My Heartbreak Stop At You

My Heartbreak Stop At You
Bab 32. Satu lagi bala bantuan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Malam ini Zayn menepati janjinya untuk berkunjung ke kediaman Sadawira. Nino yang juga sudah sangat mengenal Zayn terlihat meladeni pria itu dengan telaten. Semua terasa akrab dan karib.


" Bos masih mandi. Baru saja sampai. Tapi sewaktu datang, kusut banget wajahnya!" tutur Nino yang kini menghidangkan secangkir kopi full cream ke hadapan pria bercambang tipis itu.


Zayn mengangguk, ia paham. Sepandai-pandainya laki-laki dewasa menyimpan luka, di satu waktu mereka pasti akan larut juga pada titik terendah dalam hidupnya. Termasuk Sadawira.


Meskipun Zayn belum tahu bila masa lalu yang terjadi antara Sadawira dan juga Claire sangatlah rumit.


" Siapa itu No?" tanya Zayn yang kini memandang bingkai foto Sadawira semasa kecil, yang kini di panjang di ruang tengah tepat setelah ia menyeruput kopi bercitarasa gurih itu.


Membuat Nino menoleh.


" Oh itu...itu foto Bos waktu masih kecil. Satu-satunya foto yang tersisa. Dia memintaku untuk meletakkannya di sana. Katanya, foto itu mirip sekali dengan bocah bernama Neo ya? Ah aku jadi penasaran dengan yang namanya Neo!"


Ya, baik Zayn maupun Nino memang belum pernah bertemu bocah itu. Dan bisa di pastikan bila keduanya nanti bertemu, maka komentar mereka pasti akan heboh.


Dan beberapa saat kemudian, terlihat Sadawira yang muncul dari arah kiri dengan tampilan yang lebih fresh. Memakai jeans denim dengan kaos berkerah warna sky blue yang membuat pria itu terlihat tampan.


" Sory tadi mandi dulu. Udah dari tadi?" sapa Sadawira mengepalkan tangan untuk menyapa sohibnya itu.


" Baru aja!" jawab Zayn seraya menerima tos dari Sadawira.


Melihat keduanya telah berada di lantai dasar, Nino berinisiatif untuk menawarkan makan.


" Mau makan sekarang? Saya bisa memanaskan daging sebentar!"


" Tidak usah, kita akan pergi setelah ini!" sahut Sadawira yang tak mau lagi menunda pertemuannya dengan Nick.


Nino mengangguk dan masuk ke dalam. Membiarkan dua pria dewasa yang kini sedang tampak serius itu untuk saling berbicara.


" How did you get it? ( Bagaimana bisa kau mendapatkannya?)" tanya Zayn yang kembali meraih cangkir klasik di depannya seraya menatap Sadawira lekat.

__ADS_1


Sadawira mengembuskan napas demi teringat saat Neo yang kekenyangan jajan akhirnya tertidur. Menjadi kesempatan baginya untuk mengambil beberapa helai rambut hitam bocah lucu itu.


" Untung saja dia tertidur. Tadinya aku sempat kesulitan untuk mengambil rambut itu!" menggeleng dengan tawa sumbang.


" Sepertinya Tuhan telah mempermudah jalanmu!" tukas Zayn yang kini meletakkan cangkir kosong itu dengan tatapan penuh keyakinan.


" Semoga saja Zayn! Perasaanku sungguh gelisah!" kata Sadawira jujur. Merasa jika ada tabir yang harus ia singkap.


" Aku sudah menghubungi Nick, kita akan bertemu di Resto yang ada di dekat rumah sakit. Dia sedang on duty malam ini!"


Sadawira mengangguk. Ia sebenarnya masih sangat lelah dan ingin berisitirahat, namun urusan Neo jelas tak bisa di tunda. Ia ingin segera tahu, apakah kejadian malam itu membuat Claire mengandungnya anaknya, mengingat malam itu dia adalah pria pertama yang memasuki Claire.


Tapi sangkalan demi sangkalan yang terlontar dari bibir wanita itu, jelas membuatnya harus mencari bukti kongkret. Dan sebagai pria sejati, ia tentu tak akan melakukan pembiaran.


Mereka melesat menuju resto yang cukup ramai di malam ini. Kedua pria tampan itu kini nampak sibuk memilih menu yang barusaja di sodorkan oleh waiters yang sangat ramah.


Usai memesan, terlihat seorang pria yang berperawakan tinggi dengan tubuh tak terlalu kekar dan saat berjalan berjingkat ( tak terlalu menapak lantai) terlihat datang dengan wajah tersenyum. Jelas itu Nick.


" Yes, I'm Good!"


Usai berjabat tangan dan saling ber-highfive, mereka memanggil kembali waiters dan menambah satu menu untuk Nick.


" So, apa yang bisa aku bantu?" ucap Nick yang sepertinya mau langsung ke inti pertemuan.


Zayn melirik Sadawira yang sepertinya canggung untuk mengutarakan niatnya. Membuatnya memilih untuk ambil bagian.


" Kami ingin kau melakukan test DNA pada rambut seorang anak!"


What?


Nick mengernyit. Pasalnya Zayn kemarin hanya mengatakan jika ingin meminta bantuannya dalam tindakan medis. Tak mengira jika akan membahas soal tes DNA.


" Memangnya, siapa yang kalian tes?" tanya Nick yang semakin penasaran. Pasalnya, dua pria yang kini duduk di hadapannya itu merupakan pria lajang yang betah membujang di usianya yang terbilang matang.

__ADS_1


Membuat Sadawira kembali menghela napas guna meyakinkan diri. Sebab mau tidak mau, ia harus menceritakan permasalahan hidupnya kepada Nick.


Nick adalah orang berpendidikan dan berpengalaman, tak mungkin jika pria itu bakal gembar-gembor kepada orang lain. Begitu batinnya mensugesti.


" Apa? Jadi selama ini kau dan wanita itu...." menatap tak percaya ke arah Sadawira yang rupanya menyimpan permasalahan seberat ini.


Maka Nick akhirnya tahu bila Sadawira mencurigai seseorang yang mungkin saja adalah anaknya. Membuatnya merasa iba.


" Baiklah, apa kau bawa sampelnya?"


Zayn mengangguk, menyerahkan sebuah botol transparan yang berisikan beberapa helai rambut beserta akarnya.


" Bagus, kita bisa segera melakukan proses setelah ini!"


" Berapa lama kami bisa mengetahuinya?" tanya Zayn tak sabar. Menatap Nick yang kini sibuk mengaduk isi tas ajaibnya.


" 1-2 minggu hasilnya akan keluar!" jawab Nick yang terlihat mengambil sebuah spidol permanen dalam tasnya, lalu memberikan tanda ke botol itu.


Benar-benar penuh persiapan.


" Apa ini akan berhasil? Maksudku...apa hasilnya akan akurat?" tanya Sadawira resah dengan hati yang tiba-tiba meragu. Bagiamana jika ekspektasinya tak lebih dari sebuah fatamorgana?


Nick kini menatap kedua laki-laki di depannya usai menyimpan barang penting itu dengan tatapan serius.


" Kalian tenang saja. 99,99% tingkat akurasinya. Jadi... pastikan kau harus siap!"


" Maksudku, kau harus siap kecewa dan siap berbahagia. Sebab hasil yang keluar, itu adalah hasil yang pasti akurat!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2