
Aku langsung besiap siap dan seperti biasa Aku mengenakan pakaian santai ajah, Kaos dipadu dengan jeans pendek dan Jacket.
Aku duduk didepan cermin hiasku dan sedikit memakai lip balm saja ditambah serum wajah dan parfum kesukaanku.
Aku menenteng tas slempang kecilku dan turun serta melihat runmangan bawah sudah kosong dan TV ruang tamupun sudah mati padahal masih jam 8.
" Mungkin Mereka juga pada kecapean makanya langaung istirahat. " gumamku lalu turun.
Aku mengunci pintu dari luar dan membawa kunci yang biasa Aku bawa agar tidak perlu merepotkan Bibi.
Aku menyalakan mobilku dan keluar dari gerbang lalu menutupnya kembali serta menggemboknya.
Aku langsung menuju hotel yang Mami kirim karena Mereka sudah menuju kesana juga. Mami sudah ijin ke Angel mau keluar dulu ketemu temannya walau Angel juga setiap hari menyuruh Mami pulang saja karena Dia tidak enak sama Mami karena selalu menemaninya.
Angel mungkin merasa tidak enak karena selalu ada disisinya, Tapi Mami malah menasihatinya dan menghiburnya dengan candaan candaan layaknya Seorang bencong.
Aku langsung masuk ke hotel itu karena Mami, Brondongnya serta Laki Laki itu sudah menunggu di Lantai tepat Mereka nanti memadu kasih.
Sampai dilantai itu, Aku langsung menelpon Mami dan datang menghampiri Mereka. Aku tidak melihat wajah Pria itu karena Dia membelakangiku dan lagi menelpon Aku lihat dari jarak 150 meter.
Aku melihat punggungnya benar benar kekar dan ingin sekali menyandarkan tubuhku disana. Aku melangkah dengan senyum dan menyapa Mami yang juga senyum kearahku beserta Brondongnya yang Bule itu.
" Haiii .... " sapaku.
__ADS_1
Pria itu langsung berbalik badan melihatku dan sontak Aku sangat kaget dan berdebar melihat yang Pria yang didepanku itu tak lain adalah RR yang dengan senyum tulusnya mengarah kepadaku.
Hatiku bergejolak antara senang dan kaget bercampur jadi satu. Langkahku berhenti dan berdiam serta melihat kearah Mami yang tersenyum main mata samaku.
" Hai ... Kita ketemu lagi. Enjoy with him. " sapa Brondongnya Mami dan merangkul Mami serta berjalan dan membuka pintu yang berada di depan kamar Kami berdiri saat itu.
Aku masih melongo melihat Mami yang selalu membuatku berdebar tak karuan.
RR mendekatiku dang langsung mengecup keningku dan memelukku erat. Aku tidak membalas pelukannya dan masih tidak percaya dengan apa yang Mami lakukan ini.
Aku senang. Sangat senang melihat RR yang berada dan memelukku saat ini. Dia mengelus punggungku dengan lembut dan berbisik " I miss You. '' dan menatapku serta menggenggam tanganku masuk ke kamar tepat depan kamar Mami.
Dia menyalakan lampu kamar itu dan masih menggenggam erat tanganku. Dia langaung menarikku kearah ranjang dan mulai meletakkan tasku yang Aku tenteng dan mulai mengecupku mesra. Perlahan Aku masih belum membalas kecupannya dan tangannya yang memegang lembut leherku hingga lama kelamaan setelah Dia ******* bibirku, Aku mulai membalas ******* itu dan mulai memeluknya dengan nafas yang sudah tidak beraturan.
Sesekali Aku mengelus lembut wajah tampannya yang sangat indah. Aku memegang lengannya yang kekar dan berotot dan mulai ingin merasakan indahnya malam ini.
Dia selalu menciumi seluruh tubuhku karena wangi. Aku mulai meronta ronta dan langsung ingin memuai saja. Dia mulai bekerja hingga Aku memejamkan mataku serta menggenggam erat tangannya.
Dia mulai melakukan hal seperti biasa. Mengayun dan mengayun dengan lembut dan mencari jalan karena lumayan susah. Dia berusaha keras hingga akhirnya bisa dan semakin cepat tempo dan irama yang Dia mainkan hingga seluruh tubuhku bergetar kencang.
Aku meringis karena sangat menikmatinya begitu juga Dia. Permainannya semakin liar dan liar dan gairahnya sampai pada puncaknya setelah bermain cukup lama. Kepuasan telah mencapai ujungnya. Dia tergolek lemas memelukku dengan kepuasan yang sangat nikmat dan Dia sampai meneteskan airmata di wajahku hingga akhirnya Dia memelukku erat.
Aku yang sedikit merasa capek karena berat badannya dan postur tubuhnya, Berbisik ditelinganya.
__ADS_1
" Yang .... Aku capek. " bisikku lembut ditelinganya sambil sedikit melepas pelukannya agar Dia pindah kesebelahku.
Mendengar itu, Dia langsung pindah kesampingku dengan kecupan dibibirku dan air matanya terjatuh tepat dibibirku sehingga Dia tidak bisa menyembunyikannya lagi dariku.
Dia langsung mengusap bibirku yang kejatuhan airmatanya dan dan segera menghela nafasnya serta mengusap matanya.
" Arrghh ... Aku kelilipan Yang. Maaf iya. " jawabnya berusaha tersenyum dan memelukku erat disampingnya sehingga Kami saling tatap tatapan.
Dia memberikan senyum indahnya kepadaku. Aku menatapnya datar. Aku tau Dia berbohong.
Aku mengusap airmatanya yang lagi lagi keluar dan masih bisa senyum menatapku serta memelukku.
" Kenapa ???? " kataku pelan sambil mengelus pipinya.
" Gak apa apa. " jawabnya menggelengkan kepalanya dan masih senyum kepadaku. Tatapannya tidak bisa membohongiku.
" No. Kenapa ??? Kamu tau kan bahwa Kamu gak bisa bohong samaku ??? " kataku lembut dan lagi lagi mengusap airmatanya hingga Dia tidak bisa menahan airmatanya.
Dia memejamkan matanya, Dan Aku langsung mengelusnya dan membiarkannya tenang. Aku berpikir Dia mungkin ada sesuatu dan Aku tidak akan memaksa Dia untuk mengatakannya. Aku memeluknya dan merasakan detsk jantungnya yang tak karuan karena sangat berbeda dengan detak jantungku yang berdetak secara normal.
Mungkin ada emosi yang Dia tahan hingga begitu. Aku mengelus punggungnya agar Dia lebih tenang. Aku mendaratkan kecupann di bibirnya hingga Dia membuka matanya dan Dia menatapku dengan senyum indah dan lesung pipiku.
Dia memegang lembut bibirku dan mengelus elusnya.
__ADS_1
" Mau ronde kedua ??? " godaku sambil main mata.