
...🥀🥀🥀...
Zayn tahu bila memiliki kekasih yang sama-sama sibuk benar-benar membuatnya harus jeli memanfaatkan situasi dan keadaan. Ia yang mendapat undangan dari Sada di acara 7 bulanan adik Neo, menjadikan hal itu sebagai momentum dirinya melamar Melodi.
Selama beberapa bulan terakhir, ia yang menjalani long distance relationship benar-benar tahu arti kata rindu dalam arti sebenarnya. Kesibukan, tanggung jawab, dan tugas yang benar-benar menyita waktu, benar-benar membuat keduanya sering salah paham dan kerap bertengkar.
Seperti pasangan muda pada umumnya, mereka yang kini tak sungkan mengakui perasaan acapkali galau sebab terhalang jarak.
Dan kabar baiknya, ia yang baru sekali mempertemukan Mamanya dengan Melodi pada acara perusahaannya, langsung mendapatkan persetujuan dari wanita tua itu.
Mama Zayn merasa cocok dengan Melodi yang sebelas dua belas dengan anak bungsunya, Zara. Tapi begitulah konsekuensi LDR. Ia hanya harus melipatgandakan kesabaran untuk dapat bertemu.
Ia membawa serta keluarga dari Mamanya yang masih ada, tak banyak memang. Sebab dari garis keturunan Papanya sudah tak ada lagi. Ia ingin membuktikan kepada Papa Leo, jika dirinya memang serius.
Telah rampungnya penyelesaian beberapa masalah perusahaan, menjadikan Zayn kini bisa fokus pada urusan hati dan masa depan. Dian yang berpenampilan paling heboh langsung melesat menyongsong kedatangan keluarga Zayn yang membuat Mama Zayn nyaris saja jantungan.
Ya, pria nyentrik itu terlihat senang karena sebentar lagi sahabatnya pasti akan sold out. Sebuah kejadian yang sayang untuk di lewatkan begitu saja.
" OMG, niat banget Pak bawa pasukan!" seru Dian yang memindai satu persatu orang yang kini berbaris sembari membawa beberapa bingkisan juga seserahan.
Zayn terkekeh saat melihat respon Dian yang tampak heboh. Pria itu sengaja menggunakan cara dimana kedua orangtua Melodi yang notabene merupakan orang asia tenggara yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan, untuk meminang.
Untung Zayn sudah lebih bisa membiasakan dirinya dengan kebocoran mulut Dian yang kerap mengocok perut. Jika tidak, bisa grogi dua kali lipat dia.
" Harus bawa pasukan dong. Biar kalau kamu macem-macem, bisa langsung di bumihanguskan sama mereka!" balas Zayn berkelakar.
Membuat Dian spontan menutup mulutnya.
" Wow, macan!" balas Dian sembari mengedipkan matanya genit.
Papa Leo yang terkejut karena ada keramaian, terlihat datang dengan langkah tergopoh-gopoh. Tak mengira jika mereka yang niatnya hanya akan menggelar 7 bulanan, kini malah sekalian menerima lamaran.
Pria yang usianya lebih dari setengah abad itu tampak bahagia saat melihat adanya indikasi anaknya akan di lamar. Anak sulungnya telah berbahagia dan sedang menanti kelahiran anak kedua, dan anak bungsunya kini akan di lamar oleh pria yang diyakini mampu memberikan kebahagiaan, rasa aman serta cinta.
" Hah, jadi iri!" seru Arimbi tiba-tiba berbicara sembari menyusut sudut matanya tak henti karena terharu. Membuat Deo langsung tersindir.
__ADS_1
Demas dan Eva yang mendengar hal itu seketika cekikikan. Jelas Deo pasti kalah sebab kisah cinta mereka yang dulu terajut kan benar-benar unik.
" Kamu mau lagi kayak gitu, hm?" balas Deo menanggapi serius.
Arimbi hanya mencibir. " Bocah udah dua. Tunggu dulu kenapa baper Pak?" tanya Arimbi menjengit. Maka Demas dan Eva seketika terbahak-bahak.
Papa David yang semula sibuk dengan kelima cucunya kini meminta para ART untuk membantu mengurus anak-anak dulu. Menjadi ikut penasaran dengan keriuhan di depan sana.
Akhirnya, mereka semua menerima keluarga Zayn dengan keramahan. Bahkan Mama Jessika yang masih tak menyangka jika mereka akan datang hari ini, terlihat paling antusias.
" Mohon maaf sekali Bapak, Ibu karena kedatangan kami membuat anda semua terkejut." seru salah satu wakil keluarga Zayn. " Karena keponakan saya memang memang memiliki niat untuk membuat kejutan. Jadi apabila terkejut, menandakan jika niat kami berhasil" pungkas pria berambut putih dengan gaya bicara yang suka berkelakar.
Melodi yang tiba-tiba muncul dari arah belakang dan belum tahu jika Zayn akan melamarnya pada acara kakaknya ini, terlihat sangat malu karena ia sedang sibuk-sibuknya di belakang.
" Astaga. Zayn!" pekik Melodi malu yang membuat kesemua orang disana tergelak.
" Mama ih, kenapa gak bilang kalau ada yang datang. Aku kan jadi malu!" protes Melodi yang malu sebab Wahhab masih coreng moreng.
" Gimana mau bilang, Mama saja juga gak tahu!" balas Mama Bella.
" Makanya, biasakan mandi kalau pagi!" seloroh Zayn yang membuat Melodi makin malu.
Siapa yang tidak tertawa jika sudah seperti itu. Melodi akhirnya lari terbirit-birit menuju ke belakang. Sementara Sadawira dan Claire yang nanti akan di mandikan hanya bisa mematung manakala ruang tamu mereka penuh dengan orang-orang berpakaian rapih.
" Loh mas, mereka?" ucap Claire yang tak dapat melanjutkan kalimatnya saking kaget.
Sada yang melihat Zayn rapih seketika bersedekap. Benar-benar sesuai harapan.
" Udah siap jadi adik ipar beneran nih rupanya!" kata laki-laki yang sedang melaksanakan persiapan itu.
Zayn langsung menyongsong sahabatnya itu lalu memeluknya erat. " Makasih bro buat dukungannya selama ini. Sory juga harus makai hari ini buat acaraku."
" Oh common man! Aku justru senang karena akhirnya hari ini datang juga!" balas Sada menepuk pundak sahabatnya penuh kebanggan.
" Harus latihan dulu biar bisa manggil kakak ipar!"
__ADS_1
Maka semua orang kembali tergelak. Sungguh situasi hangat yang begitu karib. Membuat siapa saja menjadi terharu.
Acara akhirnya di bagi dua sesi. Karena beberapa pendukung siraman 7 bulanan masih di persiapkan oleh tetua yang begitu detail, Zayn yang telah datang secara simbolis dengan membawa cincin , diminta terlebih dahulu untuk menyampaikan niatnya.
" Saya mohon maaf karena membuat kehebohan dan membuatnya semuanya terkejut. Tapi seperti yang kita ketahui bersama waktu saya dan Melodi sangatlah terbatas. Terlebih, besok saya juga harus berangkat ke kota baru." terang Zayn yang ingin membuat beberapa keluarga mengerti.
Pria itu kini tak henti-hentinya menatap Melodi yang sudah berganti pakaian dengan yang lebih sopan. Terlihat sangat tidak sabar.
" Saya tidak bisa berbicara panjang lebar. Tapi yang jelas, tujuan saya datang kemari adalah, ingin melamar Melodi untuk menjadi istri saya." kata Zayn menatap lekat Papa Leo dan Mama Bella secara berganti. Terlihat sangat serius dan begitu sopan. " Semoga, niat baik saya ini bisa di terima!"
Melodi memainkannya ujung jarinya karena gugup dan terharu. Ucapan Zayn barusaja benar-benar menggetarkan hatinya. Dian yang duduk di sebelah Melodi terlihat mengusap punggung gadis itu guna memberikan kekuatan. Turut merasa bahagia dengan langkah baru yang telah tertempuh.
Arimbi dan Eva yang tak kalah bahagianya juga terlihat mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka. Sengaja membuat live streaming dan membuat beberapa jagad Maya heboh.
Bahkan beberapa orang yang ada di Indonesia bisa turut menyaksikan acara itu. Mama Eka, serta Erik yang terlihat menjadi komentator pertama.
" Jahat banget gak di undang!"
" Wah, Om Leo mau mantu lagi nih!"
" Selamat! Semoga lancar sampai hari H!"
Membuat Eva cekikikan bersama Arimbi sebab mereka berhasil membuat onar di jagad Maya.
Kini, usai mendengar ucapan tulus dari Zayn, Papa Leo sendiri lah yang bertindak sebagai penerima lamaran laki-laki tersebut. Jawabnya sungguh sangat singkat. Sebab sejak awal pria itu memang sudah yakin dengan Zayn.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, bahwa ketika anak sudah saling mencintai, sudah selayaknya sebagai orangtua untuk mendukung serta mendoakan yang terbaik bagi kehidupan putra-putrinya.
" Saya terima niat baik kamu Zayn. Tapi saya mengajukan satu syarat!" kata Papa Leo yang membuat semua yang di sana mendadak tegang.
Syarat?
Bahkan Melodi mendadak menjadi membeku. What's wrong?
" Apa itu om?" tanya Zayn terlihat cemas, khawatir dan takut.
__ADS_1
Tapi seringai tipis dari papa Leo membuat Zayn makin kebingungan.
" Saya ingin kalian menikah di Indonesia!"