Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 266


__ADS_3

Aku masih belum berani untuk membuka ponselku malam itu. Aku hanya memikirkan hidupku sepanjang malam, Aku mengabaikan RR juga yang disampingku selalu. Dia hanya mengelus elus rambutku tanpa mengatakan apapun hingga Dia juga tertidur disampingku.


Paginya, aku bangun dan melihat Dia masih tidur disampingku duduk dan sedikit membungkuk menopang dagunya ke ranjangku. Mami yang sudah bangun dan sudah gak ada di kamar.


" Sayang .... " panggilku pelan karena tanganku gak bisa menyentuh Dia karena Dia tidur di saping kananku.


" Hhmm .... iya, kenapa Sayang ??? Mau ke kamar mandi ??? " jawabnya sambil mengusap wajahnya yang sedikit memerah karena bekas tanganya dan besi ranjangku.


Aku melihatnya dengan menahan ketawaku karena wajahnya yang berbekas dan memerah itu.


" Kamu tidurnya di sofa ajah Sayang .... Leher Kamu sakit tuh, Kalau tidurnya begitu. " kataku pengen megang dan mengelus wajahnya tapi apa daya tanganku masih belum ada perubahan.


" Gak apa apa. Biar bisa dengar kalau Kamu butuh apa apa Sayang .... " jawabnya dengan mengedipkan matanya yang sayu itu, Mungkin Dia menangis juga semalam tapi Aku tidak dengar karena matanya sedikit bengkak.


Aku sudah memutuskan untuk tidak memikirkan yang sudah sudah, Walau terkadang Aku tetap tidak bisa melupakan itu. Trauma itu seperti menghantuiku terkadang. Tapi Aku berusaha untuk melupakannya dan fokus untuk diriku dan kedepannya. Aku ingin melupakan kenangan kenangan yang buruk itu.


Aku menghela nafasku sembari melihat dan menatap RR dalam dalam. Sebenarnya banyak pertanyaan yang sudah ingin Aku tanyakan sama Dia, Tapi Aku berusaha menguburnya dalam dalam karena itu akan membuatku menangis lagi.


Pagi ini, Aku mantapkan diriku untuk kuat melangkah dan tidak mau bersedih sedih berlama lama. Aku sudah memikirkan semalaman apa yang akan Aku lakukan hari ini.


" Sayang, Aku pengen jalan jalan ke taman depan. Boleh gak ???? Aku pengen menghirup udara segar disana. Aku bosan disini, tiduran terus. " kataku melihat RR yang masih membungkukkan dagunya di ranjang dan melihatku.


" Aku tanya Dokter dulu ya Sayang.... " jawabnya lalu menekan bel.


" Mami kemana ya ??? Aku pengen makan pangsit rebus nih .... Ada gak ya di kantin Rumah Sakit ini ?? " tanyaku sambil melihat RR yang menggerakkan badan serta merentangkan tangannya. Karena mungkin tubuhnya pegal.


" Coba nanti Kita lewat sana ya, Kalau gak ada nanti Aku pesan Online saja. Aku mandi dulu ya, Gak apa apa kan Kamu sendiri disini ???? Kalau butuh apa apa panggil Aku ya, Hhm ???'' kata RR sambil menatapku dengan senyum dekat dengan berpangku tangan di sofaku.


" Kalau Kamu pas lagi mandi ??? " godaku senyum melihatnya yang menatapku begitu dekat hanya jarak beberapa senti saja.


" Hhhhhmm .... Kamu maunya gimana ???? " tanyanya balik sambil senyum manis mengelus rambutku lalu mencium keningku.

__ADS_1


" Aku juga pengen mandi. " kataku manyun.


" Jangan dulu ya .... Tunggu tangan Kamu udah mendingan ya, Sayang ..... Sabar ya, Nanti Aku bersihin wajah Kamu pake tissue basah ya ..... Gak apa apa kan ??? Maafin Aku ya .... " katanya menatapku dengan tatapan bersalah hingga Aku tidak bisa untuk menatap matanya.


Aku langsung mengalihkan pandanganku le arah TV.


" Udah Kamu mandi buruan ..... Aku lapar ... " kataku mengalihkannya tanpa melihatnya.


" Iya iya .... Bentar ya ... " jawabnya mengelus rambutku dan berjalan ke arah sofa untuk mengambil bajunya yang ada ditasnya dan langsung ke kamar mandi.


Saat RR mandi, Aku mengambil ponselku yang disampingku dan membukanya perlahan. Aku menelpon HRD di kantorku karena tidak bisa mengetik pesan.


" Halo, selamat pagi Mba .... "


" Pagi juga Mba Ran .... Ada apa pagi pagi nelpon Mba, Tumben sekali, Hehehe .... " kata Mba HRD kantor.


" Hehehe ... Iya nih, Aku mau ngajuin cuti dadakan bisa gak kira kira ??? " tanyaku tanpa basa basi.


" Bukan, Aku lagi kurang sehat Mba. " jawabku.


" Gak usah ngajuin cuti, Mba. Sakit ajah .... " kata HRD nya memberi saran.


" Oh iya juga iya. Kok Aku gak kepikiran sih, Wkwkwkw .... " jawabku ketawa.


" Hahahah ... Dasar Mba Ranti, Eh .... Sakit apa Mba ???? "


" Biasalah Mba, Hanya sakit meriang doang. " jawabku bohong.


" Oh iya iya .... Ya udah Mba langsung ajuin sakit ajah dari Absensi langsung. "


" Oke oke, Nanti Aku ajuin. Makasih Ya Mba.... Pagiii .... " jawabku sambil mematikan teleponnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Dokter dan Suster datang kekamarku setelah mengetuk pintu dan tidak lama juga diikuti Mami dari belakang dengan membawa beberapa tentengan makanan.


" Pagi Mba Ran .... " sapa Dokter itu berjalan mendekatiku.


" Pagi, Dok ..... "


" Saya cek dulu ya tangannya .... " katanya sambil membuka perban yang menutupi tanganku itu.


" Iya Dok. Oh ya Dok, Boleh gak sih keluar ke taman depan, Bosan nih disini melulu ... " kataku melihat Dokternya.


" Oh Mba Ranti mau jalan jalan nih ke depan ??? Boleh boleh ajah, Tapi setelah Saya cek dulu ya ... Dan nanti pake kursi roda ajah biar Kamunya gak capek jalan. Sus, Nanti tolong antarin Mbanya jalan jalan dan bawain kursi roda kesini, ya ..?? " kata Dokternya.


" Baik Dok. " jawabnya.


" Nanti kursi rodanya ajah yang diantar Sus, Mami ajah nanti yang nemanin Dia. " kata Mami yang sudah ikutan berdiri disampingku.


" Oh iya .... Baik Kak. " jawab Suster itu sembari sedikit menunduk.


" Bengkaknya masih sedikit nih yang berkurang, Karena sebagian dari pengaruh dari jahitan yang ada disini. Trus karena tangan dan jemari tangan Kamu yang biru biru juga. Nanti jam 9 an dikasih obat pereda bengkak ya Sus biar bengkaknya agak berkurang. " kata Dokternya.


" Baik Dok. "


" Oh, Sekalian sebelum Kamu kasih obatnya, Bersihin dulu luka lukanya itu ya.... "


" Iya Dok. "


" Mba Ran .... Saya tinggal dulu ya .... Nanti kursi rodanya langsung diantar kesini. " katanya sambil pamit.


" Baik Dok. Makasih ya Dok .... "


" Sama sama .... "

__ADS_1


__ADS_2