Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 102


__ADS_3

Kami berpelukan saat hendak berpisah dan masih di dalam kamar. Dia menciumiku dan memelukku erat serta tidak mau berpisah dan tidak mau melepaskanku.


Aku pun membalas pelukannya dengan senyum serta mengecup mesra bibirnya hingga Kami kembali lagi keranjang untuk melakukannya kembali.


" Aku ingin selalu melakukannya denganMu Sayang .... Kamu sungguh mengalihkan duniaku. " bisiknya sambil mengecup leherku dan mulai melepaskan pakaiannya.


Dia semakin menggila hingga mendesah lebih keras membuatku Aku makin bersemangat mengayun dan mengayun.


Beberapa kecupan basah Dia berikan dibeberapa titik hingga Aku merasa jijik dan mendorong wajahnya. Dia yang sontak peka akan Aku gak suka hal itu, Dia langsung melap nya dengan bajunya.


" Ouggghhh .... Aarrghhh .... " jeritku mulai merasakan puncaknya.


Dia menatap Wajahku sembari mengelusnya. " Bersabarlah dan nikmatilah. Aku akan membuatmu terbang sampai ke langit."


" Nikmati. Ini pertemuan Kita yang harus Kamu rasakan sensasinya dan tidak pernah menemukan di Wanita manapun. " jawabku sambil memegang kepalanya erat.


" Aargghhh ... I want ..... " katanya saat Aku memegang dan menahan erat tubuhnya.


" Ayun Baby .... Hayooo Mari Kita terbang .... " jeritnya sambil menggigit bibirnya.


Kami sangat menikmatinya. Hingga puas dan puas dengan ayunan serta goyangan dari Kami masing masing. Lagi dan lagi Kami terkapar di atas ranjang.


" Please .... Aku mau Kamu selalu bermain sama Aku kalau Aku butuh. " bisiknya.

__ADS_1


" No. Aku bilang gak, Iya gak!!! " cetusku karena Dia seperti memaksa.


" Dia pikir Dia siapa, bisa menyuruhku seperti itu. Pria RR yang jauh dan jauh melebihi Dia saja Aku tolak. Lah Dia hanya Model saja dan bayaran rendah, Bisa bisanya Dia memaksaku gitu! " gumamku.


Dia masih memelukku dan menciumiku. Mungkin Dia masih terangsang dan ingin melakukannya lagi. Atau Dia tidak pernah puas saat bertemu dengan Orang Lain.


Aku langsung naik diatasnya dan mulai bermain lagi hingga puncaknya benar benar dapat dan terasa.


Aku benar benar puas dan lega bisa menyalurkan hasratku bersamanya. Walau Dia yang membayarku.


Setelah membersihkan Diri, Aku dan Dia berpisah setelah Dia bermanja manja dan memelukku dengan cukup lama. Aku langsung mengecupnya dan menyuruhnya pergi karena Aku harus menunggu Mami dulu.


" Aishh ... Aku lapar lagi.... " gumamku saat duduk di ruang tamu.


Kayaknya harus makan dulu nih baru pulang. Soalnya benar benar menguras tenaga hari ini. Sungguh melelahkan tapi menyenangkan.


Tidak lama kemudian, Mami dan Dia keluar dan datang menghampiriku.


Dia langsung ijin pamit sama Mami sambil mengecup mesra bibir Mami di depanku lalu mengediokan matanya samaku.


" Wahhh .... luar biasaaa.... " kataku ketawa gak percaya bahwa itu Bencong nyalinya besar juga.


" Hayoo Cin.... " kata Mami sumringah sekali.

__ADS_1


Aku geleng geleng melihatnya sambil senyum.


" Kenapa Cin ???? kok senyum senyum sendiri ??? " tanyanya sambil berbalik melihat Prianya pergi.


" Permainan Kalian mantap iya ???? "


" Iya dong. Itu harus Cin .... Kamu gak tahu ajah .... " katanya mencolekku senyum senyum.


" Wah .... Puas dong .... " godaku mencolek pinggangnya.


" Bangat malahan Cin .... Arrgghhh .... Aku masih membayangkannya. "


" Giman gimana ??? cerita dong... Aku jadi kepo nih. "


" Iyaa mantap Cin .... Sodokan dan goyangannya selalu sukses membuatku merinding dan terbuai. Ahhhh .... " jawabnya sambil memejamkan matanya kemungkinan mengingatnya kembali.


" Besar gak ??? " pancingku.


" Iya. Udah gitu Dia permainannya jago bangat Cin .... Aku habis di bolak balik sama Dia .... Uuucchhh ...." jeritnya senyum.


" Bolak balik gimana ???? "


" Iya dibolak balik. Depan belakang, Masuk semua pokoknya. Aisshhh kan Aku jadi ingat dan pengen Dia lagi. " jawabnya cemberut.

__ADS_1


" Sialan, bencong satu ini ... "


__ADS_2