My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 89. Mencarimu


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Usai menindas Zayn dengan cara paling mematikan, dan akhirnya berhasil membuatnya mengantongi lokasi dimana Sadawira berada, Melodi bersiap-siap untuk pergi.


" Terimakasih. Kali ini, kau berguna juga!" ucapnya sembari menautkan kancing bajunya kembali tanpa rasa berdosa. Ia bangga dan cenderung tersenyum puas demi membuat Zayn mati kutu.


Zayn mendengkus. Tentu saja ia kesal. Belum pernah dia kalah dari wanita. Dan seumur- umur, ia baru bertemu wanita bar-bar hanya dengan Melodi. Sialan.


Namun sejurus kemudian Zayn balik tersenyum licik. Sepertinya ia bisa membuat Melodi tak berkutik dengan sesuatu yang tiba-tiba mampir ke pikirannya.


" Terimakasih juga. Karena kebaikanmu, sepertinya sekarang kita sudah punya video untuk kenang - kenangan!" seru Zayn tersenyum penuh maksud kepada Melodi.


" Apa maksudmu?" balas Melodi dengan alis berkerut. Tak mengerti dengan arah ucapan si pria tampan.


Zayn maju mendekat ke wajah Melodi dengan senyum penuh arti." CCTV yang akan berbicara!"


" Apa?"


-


-


Claire langsung pergi usai menerima pesan dari adiknya yang menunjukkan sebuah alamat yang lumayan jauh. Ia tak memberitahukan kepada Papa Mamanya soal kepergiannya. Ia juga meminta Melodi yang sedang uring-uringan entah karena apa untuk segera kembali.


Bagiamanapun juga, ia harus bisa membawa Sadawira kembali. Cukup sudah, ia ingin menyudahi segala penderitaan Neo. Neo berhak bahagia dan tahu semuanya. Meski itu artinya, potensi pertengkaran dengan sang Papa juga semakin besar.


Kali ini, Claire sendiri yang akan mendatangi Sadawira. Bahkan jika perlu, dia akan memohonkan dan bertekuk lutut agar pria itu sudi menemui anaknya yang tak bisa diajak kompromi. Apapun akan dia lakukan.


Sebab rupanya melihat Neo jatuh sakit dengan keadaan terus mencari-cari Sadawira ternyata jauh lebih sakit ketimbang di tampar oleh sang Papa


Apapun akan dia lakukan demi anaknya. Bahkan meski ia harus melewati aral, onak duri, serta semak belukar kehidupan sekalipun. Dia akan melakukannya.


Alamat yang di berikan menunjukkan sebuah lokasi di pedesaan. Claire bahkan sempat berkali-kali tersesat saat mengikuti peta tunjuk dari google map.

__ADS_1


" Terus saja mbak. Nanti ada jembatan besar, belok kiri!"


Ketidaktahuan akan tempat antah berantah jelas membuat Claire kesulitan. Menjelang sore hari, ia di kabari oleh Melodi jika Neo akhirnya mau makan.


Benarkah jika anaknya masih marah kepadanya?


Kenapa Neo mau makan jika di suapi Melodi?


Ia melewati pepohonan kapas yang tengah berbuah. Tumbuh subur di sepanjang jalan yang sebagian aspalnya sudah terkikis debit air. Udaranya cukup sejuk dan pemandangannya cukup asri. Meski ia kini harus bolak balik mengecek HP sebab takut kalau-kalau dia salah jalan.


Karena ragu dia akhirnya bertanya pada seorang petani yang sedang beristirahat. Dari pancaran wajahnya, Claire meyakini jika wanita berusia lanjut itu agak kaget saat ia menanyakan alamat yang diberikan oleh Melodi.


" Nona datang sendiri?"


Claire mengangguk.


" Semoga kebaikan nona di balas oleh Tuhan!"


Ia heran. Kenapa Sadawira malah pergi ke tempat seperti ini? Tempat yang sunyi dan nyaris tak ada tanda-tanda kehidupan. Apakah pria itu berniat mengasingkan diri?


Membuatnya tiba-tiba mendecak kesal.


Usai menghabiskan perjalanan selama tiga puluh menit dari tempatnya bertanya tadi, Mobil Claire akhirnya berhenti di depan sebuah rumah besar yang tampak sunyi.


Pohon beringin besar yang tumbuh di pelataran rumah besar itu makin menguatkan kesan angker dan seram. Ia lantas menghubungi Melodi, menanyakan apakah dia tak salah memberikan dalam memberitahu alamat.


" Ya pasti benar lah. Jika Zayn sampai berbohong kepadaku, akan aku piting lehernya sampai mampus!"


Namun saat baru saja ia menutup pintu mobilnya, seorang kakek tua yang tiba-tiba muncul membuatnya terkejut bukan main.


" Cari siapa Non?"


Claire sampai berjingkat saking kagetnya. Wanita itu kini menatap ragu kakek tua yang mengenakan pakaian sederhana cenderung seadanya itu.

__ADS_1


" Sa- saya mencari...."


-


-


Claire tak menduga, di balik rumah yang di depan terkesan angker dan mengerikan, terdapat puluhan hampir ratusan anak-anak lintas usia yang gembira dan bermain serta belajar.


Kakek tua tadi mengaku merupakan orang yang bertanggungjawab membersihkan kebun di belakang rumah itu.


Ia diminta menunggu sebentar. Semoga saja pria tua itu tak bohong.


Claire memperhatikan dinding besar yang menggantung sebuah foto ukuran besar, dimana foto itu memuat puluhan anak yang bergerombol di depan sebuah rumah.


Dan matanya makin membulat, saat sosok yang dia cari beberapa hari ini, turut berada di dalam foto itu.


Ya, jelas pria berkaos hitam yang duduk di antara para bocah dan anak-anak itu adalah Sadawira. Pria tampan itu nampak turut tersenyum bersama anak-anak yang juga mengenakan segaram kaos.


" Siapa sebenarnya kamu Wir? Kenapa..." batinnya mendadak bingung dengan apa yang dia lihat.


" Bu, Bapak ada di belakang!"


Ia terkejut sebab lagi-lagi kakek tua itu muncul secara tiba-tiba.


" Bapak? Apa yang di maksud Wira? Kenapa tak mau menemuiku?"


Claire akhirnya berjalan mengekor di belakang kakek tua itu dengan ketar-ketir. Semakin kedalam ruangannya semakin bersih. Namun lukisan-lukisan abstrak yang terpajang membuatnya merasa agak lain.


" Saya tinggal dulu!"


Claire mengangguk. Namun tak berselang lama, ia sontak membelalakkan mata manakala melihat pria yang paling dia cari berdiri dengan wajah sayu. Cenderung layu.


" Wira!"

__ADS_1


__ADS_2