Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 115


__ADS_3

Aku langsung masuk ke dalam taksi itu dan menyuruh untuk jalan. Tapi RR langsung masuk sehingga Supir taksi itu berhenti.


" Tolong keluar. " kataku melihatnya lalu melempar pandanganku ke depan.


" Aku mau ikut. Pak tolong jalan. " jawabnya sambil duduk santai.


Aku hendak keluar dan langsung membuka pintu mobil tapi Dia langsung sigap memegang dan melarangku.


" Tolong, jangan gitu. Aku salah apa ???? Aku minta maaf untuk apapun itu, Iya.... " katanya menatapku dengan lembut sambil menggenggam kedua tanganku.


Aku tidak menjawab dan hanya diam saja.


" Pak tolong ke Hotel Fladeo iya .... " kata RR.


" Baik Pak. "


Aku menatap keluar tanpa melihat Dia. Tidak tahu kenapa saat membayangkan tadi di toko emas itu, Badanku keringat dingin. Aku benar benar bingung kenapa.


" Apa karena Aku takut menjalin hubungan dengan siapapun ????? Atau Aku malah takut hal lain terjadi apabila Aku menerima itu ???? "


Kepalaku seakan mau pecah memikirkan itu. Aku tahu itu niat baiknya Dia. Tanpa terasa tiba tiba airmataku mengalir. Air langsung mengusapnya dengan tanganku sambil melihat ke arah kaca agar tidak ketauan sama Dia.


" Aisshhh ..... sialan. Kenapa Aku nangis ???? " gerutuku sambil tetap mengusap mataku.


Aku memejamkan mataku dan menyandarkan kepalaku di kaca mobil itu. Dia langsung mengelus rambutku dan menarik bahuku agar menyender di bahunya Dia.


" Kamu nangis ???? Aku minta maaf iya... Tolong jangan salah paham, Aku hanya berniat baik tidak ada apa apa ...." Katanya pelan lalu mengelus wajahku.

__ADS_1


Aku memejamkan mataku dan berusaha menenangkan diri. Entah apa yang Aku pikirkan hingga bisa gemetaran begini padahal Dia hanya membelikanku kado saja.


" Kenapa diam Sayang ???? Jawab Aku dong... Aku jadi bingung nih... Aku harus gimana ???? Hhmm ???! " kata RR sambil mengecup keningku yang membuat Supir itu melirik dari spion.


Aku melihat sorot mata Supir itu selalu memperhatikan Kami karena kecupan RR barusan. Aku melihat kearah luar dan ternyata sudah mau sampai di Hotel itu.


RR yang melihat reaksiku langsung melihat Supir itu dan " Dia calon Saya Pak. Kami lagi berdebat sedikit menentukan sesuatu hal yang sangat penting. " kata RR melihat Supir itu yang kayak mau mencari informasi dari raut wajahnya itu. Atau bisa dibilang Dia mungkin mengiraku Wanita pemuas RR karena berani mengecup keningku di dalam taksi. Apalagi RR yang Orang luar. Walau benar Aku hanya pemuas diriku sendiri dan Dia.


Taksi itu berhenti di lobby utama hotel itu dan Kami berdua turun setelah Dia membayar uang taksinya itu.


Aku langsung menelpon Mami untuk menyuruh Seseorang bawa Mobilku itu ke Hotel ini agar nanti Aku bisa langsung pulang.


" Aku sudah menyuruh Mami untuk mencari Pengemudi Sayang .... " jawabnya sambil mengelus tanganku yang digenggamnya.


" Aku lagi gak mood. Aku mau nunggu mobilku dan langsung pulang. " jawabku menatapnya datar.


Aku mengikuti langkahnya berjalan sambil tanganku di genggam. Dia membawaku ke sebuah ruangan yang mungkin itu ruang meeting.


Petugas hotel itu langsung menyapanya karena Dia Pemiliknya.


Aku langsung duduk di sofa sementara Dia menutup pintu dan menyuruh Petugas itu untuk membawa Minuman serta beberapa cemilan.


" Are You Oke Sayang ???? " tanyanya sambil berjalan dan duduk disampingku.


" Iya. " jawabku singkat.


" Ada apa ???? Apa Aku salah ???? Maaf iya tidak memberi tahu Kamu dulu soal tadi karena Aku langsung membawamu ke toko emas itu. Tapi percayalah Sayang, Aku tulus dan tidak ada maksud apa apa. Aku hanya membelikanmu kado karena Kamu selalu bersamaku saat Aku disini. Kamu selalu ada untukku. Tolong jangan salah paham.... "

__ADS_1


Aku hanya menunduk tidak menjawab. Tapi mataku sudah terasa panas dan berkaca kaca.


" Whyyy ???? Ada apa denganku ???? " gumamku sambil mengepal tangan kananku.


" Sayang .... Tolong lihat Aku!!. " katanya dengan sedikit kebingungan.


Dia memegang wajahku dengan kedua tanganku sehingga Aku menatapnya. Aormataku langsung menetes deras hingga Aku tidak bisa menahannya.


Aku sesunggukan. Dia panik dan langsung memelukku erat dan menenangkanku.


Dia mengelus lembut punggungku hingga Aku merasa tenang.


Aku menarik nafas panjangku. Dia mengusap airmata yang masih ada diwajahku dengan tangannya penuh lembut.


" Tolong jangan menangis lagi. Aku gak bisa melihat Kamu menangis. Hatiku hancur. " katanya menatapku dan mengelus rambutku.


Aku masih menatapnya dan menatapnya penuh haru.


" Tolong kasih tahu kalau Aku ada salah. Jangan diam begini Sayang .... Aku bingung, Aku merasa bersalah Sayang... "


Dia langsung mengecup keningku lalu mengecup mesra bibirku. Dia mencium bibirku serta ********** pelan dan mesra.


Aku tidak melaukan respon apa apa sehingga Dia menghentikan ciumannya itu sambil menatapku.


" I Love You. " bisiknya sambil menciumku kembali.


Aku memejamkan mataku dengan lumatannya yang begitu indah sekali.

__ADS_1


__ADS_2