My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 142. Ketika pria berbicara


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Dan saat Sada dan Zayn masih sibuk mengobrol dengan kapten polisi yang sedang bertugas tadi, Papa Leo dan Papa David terlihat telah kembali. Sepertinya, mereka sudah menyelesaikan masalah kecil terkait keperawatan Melodi.


" Bagiamana Wir?" tanya Papa David yang mengkhawatirkan keponakannya. Selalu ingin mengetahui update perkembangan Melodi.


"Belum ada kabar Pakde. Dokter yang ada di dalam juga belum keluar!" jawab Sadawira langsung.


" Dan oh iya, kenalkan ini kapten Yanes. Beliau yang menangani kasus Melodi!" timpal Sada memperkenalkan polisi tersebut kepada Papa David dan Papa Leo.


Mereka akhirnya saling berjabat tangan. Papa Leo terlihat lebih tenang usai keluar dari rumah dokter. Sengaja ingin membahas mengenai kamar rumah sakit yang lebih nyaman untuk anaknya.


Namun saat mereka masih sibuk berjabat tangan. Seorang pria terlihat berjalan santai dan berhasil memancing amarah Sadawira makin berkobar detik itu juga.


" Edwin!" geram Sadawira begitu melihat pria yang dia cuirgai itu berjalan ke arah mereka tanpa beban apapun.


" Sada tunggu dulu Da!" larang Zayn yang spontan menahan sahabatnya yang tak bisa lagi meredam api kemarahan yang tiba-tiba menyala.


Edwin yang hendak di pukul terlihat datar-datar saja. Sama sekali tak terusik apalagi takut. Ia malah sedikit shock manakala melihat pakaian Zayn yang menyerap darah kering. Ia bisa menyimpulkan, pasti pria tampan di samping Sada itulah yang menjadi sebab- musab Olivia menjadi brutal.


Sementara itu, Zayn dan Papa David berusaha keras memegangi dua tangan Sada yang terlihat naik pitam dan semakin memberontak ingin menghajar Edwin.


" Sada, tenangkan dirimu dulu. Ini rumah sakit!" bisik Papa David yang mulai kesulitan menahan pria itu.


" Benar Da. Biarkan polisi yang mengurus itu semua!"


Dan saat mertuanya menoleh memberikan anggukan sebagai kode kepada Sada, barulah pria itu bisa sedikit tenang meski napasnya masih memburu dengan tatapan tajam ke arah Edwin.


Sejurus Edwin mengangguk menyapa Papa Leo dan kapten Yanes. Detik berikutnya, ia menatap mata para manusia yang ada di sana secara bergantian. Walau bagaimanapun, mereka pernah berhubungan baik. Membuat Sada hanya bisa menahan amarah dengan gigi gemelutuk.

__ADS_1


" Mau apa kau datang kemari hah?" tukas Sada yang semakin tak bisa menahan dirinya untuk tidak marah.


Kapten Yanes yang berada di sana turut pasang badan. Meminimalisir keadaan supaya tak terjadi aksi main hakim sendiri. Terlihat berdiri tepat di depan Sada yang tampak sangat emosi.


Kapten Yanes belum tahu saja, bila diantara para pejantan itu, terutama Edwin, memiliki hubungan atau circle masalalu yang sedikit meninggalkan bekas luka kekecewaan.


Edwin terdiam sejenak. Wajar dan maklum bila Sada semarah itu. Apalagi, mereka sempat saling melihatmu waktu di airport tadi. Dan itu yang membuat Edwin merasa bersalah. Jadi lumrah sekali bila Sadawira benar-benar menganggapnya sebagai penjahat.


Bahkan semua orang di seluruh Atana pasti telah menyangka bila dirinya telah bersalah, dan menjadi tersangka dalam kasus penikaman tersebut. Dan kesemua ini, membuatnya bisa sedikit belajar. Menolong orang asing tanpa perhitungan dan lebih mengedepankan perasaan, justru menyeret dirinya pada masalah besar.


" Apa kabar kalian semua? Lama tak mendengar kabar kalian!" sapa Edwin mencoba biasa saja.


" Gak usah banyak omong. Kapten, cepat tangkap dia!" sengit Sada yang masih terlihat paling kesal kepada Edwin.


Tapi para tetua disana masih menunggu kalimat selanjutnya dari pria itu. Jika benar tersangka, untuk apa dia malah mendatangi korban. Tidak takutkah jika akan di ciduk polisi?


" Aku cuman mau mengatakan bahwa video itu tidaklah sepenuhnya benar." terang Edwin begitu serius.


Edwin menghela napas lalu menatap wajah Zayn lekat-lekat. Benar-benar ingin meluruskan apa yang telah bengkok lewat caranya sendiri.


" Orang yang menusuk Melodi adalah gadis bernama Olivia. Putri dari Tanaphan Adipraja!"


DUAR!


Maka kini Zayn lah yang seperti tersambar petir secara tiba-tiba. Jadi gadis itu benar-benar nekat menyakiti Melodi? Oh ya ampun.


" Olivia?" ulang Zayn tak percaya dengan reflek, sembari melepaskan tangannya yang semula mencekal tangan Sada secara perlahan-lahan.


Bahkan Papa David dan Papa Leo masih belum paham tentang siapa pria bernama Tanaphan.

__ADS_1


" Kalian pasti mengira aku yang berkomplotan kan? Tapi maaf, aku adalah seorang dokter. Dan logikaku masih sehat!"


Dan saat keterkejutan maha dahsyat itu masih melanda jiwa-jiwa sedih di sana, sang kapten Polisi tersebut tiba-tiba menerima sebuah pesan dari anggotanya. Dan pesan itu, sepertinya mengenai Tanaphan, berikut sederet bukti yang makin membuat Edwin menjadi orang yang benar.


" Tapi terlepas dari kejahatan yang dia lakukan, gadis itu sebenarnya hanyalah seorang korban penolakan." ucapnya penuh penekan sambil menatap Zayn yang dadanya sesak lantaran terhimpit kenyataan. " Siapapun tak akan sanggup di tolak oleh orang yang di cintai. Bukan begitu, tuan Zayn?"


Zayn yang di sindir langsung tercenung. Ia benar-benar tak bisa mengerti dengan jalan pikiran Olivia. Ia bahkan telah menolak secara halus bahkan sebelum ia menyatakan perasaannya kepada Melodi.


Kini Sada yang masih belum sepenuhnya percaya, terlihat ganti mengusap punggung Zayn yang pasti sangat terpukul. Jika seperti ini kenyataannya, sama aja ia yang menyakiti Melodi secara tidak langsung.


" Aku bisa mengatakan hal seperti ini karena aku tahu. Bahkan aku sangat paham seperti apa rasanya. Sebab aku...pun pernah mengalaminya!" Edwin tersenyum kecut kala melontarkan pertanyaan penuh kejujuran itu.


Membuat suasana canggung seketika menguar dan menyeruak batin- batin manusia sedih yang ada di sana.


" Tapi terlepas dari semua tuan Zayn, aku menjadi benar-benar salut padamu?" ucap Edwin yang kini membuat Zayn balik menatap pria itu.


" Kau telah membuktikan jika dirimu ini memang laki-laki sejati yang memiliki harga diri tinggi. Laki-laki yang memilih hidup susah lantaran kehilangan perusahaannya, ketimbang harus hidup dalam bayang-bayang kediktatoran seorang pria yang hanya bisa menuruti kemauan putrinya dengan batin yang buta."


Deg!


Membuat Papa Leo langsung menoleh ke arah Sada sebab ceritanya yang di kemukakan Edwin benar-benar menyentuh hatinya.


" Itulah yang kami bahas bersama Papa beberapa waktu yang lalu Pa. Dia...adalah Zayn!" kata Sada ragu-ragu dengan muka tertunduk.


Detik itu juga, Papa Leo menjadi begitu terharu sekaligus kasihan kepada Zayn. Belum hilang dari ingatan jika Zayn yang di ceritakan oleh Claire dan Sada beberapa waktu lalu,sedang tertimpa masalah besar. Orangtuanya baru meninggalkan, adiknya hilang entah kemana, dan perusahaannya di akuisisi oleh orang lain.


Hanya saja, ia belum tahu jika yang dibicarakan oleh anak dan menantunya itu adalah Zayn, pria yang dengan mata kepalanya sendiri terlihat bersusah payah membopong tubuh anaknya yang bersimbah darah.


Zayn tertunduk malu. Tapi itulah kenyataannya. Ia memang bukanlah siapa-siapa saat ini. Bukan CEO, bukan direktur, bahkan juga bukan karyawan. Hanya pria yang tak bisa menghilangkan rasa cintanya kepada gadis manis bernama Melodi.

__ADS_1


Namun terlepas dari semua itu, Zayn tak menyadari jika tatapan Papa Leo kepadanya benar-benar terlihat sangat kagum. Tanpa pria itu ketahui, Papa David yang kini mengerti jika adiknya itu sudah menemukan calon menantu yang pas, untuk dapat di persandingkan dengan bungsunya, terlihat mengedipkan mata kepada Sadawira.


__ADS_2