
Kami berjalan meninggalkan kantin Perusahaan menuju outlet kopi yang ada disamping Kantor dan setelah itu langsung naik.
Sudah jam 5 sore belum juga kelar dan masih ada beberala divisi lagi yang belum.
Aku sama Ibu Linda, Sari udah saling tatap tatapan dan mengerutkan kening. Bisa bisa sampai malam ini.
" Sayang .... Masih belum kelar. Hiks ... Kamu makan ajah iya jangan tunggu Aku. " pesanku sama RR.
" Tidak apa apa Sayang .... Kabarin ajah nanti biar Aku jemput iya. Santai ajah. "
" Oke oke. "
Meeting masih berlanjut hingga jam 6 sore dan Direktur memberi masukan dan beberapa kritikan untuk setiap divisi. Untuk Divisi yang masih belum , Akan dilanjut lagi besok dan hari ini cukup sampai jam 6.
Setelah mendegar itu Aku dan yang lainnya menghela nafas lega karena sudah mulai tidak fokus apalagi sudah malam dan waktunya pulang kerja.
" Akhirnya .... Mari Kita Pulang. " kata Ibu Sari sambil berdiri.
" Yoi .... Sampai ketemu lagi besok, Wkwkwk ... " jawab Ibu Linda.
" Besok masih ikutan divisi yang sudah kelar ??? " tanyaku.
" Maybe Bu. Kita gak tau. " jawabnya mengerutkan keningnya.
" Iyah ... Sia sia dong besok Aku libur, hahahah .... Boleh kali iya gak ikut kan ada SPVku yang ikut mewakili. " kataku sambil melirik SPVku dan main mata.
" Siap Bu. " jawabnya senyum.
" Langsung gercep iya Dia. '' kata Ibu Sari.
" Hahahha .... Buat Bu Ranti mah selalu oke Bu. Hehehe .... Dia kan selalu mengerti sama bawahannya berarti Kita juga haru mengerti Dia kan.... " jawabnya senyum.
" Iya ampun Aku terharu Mba .... " jawabku sambil menunjukkan wajah sedih.
__ADS_1
" Udah udah ... Gak usah sok terharu deh. Ayoo... " cetus Ibu Sari sambil mendorongku ketawa.
Memang Kami selalu kompak setiap devisi. Tidak ada iri irian atau tidak ada saling menjelek jelekkan di belakang. Setiap.masing masing selalu memberi dukungan satu sama lain sehingga Perusahaan Kita bisa sangat maju sampai saat ini, itu semua terlepas dari hasil kerja keras setiap divisi.
Aku lupa ternyata hari ini Aku bawa mobil dan RR menjemputku.
" Aishh ... Sialan.... Bisa lupa Aku!. " gumamku saat dilobby.
Aku langsung menelpon Dia yang sudah otw ke kantorku. Sebenarnya Aku malas Dia jemput, Apalagi dijemput di depan kantor sehingga Dia tau kalau Aku bekerja disini. Tapi apa daya, Dia selalu memaksa untuk datang menjemput.
Ingin Aku menolaknya tapi sudah beberapa kali Aku menolaknya padahal Dia sudah sangat terbuka. Iya udahlah untuk pekerjaan tidak apa apa Dia tau kalau Aku bekerja disini.
Sama seperti yang dibilang Mami, Jangan terlalu membohonginya padahal Dia begitu baik.
Its Oke lah untuk kantorku Dia tau. Hanya itu dan tidak lebih gumamku dalam hati.
" Yang ... Aku lupa ternyata Aku bawa mobil... " kataku merengek.
" Oalah .... Iya udah gak apa apa. Nanti biar supir hotel ajah yang Ambil mobil ini, Kita pake mobil Kamu iya. " jawabnya santai dan tidak marah sama sekali.
" Gak apa apa Sayang .... Santai ajah. Aku udah mau nyampe nih, Gedung warna biru ini kan???? Aku masuk ajah berarti iya ???? "
" Iya udah deh. Kamu masuk ajah. Aku dilobby nih. " jawabku masih merasa tidak enak.
Dia langsung masuk dan membunyikan klakson mobilnya.
" Halo Sayang ... " sapanya sambil keluar dari mobil.
" Halo ... " jawabku sambil berjalan menghampirinya.
Dia langsung mengeluarkan HPnya dari kantongnya dan menelpon Seseorang.
" Halo, Pak. Pak tolong ke lokasi yang Aku kirim iya, Naik ojek online ajah biar cepat. Saya mau nitip mobil agar Bapak bawa balik ke Hotel. Saya tunggu disini iya. " kata RR.
__ADS_1
" Baik Pak. "
" Gak usah Sayang .... Biarin ajah mobilku disini. Kan besok kesini juga. " kataku menatapnya.
" Gak apa apa Sayang ... Ayo masuk dulu, Kita nunggu di mobil ajah iya??? " jawabnya sambil membuka pintu mobilnya.
Aku menurut dan mengangguk saja sambil masuk, Begitu pintunya ditutup, Dia langsung berjalan dan masuk juga.
" Hhhmm ... Gimana kerjanya hari ini Sayang ???? " tatapnya sambil senyum indah terlihat di wajahnya.
" Lancar lancar ajah. " jawablu singkat.
" Syukurlah. Kamu pasti lapar kan ??? Kita langsung makan iya ... " katanya sambil mengelus rambutku lembut membuatku ingin memelukknya dan merasakan hangatnya tubuhnya. Tapi Aku belum ingin karena masih capek dan belum mandi.
Aku menatap mata indahnya dan mencium Pipinya.
" Kita makan di tempat kemarin ajah mau gak ??? " tanyaku.
" Boleh tuh. Aku juga pengen makan Udang saos tiramnya. Mami sibuk gak iya ???? Apa mau Kita berdua ajah ??? "
" Gak tau deh. Aku gak ada chat an sama Mami hari ini. Gak tau kalau Kalian. " kataku.
" Aku juga ada Sayang. " jawabnya sambil mengelus rambutku.
" Coba telepon Yang, Tapi kalau Dia mau, Dia langaung kesana ajah jadi Kita ketemuannya disana. ''
" Wait iya. "
RR langsung menelpon Mami dan tidak ada jawaban sehingga Kami berdua saja yang makan kesana.
Kurang lebih setengah jam di dalam mobil menunggu Supirnya, Akhirnya datang dan Kami pindah ke mobilku setelah RR memberikan kunci sama Supir itu.
RR memberikan uang untuk beli makan malam sama Supir itu karena sudah capek dan jauh jauh datang hanya untuk mengambil mobil yang dibawa RR.
__ADS_1
Kami langsung pergi dan menuju tempat makan favorit Kami itu.