
Saat RR sama Rein mau berangkat, RR memelukku didepan Mereka dan mencium keningku.
" Aish .... Udah kayak mau pulang ajah iya Kak, Lama bangat pelukannya. " sindir Rein.
" Tau nih. " jawabku sembari mengelus punggung RR.
" Bye, Sayang ... Mi, Pergi dulu iya ..." kata RR sambil masuk ke mobilnya Rein.
" Bye Kak .... Datang nanti ke kantor iya. Hehehe .... Mi, Nanti datang iya. " kata Rein senyum lalu masuk kemobilnya dan menayalakan mobilnya.
" Bye .... ''
" Bye .... Iya Cinta. " jawab Mami sambil melambaikan tangannya.
Setelah Mereka pergi, Aku duduk di depan terasnya sembari menikmati pemandangan dan udara lokasi rumahnya yang sangat luas.
Mami juga ikut menikmati udara dan suasana yang begitu indah dan sejuk itu.
" Mba nya udah kelar belum iya Mi ??? Biar Kita kesana. " kataku melihat Mami.
" Kan tadi udah Kamu bilang Cin supaya Kita dipanggil kalau udah mau kesana. Kamu gak mandi ????? "
" Gak. Aku malas Mi. Hahahha .... Nanti ajah sekalian balik dari kebun. "
" Astaga ..... " jawab Mami sambil geleng geleng melihatku.
" Aku mager bangat Mi. Wkwkwkwk .... Pengen deh spa disini. Ada gak iya yang dekat dari sini, Kayaknya enak bangat tuh. "
" Coba nanti tanya Mba ajah. "
" Iya. Mami ikut iya. "
" Oke Cinta. Oh iya Adiknya Angel udah mulai kuliah lagi, Dia udah sehat dan strong lagi. Dia salam sama Kamu Cin ... "
__ADS_1
" Oh iya ??? Syukurlah. Angel cuma nanya kabarku kalau lagi chat. "
" Iya, Adiknya yang WA Aku Cin .... Kan Aku punya nomornya. "
" Oh iya. Iya udah kasih semangat buat Dia Mi. Salamin juga buat Dia iya. Nanti Kita beliin oleh oleh sama Dia dan Angel iya Mi. Kira kira apa iya buat Adiknya itu. Yang perlu ajah buat Dia, Soalnya kan Dia masih kuliah. " kataku melihat Mami.
" Iya Cin, Aku juga mikirnya gitu tadi mau beli oleh oleh buat Dia. Coba nanti Aku kepoin Dia iya, Perlunya apa atau bagaimana, Nanti deh Mami atur. "
" Iya coba Mami kepoin, Kan Mami paling jago soal itu. Heheheh .... " jawabku sambil mengggoyang goyangkan kakiku di kursi.
" Siap Cinta .... Mami jadi seperti punya Adik sendiri tau Cin .... Mami sayang bangat sama Dia itu. Orangnya baik dan sopan bangat. "
" Iya, Kelihatan kan dari Dia nolong Ibu Ibu itu. Lebih mentingin nyawa Orang Lain yang tidak Dia kenal sama sekali dari pada nyawa Dia sendiri. "
" Iya Cin ... Dia tulus bangat. Mami ajah belum tentu langsung bisa ambil keputusan begitu. "
" Iya sama Mi. Eh, Dia kampusnya negeri iya Mi ???? "
" Kalau swasta biar Kita bayarin biaya kuliahnya Mi. " kataku.
" Iya Dia negeri. Gak banyaklah pengeluaran kalau negeri Cin ... Palingan buku atau perlengkapan Dia. "
" Iya sih. Coba deh nanti Mami kepoin iya. Biar Kita beli dari sini. " kataku.
" Oke Cin .... "
Tidak lama kemudian, Mba datang dan mengajak ke kebun.
" Aku begini ajah iya. Hehehe .... " kataku sama Mba.
" Pake baju sama celana yang panjang tangan ajah Non, Nanti ada nyamuk atau serangga Non .... " kata Mba.
" Iya udah, Mami ganti baju dulu iya. " kata Mami sambil berjalan ke kamarnya.
__ADS_1
" Aku gak ada baju sama celana panjang Mba. Pinjam baju Mba boleh gak ??? Atau celana ajah Mba gak apa apa, Bajunya Aku ambil punya RR ajah. " kataku nyengir.
" Iyahhh .... Non mau pake celana Saya ??? " tanya Mba merasa gak enak.
" Emang kenapa ??? Gak apa apa kan ??? yang penting Mba mau minjamin ke Aku. Hehehe .... "
" Takutnya Non kan .... heheheh ... "
" Kita kan sama Mba. sama sama Wanita. Pinjam iya, Gak usah yang bagus hehehe .... " kataku senyum melihatnya.
" Iya udah Aku cari dulu iya Non. Tapi jangan ini iya Non, Aku merasa gak enak, Gak ada yang bagus soalnya Non ... "
" Gak apa apa Mba. Yang robek robek ajah Aku pake kok. " kataku mengangguk agar Mba merasa gak enak atau gimana.
" Iya udah Aku cari dulu iya Non.... " kata Mba sambil menunduk pergi.
Aku langsung ke kamar hendak mau melihat bajunya RR.
Aku langsung chat Dia untuk minta ijin pinjam bajunya yang lengannya panjang.
Dia langsung suruh Aku untuk cek dilemarinya saja.
Aku langsung mengambil satu bajunya yang lengan panjang dan langsung memakainya. Sementara Mba langsung memberikan celana kulot panjang samaku dan Aku langsung memakainya.
Aku menghampiri Mereka yang sudah menunggu di pintu belakang rumah.
" Hayok .... " kataku.
" Bagus tuh cocok sama Kamu Cin ..... " kata Mami melihat baju dan celana yang Aku pake.
" Iya kan apalagi celana Mba nya enak dipake hehehe ...." kataku sambil mengelus punggung Mba yang berjalan disampingku.
Mungkin Dia merasa segan sama Kami jadi Dia hanya nyengir senyum dan menunduk.
__ADS_1