Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 212


__ADS_3

" Are You Oke ??? " tanyaku saat Dia mengemudikan mobilnya meninggalkan area pemakanan.


" Hmm ... " angguknya dengan semyun.


Aku pun langsung mengelus punggungnya sambil senyum.


" Mungkin nanti Aku gak bisa lama di Indo iya Yang, soalnya ada meeting yang gak bisa Aku tinggalin awal bulan depan. Gak apa apa kan ??? " tanyanya melihatku.


" Kalau memang gak bisa ikut juga gak apa apa jangan dipaksain Yang, gak apa apa kok. Aku gak mau kerjaan Kamu jadi berantakan hanya gara gara Kamu mau ikut. Aku gak mau. '' jawabku  sambil menatapnya.


" Gak Yang. yang penting mah awal bulan doang. Kalau hari hari biasanya bisa di handle sama Rein. "


" Iya maksudnya jangan dipaksain, Aku gak mau. Aku bisa pulang kok sama Mami. Nanti ajah kalau misalnya Kamu ada  urusan baru Kamu kesana biar Kamu bisa santai juga. Aku ketemu dan bisa juga tinggal di rumah Kamu udah bersyukur bangat. Apalagi selama Kami disini, Kamunya jadi gak bisa fokus kerja,  walau hotel Kami jadinya hnagus, hehehe.... "


" Gak lah. Sama ajah mah mau Kalian ada atau gak sama ajah Aku kerja kayak gitu juga. Aku yang berterima kasih dan bersyukur bangat Kalian bisa tinggal di rumah dan Aku juga sangat berterima kasih sama Mami yang selalu mendukungku. Dan sekarang Kamu milikku. " jawabnya senyum sambil mencium tanganku.


" Astaga .... Berarti Kamu sama Mami udah saling kontekan sebelumnya ??? " tatapku melotot.


" Iya.Hehehhe..... Maaf iya gak kasih tau sama Kamu. Nanti Kita beliin hadiah buat Mami iya, Apa kira kira yang cocok buat Dia ??? "


" Aku gak tau Yang, Apa iya ??? Baju ajah kali atau parfum terserah Kamu deh. Bingung juga Aku. "


" Boleh tuh. Kamu mau apa Yang ???? "


" Gak ada. Aku gak mau apa apa. " jawabku.


" Kok gitu ?? Aku belum kasih Kamu apa apa semenjak Kita pacaran. Hm?? Kamu mau apa ??? " tanyanya mengelus rambutku sambil menciumnya.

__ADS_1


" Gak usah Yang. Aku gak pengen apa apa. " jawabku senyum karena memang Aku tidak menginginkan apa apa.


" Harus ada dong Yang .... "


" Beliin buat Mami ajah iya ..... Nanti kalau pengen apa apa Aku pasti ngomong. yang penting Kamu nepatin janji Kamu ajah itu udah lebih dari segalanya Yang. " jawabku.


Dian langsung merangkulku dan mencium rambutku pelan dan lembut.


" Kamu selalu membuatku semakin jatuh cinta. Aku Orang paling beruntung sedunia memliki Kamu dalam hidup Aku. "


" Semua Orang yang pacaran kan begitu omongannya, gombalannya paling manjur kalau soal kayak gitu. Prett ... " cetusku meledeknya.


" Aku serius Yang ..... " jawabnya melotot.


" Iya iya .... " jawabku senyum melihatnya dan menyentil hidungnya.


" Iya. Mau beliin oleh oleh buat Teman kantor Kamu kan ??? Disini banyak Yang .... Kamu tinggal pilih ajah. "


" Aku juga bingung mau beliin oleh oleh apa buat Mereka. "  kataku ketawa.


" Iya ampun deh Yang ... Apa sih yang gak Kamu bingung ???? Gigit juga nih .... " jawab RR sambil memarkirkan mobilnya.


" Iya paling makanan ajah Yang ... trus apa lagi coba ??? Aku gak mau bawa banyak banyak. "


" Iya udah Kita beliin itu ajah.  Disini banyak oleh oleh, Kamu tinggal pilih ajah nanti. Mereka udah disini belum iya ??? " kata RR smabil menelpon Mami.


" Baik Tuan. Aku yang mau pulang tapi Kamu yang repot repot. Hahahah... Aku ajah santai loh ... " kataku melihatnya dengan senyum.

__ADS_1


" Muacchh .... " Dia langsung menciumku dengna tiba tiba.


" Ih dasar Mesum .... "


" Mau lagi ??? biar gak nanggung, biara sekalian mesum. " godanya dengan memegang leherku.


" Ih apaan sih, Dasar .... Udah dimana Mereka ??? " jawabku sambil melepas tangannya yang melingkar dileherku.


" Gak diangkat sama Mami. Wait Aku telepon dulu Rein. "


" Eh Yang ....Kamu jangan terlalu keras sama Rein loh, Soalnya Dia kan juga capek. "


" Aku gak pernah keras sama Dia, Yang .... Aku selalu membebaskan Dia mau ngapain tapi emang kalau dikantor itu beda. Kamu kan lihat sendiri kalau diluar kantor Dia bagaimana???. Aku kadang bicara keras sama Dia hanya untuk menasihatinya saja biar Dia jangan terlalu lebai dan berlebihan sama Wanita. Aku gak mau Dia selalu diporotin Wanita Wanita yang dikenal Dia, Sampai Apartemennya yang sudah dibelinya bisa dijual tanpa cerita sama Aku, siapa coba yang gak marah ??? Sekarang Dia tahu lah akibatnya, Dia nyicil Apartemennya sekarang padahal dulu yang terjual itu dibelinya cash. Biar DIa mikir ajah makanya AKu gak bantuin Dia. "


" Iya makanya kemarin Aku tanyain Dia kenapa gak tinggal di rumah ajah dan apartemennya disewain?? Jadikan hitung hitung Dia bisa buat bayar cicilan dua kali lipat ibaratnya. "


" Mungkin Dia gak enak juga kali Yang. Aku juga gak pernah menutup pintu rumah buat Dia. Selalu terbuka karena memang Dia sudah Aku anggap seperti Adik sendiri. Tapi Aku keras soal kehidupannya biar Dia gak begitu lagi. Aku juga kasihan melihat DIa dititik itu karena Aku juga pernah mengalaminya. "


" Iyalah Kalian harus saling menopang dan menguatkan satu sama lain. "


" Mereka masih di rumah Yang ... Kita duluan ajah masuk yuk, Kita makan atau ngopi dulu sambil nungguin Mereka. "


" Hayuk ... "


Dia langsung memengang tanganku berjalan memasuki mall itu. Aku bahagia sekali bisa mengenal RR karena Dia selalu baik sama semua Orang.


Sesekali Aku menatapnya diam diam dan bersyukur bisa mengenalnya dihidupku. Aku ingin selalu berusaha untuk berpikir positif untuk setiap perjalanan kehidupanku kedepannya. AKu tidak mau terbayang bayang oleh masa lalu lagi. Aku berusaha memantapkan hatiku untuk genggaman tangan RR dihidupku selamanya.

__ADS_1


__ADS_2