
...🥀🥀🥀...
Zayn tak bisa tidur malam ini. Namun anehnya, alih-alih membuat susu atau melakukan senam napas agar menstimulasi otaknya supaya lekas tertidur, ia malah membuka casing ponselnya dan mengambil selembar foto yang pernah di kutuk oleh seseorang. Foto saat dirinya tak sengaja berciuman dengan gadis cerewet itu.
Dua netra Zayn tak hentinya menatap foto menggelikan itu. Seluruh memorinya bahkan turut kembali pada kejadian dimana membuat keduanya berujung tidur pada kamar yang sama. Sungguh menggelitik.
Zayn semakin tersenyum-senyum sendiri dengan isi kepala yang tak habis pikir, kenapa ia bisa bertemu dengan wanita itu? Wanita aneh, yang malah meninggalkan jejak nyeleneh dalam hatinya.
Entahlah, Zayn tak tahu pasti hal aneh itu bernama apa. Tapi yang jelas, saat tak ada Melodi, ia merasakan dunianya hambar. Namun jika ada, ia malah kerap bertengkar tidak karuan. Semacam telah kecanduan, tapi gengsi untuk mengatakan. Apa kalau begitu namanya?
" Hari ini aku akan pulang ke Indonesia. Kalau bisa secepatnya kau harus kesana. Sekali lagi aku menghubungimu bukan karena apa-apa, semua karena bisnis!"
Bahkan pesan yang beberapa waktu yang lalu di kirim untuknya masih sangat ia ingat dengan baik.
Ya benar, Melodi meminta Zayn ke Indonesia adalah karena berkaitan dengan kerjasama baru tentang produk makanan dan minuman.
CEKLEK!
Ia buru-buru memasukkan kembali foto keramat itu ke balik casing ponselnya, manakala seseorang membuka pintu kamarnya secara tiba-tiba. Sama sekali tak ingin membagikan hal itu kepada orang lain. No way!
" Kau sudah packing? Biar Mama bantu!"
Rupanya sang Mama. Nasib baik itu masih Mama. Bukan yang lain. Ia lantas memasukkan foto itu dengan cepat. Jika tidak, wah bisa runyam urusannya.
" Aku tidak membawa pakai banyak. Besok lusa aku hanya akan beberapa hari saja di Indonesia!" jawab Zayn tersenyum sekilas.
" Baiklah!"
Zayn mengangguk seraya tersenyum . Namun ia bisa menatap kilatan penuh kekhawatiran dari kedua mata cerah Mamanya.
" Mama baik-baik saja kan?"
Mama mengangguk. Tapi itu tak cukup membuat Zayn yakin sebab sang Mama terlihat murung dan tak bersemangat.
" Apa ada masalah?"
Usai menghela napas, sang Mama akhirnya masuk lalu mendudukkan tubuhnya tepat di samping anaknya. Wanita itu sejurus kemudian mengusap lembut punggung lebar anaknya yang ukuran tubuhnya lebih besar dari sang suami.
" Olivia kemarin ketemu sama Papa sama Mama waktu di acara pernikahan temannya Papamu!"
" Terus?"
" Seperti biasa. Dia selalu ngomongnya kamu!"
__ADS_1
Zayn tertegun. Ia bahkan sudah berkali-kali memenuhi keinginan untuk bertemu, menjemput, juga melakukan semua hal yang diminta oleh Papa Olivia. Tapi entah mengapa, sejak mengenal Melodi, pikirannya malah terusik dengan kebar- baran gadis itu.
" Mama tahu kamu selama ini tidak memiliki perasaan apapun terhadap sama Oliv. Hanya sebatas sungkan dengan Papanya!"
Zayn masih tercenung, terpekur menatap tumpukan buku di rak kamarnya. Jelas kini ia paham, akan kemana arah pembicaraan selanjutnya.
" Tapi kamu dan Papamu baru saja berbaikan Zyan. Mama cuma gak ingin kamu kembali gak akur sama Papamu!" terang sang Mama penuh kejujuran. Ia tahu bila Zayn pasti memiliki kriteria sendiri soal wanita, tapi mereka juga harus menjaga kestabilan perusahan.
" Tapi aku sama sekali tak memiliki rasa pada dia Ma. Kenapa kalian hanya memikirkan perusahaan saja? Kenapa sama sekali tak memikirkan perasaanku?" sergahnya dengan nada datar. Nyaris tanpa ekspresi.
" Zayn, kau harus realistis. Tinggalkan sisi idealis kamu. Keluarga kita perlu kesinambungan ini!" eyel sang Mama yang sepertinya ingin anaknya paham.
Dan perkataan Mamanya beberapa waktu yang lalu itu semakin membuat Zyan resah dan gelisah dalam menjalani hari.
Pun dengan malam ini, meski ia berulang kali mencoba memejamkan matanya. Ia masih saja tak bisa menenggelamkan dirinya ke alam mimpi. Ia malah tergerak membuka ponselnya dan mengetik pesan pada sebuah nomor.
Meski awalnya yakin, namun Zayn tiba-tiba menghapus tulisannya karena mendadak merasa tidak enak.
" CK, kenapa aku malah memikirkannya!" ucap Zayn sembari meraup wajahnya karena frustasi.
Namun entah karena dorongan apa, ia kembali mengetik sebuah pesan WA lalu mengirimkan pesan itu kepada si biang marah, Melodi.
📱Zayn : " Apa kau sudah tidur?"
📱 Melodi : " Apa?😒"
Zayn cekikikan sendiri demi melihat emoticon yang di kirim. Macam orang malas saja.
📱 Zayn : "Kenapa belum tidur?"
Zayn terlihat tak sabar manakala indikator bertuliskan sedang mengetik itu terlihat selama beberapa detik.
📱 Melodi: " Lagi lembur!"
Zayn semakin bersemangat membalas. Oh ya ampun, lihatlah. Bukannya tidur dan beristirahat sebab besok akan ada penerbangan pagi, pria itu malah Berbak sudah pesan dengan gadis cerewet.
📱 Zayn : " Lembur?"
Pria itu tak menyadari sikapnya yang aneh. Ia benar-benar tak sabar saat Melodi mengetik balasan. Semacam menikmati sensasi happy manakala dibalas.
📱 Melodi: " Di tinggal nungguin si Claire nikah banyak banget laporan numpuk!"
📱Zayn : " Kan ada sekretaris!"
__ADS_1
📱 Melodi : "Lagi cuti nikah juga!"
Zayn langsung terkikik-kikik. Pasti wajah gadis itu kini sendang monyong.
📱 Zayn : " Bosnya aja belum nikah masa anak buahnya udah?"
📱 Melodi : " Diem kamu! 😡"
Zayn lagi-lagi terpingkal-pingkal. Ia bisa membayangkan secemberut apa ekspresi wajah gadis itu saat ini.
Zayn yang iseng malah memfoto foto polaroid absurd di tangannya itu, lalu sengaja di kirimkan kepada Melodi untuk menjahilinya.
📱 Zayn : " Kalau di jual laku nih!" ucapnya yang menjadi caption sebuah foto yang baru saja terkirim.
Zayn semakin tak sabar menunggu balasan dari Melodi. Pasti gadis itu akan meradang. Tapi itulah Zayn. Kemarahan Melodi malah benar-benar menjadi candu buatannya.
📱 Melodi : " Eh sialan. Kenapa masih ada sih, kan udah aku bilang suruh buang!😡😤😤"
Tuh kan benar. Dia semakin tergelak tak berhenti demi membaca balasan dari Melodi.
Mama Zayn yang kebetulan melintas di depan kamar anaknya sampai terpaksa membuka pintu sebab heran, ada gerangan apa yang membuat Zayn cekikikan di malam selarut ini.
" Apa yang kau tertawakan Zyan? Sudah malam bukannya tidur malah ketawa-ketawa tidak jelas!" omel sang Mama yang merasa tingkah anaknya tak lazim.
Membuat laki-laki itu kini mengecilkan volume tawanya dengan wajah nyengir.
" Nggak ada Ma. Cuma..."
" Tidur. Pesawatmu pagi Zayn!"
BRAK!
Walau sempat terkejut dan menghela napas, Zayn kini melanjutkan sisa tawanya dengan volume paling minim. Ia tak mau di damprat lagi oleh Mamanya. Cukup. Pria itu memilih membalas pesan agar Melodi bisa lebih ngamuk.
📱 Zayn : " Buang gimana, foto ini mahal. Atau mau aku posting di IG lalu aku mention kamu?"
📱 Melodi : " Zayn!!! 😡😡😡😡😡"
📱Zayn : " Apa?🤣🤣🤣🤣"
📱 Melodi :" Bukan manggil kamu sialan. Kenapa foto itu masih kamu simpan sih?ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
📱 Zayn: " Kalau mau aman, jemput aku besok di bandara. See you 😜"
__ADS_1