
...🥀🥀🥀...
Zayn yang datang kesana karena permintaan Olivia, terlihat melalui Melodi begitu saja saat gadis itu mulai membetulkan posisinya dengan wajah canggung.
Zayn pura-pura tak melihat dan membiarkan lengan kekarnya di gamit oleh Olivia. Padahal, ia tak pernah seperti itu.
" Bukankah dia temanmu kemarin?" bisik Olivia saat mereka menemukan meja kosong.
" Bukan. Kau pasti salah lihat!" sahut Zayn asal. Lebih memilih sibuk membuka ponselnya.
" Masa sih? Sepertinya benar!"
Tapi Zayn memilih diam. Ia bisa melihat Melodi begitu dekat dengan pria itu. Tapi siapa? Membuatnya benar-benar kehilangan mood.
Melodi yang kini begitu canggung sampai tak tahu harus bersikap bagaimana. Ia terlalu kaget sebab tak menduga jika akan bertemu Zyan dengan keadaan sarat salah paham seperti tadi.
" Ba- baiklah. Aku terima tawaranmu!" ucapnya terbata sebab tidak tahu kenapa ia kesal melihat Zayn bersama wanita itu.
Arshaka seketika tergelak tak percaya. Pria itu tak tahu saja jika Melodi menerima tawarannya itu karena ingin membalas Zayn.
Ia dan Zayn saling melempar tatapan penuh kekesalan. Dapat ia yakini, Zayn pasti tak tahu kan kalau dia disana. Dasar buaya!
Eh, tapi tunggu dulu. Kenapa dia harus cemburu begini sih? Ah sial, bahkan dia sudah terlanjur menyanggupi permintaan Sakha. Seharusnya dia bisa langsung saja pergi kan?
Tapi gerik keduanya yang cukup mengganggu itu malah mensugesti Melodi untuk tinggal lebih lama tanpa berpikir panjang.
" Ini anggur terbaik yang di kirim dari Soebardjo Vineyard!" kata Sakha yang mulai menuang minuman itu kedalam gelas kosong di depannya.
" Soebardjo? Nama Indonesia?" tebak Melodi dengan alis berkerut
Sakha mengangguk, " Mereka berasal dari sana. CEO nya sekarang yang namanya Sakti Buana. Tahu enggak?"
Melodi mengangguk, dalam sekejap situasi yang tegang kini melonggar hanya karena membahas soal perkebunan anggur yang di miliki oleh orang yang berasal dari Indonesia
Ia memang pernah mendengar nama itu. Rumor yang terdengar pria itu ditemukan belum lama ini dan kini menjadi pewaris tunggal The Soebardjo Vineyard. Sunggal hidup selalu menyimpan banyak kejutan.
Membicarakan soal Sakti, membuat Melodi tertarik. Kenapa Sakha bisa tahu banyak soal Indonesia?
" Kamu kok tahu kalau..."
Sakha terkekeh, membuat kalimat Melodi menggantung di udara. " Aku juga berasal dari Indonesia. Aku lahir di sini. Karena krisis di tahun berapa itu aku lupa, Mama sama Papa menetap di sini. Terus jadi buat ini deh!"
Melodi tercengang. Bukankah mereka masih asing? Tapi kenapa Arshaka malah bablas bercerita soal keluarganya?
" Apa kau selalu seperti ini?"
" Maksudnya?"
__ADS_1
" Ya, aku kan orang baru. Bahkan kau belum tahu namaku, tapi kau sudah berceritakan soal keluargamu!" oceh Melodi tak habis pikir.
Pria itu kembali terkekeh. Sepertinya Sakha merupakan orang yang seru.
" Tak tahu namamu itu kan karena kesalahanmu!"
Melodi mencebik. Namun sedetik kemudian ia mengakui hal itu.
" Kalau soal keluarga, aku emang senang sharing ke sesama orang Indo. Rasanya seperti bernostalgia aja. Aku sudah lama tak datang ke Indonesia!"
Tapi di sela obrolan asyik, pandangan Melodi justru bertumbuk pada Zayn yang kini mengusap bibir Olivia menghubungkan tissue. Semakin membuatnya kesal.
" Sengaja banget pamer!" batin Melodi kesal.
" Kalau begitu ayo!"
Sakha bingung menatap tangan putih Melodi yang kini tergantung di udara tepat di depannya.
" Aku Melodi!" kata Melodi yang kini mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
Arshaka kini tersenyum. Sungguh gadis yang unik. Ia lantas menjabat tangan Melodi erat. Perkenalan yang cukup aneh dan menggelitik.
Namun siapa nyana, dari jarak kejauhan, Zayn merasa Melodi sedang menikmati tangan yang di sentuh bebas oleh pria itu. Membuatnya mencengkeram gelas lebih erat saking geramnya
" Dasar gampangan. Kemarin bersamaku begitu membuka isi dada, sekarang dengan pria lain!" gumam Zayn lirih. Membuat Olivia menoleh.
" Apa yang kau bicarakan Zayn?" tanya Olivia tak mengerti. Kenapa Zayn bergumam aneh?
Sial!
Olivia mengangguk meski sebenarnya dia masih heran. Tapi tanpa Sakha dan Olivia ketahui, dua manusia itu saling melempar tatapan penuh kekesalan yang benar-benar tak berdasar. Melodi yang cemburu kepada Zayn, dan Zayn yang juga terusik akan pemandangan di depan sana.
Benar-benar aneh.
-
-
Melodi memutuskan pulang sebab selain sudah mulai pusing, ia juga merasa sudah terlalu lama berada diluar. Bahkan waktu sudah menunjukkan nyaris dini hari.
Ia tadi melihat Zayn pergi lebih dulu. Sakha yang membuatku soal teknik berbisnis di era digital ini membuatnya sedikit tertarik. Benar-benar pria yang ramah ilmu.
Sakha baru mengizinkan pulang usai mendesak Melodi untuk memberikan nama akun Instagramnya. Usai saling follow Melodi kini benar-benar pergi.
Namun siapa sangka, di dalam mobil gadis itu malah terdapat sosok pria yang sedari tadi membuatnya kesal karena asyik bermesraan dengan wanita lain.
Zayn!
__ADS_1
" Bagaimana bisa kau berada di dalam mobilku? Kau mau mencuri, keluar kau!"
Namun yang di hardik justru menarik lengan Melodi dan berhasil membuat gadis itu kini masuk dan mengunci pintunya.
Dapat!
" Apa yang kau lakukan? Ini mobilku, bagaimana kau..."
" Berikan kuncinya!" sela Zayn tak memperdulikan ocehannya Melodi yang selalu membuat telinganya sakit.
" Apa?"
" Berikan kuncinya!"
Melodi yang kesal tentu saja tak memberikan. Apa-apaan ini?
" Ini sudah malam dan kau minum sangat banyak. Kenapa kau tidak minta antar pacarmu tadi saja!" ucap Zayn dengan wajah datar cenderung sebal.
" Oh jadi kamu cemburu?" balasnya dengan wajah menye-menye.
"Mel, jangan menjadikan keselamatan sebagai lelucon. Berikan kuncinya dan aku akan mengantarmu pulang!" hardik Zayn yang enggan berdebat lagi dengan Melodi.
Melodi yang melihat wajah Zayn mulai marah kini memberikan kunci itu meski dengan cara kasar. Namun alih marah, sedetik kemudian tiba-tiba ia merasa tersanjung dengan perlakuan jantan Zayn yang malam itu ternyata mencemaskan dirinya.
Tapi kemana Olivia? Bukankah mereka tadi datang dan keluar bersama?
"Pakai sabuk pengamanmu!"
" Cerewet!"
Keheningan kini tercipta. Zayn mengemudi dengan wajah keruh cenderung kesal. Sementara yang baru memasang sabuk pengaman terlihat memberengut.
" Kenapa jadi kau yang marah? Aku bisa pulang sendiri!" ucap Melodi memecah keheningan.
" Dan membiarkanmu pulang dalam keadaan mabuk, iya?"
" Aku tidak mabuk!"
" Oh ya? Menghabiskannya banyak minuman bersama pria kau bilang tidak mabuk?"
Damned, mereka bertengkar!
" Kenapa kau malah mara - marah? Aku saja tidak marah saat melihatmu bersama Olivia!"
" Lah, kenapa kau juga harus marah?"
Double damned!
__ADS_1
Melodi langsung memejamkan matanya demi menyadari jika ia tengah terpeleset ucapannya sendiri. Membuat wajah gadis itu seketika memerah karena malu dan kesal.
Zayn sialan!