My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 134. Olivia frustasi


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Pintu mobil yang di banting Sada jelas menegaskan semarah dan sekecewa apa pria itu saat ini. Ia langsung mendatangi Andrew yang infonya kini berada di sebuah tempat hiburan malam.


" Mana dia?" tanya Sada kepada Andrew dengan suara gusar.


" Dia di ada di dalam!"


" Apa yang sebenarnya terjadi?"


" Tenang dulu Da. Sepertinya ini ulah tuan Tanaphan?"


" Tanaphan?" ulang Sada tak percaya.


Andrew mengangguk. "Zayn memintaku menunggu di sini. Aku tak sengaja bertemu dengannya tadi di parkiran. Kau tahu, wajahnya penuh tekanan. Dia hanya sempat bercerita soal Zara yang kabur dari rumah beberapa hari yang lalu!"


" Lalu apa hubungannya dengan Tanaphan?" kejarnya mengurai ketidaktahuan.


Andrew menghela napas perlahan. Sejurus kemudian ia menceritakan apa yang dia dengar dari Tania soal perusahaan Zayn yang karyawannya mogok kerja.


" Saudara jauhnya Tania ada yang bekerja di perusahaannya Zayn. Dan Tania baru bercerita kemarin kepadaku!"


" Apa? Kenapa aku bisa tidak tahu?" pekik Sada heran. Ia tak habis pikir, kenapa Zayn tak bercerita kepadanya?


" Sepertinya Zayn tak mau merepotkan kita. Kau tau sendiri kan, dari dulu dia memang paling tertutup diantara kita." kata Andrew menepuk bahu Ayah Neo itu.


" Apa yang dipikirkan anak itu. Kita harus masuk kedalam!" gumam Sada berkacak pinggang. Semakin tak mengerti dengan jalan pikiran Zayn.


" Aku akan menyusulnya!"


" Jangan dulu. Biarkan Zayn melakukan bagiannya!" tahan Andrew tak membiarkan sahabatnya itu gegabah.


Sada mengeram kesal. Sahabatnya sedang dalam keterpurukan tapi ia malah baru tahu.


Di dalam, Zayn yang datang seorang diri terlihat tenang dan air mukanya datar saat berhadapan dengan Tanaphan.


" Jadi, bagaimana? Apa kau sudah menentukan tanggalnya? Aku tidak bisa lagi untuk terus berjanji kepada putriku!"


Zayn tak tak langsung menjawab. Ia terlihat menggerus sebatang rokok yang semula ia hisap.

__ADS_1


" Kembalikan dulu adikku!" ucapnya langsung. Membidik dua netra Tanaphan tak ramah.


" Adik, kau ini membicarakan apa?" keluh sing konglomerat tak mengerti.


" Kau kan yang menculik Zara?"


Tanaphan tergelak bebas. Ia benar-benar tak tau apa maksud laki-laki yang digilai putrinya itu.


" Aku tak tahu dan tidak mau tahu dimana adikmu itu. Tapi jika kau masih bersikukuh dengan pilihanmu. Maaf kan aku anak muda, aku juga harus melakukan apa yang musti aku lakukan!"


-


-


Sementara itu, dibelahan bumi lain, seorang Melodi benar-benar geleng-geleng kepala manakala melihat gadis bernama Zara itu memakan makanan dengan begitu rakusnya.


" Kenapa kakak melihatku begitu?" tanya Zara saat merasa dirinya di tatap lama oleh Melodi.


" Kok ada ya orang macam kamu!" tukasnya demi rasa heran tatkala menatap si gadis melahap burger yang baru dia belikan hanya dalam beberapa gigitan.


Ya, Melodi terpaksa menampung gadis tengil itu kedalam rumahnya. Selain tidak tega, entah kenapa ia menjadi sangat kepikiran jika harus meninggalkan Zara begitu saja.


Membuat Melodi mengembuskan napas pasrah. " Aku ngelihat kamu makan aja udah kenyang!"


Zara langsung memanyunkan bibirnya.


" Aku udah pesankan kamu tiket. Besok kamu pulang!" kata Melodi melipat kedua tangannya mendakwa Zara yang masih sibuk memamah biak.


Zara langsung menjengit kaget, " Aku gak mau pulang!" jawabnya menolak. Membuat Melodi langsung berdiri karena kesal.


" Eh soledad! Mama kamu sama kakak kamu pasti lagi nyariin! Lagian nih ya, aku gak mau sampai jadi orang yang di salahin nantinya!"


Zara langsung meletakkan sisa gigitan burger nya. Selera makan mendadak menguap ditiup angin. Ia kini menjadi lesu. Menatap wajah Melodi penuh harap.


" Bisakah kakak juga ikut? Aku takut dengan kak Zayn!"


" Hah?"


-

__ADS_1


-


Di kediaman Tanaphan.


PRYANG!!!


Olivia menghancurkan deretan parfum mahal miliknya manakala sang Papa datang dengan membawa kabar yang paling tak ingin dia dengar.


" Aku gak mau tahu, pokonya aku mau Zayn harus menikah denganku Pa. Aku gak mau tahu!" teriaknya yang sama sekali tak ingin mendengar jawaban tidak.


Tuan Tanaphan sampai bingung. Apakah ini merupakan bentuk kesalahannya karena terlalu memanjakan putri semata wayangnya sejak kecil?


Ia yang di tinggal pergi oleh istrinya untuk selama-lamanya memutuskan untuk tak menikah lagi, dan lebih memilih menyewa jasa wanita profesional untuk memuaskan hasratnya, sehingga membuat Olivia dibesarkan dengan uang. Bukan dengan kasih sayang, serta cinta kasih yang lumrah dari sosok seorang Ibu.


Namun sepertinya, tindakannya yang dulu kerap mudah mengatakan iya kepada sang anak, kini menjadi bumerang untuknya.


" Aku bahkan sudah melakukan segala cara nak. Bahkan perusahaan Zayn sudah di ujung tanduk. Tapi mereka lebih memilih miskin daripada menikahimu nak!" terang tuan Tanaphan dengan wajah murung. Berusaha meyakinkan sang anak bila dia telah melakukan upaya yang begitu maksimal.


" Tidak! Tidak!"


Olivia yang tak mau mendengar apapun, kini mulai histeris. Gadis itu malah meraung-raung dengan menjambak rambutnya sendiri. Membuat tuan Tanaphan seketika memanggil para maid nya untuk membantu dirinya mengurusi Olivia.


" Ana! Ana!"


" Saya tuan!"


" Tolong bantu saya!"


" Astag, nona Oliv!"


Tuan Tanaphan yang panik, hanya bisa menahan dadanya yang sesak tatkala melihat anaknya kini di berikan suntikan obat penenang agar dia tak mengamuk.


" Bawa Zyan padaku Pa!" ucap gadis itu dengan tingkat kesadaran yang mulai melemah.


" Bawa Zayn Pa!"


" Bawa Zay..."


Suara Olivia semakin terdengar lirih manakala suntikan itu mulai bereaksi. Ia benar-benar tak tahu lagi harus melakukan apa saat ini. Satu-satunya yang dia miliki hanyalah anaknya. Tapi mengapa membuat seorang Zayn untuk bertekuk lutut kepadanya begitu sulit dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2