
Tidak berapa lama kemudian, Pak Andrew memasuki ruangan itu diikuti oleh Seorang Pria Tingga dan berkaca mata hitam serta diikuti Dua Orang Wanita termasuk Sekretaris Pak Andrew.
" Astaga ...... Jadi ini yang ditunggu tunggu sampai meetingnya diundur. Oalahhhh .... " gerutuku saat melihatnya memasuki ruangan itu yang tak lain adalah Pak Steve Anaknya Pak Andrew.
Semua yang ada diruangan itu saling tatap tatapan dan sedikit berbisik serta terlihat dari beberapa yang hadir sangat sumringah hingga membuatku mengerutkan keningku serta melirik Bu Sari yang tak kalah senyum senyum sendiri.
" Awas giginya kering!. " bisikku sama Bu Sari hingga Dia memukul kakiku.
" aduhh ... Atit ... " jawabku sambil ketawa.
" Lihat tuh tatapannya menghanyutkan sekali ahhh .... " kata Bu Saru sambil menatapnya senyum.
" Aarggghh .... Aku merinding ih ... " jawabku sambil menggelengkan kepalaku.
Sekretarisnya Bapak langsung menyapa dan memulai Meeting Presentasi setiap divisi tersebut. Dia menyampaikan untuk setiap Presentasi dan Pengutaraan bahan setiap Divisi akan menjadi penilaian untuk di divisi itu tersendiri.
Sebelum menyerahkan waktu ke Divisi terkait, Sekretarisnya Bapak mengumumkan bahwa per awal bulan depan, Pak Steve akan bergabung diperusahaan ini dan akan menjadi Wakil Direktur.
Semua pada sumringah mendengar pemberitahuan itu selain Aku. Aku malah biasa biasa saja mendengarnya itu.
" Oalaaahhh .... Ternyata si buluk ini yang ditunggu tunggu ??? " cetusku.
__ADS_1
Dia langsung berdiri dan membuka kaca mata hitamnya dengan sok mempesona. Iya kalau dilihat dari kasat mata emang sangat ganteng, Iya namanya juga Orang luar.
" Hello ....Averyone .... Nice to meet You all. Hopefully in the future We can work together. I am also still studying for Your company here, so please guide Me. Hopefully the company here and My company in the UK can work together soon. Thank You also for waiting for Me to start today's meeting. " sambutnya sambil melihat Papinya yang senyum sambil mengangguk.
" Halla Hallla .... Gak usah sok berterima kasih Kamu! " cetusku pelan dibelakang hinggaba Devi tertawa melirikku.
Presentasi berjalan langsung, Aku sama yang lain yang sudah selesai Persentasi sedikit mengantuk dan saling chat satu sama lain. Menggosip bakalan malam kelarnya dan akan panjang ditambah Dia ada. Pasti banyak komen dan ocehan ocehan yang gak jelas dari Dia.
Aku merasa ngantuk berat dan mau ke toilet. Aku berjalan keluar dari pintu belakang karena mataku sudah sangat tidak bisa diajak kompromi.
Aku berjalan ke toilet sambil merengangkan tanganku serta menggerakkan leherku karena merasa sakit. Aku sengaja berjalan pelan agar rasa ngantukku berkurang. Diwastafel Aku membasahi tissue yang Aku bawa dan melapkan ke mataku supaya terasa segar. Aku melakukannya berulang kali hingga mataku sudah merasa segar kembali.
" Astaga ..... Aisshhh .... " cetusku kesal karena kaget serta memasang wajah tidak suka dan menoleh kebelakang dan melihatnya yang tersenyum dengan tangannya dimasukkan dikedua kantong celananya.
Mungkin Dia sudah menunggu di samping Toilet itu kali makanya Dia tahu saat Aku keluar dari sana.
Aku berjalan terus dan menghiraukan Dia saking kesalnya hingga Dia sedikit berlari mengejarku.
" Hei. Wait .... Hello ..... " katanya sambil sedikit berlari membuatku berhenti.
" Why ???? " cetusku.
__ADS_1
" Omaigat. Kamu jutek sekali. " jawabnya dengan bahasa terbata bata karena belum lancar.
Aku hanya diam dan hanya menatapnya saking kesalnya. Bagaimana tidak? Udah ngantuk dan tiba tiba dikagetkan seperti itu otomatis jantung rasanya ingin copot.
" Sori sori soal yang tadi. Aku hanya iseng saja. Hehehe .... " jawabnya dengan senyum lebar diwajahnya.
" Jangan sekali sekali mengagetkan Orang kayak gitu Pak. Apalagi pas dari kamar mandi. " cetusku dengan nada menahan amarah apalagi ternyata Dia tau bahasa indonesia, Ternyata dulu Dia pura pura tidak tau atau memang hanya sekarang Dia baru belajar setelah mau bergabung diperusahaan ini ????? Tapi bodoh amat lah.
" Sori sori. Aku tadi ngira Kamu tidak ada. Eh pas Kamu mau ke toilet baru Aku lihat dan ya udah sekalian saja biar Saya sapa pikirku. Hehehe .... " katanya tanpa bersalah.
Ternyata Dia tidak melihatku karena dibelakang dan Aku tidak merasa senang atau apa karena emang Aku gak suka walau memang tampan dan cool tapi Aku tidak tertarik.
Wajar sih kalau Seorang Pemilik perusahaan bersikap dingin, cool dan Arrogant karena mungkin bersikap menunjukkan kewibawaannya mungkin.
Saat Aku hendak membuka pintu ruang meeting belakang,
" Kita akan sering sering ketemu Ran .... Tolong jangan jutek begitu, bisa bisa nanti Kamu ..... " Dia tidak melanjutkannya tapi malah senyum menunjukku lalu masuk dari pintu depan.
Aku menghentikan tanganku dan tidak membuka pintu itu. Aku berdiam sebentar dan sedikit berpikir apa maksudnya Dia berkata seperti itu.
Aku menghela nafasku sejenak dan membuka pintu itu dan masuk sambil melihat kearahnya yang duduk senyum menatap kearahku.
__ADS_1