My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 108. Pengasuh konyol


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Sada tampaknya benar-benar kelelahan usai mengeluarkan bukti nyata puncak rasa cintanya itu. Kenekatan untuk unboxing saat seharusnya ia memilih menjeda waktunya untuk beristirahat, kini harus di bayar dengan rasa lutut yang lemas dan napas yang kembang kempis.


Claire seketika terkekeh-kekeh demi melihat ekspresi wajah suaminya yang staminanya kini terkuras habis.


" Makanya jangan suka nekat!" seru sang istri yang kini memiringkan tubuhnya memeluk tubuh suaminya yang basah karena keringat


" Gak papa. Ini juga udah lumayan. Test unboxing. Next kamu deh pegang kendali. Tenang aja, masih banyak kesempatan!" jawab Sadawira berkelit.


Tapi Claire hanya mencibir. Bilang aja enggak tahan!


" Pikirin tuh tuyul!" tukasnya seraya membenamkan wajahnya ke dada bidang suaminya yang kini tak tertutup apapun itu.


" Aman. Kita masih bisa sewa jasa Melodi dan Zayn!"


Kedua kini sama-sama tergelak. Membayangkan Melodi yang suka menggerutu dan ngomel, dengan Zayn yang mudah terkejut dan serius, ditambah kelakuan Neo yang licin seperti belut laut jelas membuat hal itu semakin mengocok perut.


" Sudah jangan ketawa terus, nanti kuping mereka panas lagi. Kita istirahat sebentar lah. Habis ini mau lagi!"


" Apa, terus mandinya kapan?" balas Claire memanyunkan bibirnya.


" Besok pagi!"


" Wira!!!"


-


-


Di lain pihak, Zayn yang sedari tadi mengemudikan mobilnya berputar-putar mencari tempat yang cocok, akhirnya memilih berhenti di sebuah bazar street food yang seperti buka hingga dini hari.


Pergi tanpa planning yang matang ternyata bukanlah hal yang bagus. Terbukti Zayn kini benar-benar bingung mencari pilihan tempat, sebab yang buka di jam semalam itu hanyalah tempat untuk para manusia nocturnal.


Dan sialnya, ia harus memiliki tempat yang cocok untuk Neo.


" Kita disini aja. Itu ada mainannya di dalam, kita juga bisa beli makanan nanti!" kata Zayn yang kini menarik tuas hand rem.


" Kok ada beginian di sini?" balas Melodi yang celingak-celinguk membaca papan nama besar di depan. Menunjukkan satu baliho besar yang memuat tema kegiatan.


...Atana Night Amazing...


" Kayaknya ini program pemerintah yang kerjasama sama youth founder buat meningkatkan kunjungan wisatawan sama vlogger pecinta kuliner"


Melodi mengangguk tak membalas sebab jawaban yang ia dapat, lebih dari sekedar narasi informatif.


Neo yang keburu takjub melihat sederet pemandangan cantik seperti terhipnotis. Bocah itu terlihat berjingkrak-jingkrak tak sabar. Mirip orang yang seabad tak diajak keluar dari kandang.


Melodi yang sebelumnya tampak malas-malasan kini juga terlihat menjadi sangat antusias. Kantuk yang semula mendera juga mendadak lenyap entah kemana.


" Paman, aku mau yang di sana itu, yang warna-warni!" tunjuk Neo kepada stand yang pintunya terbuat dari kaca besar, yang penjualnya tampak atraktif manakala menyajikan rambut yang dijual. Rambut nenek.


" Oke setelah ini kita kesana, tunggu ebentar ya?" jawab Zayn yang tiba-tiba membuka jaket yang semula ia kenakan. Entah akan di apakan.


Neo yang duduk di jok belakang bersama Melodi terlihat sangat senang. Mata bocah itu bahkan masih jernih di jam yang sudah tak sore lagi. Dan semakin menjadi terang benderang manakala dia menyaksikan ada wahana bermain yang membuatnya tergiur.


" Ayo Paman, itu ada mainan!"


" Iya sabar, kita cuss habis ini!"


Namun reaksi penuh keterkejutan mendadak muncul dari diri Melodi tatkala pintu belakang kini di bukakan oleh pria tampan yang melepas jaketnya itu. Sungguh diluar dugaannya.


"Ayo kita turun. Awas pelan-pelan!" seru Zayn yang kini fokus mengangkat tubuh Neo. Membuat Melodi terpana sebab lengan pria itu kini terekspos dan terlihat sangat macho.

__ADS_1


Membuat Melodi celegukan.


" Kenapa jaketnya di lepas?" tanya Melodi yang melihat pria itu kini hanya mengenakan kaos hitam. Berusaha mengalihkan perhatiannya dengan bertanya wajar.


" Ini pakailah. Pakaianmu terlalu terbuka, jadi aku melepaskannya untukmu. Kau bisa masuk angin nanti. Selain itu, disini juga ramai orang. Aku tak suka kau menjadi perhatian orang. Mengganggu saja buatku, ayo Neo kita kesana!"


Melodi seketika tertegun saat ia kini mendekap sebuah jaket Hoodie berwana hitam, yang di berikan tanpa menunggu persetujuan darinya. Hoodie keren yang jelas berharga mahal itu mengeluarkan bau khas Zayn yang kini menguar tajam ke hidung Melodi.


Melodi sedikit tersenyum. Ia lantas mengenakan Hoodie itu sebab bajunya memang tak cocok jika digunakan di tempat outdoor macam sekarang. Mau bagiamana lagi, keteburu- buruan Neo benar-benar membuatnya tak memiliki kesempatan untuk sekedar ganti baju.


Tapi tak bisa di pungkiri lagi jika dia sedikit merasa senang. Apalagi, sebuah kalimat mendayu yang kini membuatnya merasa aneh terus saja terputar di otaknya.


"Aku melepaskannya untukmu. Kau bisa masuk angin nanti. Selain itu, disini juga ramai orang. Aku tak suka kau menjadi perhatian orang. Mengganggu saja buatku."


"Ah sial, kenapa aku jadi begini sih?" bergumam lirih sembari memulai berjalan.


Tak mengira jika pria kaku itu bisa perhatian juga. Ia lantas menyusul langkah cepat pria yang kini memanggul Neo diatas bahunya, sebab lantaran melamun ia sampai tertinggal jauh.


Dan setibanya ia di stand RN.


" Neo mau beli apa?" seru Melodi dari belakang yang sedikit ngos-ngosan karena kesulitan dalam menyusul langkah Zayn yang begitu keras.


Dan dari tempatnya berdiri, ia sempat menangkap kilatan keterkejutan yang di tunjukkan Zayn manakala ia telah berhasil menyusul keduanya.


" Lumayan!" kata Zayn tiba-tiba yang membuat Melodi bingung tak mengerti.


" Apanya yang lumayan?"


" Jaketnya. Lumayan tidak kebesaran!"


Melodi tersenyum. Untuk pertama kalinya, ia bisa tersenyum dan tidak marah-marah hanya karena sebuah Hoodie yang baunya laki banget itu.


" Aku mau beli ini Aunty. Tapi... Paman aku mau yang itu juga!"


Sang penjual yang mendengar Neo aktif berbicara sampai gemas ingin menyahut. Terlihat seperti gambaran keluarga yang bahagia.


Melodi hendak menyergah namun Zayn lebih dulu menyahut.


" Maunya begitu Pak. Tapi Ibunya belum mau!" jawab Zayn terkekeh.


Membuat Melodi seketika ingin menimpuk kepala Zayn yang malah tak menyergah dugaan salah dari sang penjual. Buset dah, ngejagain anak orang begini amat sih?


"Kalau baru satu memang lumayan begini Pak. Tapi kalau udah ada adik, biasanya nakalnya berkurang. Semoga segera punya adik ya anak manis!" seru sang penjual kepada Neo yang malah mengira jika dia adalah anak Zayn dan Melodi.


Zayn semakin tergelak manakala melihat cuping hidung Melodi semakin melebar karena kesal.


" Siap. Terimakasih banyak Pak!"


" Sama-sama!"


Dari stand rambut nenek yang warna-warni, Neo masih mengincar beberapa makanan lain yang membuatnya kalap.


" Paman, mau yang itu!"


" Neo, yang itu belum kamu makan loh!" sela Melodi tak setuju dengan kefoya- foyaan sang keponakan.


Tapi Zayn tak memperdulikan ocehan Melodi. Ia jelas akan menuruti kemauan Neo. Yang penting bocah itu tidak rewel sany kedua orangtuanya bisa indehoy dengan tenang. Ihir!


" Beres habis ini kita beli terus makan di sana. Neo juga bisa main nanti!" sahut Zayn dengan suara sabar.


" Hore!"


Melodi tak menyangka bila pria menyebalkan itu rupanya penyayang juga kepada anak kecil. Ya meski ia kini harus ikutan sebal sebab pria itu benar-benar oon. Masa dikira suami istri tapi diam saja?

__ADS_1


" Kita beli gurita sama minuman itu dulu terus kita makan di kabin sebelah sana!"


Melodi kali ini tak memprotes sebab seafood merupakan masakan kesukaannya. Zayn membeli banyak sekali makanan yang kini menumpuk di meja kabin nomor 29.


" Kamu ini gila atau apa, makanan segini banyaknya mau kamu apain?" protes Melodi yang kini geleng-geleng kepala sebab Zayn berbelanja begitu banyak.


" Ya di makan lah!"


Namun Melodi hanya mencibir.


" Neo, Neo mau main?" tawar Zayn yang merasa tempat main di depan sana telah aman.


" Boleh kan Paman?"


" Boleh dong. Paman pantau dari sini. Ayo Neo main sana, itu ada banyak temannya!"


" Yeee, Aunty Neo kesana dulu ya?"


Melodi mengangguk, " Jangan nakal sama temennya. Mainannya gantian!" balas Melodi mengusap lembut rambut berkilau Neo.


" Oke!"


Sepeninggal Neo, Melodi menjadi canggung. Pertemuan diluar kuasanya yang kerap tejadi beberapa waktu yang lalu membuat Melodi secara tak sengaja akhirnya tahu sosok Zayn.


Mulai dari kepribadian, sifat, sikap juga hal pribadi yang menjurus hubungan asmara.


" Gimana rasanya?" tanya Zayn tiba-tiba. Membuatnya terperanjat.


Ia sedikit tersentak sebab tanpa di sadari ia malah melamunkan soal dirinya dan Zayn yang belakangan ini sering terlibat tanpa sengaja.


" Enak!" jawabnya sekilas.


" Aku baru ingat kalau tempat ini bakal ada di adakan di berbagai kota. Atana ini besar, tapi anak-anak mudanya malu buat jualan. Ini event biar ngebuat anak muda di sini jadi tertarik dan mau untuk jadi entrepreneur di usia muda!"


Melodi menatap Zayn yang ternyata sangat tampan jika dalam mode serius begini. Apalagi, masih menjadi misteri juga kenapa pria yang mengenakan pakaian hitam atau kaos hitam, selaku terlihat tiga kali lebih tampan. Daebak!


" Aunty!!" teriakan Neo membuat keseriusan keduanya memudar. Lebih parahnya, anak itu berjalan tanpa alas kaki yang kini malah berlari ke kabin mereka.


" Kenapa Neo? Kenapa sandalnya di lepas, kan kotor?" oceh Melodi yang malah fokus dengan kaki telanjang keponakannya.


" Neo mau foto kayak teman Neo yang baju biru itu. Fotonya sama Ayah sama Ibu mereka. Sekarang tidak ada Ayah Ini, jadi Paman sama Aunty yang jadi Ayah sama Ibu Neo. Ayo Aunty, di sebelah sana ada kartun lucu itu, ayo!"


Melodi dan Zayn yang tangannya di tarik akhirnya mau tak mau menuruti dan mengikuti bocah itu.


" Habis ini kirim fotonya ke Ayah sama Ibu ya? Biar pingin, hihihi!"


Rupanya itu adalah stand foto polaroid keluarga dimana ada sebuah badut dengan baju karakter kartun yang lucu yang menjadi backgroundnya.


Usai menunggu giliran yang lumayan lama, kini tibalah saatnya bagi Neo untuk duduk dan di apit oleh Melodi juga Zayn.


" Oke anak tampan menghadap ke kamera, terus Ayah sama Ibunya siap-siap ya. Ibu menghadap di pipi kanan, yak begitu. Bapak tolong merapat sedikit, ya pose seperti itu ya, tahan..."


Keduanya merasa menjadi Dejavu karena baru beberapa saat yang lalu mereka juga melakukan sesi foto di pernikahan Sada juga Claire.


" Oke siap ya, satu...dua..."


Namun saat kamera sudah hendak di tekan, Zayn dan Melodi yang bersiap untuk mencium pipi Neo dari arah berlawanan, malah saling berciuman sebab Neo tiba-tiba merunduk karena matanya melihat selembar uang kertas yang tergeletak diatas rumput.


Damned! Sungguh sial betul!


" Tiga!"


Cekrik!

__ADS_1


Alih-alih foto keluarga yang tercetak, kini bukanlah sebuah foto harapan yang keluar, melainkan foto Zayn dan Melodi yang sedang berciuman bibir dengan mata yang sama-sama mendelik karena kaget.


Dasar pengasuh konyol.


__ADS_2