantang juga orang ini!


Melodi tentu saja naik pitam. Gadis itu akhirnya memilih pergi dari pada meladeni Zayn yang ia rasa malah menghambat tujuannya. Ia tidak tahu kenapa Zayn bisa ada di tempat ini, dan juga terlihat sama terburu-burunya dengan dirinya.


Namun meski ia penasaran, tapi tujuannya datang kemari jauh lebih penting daripada berdebat dengan Zayn. Ya, keadaan yang gelap menegaskan jika sesuatu yang tak beres memang sedang terjadi.


" Hey, singkirkan mobilmu! Kenapa kau malah pergi? Dasar wanita tidak jelas!"


Zayn meneriaki Melodi dengan kesal. Namun jangankan menoleh, menyahut saja tak Melodi lakukan. Gadis itu terlihat berjalan cepat dengan berani menuju ke dalam bangunan yang gelap. Melodi terlihat menyalakan lampu flash ponselnya sebagai sumber penerangan.


" Tunggu dulu. Kenapa wanita itu juga datang kemari?" Zayn bergumam sebentar sebelum akhirnya ia turut menyusul kedalam.


Dalam kekagetan yang ada, Zayn benar-benar semakin bingung kenapa ia bisa bertemu dengan Melodi yang juga terlihat risau.


Pertanyaan demi pertanyaan kini mulai memenuhi otak Zayn. Tentang kenapa Sada memintanya datang kemari, dan kenapa wanita itu juga ada di tempat yang sama. Bukankah ini merupakan suatu perusahan produk kecantikan yang terkenal itu?


Saat masuk, Zayn lebih terkejut karena semua ruangan tampak lebih gelap. Sama sekali tak tersuluh cahaya. Dari jarak dua meter, dalam keredupan cahaya ponsel, ia bisa melihat Melodi yang merunduk dan terlihat seperti menyoroti sesuatu.


Deg!


Mata Zayn sontak membelalak demi melihat seorang pria yang tak sadarkan diri, dan kini tampak di guncang oleh Melodi yang wajahnya pias.

__ADS_1


" Hey, apa yang sebenarnya tejadi?" tanya Zayn yang kini telah berada di samping Melodi.


Namun alih-alih menjawab, Melodi justru memberi perintah Zayn demi kepanikan yang kini mendesaknya.


" Cepat telpon ambulans. Pria ini masih hidup, kita harus menyelamatkannya, cepat!"


Zayn yang seperti terhipnotis, kini langsung meraih ponselnya dan melakukan apa yang Melodi pinta. Kini baik dirinya dan Melodi, menjadi sama-sama panik.


Sejurus kemudian, saat Zayn barusaja berhasil melapor kepada pihak terkait, terlihat lampu mobil yang juga terpaksa berhenti di muka gerbang sebab dua mobil disana membuat lalu lintas terblokir.


" Mereka akan tiba beberapa waktu lagi!" kata Zayn yang langsung di balas anggukkan oleh Melodi.


Tanpa mereka sadari, untuk sejenak keduanya terlihat kompak dan tak lagi mempermasalahkan hal-hal lain seperti biasanya. Semua terfokus pada pria yang kini sedang tak sadarkan diri itu.


Sedetik kemudian, Zayn terlihat menghubungi nomor Sada, dan Melodi menghubungi kakaknya. Keduanya sama-sama tidak tahu, bisa yang di khawatirkan sedang berada di ruangan yang sama.


" CK!" Melodi yang juga tak bisa menghubungi nomor kakaknya turut mengumpat. Membuat Zayn terkejut.


" Tunggu dulu. Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Zayn yang akhirnya kini menyadari kebetulan ini.


" Harusnya aku yang tanya kenapa kau bisa ada di kantor kakakku?" tukas Melodi dengan ketus.


" What? Jadi kantor ini milik Claire?" sahut Zayn yang terkejut setengah mati.


Kini ganti Melodi yang menjadi terkejut. " Kau kenal kakakku?" tanyanya menatap Zayn heran.


Zayn memijat keningnya tak habis pikir. Jadi Sadawira ada di tempat wanita itu?


Melodi tentu saja heran. Ia lantas maju dan bertanya serius kepada Zayn.


" Sahabat?" ucap Melodi mengkonfirmasi ucapan Zayn.


Zayn mengangguk. Ia yakin jika Melodi pasti tidak tahu soal Sadawira. Namun belum sempat Zayn menjelaskan secara rinci, ponsel Melodi bergetar dan itu adalah Claire.


" Halo Claire, kau dimana? Kenapa nomormu susah sekali aku hubungi?"


" Apa kau sudah datang?"


" Aku di bawah. Bersama pria menyebalkan!" sahutnya melirik Zayn yang kini mendengus.


Bisa-bisanya wanita itu memvonis Zayn menyebalkan padahal sendirinya lebih menyebalkan.


Membuat yang berada di ujung telepon menjadi bingung. Pria menyebalkan?


" Ya sudah. Tolong naiklah. Aku adA di ruanganku. Aku terkunci di sini!"


Saat Melodi hendak melesat pergi, sebuah suara pria membuatnya mengehentikan langkah.


" Tunggu!"


Rupanya yang datang tadi adalah trio kocak. Dollar, Janu dan juga Henry. Membuat Melodi semakin mengerutkan keningnya. Kenapa banyak sekali yang datang?

__ADS_1


" Pak Zayn?" sapa Dollar yang terkejut manakala melihat Zayn berada di sana.


" Kalian ada di sini juga?" tanya Zayn tanpa basa-basi.


" Pak Sadawira menghubungi kami untuk datang kemari!" terang Janu yang membuat Melodi seketika melebarkan matanya karena terkejut.


" Apa kalian bilang?"


-


-


BRAK!


Pintu yang terjeblak usai di tendang oleh Zayn kini menampilkan Claire dan juga Sadawira yang bangun dari duduknya secara bersamaan. Membuat Melodi tak percaya dengan apa yang tengah ia lihat.


" Sa- Sadawira?" kata Melodi sampai terbata-bata. Apa yang ia dengar di bawah tadi, kini nyata sudah jika Sadawira yang di sebut adalah Sadawira yang selama ini mereka hindari.


Membuatnya langsung menatap sang kakak untuk mencari jawaban.


Kini baik Zayn, juga Dollar terlihat saling menatap demi mendengar Melodi yang benar-benar terkejut akan apa yang sedang dia lihat.


" Mel, tenang dulu, aku bisa jelasin." Claire buru-buru meraih tangan adiknya lalu memeluknya erat sebelum adiknya itu membuat praduga yang salah.


Zayn dan Dollar yang kini juga terkejut tentu langsung berpikiran yang macam-macam. Kenapa dua orang beda gender itu bisa berasa di ruangan yang terkunci dengan penerangan yang minim.


" Kalian jangan salah paham dulu. Aku tadi dimintai tolong oleh Claire yang terjebak di sini. Ada orang yang meneror. Tadi aku dan orang itu sempat berkelahi, tapi dia kabur dan mengunci kami!"


Dollar, Zayn juga Melodi malah menatap nanar pria itu seolah tak percaya. Membuat Sadawira meneguk ludah, karena tatapan beberapa orang itu sungguh membuatnya tak nyaman.


" Kalau kalian tidak percaya, coba lihat dan perhatikan wajahnya. Semoga itu bisa membuat kalian percaya!" kata Sada yang kini menunjuk ke sudut bibir Claire yang lebam.


Dan saat mereka sedang berusaha memindai wajah Claire dengan tatapan penuh selidik, Henry sekonyong-konyong datang dengan napas terengah-engah.


" Polisi sudah datang. Dan korban sudah di bawa ke rumah sakit. Kita diminta turun untuk memberikan keterangan!"


" Korban?"


Hendry mengangguk menjawab pertanyaan Claire yang terlihat kaget.


" Sepertinya dia adalah petugas keamanan. Ayo, sebaiknya kita turun!"


Melodi mengangguk meski isi kepalanya kini semrawut. Kenapa bisa kakaknya terjebak dan kenapa justru Sadawira yang ada di sana, itu masih menjadi pertanyaan yang belum bisa ia tanyakan.


Sementara itu, Zayn yang kini berjalan beriringan dengan Sadawira terlihat mendekatkan wajahnya ke telinga sahabatnya itu.


" Kau berhutang penjelasan kepadaku!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2