My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 118. Apologies


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Zayn terpaksa meletakkan kembali garpu dan sendoknya ke atas meja. Selera makannya menjadi enyah entah kemana, saat dia di suguhi air muka yang tak bersahabat.


Kendati perempuan itu terlihat menyuguhkan raut kesal, dan alih-alih turut meradang, tapi tidak tahu kenapa Zayn malah menjadi benar-benar tak tega manakala melihat buliran bening yang tak mau berhenti mengalir itu.


" Aku minta maaf. Tapi...seharusnya kau tidak perlu menungguku!"


" Kamu tuh ya, gak peka banget jadi tamu. Kalau kamu gak nginep disini, aku gak akan nungguin kamu tahu!" teriak Melodi yang jengkel. Bahkan sangat.


" Lah, kok malah pergi sih Mel? Mel!"


Zayn sampai berteriak memanggil-manggil si gadis namun yang di panggil malah merajuk dan berlari terus hingga naik ke tangga. Oh ya Tuhan!


Sedetik kemudian, Zayn menatap kaget dua ART yang rupanya menonton mereka berada mulut.


" Astaga, sejak kapan mereka di sana?" membatin resah.


Mbak Yuyun dan mbok Asih kini meringis kaku kepada Zayn. Terciduk secara terang-terangan benar-benar membuat mereka kini malu bukan main.


" Mbak Mel dari tadi nungguin memang mas. Udah bawain aja makanannya ke atas mas!" cetus mbak Yuyun memberikan ide.


Zayn sontak menjadi bingung. Kenapa hanya gara-gara makanan malah jadi bertengkar begini sih? Di pergoki pula. Sial amat!


" Gapapa mbak?" tanya Zayn meminta pendapat sang ART.


" Ya gapapa mas. Mas Zayn kan pacarnya. Kalau kita..."


" Saya bukan pacaran mbak!" sergah Zyan cepat pada praduga yang ngawur itu.


" Iya juga gapapa kali mas. Tapi nganu, mas Zayn aja yang ke atas ya? Saya....gak berani!"


Apa?


Zayn menggeleng tak mengerti. Kenapa semua orang jadi melimpahkan kesalahan kepada dirinya? Apes betul dia.


" Sek tunggu sebentar!"


Zayn terdiam sembari melihat mbak Yuyun mengambil beberapa makanan agar bisa di bawa Zayn ke atas.


" Ini mas, sudah saya siapkan. Tinggal bawa!" kata Mbak Yuyun nyengir. Seolah tak terjadi apa-apa.


Sungguh sulit di percaya, keputusannya untuk menghindari Olivia malah membuatnya mendapat masalah runyam.


" Hah!" ia mengembuskan napas pasrah mengumpulkan segenap keberanian. Ia bahkan harus meminta maaf pada sebuah kesalahan yang sebenarnya tidak dia buat.


Sulit di percaya!


TOK TOK TOK


" Mel!" panggilnya mencoba menebus kesalahan.


Tak ada sahutan. Senyap. Hening. Bisu.


" Melodi!"


" Mel buka pintunya dong Mel. Aku benar-benar minta maaf!"


Sedetik, dia detik, tiga detik. Tetap tak ada sahutan. Membuat Zayn akhirnya menguping dari luar namun rupanya pintu itu tak tertutup rapat.


Zayn yang melihat kesempatan, seketika mendorong daun pintu itu menggunakan lengannya. Sejurus kemudian saat pintu telah terjeblak, ia melihat gadis itu mendengarkan musik dengan wajah cemberut.


Ia kembali menghela napas. Meletakkan nampan berisikan makanan lezat dengan hati ketar-ketir.


" Mel?" panggilnya kembali sembari menatap Melodi meski yang di panggil malah diam dan terlihat kesal.

__ADS_1


Zayn memindai tampilan kamar Melodi. Terdapat banyak gitar, poster vokalis band, juga beberapa foto penyanyi terkenal.


Jelas menegaskan jika dugaannya selama ini benar. Melodi benar-benar tomboy.


Dan melihat kebisuan yang rupanya masih bertahan lama itu, Zayn memutuskan untuk melakukan satu cara.


" Ya sudah jika kau masih marah. Makanlah ini. Mungkin lebih baik jika aku memesan hotel saja. Maaf sudah membuatmu kesal!"


" Apa-apaan kau!" teriak Melodi spontan yang membuat laki-laki itu menghentikan langkahnya. Zayn seketika menarik senyuman licik. Kena kau!


Pria itu langsung berbalik. Menatap seraut pias yang sepertinya baru menyadari kecerobohannya. Damned!


" Sepertinya headset sekarang makin canggih ya? Bisa mendengarkan musik, sekaligus ucapan orang dengan jelas di waktu bersamaan!" sindir Zayn sembari melipat kedua tangannya.


Tapi Melodi yang sebenarnya malu masih berupaya tak terpengaruh. Benar-benar tak mau terlihat kalah.


" Makanlah. Atau...kau mau makan sesuatu selain ini?" tawar Zayn mencoba berdiplomasi.


Melodi menekuri makanan itu sebentar, namun jawaban selanjutnya membuat Zayn lumayan terkejut


" Beli sate di depan!"


" Apa? Sate? Memangnya ada?"


" Belikan aku sate di kang keliling depan dan kita impas!"


" Setuju!"


-


-


" Pake lontong apa tidak mbak?" tanya seorang pria berkaos merah dengan logat khas pula garam yang terbilang ramah.


" Aku gak pedes!" sahut Zayn kepada Melodi.


" Yang satu nggak pedes cak!"


" Beres!"


Keduanya akhirnya diam menunggu. Zayn tak menyangka jika di kawasan perumahan elite ada kang sate yang berjalan keliling menggunakan mobil sejuta umat yang sudah di modifikasi.


" Mau makan sate aja pakai acara merajuk segala. Bilang aja dari awal kalau mau makan diluar. Kan aku nggak perlu repot-repot membujuk!" gerutu Zayn membaik obrolan.


"Eh enak aja ya, semua ini bukan salah aku ya?" elak Melodi yang mendengkus kesal.


" Iya-iya bukan salah kamu. Ini salah aku. Puas?"


Melodi semakin mencibir. Dasar laki-laki tak mau mengalah.


Di sela ocehan yang cenderung lebih bisa di sebut dengan perdebatan, Ponsel Zayn yang semula diam kini bergetar secara terus menerus.


Dan ponsel yang malah di diamkan itu membuat melodi melirik jengah.


" Kenapa gak di angkat sih?" tanya Melodi yang tak tahan.


" Gapapa!"


" Gapapa gimana maksudmu? Gak sopan banget sih. Kalau penting gimana?"


" Enggak!"


" CK, kok gitu sih. Kamu aja gak mau lihat yang telepon itu!"


Laki-laki itu benar-benar gemas dengan Melodi yang terus saja ngoceh.

__ADS_1


" Tuh bunyi lagi tuh, angkat dong. Siapa tahu penting!"


Zayn yang kehabisan stok kesabaran akhirnya mengalah dan menggeser tombol hijau ketimbang mendengar Melodi yang mulai kesal.


Puas lo!


" Halo Vi? jawabnya sesaat setelah tombol hijau tergulir.


" Halo Ze, Kamu dimana? Kata Om Phan kamu di kota S. Aku juga di sini. Kamu lagi di mess mana sih? Aku kesitu ya?"


Melodi tampak terdiam sebab ia ingin tahu dengan siapa sebenarnya Zayn berbicara.


" Emmm, mess di sini tertutup Vi. Besok aja ya?"


"Tertutup gimana sih maksudnya? Lagian kamu ini ngapain musti di mess sih, kan ada hotel banyak!"


Melodi yang mulai curiga melirik tak jemu. Dengan siapa Zyan berbicara. Siapa sosok orang yang dari tadi di panggil Vi itu?


" Besok saja kita ketemu. Aku masih sibuk. Sampai jumpa besok!"


TUT


Melodi yang kini menyangga sebuah piring berisikan sate yang dari tadi ia tunggu, terlihat membidik Zayn dengan penuh kecurigaan.


" Wanita itu?" tebak Melodi tiba-tiba. Membuat Zayn bingung.


" Siapa?"


" Yang waktu itu sama kamu!"


Zayn sekonyong-konyong mengangguk. Bisa apa dia? Bohong pun percuma.


" Dia nyusul kesini?"


" Mel, please gak usah bahas Oliv!"


" Kenapa?" kejar Melodi semakin sebal.


" Mel!"


Melodi akhirnya diam. Apa Zayn tak suka jika hubungan asmaranya di ulik?


Sejurus kemudian.


" Emmm!" seru Zayn dengan wajah misterius.


Melodi yang mendengar suara gumaman langsung menoleh.


" Hemmmmm!" ucap Zayn kembali.


" Hemmmmm!"


" CK, apaan sih ham hem ham hem!" kesal Melodi yang tak lagi bisa menahan dirinya untuk tak ngoceh-ngoceh.


" Ternyata rasanya enak!" balas Zayn dengan wajah berbinar. Membuat cuping hidung Melodi melebar karena benar-benar muak.


" Ya enaklah. Kan aku udah bilang kalau sate langganaku ini enak. Apalagi sambil minum bir!"


" Kau punya?"


" Tentu saja!"


" Kita ke rooftop?"


" Siapa takut!"

__ADS_1


__ADS_2