
Matahari pagi menembus masuk ke dalam kamar, Seolah memberikan isyarat bahwa hari ini adalah secerah hati Kami berdua. Aku masih bermalas malasan diatas kasur sambil memeluknya yang lagi bersender di atas kasur sambil mengotak atik laptopnya. Dia sudah wangi dan sudah mandi. Sementara, Aku masih belum mengenakan apapun, hanya ditutupi selimut setengah tubuhku.
" Kamu kerja, Sayang ??? " tanyaku dengan suara parau karena masih ngantuk dan menggeser tubuhku agar bisa memeluknya.
" Pagi Sayang, Kamu udah bangun ???? Iya. Aku kerja bentar ya ???? " jawab RR sambil mengecup rambutku.
" Rein gak kesini ??? " tanyaku sambil melihat ke layar laptopnya.
" Ngapain Dia kesini ???? Dia bisa kerja dari kamarnya kok. " jawab. RR merasa cemburu saat Aku menyebut nama Rein.
" Astaga, Sayang ...... Biasa ajah kali, kan Aku cuma nanya doang, Siapa tau Kalian mau kerja dari sini sama sama. Gitu loh, Astaga.... Kamu ya, benar benar deh ..... " kataku senyum geleng geleng dan mencubit hidungnya gak habis pikir padahal Rein Adiknya sendiri.
" Dia bisa kerja dari kamarnya, Gak harus di kasih tau juga !! " jawabnya dengan nada cemburu.
" Sayang, Kamu cemburu ??? " tanyaku sambil mencolek pipinya senyum.
" Kalau iya ??? Wajarlah Aku cemburu !! " jawabnya manyun dan fokus ke laptopnya tanpa melihatku.
" Astaga .... Ngapain sih Kamu cemburu ??? Dia kan Adikmu, Sayang. Berarti Adikku juga. Lagian apa sih yang Kamu cemburin ??? Aku kan udah Istri Kamu, Oke wajar kalau Kamu cemburu kalau masih pacaran. Lah ini ???? Aku udah Istri Kamu, Sayang .... Aku udah milikmu. Aku juga tau dan akan menghormati Kamu, Sayang ..... Kurang kurangin deh cemburuan Kamu itu. " cetusku sambil meraih ponselku dari sampingnya dan dibantu ambilin oleh RR.
" Makanya Kamu disampingku terus, Biar Aku gak cemburu. " jawabnya singkat.
" Iya ikat ajah Aku biar gak bisa kemana mana. " jawabku sambil membuka ponselku.
" Iya nanti Aku ikat. Kamu gak lapar, Sayang ???? Biar Aku pesanin makanan. Di meja ada roti doang sama cemilan kue basah tadi diantarin Pelayan. "
__ADS_1
" Aku belum lapar. Aku masih ngantuk. " gerutuku mencium cium lengannya.
" Cacingan Kamu lama lama tidur melulu. "
" Badanku masih terasa capek. " jawabku.
" Mau Aku pesanin spa gak ?? " tanyanya melihatku.
" Gak ah. " jawabku sambil ketawa melihat ke layar ponselku yang membuat RR langsung melirikku penasaran.
Aku yang melihat mimik wajah dan tatapan RR itu langsung menunjukkan ponselku ke Dia.
" Aku bawa WA nya Angel sama Anna, Sayang ..... Ih, Kamu jangan gitu ah, Aku takut lama lama. " jawabku melihat RR dengan tatapan sayuku.
" Iya, habisnya Kamu langsung ketawa begitu sambil melihat ponselmu. Kan Aku jadi penasaran. " jawabnya senyum dan menggodaku.
" Kamu mau honeymoon kemana, Sayang ??? " tanya RR sembari mengelus elus pipiku dengan sebelah tangannya.
" Gak usahlah ya ??? Disini ajah udah endul kan ??? " godaku senyum.
" Hahaha ..... Maksud Aku, Siapa tau Kamu mau ke suatu tempat, biar Kita kesana. "
" Gak, Aku gak pengen kemana mana. Disini ajah sama Kamu. "
" Sayang ???? " panggil RR menatapku dan memegang tanganku.
__ADS_1
" Hm ??? " jawabku melihatnya senyum sambil mengelus bibirnya lembut.
" Kita balik ke Belanda dulu ya ??? Mau ngadain resepsi disana juga. Boleh gak ??? " tanyanya menatapku dengan perasaan tulus.
" Kapan ??? "
" Awal bulan, kalau Kamu mau. Nanti Kita balik dari sini akhir bulan ajah. Rein nanti balik duluan. "
" Boleh. " jawabku senyum sambil mencium bibirnya.
" Terima kasih ya, Sayang ..... " jawab RR memelukku.
" Nanti Kita tinggal disana ajah ??? " tanyaku.
" Terserah Kamu mau tinggal dimana. Nanti juga Kita pasti bolak balik Belanda - Indonesia. "
" Iya iya. " anggukku.
" Aku mau cepat cepat punya Anak. " katanya berbisik membuatku merinding tanpa basa basi menggodaku.
" Sedikasihnya ajah ya Sayang .... " jawabku melas.
" Iya iya. Aku gak maksa harus cepat cepat langsung kok Sayang, Jangan ambil hati ya, Aku hanya bercanda kok. "
" Aku juga udah gak pake pengaman apa apa kok." jawabku.
__ADS_1
" Makasih banyak ya Sayang ..... Kita santai ajah, kalau langsung dapat ya syukur. Kalau belum jangan terlalu memaksa. Hm ???? Aku mau Kamu bahagia. " katanya menarikku kedalam dekapan dadanya.
Aku mengangguk sambil menggenggam tangannya.