Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 182


__ADS_3

Selang beberapa jam, Kami memasuki kawasan menuju Rumahnya.


Mungkin seperti kawasan perumahan kalau di Indonesia.


Sungguh indah kawasan ini dan Kami berhenti di salah satu rumah yang sangat luas. Pintu gerbangnya otomatis terbuka saat mobil Kami berada didepannya.


Wah ini benar benar rumah idaman para Wanita. Sangat luas bagai istana Raja.


" Kita sudah sampai Yang .... " kata RR menatapku senyum.


Aku mengangguk senyum dan mengambil tas yang disampingku serta menentengnya. RR langsung keluar dan membuka pintu untukku.


Dia langsung mengulurkan tangannya untuk menggandengku serta menggenggam tanganku. Aku senyum mentapnya dari dalam mobil melihat Dia sedikit menunduk melihatku.


Aku langsung keluar dan memegang tangannya.


" Kamu tinggal berdua doang disini Yang sama Sekretarismu itu ??? " tanyaku sembari berjalan bersamanya.


" Iya. Aku berdua saja sama beberapa Pekerja di rumah. " jawabnya senyum selalu menatapku.


" Kalian tidak kesepian di rumah seluas ini ??? " tanyaku melihatnya.


" Kesepian sih kesepian Yang .... Makanya mari Kita mernikah. Hehehe .... " katanya nyengir sembari bercanda karena takut Dia kalau Aku salah paham.


Saat Pekerja Rumahnya membuka pintu, Dia menyambut Kami dengan sangat sopan dan hangat. Aku menyapanya dengan senyum lalu Dia bergegas ke Belakang lagi.


" Selamat datang di rumah Sayang .... Enjoy iya ... " kata RR setelah Pekerja itu kembali kebelakang.


Aku tersenyum dan mengangguk melihat RR sambil mengelus tangannya.


Aku melihat rumah itu benar benar luas persis seperti rumah rumah Seorang keturunan Konglomerat.


Beberapa foto Keluarga menghiasi Ruang depan.

__ADS_1


" Kamu mau minum apa ??? Hmm ??? Hayo duduk di ruang tamu. Kamu capek kan ??? " tanyanya mencium rambutku.


" Yang, Aku boleh tidur dulu gak bentar ??? Aku ngantuk bangat. Smabil menunggu Orang Mami datang. " kataku menatapnya.


" Kamu mau tidur dulu ??? Iya mataku merah, mungkin karena ngantuk. Iya udah, Ayo. Kamu tidur di kamar ajah. Tapi ganti bajumu duku iya, Pake bajuku. Aku ada kemeja yang besar. " katanya mengajakku ke kamar dan memegang tanganku.


" Iya. " anggukku senyum dan mengikutinya.


Aku memang benar benar tidak bisa menahan rasa kantukku. Bemar benar ingin tidur, Mataku sudah tinggal 3 watt.


RR membuka sebuah kamar dan mempersilahkanku untuk masuk. Aku menatapnya dan melangkah masuk dan melihat kamar itu sangat luas dan wangi serta rapih.


Aku terhenti karena melihat fotonya bersama Kedua Orang Tuanya ada disana terpajang.


" Ini kamar Kamu iya ??? Aku mau di kamar tamu ajah Yang .... " kataku menghentikan langkahku dan memegang tangannya.


Aku merasa tidak enak yidur dikamarnya sementara Aku Orang pendatang. Para Pekerja rumahnya mau ngomong apa nanti ????


" Iya, Aku ganti baju disini tapi tidurnya di kamar tamu ajah iya Yang .... Aku gak mau disini. Iya iya ???? " kataku meletakkan tasku disofa yang ada disana dan sedikit memohon memegang tangannya yang mencari bajunya untukku.


" Kamu apaan sih Yang .... Kayak siapa ajah dah .... "


" Aku gak enak sama Mereka loh Yang .... Aku baru pertama kali datang kesini tapi kayak udah gak sopan!! " kataku menyakinkan Dia.


" Yang Kamu hargai Mereka atau Aku sih Yang ???? Udah deh, Jangan bawel. " tatapnya melihatku membuat Aku tidak menjawabnya.


Benar sih yang Dia bilang tapi kan tetap saja Aku merasa tidak enak dan segan apalagi baru pertama kesini.


Aku menyenderkan tubuhku disofa itu dan menatapnya yang masih mengombrak abrik lemarinya untuk mencari baju untukku.


" Udah gak usah Yang .... Aku kayak gini ajah tidurnya. Aku numpang Kamar Mandi iya. " kataku sembari berdiri.


" Iya. " jawabnya santai.

__ADS_1


Aku langaung masuk ke kamar mandinya. Wah Aku sangat takjub melihat kamar mandinya itu yang penuh dengan pernak pernik mahal. Aku saja Seorang Wanita tidak seperti ini kamar mandinya. Sangat rapih dan teratue semua perlengkapan mandi disana.


Aku langsung mencuci kakiku dan mencuci muka. Untung saja Aku selalu bawa ditasku pencuci mukaku.


Selesai mencuci mukaku, Aku mengambil handuk kecil yang tersedia disana.


Saat Aku mengusap wajahku dengan handuk itu di depan wastafel dan cermin itu, RR langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


Mungkin karena pintunya terbuka makanya Dia langsung masuk. Aku sedikit kaget karena Dia langsung memelukku dari belakang hingga Aku bisa melihat wajahnya yang tampan dan senyum indahnya di cermin itu.


Aku melihatnya memejamkan matanya dipundakku dan melingkarkan tangannya di tubuhku serta memegang bajunya itu.


" Why ??? " tanyaku berdiam diri dan berdiri melihatnya dari cermin itu.


" Aku mau ngisi daya dulu. Please bentar ajah ... " jawabnya masih memejamkan matanya.


" Aduh mataku perih. " kataku dengan pura pura dan memegang.


" Hah ??? Kenapa kenapa ???? Sini sini Aku lihat. '' jawabnya spontan sambil melepaskan pelukannya dan menatapku serta memegang pundakku dan menatapku.


Aku menutup mataku dengan menahan ketawaku melihat reaksinya.


" Awas, Aku lihat dulu. Jangan diusap nanti merah. " kata RR memegang tanganku.


" Udah buka pelan pelan. Biar Aku tiup Yang ... " katanya.


Aku langsung membuka mataku dengan cepat dan melihatnya yang sedikit was was menantikan Aku membuka mataku.


" Apa apaan sih Kamu. " kataku dan langsung ketawa melihat reaksinya itu.


Dia mungkin kesal melihatku dan apalagi Aku menertawakannya. Dia langsung menarik tanganku hingga Aku bisa mendengar suara detak jantungnya dan Dia langsung menciumku.


Dia menarik tubuhku hingga sangat dekat dengannya.

__ADS_1


__ADS_2