My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 135. Mencari pertolongan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Sementara itu, Zayn yang tidak tahu bila Andrew telah menghubungi Sada hanya bisa menjengit saat ia kini dilempari tatapan kesal oleh sahabatnya itu. Benar-benar tak mengira jika Sada kini ada ada disana.


Ya, tadi sekali Sada memang sengaja menunggu Tanaphan keluar dengan maksud agar bisa menginterogasi Zayn. Sebab sebagai seorang sahabat, ia tentu merasa begitu prihatin atas kesusahan yang kini tengah menimpa Zayn.


Sekarang, Zayn yang tertahan di tempat itu, mau tidak mau harus mengakui segala kemalangan yang tengah di hadapi.


" Maaf!" hanya itu saja yang bisa ia ucapakan usai mendengar ceramah Sada yang kesal sebab tak diberitahu.


" Kalau bukan karena Andrew. Aku tidak akan pernah tahu jika kau sedang kena masalah!" seru Sada masih menatap kesal.


Zayn tetap menunduk. Jelas itu memang salahnya.


" Aku hanya..."


Sada menghela napas mencoba menyabarkan diri manakala Zayn berucap dengan nada penuh keraguan.


" Zayn, sebenarnya kau anggap aku ini apa, hah?" tanya Sada mulai jengah. Membuat Zayn menatap murung.


" Bukan begitu maksudku. Ini terlalu banyak Da. Dan kau..."


" Aku akan membantumu. Aku akan menjual beberapa asetku!"


" Tidak! Kau tidak perlu melakukan itu!" tolak Zayn cepat.


Inilah yang dia takutkan. Ini bukan soal sepele, ini soal besar. Dan tentu ia tak ingin menyeret orang lain apalagi orang sebaik Sada untuk terjerumus kedalam masalahnya


" Aku sungguh tidak masalah jika hidupku dan sebaik yang dahulu Da. Aku juga tak masalah jika perusahaanku di akuisisi oleh Tanaphan. Jika itu harga yang pas untuk sebuah kebebasan!" terangnya dengan senyuman kecut di akhir kalimat.


Sada dan Andrew saling menatap. Kekeraskepalaan yang ditujukkan Zayn benar-benar membuat mereka terdiam.

__ADS_1


" Aku sudah menanyakan adikmu kepada temanku, Bara. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda adikmu pergi ke Alitalia!" terang Sada memberikan informasi lain.


Zayn semakin frustasi. Dimana sebenarnya adiknya pergi. Namun sebuah panggilan yang mendadak muncul manakala ketiganya sedang larut dalam kebingungan, membuat seluruh teka-teki langsung terpecahkan.


📞Melodi calling...


" Melodi?" ucap Zayn heran. Membuat dua pria di depannya bertukar pandang.


" Hal..."


" Zara ada di rumahku. Dia tidak mau pulang!"


" Apa?"


Andrew dan Sada sampai penasaran demi reaksi terkejut yang begitu teramat.


" Kenapa?" tanya Andrew sesaat setelah sambungan telepon itu terpugkasi.


" Hah?"


-


-


Kediaman Sadawira pukul 22.18


Claire terlihat sedang mengusap lembut kepala suaminya yang akhir-akhir ini, memiliki hobi dan di elus- elus sebelum tidur. Sungguh terlihat manja.


Jika biasanya mereka membahas seputar pekerjaan, aktifitas Neo di sekolah, kehamilan yang semakin membuatnya doyan makan, namun malam ini Sada membawa topik seputar Zayn yang memilih bungkam karena tak ingin merepotkan dua sahabatnya.


" Itu wajar mas. Zayn tahu, uang yang di butuhkan buat menutup masalahnya itu sangat besar. Ibarat membangun dari awal. Aku maklum kalau dia melakukan hal itu." ucap Claire dengan suara lembut yang menenangkan. Khas ibu-ibu yang menuturi anak-anak.

__ADS_1


" Ya tapi setidaknya dia bilang dong!" eyel Sada masih kesal.


Claire tersenyum. " Terus rencana kamu setelah ini apa mas?"


" Belum tahu. Tapi aku harus bantu dia!"


Keduanya kini terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Zayn orang baik, pria itu juga berjasa bagi perjalanan cinta mereka. Sudah seharusnya kini mereka juga membantu Zayn.


" Papa pulang kapan?" tanya Sada tiba-tiba.


" Mungkin sebentar lagi. Kenapa?" tanya Claire mengerutkan dahi.


" Apa Papa mau bantu kita? Maksudnya, bantu Zayn. Aku yakin Papa punya kenalan pembisnis yang hebat. Kita bisa minta salah satu dari mereka buat nolongin Zayn!"


" Mas yakin?"


" Yakin. Zayn orang yang cerdas. Profit yang dihasilkan nanti pasti signifikan. Ini cuma masalah start aja. Kita harus buat Zayn bisa merdeka diatas kakinya sendiri!"


Keduanya terlihat tersenyum penuh semangat. Mereka yakin, jika papa Leo dan Papa David mau menolong, mereka pasti akan mendapatkan kemenangan.


.


.


.


.


Akuisisi adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan dengan membeli sebagian besar aset atau saham dari perusahaan lain untuk mendapatkan kontrol perusahan tersebut. Biasanya, kegiatan akuisisi perusahaan membeli lebih dari 50 persen saham perusahaan.


Sumber: Google

__ADS_1


__ADS_2