
Kami berdua berjalan cepat untuk masuk kedalam kamar. Dia buru buru langsung menguncinya dan mulai memelukku dan tangannya langsung bekerja dengan cepat.
Aku tertawa sedikit melihat tingkahnya yang tidak bermain dengan santai. Dia seperti dikejar kejar sesuatu saat melakukannya.
Dia bergerak lalu mendekap tubuhku. " Aku janji. Akan membuatmu puas malam ini. " bisiknya. Dia langsung menarik lenganku dan mengecup kedua tanganku, Lalu kecupan perlahan menjalar kemana mana.
Aku tersenyum dan mengecup serta mengulum bibir tipisnya. Dia langsung mengarahkanku ke ranjang sembari masih menikmati dan mengerianginya.
Dia mulai bekerja serta menghempasakan semua yang ada di tubuhku. Begitu juga Aku tidak mau kalah dengan semangat menggebu gebu melakukan hal yang sama juga.
Dia mulai menikmatinya, Memainkan dan terus memainkannya hingga Aku sudah mulai mengeluarkan suara ******* manja.
Tidak mau diam saja, Aku juga turut bekerja sama sehingga Dia merasakan hal yang sama juga.
" Auaacchh .... Sayang .... " desisnya sambil memelukku.
Aku mulai bekerja sama dengannya disaat Dia mulai mengarah ke daerah itu. Kami berdua mulai merasakan sesuatu saat keduanya benar benar saling menyapa. Berkali kali terasa sekali susahnya menempuh ruang itu, Tapi Dia tetap berusaha dan berusaha makin keras hingga Dia memejamkan matanya merasakan sesuatu.
__ADS_1
Berkali kali Dia mengeluarkan suara erangan erangan manja dan resah.
Dia bermain lembut dan menjaga kestabilan tubuhku yang jauh lebih seksi dibanding tubuh kekar dan machonya.
Ayunan perlahan, Tetapi nikmat. Hingga berkali kali Aku dan Dia saling tatap tatapan mengerang bersama sembari memberikan senyuman manis di wajah masing masing.
Aku dan Dia sama sama merasakannya hingga mata berkaca kaca dan berkabut. Merasakan sensasi yang luar biasa itu.
Aku meremas sprei yang Aku tiduri itu ketika bisikan bisikan manja dibisikkan Pria itu dengan suara yang tersendat sendat sambil memejamkan matanya.
Pelan pelan, Aku ikuti gerakan itu membuat seluruh badan seperti tersetrum listrik.
" Sayang .... " bisiknya dan memberi isyarat bahwa akan ada sesuatu yang lebih lagi sehingga membuat detak jantungku berdegup makin kencang dan tidak berirama.
Aku pun mengangguk sambil mengambil posisi untuk berganti bekerja keras mengambil ahli permainan ini.
Dia memegang erat tubuhku. " Tenang Sayang ...Malam ini akan malam yang indah sekali. " kecupku.
__ADS_1
Kami berdua makin merasakan kenikmatan dan semakin terpacu ketika titik puncak kepuasaan Kami temui. Bagaikan sengatan listrik yang mengalir keseluruh penjuru darah. Bergairah dan nikmat.
Aku tergeletak didadanya dan mendengar detak jantungnya yang sangat cepat.
Dengan nafas tersenggal senggal, Aku berbisik " Sayang .... Masih ada ronde ronde berikutnya kan ???? "
Dia mengangguk lembut serta mengelus rambutku. Dia terus saja memelukku dan menciumiku.
Karena rasa nafsuku yang menggebu gebu, Hingga membuat Aku kembali bercinta dengannya. Tak Aku biarkan waktu berlalu begitu saja. Dia mengajariku berbagai macam model dan gaya.
Ternyata benar sekali dugaanku, Dia punya banyak pengalaman tentang bercinta.
Berkali kali Dia menghantam dengan ayunan ayunan manja begitu juga dengan seranganku yang tidak mau kalah.
" Auiicchhh ...Aaaaauucchh .... "
" Aaaaa ... Aaaaaa .... Terus Sayang!!!!! Terus.... "
__ADS_1
Semakin lama, semakin cepat sekali tempo itu hingga terasa seisi ranjang itu ikut merakannya.
Hingga lagi dan lagi Kami terkapar diatas kasur itu. Sesekali Kami saling tatap tatapan, Hingga Dia menarikku dan kembali bercumbu.